MEDIANAD.COM: Panglima Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Barat Daya (Abdya), Abdurahman, alias Panglima Do merespon berbagai tudingan dan fitnah belakangan ini santer disematkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, SIP, MPA.

Dimana, ‘​Panglima Do’ menilai, serangan berupa framing negatif yang berupaya menjatuhkan karakter Sekda Aceh selama ini sudah sangat tidak sehat dan ditunggangi oleh kepentingan kelompok tertentu?

Dikira tudingan yang salah alamat, “mengingat sosok Sekda Aceh M Nasir ASN pekerja keras, disiliplin dan totalitas bekerja membantu Gubernur Muzakir Manaf untuk percepatan pembangunan Aceh’.

Namun dalam perjalanan dan tak lama bertugas sebagai Sekda, “terjadi musibah dahsyat banjir hingga meluluhlantakkan 18 Kabupaten dan Kota di Aceh, dikira siapa saja Sekda jika dalam kondisi darurat mahadasyat sulit mengkafer seluruh persoalan, tentu butuh proses serta jangan cepat-cepat divonis Sekda gagal dan tak mampu bekerja”.

PILIHAN PRIBADI MUALLEM, Sebagaimana dirlis online putaran.id Sekda M Nasir yang juga pilihan pribadi Gubernur Mualem, “kelihatan tidak pernah sibuk mengklarifikasi atau membantah berbagai framing negatif terhadapnya. Hal ini karena Mualem sudah mengenal kepribadian M. Nasir lebih dari 15 tahun lamanya, jauh sebelum ia bergabung di KONI Aceh,” tegas Ketua KPA sekaligus Ketua DPW Partai Aceh (PA) Abdya tersebut.

Hubungan antara Gubernur Mualem dan M. Nasir didasari atas kepercayaan dan rekam jejak yang panjang pasca damai Aceh. Ia menjelaskan bahwa Mualem membutuhkan sosok pejabat utama di posisi Sekda yang memiliki loyalitas tinggi, dedikasi, serta tanggung jawab penuh untuk membangun Aceh di bawah kepemimpinan Mualem-Dek Fadh.

​Eks pimpinan GAM Abdya, Panglima Do juga mencium adanya agenda terselubung di balik serangan bertubi-tubi kepada Sekda Aceh. Ia menduga ada upaya sistematis untuk merusak citra internal pemerintahan dengan cara menyerang kinerja pejabat nomor satu dijajaran eksekutif Aceh, atau orang kepercayaan utama Mualem di pemerintahan secara personal.

​” Fitnah yang menyasar M. Nasir ini sudah ditunggangi kepentingan jahat. Tujuannya bukan saja ingin menyingkirkan beliau dari posisi Sekda, melainkan untuk merusak citra Gubernur Mualem dari dalam. Framing busuk ini dilakukan dengan berbagai cara, termasuk isu personal hingga aksi demo yang disinyalir ditunggangi kelompok lawan maupun internal yang ingin mengganggu jalannya roda pemerintahan ,” ungkapnya.

​Lebih lanjut, Panglima Do mencontohkan kegagalan politik kotor sebelumnya yang mencoba memfitnah Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) terkait isu pemangkasan anggaran BPJS/JKA. Namun, hal tersebut telah terbantahkan dengan sendirinya di publik.

​Ia mengingatkan kepada pihak-pihak yang mencoba menggoyang posisi Sekda Aceh bahwa upaya tersebut akan sia-sia. Sebab, M. Nasir merupakan pilihan langsung Mualem yang telah melalui pertimbangan matang.

​” Nasir itu pilihan Mualem, tidak mudah dijatuhkan dengan fitnah dan framing jahat. Itu pekerjaan sia-sia. Kami dari jajaran KPA dan Partai Aceh Kabupaten Abdya mendukung penuh Sekda Aceh untuk mengawal kepemimpinan Mualem-Dek Fadh. Kami tidak ragu sedikitpun atas pilihan Mualem. Beliau adalah sosok yang bekerja tulus untuk rakyat dalam mengimplementasikan visi, misi, dan janji Gubernur ,” tukasnya. (non/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini