Olahraga

Beranda Olahraga
Berita Olahraga

Prodi BKPI Juara Futsal Pra-Event Tarbiyah Fair IAIN Takengon 2026

0

Dekan Fakultas Tarbiyah (FT) IAIN Takengon, Mahdi Wahyuni Salam, M.Ed., Ph.d dan jajaran, ketua panitia Event Tarbiyah Fair, M Firdaus diabadikan bersama dengan pemain Futsal peserta event dimaksud, usai serimoni pembukaan, di venue Futsal Nunang Antara, Takengon, Aceh Tengah, Sabtu (31/10/2026) pagi. (foto:medianad.com_kiriman panitia)

MEDIANAD.COM,TAKENGON: Sebelumnya ajang Pra-Event Tarbiyah Fair 2026 Fakultas Tarbiyah (FT) Institut Agama Islam Negeri (IAIN)Takengon, Aceh Teungah, secara resmi dibuka Dekan Fakultas Tarbiyah (FT) Kampus dimaksud, Mahdi Wahyuni Salam, M.Ed., Ph.D., serta kategori kegiatan olahraga Futsal antar mahasiswa yang berlangsung di Lapangan Futsal Nunang Antara, Sabtu (31/10/2026) menjadi ajang pembuka yang menghadirkan persaingan sengit antar Program Studi (Prodi).

Dimana dalam laga yang berlangsung menarik dan disaksikan ratusan penonton sejak babak penyisihan hingga partai puncak berlangsung ketat, namun ketangguhan dan mental bajak yang diperlihatkan skuad Prodi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) berhasil meraih gelar juara, setelah menundukkan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) 2-1 melalui adu penalti di laga final, setelah dalam pertandingan normal berakhir imbang 3–3.

Meskipun BKPI sempat tertinggal 0-3, namu laga berakhir dengan aroma dramatis, setelah prodi tersebut mengamuk dimenit-menit akhir laga, sekaligus berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Hingga laga penentuan juara harus berlanjut ke tangga penalti dan BKPI sukses memenangkan pertandingan atas Prodi PAI 2-1.

Yang juga di babak penyisihan PAI dinyatakan menang Walkover (WO) atas PIAUD yang mengundurkan diri dan BKPI menghadapi perlawanan ketat dari Pendidikan Bahasa Arab (PBA) pada babak semifinal. Setelah bermain imbang 2–2, BKPI juga lolos melalui kemenangan adu penalti, setelah unggul 3–2.

Pada pertandingan lainnya, Manajemen Pendidikan Islam (MPI) mengalahkan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dengan skor 4–3,Tadris Matematika (TMA) juga memastikan langkah ke semifinal setelah menundukkan Tadris Bahasa Inggris (TBI) dengan skor 4–1.

Serta di semifinal, BKPI berhasil mengalahkan TMA dengan skor 4–2, sedangkan PAI menundukkan MPI dengan skor 3–1.

Hasil tersebut juga mempertemukan PAI dan BKPI dalam pertandingan puncak, sedangkan perebutan juara ketiga juga berlangsung ketat, MPI dan TMA bermain imbang 2–2, sebelum TMA memastikan kemenangan melalui adu penalti dengan skor 3–2.

Dengan demikian, BKPI menempati posisi pertama, PAI menjadi runner-up, dan TMA meraih juara ketiga.

Jalannya pertandingan turut didukung kepemimpinan wasit utama, Faisal, yang memimpin dengan sangat baik. Ketegasan dan kecermatannya dalam mengawal pertandingan menjadi bagian penting dalam menjaga sportivitas di tengah persaingan antartim.

PESAN DEKAN

Dekan Fakultas Tarbiyah menekankan pentingnya menjadikan Tarbiyah Fair sebagai ruang pengembangan potensi mahasiswa sekaligus penguatan persaudaraan antarprogram studi. Prestasi olahraga diharapkan tumbuh bersama sikap sportif, disiplin, dan saling menghargai.

“Kemenangan patut disyukuri, tetapi sportivitas dan persaudaraan harus tetap menjadi yang utama. Jadikan pertandingan ini sebagai sarana belajar bekerja sama, menghormati lawan, dan menerima hasil dengan lapang dada,” pintanya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Panitia Tarbiyah Fair 2026, Dr. M. Firdaus, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim, panitia, dan perangkat pertandingan atas kontribusi mereka. Ia menilai perjuangan para peserta menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi ruang pembentukan karakter mahasiswa.

“Final hari ini memberikan pelajaran bahwa tertinggal bukan alasan untuk menyerah. Semangat BKPI untuk bangkit, serta perjuangan seluruh tim sepanjang pertandingan, merupakan bagian dari nilai yang ingin kita tumbuhkan melalui Tarbiyah Fair,” ujarn alumni UIN Ar-Raniri Dr. M. Firdaus.

Yang juga mengapresiasi Faisal sebagai pengadil laga event Futsal tersebut, wasit utama yang telah memimpin pertandingan dengan baik, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

PEMBUKAAN Pra Event

Rangkaian pra-event ini menjadi pembuka menuju pelaksanaan Tarbiyah Fair 2026. Melalui kegiatan olahraga dan berbagai cabang perlombaan lainnya, Fakultas Tarbiyah mendorong mahasiswa untuk mengembangkan bakat, meraih prestasi, dan mempererat kebersamaan, serta langsungan Event Tarbiyah Fair Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon 2026 akan berlangsung hingga awal pekan kedua bulan November ini. (non)

Persiku (1)-Persiraja (3), Aktor Kemenangan Pitian dan Pembuktian Talenta Lokal

0

Sang pencipta brace gol kegawang Persiku, Pitian Husni dan rekan lainnya, merayakan gol kemenangan atas Persiku Kudus dalam pertandingan Pengadaian Champinship 2026/27 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Jumat petang kemarin. (foto/mo persiraja)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: “Bintang tarkam asal Gayo Lues, Pitian Husni (24) yang naik kelas menjadi pemain profesional, menjadi ‘joker’ penting atas kemenangan Persiraja Banda Aceh 3-1dari tuan rumah Persiku Kudus dalam pertandingan pekan ke-8 Liga2 Pengadaian Championship 2026/27 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jogyakarta, Jumat (30/10) kemarin petang”.

Penyerang yang memperkuat tim kampung halamannya PSGL Gayo Lues di Liga4 PSSI Aceh 2025/2026 itu, menjawab kepercayaan pelatih secara positif, setelah tampil penuh 2×45 menit di Stadion Sultan Agung kemarin, sekaligus berhasil menyumbang dua gol atas kemenangan 3-1 tersebut.

Gebrakan, rajin turun kebawah membantu pertahanan dan selalu merepotkan pertahanan Persiku Kudus saat menguasai bola, membuktikan pemain ‘ganteng dan berparas bulek’ itu yang juga wara-w8ri memperkuat sejumlah tim saat turnamen Tarkam dalam 3 tahun terakhir, juga membuktikan talenta lokal Aceh tak kalah garang saat diberikan kepercayaan.

“Tak menafikan perjuangan rekan Pitian lainnya dalam laga dengan Persiku Kudus, pemain berusia 24 tahun tersebut berpotensi berkembang dan menjadi penyemangat skuad Persiraja untuk terus menjaga tren positif dari laga ke laga di Liga2 2026/ 27”.

Apalagi ak asuhan Muhammad Ridwan akan berhadapan dengan PSMS Medan pada laga pekan ke-9 Sabtu, 7 November minggu depan di Stadion Utama Sumut, Deliserdang.

Meskipun berhadapan dengan salah satu seteru berat Grup Barat, Muharir dan kolega diharapkan terus menjaga tren positif, “harus membawa poin dari kandang PSMS Medan untuk menjaga asa tetap berada dijalur persaingan kompetitif klasmen memasuki putaran kedua”. (zm)

Persiku vs Persiraja, Kesempatan Tim tamu Laskar Rencong Koleksi Poin Tambahan

0

SKUAD yang berjulukan “Laskar Rencong”, Persiraja Banda Aceh berkesempatan mengoleksi poin tambahan saat bersua tim juru kunci klasmen Grup Barat Persiku Kudus, dalam laga yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogja, Jumat (30/10) pukul 15.30 Wib petang. (foto/MO persiraja)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH:Persiraja Banda Aceh berkesempatan mengoleksi poin tambahan saat bersua Persiku Kudus dalam pertandingan pekan ke-8 Liga2 Pengadaian Championship 2026/27 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogja, Jumat (30/10) petang ini.

Kesempatan raihan poin bagi Muharir dan kolega atas tuan rumah Persiku harus dimanfaatkan betul, mengingat lawannya sedang dalam kepayahan di awal-awal kompetisi, bahkan masih “terkunci didasar klasmen Grup Barat dengan minus satu poin dari 7 laga yang telah dilalui”.

Namun demikian, pelatih Persiraja Muhammad Ridwan mengingatkan anak asuhannya, jangan lengah dan tetap tampil disiplin sepanjang laga di stadion Sultan Agung. Meskipun Persiku belum meraih kemenangan, namun kolektivitas permainan tim tersebut terus meningkat, “terbukti pada laga pekan ke-7 hanya kalah tipis 1-2 dengan seteru kuat Semen Padang, bahkan berhasil menyulitkan kubu SPFC dan berhasil menciptakan satu gol”, ujar M Ridwan dalam temu media, Kamis siang kemarin di Bantul. (non)

Kepengurusan PSSI Aceh masa Transisi, Rahmat Djailani Plt Sekum dan Tarmizi Dirtek

0

Rahmat Djailani yang juga Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja Banda Aceh ditetapkan PSSI Pusat sebagai Plt Sekum PSSI Aceh masa transisi kepengurusan dibawah Plt Ketua Rudi Yulianto. (foto:medianad.com_dokpribadi)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Kepengurusan PSSI Aceh masa transisi dibawah kepemimpinan anggota Exco Rudi Yulianto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) yang juga Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pusat mulai merancang program kerja, dimana menetapkan Rahmat Djailani sebagai Plt Sekretaris (Sekum), Tarmazi Rasyid Plt Direktur Tehnik (Dirtek) Indrra Gunawan Pelaksana Tugas (Plt) Komite Wasit dan Darmansyah Putra Plt Direktur Kompetisi.

‘Persetujuan pergantian sejumlah pengurus PSSI Provinsi Aceh untuk mengisi posisi strategis selama masa transisi kepengurusan.

Dan Surat Keputusan (SK) pergantian posisi penting dimaksud, tertuang lewat surat resmi PSSI pusat Nomor 6374/PGD/653/X-2026 tertanggal 23 Oktober 2026, dengan perihal Persetujuan Pergantian Kepengurusan PSSI Provinsi Aceh. Surat tersebut ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, SE.

“Seperti disebutkan lewat siaran Pers yang diterima awak media di Banda Aceh, Selasa siang”.

SKBPSSI menyetujui empat nama untuk mengisi jabatan pelaksana tugas (Plt) di lingkungan kepengurusan PSSI Aceh.

Persetujuan tersebut menindaklanjuti surat PSSI Provinsi Aceh Nomor 001/PSSI-ACEH/PLT/X-2026 tertanggal 23 Oktober 2026 tentang permohonan persetujuan pergantian kepengurusan.

PSSI menyatakan, pergantian ini dilakukan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi selama masa transisi, hingga terbentuknya kepengurusan definitif sesuai dengan Statuta dan Peraturan Organisasi PSSI yang berlaku.

Dalam surat tersebut, PSSI juga meminta para pengurus yang ditunjuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional dan bertanggung jawab, serta tetap berpedoman pada Statuta, Peraturan Organisasi dan kebijakan PSSI.

Persetujuan ini menjadi bagian dari proses penataan organisasi PSSI Aceh setelah sebelumnya PSSI Pusat menunjuk Rudi Yulianto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Provinsi Aceh melalui Surat Keputusan Nomor 224/SKEP/X-2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 10 Oktober 2026.

Serta jajaran Plt dapat menyukseskan agenda penting ditubuh PSSI Aceh, terutama menyiapkan tahapan Kongres Biasa (KB) pemilihan ketua umum PSSI Aceh periode 2026-2030. (non)

Persiraja (2)vsPSGC (1) “Kran Gol Ilham, Sujud Syukur Coach M Ridwan dan Tumpahan Airmata Bahagia”

0

IHAM Udin Armay dan Chaves sang pencetak gol kemenangan Persiraja Banda Aceh atas PSGC dalam laga Sabtu tadi malam bersama rekannya. (foto/mo Persiraja)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh larut dalam kebahagiaan usai mememenangi laga perdana _home-nya_ di Stadion H Dimurthala (SHD) Banda Aceh, Sabtu (24/10) tadi malam pada pekan ke-7 Liga2 Pengadaian Championship 2026/27, lewat skor tipis 2-1 atas tim tamu PSGC Ciamis, Jawa Barat.

Kemenangan perdana home (kandang) yang telah terluka tiga kali laga home belakangan juga “disambut haru pemain, Coach M Ridwan dan jajarannya, manajemen serta pendukung setia tim yang berjulukan _Laskar Rencong_ tersebut di SHD tadi malam”.

Bahkan pelatih M Ridwan “hampir satu menit melakukan Sujud Syukur” seusai wasit meniupkan peluit akhir pertandingan, serta memeluk pemainnya satu persatu dengan air mata bahagia tumpah, mengucapkan selamat kepada penainnya yang telah berjuang dengan hati demi tim dan harkat serta mengembalikan roh (aroma) SHD seperti sedia kala.

“Dimana lawan kembali gentar, angker dan sulit membawa pulang poin ketika berlaga di kandang Persiraja dalam pertandingan-pertandingan berikutnya”.

Terasa plong hasil positif itu lewat kran gol perdana pemain idola publik SHD, Ilham Udin Arnay dan Chaves memang belum mengubah posisi Persiraja diurutan klasmen Grup Barat Liga2 dengan 6 poin.

Namun hasil positif tersebut sedikit memberi garansi dan kepercayaan diri Muharir,cs dalam menatap dua laga Away sisa putaran pertama dengan Persiku Kudus seta PSMS Medan pada pekan ke-8 dan 9.

Langkah juga dengan kepala tegak harus dikampayekan Jayus dkk, dimana tampil konstisten dan bisa membawa poin minimal 4 dari dua laga itu, untuk mengontrol posisi poin diklasmen sekaligus sedikit lebih mengembirakan dalam menatap 18 laga betikutnya di putaran kedua dan tiga. (zulmahdi)

Pengurus KLPI Kabupaten dan Kota Dikukuhkan, Kadispora Aceh buka Pelatihan Senam Seri Tiga

0

Kadispora Aceh, T Banta Nuzullah, Ketua Senam KLPI Nasional Hj Nenden Muchtar, Ketu KLPI Aceh, Mardani, pengurus Kabupaten dan Kota serta peserta pelatihan senam seri 3, foto bersama usai serimoni pembukaan pelatihan tersebut, di Hall PABSI Aceh, komplek Stadion Harapan Bangsa (SHD) Banda Aceh, Sabtu (24/10) pagi. (foto/kuriman panitia)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Ketua Senam Kebugaran Lansia Pralansia (KLPI) Aceh, Mardani S.Sos MM mengukuhkan (lantik) tujuh pengurus KLPI Kabupaten dan Kota se Aceh, Sabtu (24/10/2026) pagi di Hall PABSI Aceh, Koplek stadion Harapan Bangsa (SHB) Banda Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Mardani yang juga Kabid Pembibitan dan Pengembangan Olahraga di Dispora Aceh mengatakan, “untuk pengembangan senam KLPI di Aceh juga kabupaten dan kota yang belum terbentuk kepengurusan terus disosialisasikan untuk pengembangan olahraga merakyat yang bernaung dibawah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) ini.

Sementara itu, Ketua KLPI Nasional Hj Nenden Muchtar menggambarkan, senam lansia dibawah KLPI sudah sangat digemari oleh seluruh kalangan masyarakat tanah air.

“Sekaligus merasakan manfaatnya untuk kebugaran tubuh, terutama untuk warga masyarakat kalangan lansia sangat penting berolahraga, yakni senam dibawah KLPI”, ujar Hj Nenden yang juga sudah berusia 70 tahun lebih dan terlihat kuat serta masih segar bugar”.

Sekaligus mengharapkan, pengurus KLPI Aceh terus mensosialisasikan senam ini di kalangan masyarakat Aceh serta terbentuknya kepengurusan seluruh Kabupaten dan Kota bahkan ke kecamatan.

Sedangkan Kadispora Aceh yang juga Wakil ketua I KORMI Aceh, T Banta Nuzullah, S.Pd M.Pd dalam sambutannya dan sekaligus membuka pelatihan Senam KLPI menuturkan.

Kepengurusan yang solid, berdedikasi, serta berintegritas tinggi, pengurus yang baru Senam KLPI Aceh dan Kabupaten/Kota akan membawa angin segar dan energi positif bagi perkembangan olahraga masyakat dimaksud.

Pemerintah dan KORMI Aceh menegaskan, “komitmen untuk memberikan dukungan penuh (full support) terhadap setiap langkah strategis, program kerja, dan inovasi yang dilahirkan oleh pengurus baru, mengingat pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, namun kualitas dan sumber daya manusia yang sehat, cerdas juga bugar salah satu faktor penting, pinta Kadispora Aceh ini, yang juga sebelumnya meniti karir ASN dari pemerintahan Aceh Jaya.

 

Sembari menuturkan, keberlangsungan pembinaan olahraga kebugaran dan rekreasi masyarakat di bumi serambi Mekkah juga kepercayaan besar dan tanggung jawab mulia untuk menggerakkan budaya hidup sehat senantiasa didukung”.

Serta menjalin Kerja Sama yang harmonis Dengan Pemerintah Daerah, lintas sektor, serta komunitas olahraga lainnya. pemerataan dan pembinaan: memastikan program senam dan kebugaran dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke kabupaten/kota di provinsi Aceh.

Peningkatan kualitas sumber daya: menghasilkan instruktur-instruktur yang kompeten, berlisensi, dan berstandar nasional, pintanya.

Pelatihan senam KLPI Seri 3 Ini Merupakan bukti nyata dari Komitmen Tersebut. Seri Ke-3 ini hadir sebagai wujud Penyempurnaan, Pengayaan Teknik, serta standardisasi Gerakan Senam Yang Tidak hanya menyenangkan, tetapi juga teruji secara ilmiah manfaatnya bagi kesehatan jantung dan kebugaran tubuh.

T Banta juga meminta seluruh peserta pelatihan, manfaatkanlah momentum ini sebaik-baiknya. serap ilmu dan teknik yang diberikan oleh para instruktur nasional, dan jadilah agen perubahan yang menyebarkan semangat hidup sehat di lingkungan anda masing-masing.

Terakhir, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk pemerintah daerah dibawah naungan dinas pemuda dan olahraga provinsi aceh , para panitia penyelenggara, dan seluruh masyarakat. (zm/**)

Anggota PSSI Aceh Kembali Suarakan, KONGRES Sigli Sah dan PSSI Pusat tak Perlu Kirim Lagi Plt ke Aceh

0

PSSI pusat tak perlu kirim Plt lagi “untuk memecah belahkan akar rumput sepak bola Aceh”, ujar ketua umum PSBL Langsa, Hasan Basri SH MM. (foto/ist)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: PSSI Aceh sudah miliki Ketua Umum terpilih Hasil Kongres di Sigli tertanggal 3 Oktober 2026, dipilih oleh 33 voter dari 40 voter anggota PSSI Aceh yang ditetapkan saat KONGRES tahunan PSSI Aceh tahun 2025 di Hotel Kyriat Banda Aceh.

Tentu sudah sesuai statuta dan PO PSSI, dengan demikian.

PSSI pusat tak perlu kirim Plt lagi “untuk memecah belahkan akar rumput sepak bola Aceh”, ujar Ketua PSBL Langsa, Hasan Basri dan Ketua PSSI Aceh Timur Muhammad adam, lewat siaran Pers voters dimaksud, yang diterima awak media, Minggu (25/10/2026) pagi.

Kedua anggota PSSI Aceh itu dan sejumlah anggota PSSI Aceh yang juga memiliki hak suara (voter) dalam Kongres Pemilihan 2026 menegaskan, PSSI Aceh sudah memiliki Ketua Umum definitif hasil kongres yang sah.

Karena itu, mereka menilai tidak diperlukan lagi penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Aceh oleh PSSI Pusat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua PSSI Aceh Timur, Muhammad Adam, yang merupakan salah satu voter Kongres PSSI Aceh kepada awak media pada Sabtu (24/10/2026).

Menurut Muhammad Adam, sebanyak 33 voter Kongres sudah menandatangani Pernyataan Sikap Bersama Nomor 01/IST/PSA/X/2026 tertanggal 21 Oktober 2026, yang pada intinya menolak penunjukan Rudi Yulianto sebagai PLT Ketua PSSI Aceh sebagaimana tertuang dalam Keputusan PSSI Nomor SKep/224/X/2026 tanggal 10 Oktober 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rudi Yulianto yang ingin melihat perkembangan sepakbola Aceh sabagai Plt Ketua. Namun, perlu kami tegaskan bahwa PSSI Aceh sudah memiliki Ketua Umum definitif, yaitu Saudara Nazir Adam, setelah terpilih melalui Kongres PSSI Aceh secara sah dan demokratis,” kata Muhammad Adam.

Ia menjelaskan, dalam kongres yang digelar pada 3 Oktober 2026 tersebut, Nazir Adam memperoleh dukungan mayoritas dengan meraih 33 suara dari para voter yang hadir, mengungguli kandidat lainnya yang mengikuti proses pencalonan.

Muhammad Adam menegaskan, pelaksanaan Kongres PSSI Aceh sudah berjalan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang diatur dalam Statuta PSSI Tahun 2025.

Seluruh peserta yang memiliki hak suara, lanjutnya, diundang secara resmi oleh PSSI Aceh sesuai tahapan yang telah ditentukan.

“Kami hadir sebagai voter berdasarkan undangan resmi dan mengikuti seluruh tahapan kongres. Oleh karena itu, kami menilai hasil kongres tersebut sah dan memiliki legitimasi yang kuat sesuai Statuta PSSI,” ujarnya.

Atas dasar itu, ia bersama para voter lainnya meminta Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dan Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, untuk menghormati hasil kongres yang sudah dilaksanakan.

“Kami menegaskan bahwa tidak perlu lagi ada Plt Ketua PSSI Aceh, karena sudah ada Ketua Umum yang terpilih melalui Kongres. Kami berharap PSSI Pusat menghormati suara anggota dan menjaga kebersamaan serta persatuan sepak bola Aceh,” tegasnya.

Ketua Umum PSBL Langsa, H Hasan Basri SH MH yang juga salah satu voter Kongres PSSI Aceh di Sigli menegaskan, bahwa sepakbola seharusnya menjadi sarana untuk mempererat persatuan, bukan sebaliknya.

“Sepak bola memiliki filosofi persahabatan dan kebersamaan yang mampu menyatukan daerah, bangsa, dan negara. Karena itu, kami berharap kebijakan yang diambil dapat membawa kesejukan, dan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat sepak bola Aceh,” tegas Hasan Basri.

Ia menilai, Hasil Kongres PSSI Aceh yang sudah dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku dan menghasilkan Ketua Umum PSSI Aceh periode 2026-2030 memiliki legitimasi dari anggota.

Menurut Hasan Basri, surat keputusan yang diterbitkan PSSI Pusat juga tidak menjelaskan secara rinci alasan-alasan yang menjadi dasar penunjukan Plt Ketua tersebut.

“Kami mempertanyakan dasar pertimbangan yang digunakan dalam penerbitan keputusan tersebut. Sebab, hasil kongres sudah berjalan sesuai mekanisme organisasi dan ketentuan statuta yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, keputusan kebijakan strategis organisasi idealnya diambil melalui mekanisme internal. Maka, patut diduga kebijakan strategis tersebut tidak melalui forum atau rapat Exco PSSI yang memiliki kewenangan untuk membahas dan memutuskan kebijakan strategis sesuai statuta PSSI edisi tahun 2025.

Karena itu, para voter berharap terjadi komunikasi dan penyelesaian secara organisasi demi menjaga stabilitas pembinaan, serta perkembangan sepak bola di Aceh.

“Kami berharap semua pihak mengedepankan semangat musyawarah, menghormati mekanisme organisasi, dan menjadikan kepentingan kemajuan sepak bola Aceh sebagai tujuan utama,” pungkas Hasan Basri.(non/rel)

Bentrok Sabtu Malam di SHD, Persiraja Optimis Menang, PSGC Andalkan Dua sang Mantan, Zikri Abes dan A.Juanda Pidie

0

Pelatih Persiraja M Ridwan dan pemainnya Nicolas Chaves, Jumat pagi kemarin, menyampaikan keterangan Pers menjelang laga dengan PSGC Ciamis di Stadion H Dimurthala, Sabtu, (24/10) nanti malam. (foto:medianad.com/zulmahdi)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Meskipun PSGC kekuatannya sedikit dibawah tim lainnya di Grup Barat Liga2, pelatih Persiraja Banda Aceh, Muhammad Ridwan mengingatkan anak asuhnya harus tetap waspada serta tampil disiplin saat menjamu tim asal Jawa Barat tersebut dalam pertandingan pekan ke-7 Liga2 Pengadaian Championship 2026/27 di Stadion H Dimurthala (SHD) Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (24/10) nanti malam.

Kedisiplinan permainan Muharir dan kolega tiap lini faktor utama ðalam mengganggu pergerakan pemain lawan, sehingga vakem yang diterapkan dapat berjalan seperti yang diharapkan, ujar pelatih M Ridwan.

Yang juga menjamu PSGC timnya wajib tampil maksimal dan menang, sehingga secara pelan-pelan kita bisa memperbaiki peringkat di klasmen sebelum putran pertama musim ini, ujar mantan pemain Timnas seangkatan Ismed Sofyan itu dalam konferensi di Banda Aceh, Jumat pagi kemarin.

Sementara kubu lawan PSGC yang juga mengandalkan dua talenta muda asal Aceh Besar dan Pidie, Zikri Ferdiansyah bersama Akmal Juanda mematok target tinggi, meskipun berhadapan dengan tuan rumah,

Pinta pelatih PSGC yang juga kelahiran Banda Aceh dan pernah berjasa mengantarkan Persiraja ke Liga Super medio 2010/11, Hery Kiswanto ini. (non)

Pimpin KSMI Banda Aceh, Saifullah: “Sepakbola Mini Mulai Berkembang”

0

RAPAT KSMI – Ketua KSMI Banda Aceh, Saifullah, ST, didampingi Wakil Ketua I KONI Banda Aceh, Zahirsyah Oemardy, dan Wakil Sekretaris KSMI Aceh, Muhammad Hasan, SSi, MSi, serta pegiat olahraga foto bersama usai Rapat KSMI Banda Aceh di ruang rapat KONI Banda Aceh, Rabu 21/10/2026) sore. Foto/ist

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Ketua Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kota Banda Aceh, Saifullah ST, usai menerima mandat (amanah) sebagai ketua KASMI Banda Aceh menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Cabor tersebut.

Serta menegaskan komitmennya untuk bekerja keras dalam mengembangkan dan memajukan sepakbola mini agar semakin berkembang serta mampu menjadi salah satu cabang olahraga yang diminati masyarakat.

Menurut Saifullah yang juga salah wartawan senior di Banda Aceh melihat, perkembangan sepakbola mini di Banda Aceh saat ini menunjukkan tren yang sangat positif, tentu perkembangan tersebut menjadi modal penting untuk membangun organisasi yang lebih solid sekaligus memperluas pembinaan dan partisipasi masyarakat dalam olahraga sepakbola mini.

“Sepakbola mini saat ini sangat pesat perkembangannya di Banda Aceh. Ini tentunya menjadi modal sangat berharga dalam memajukan sepakbola mini di Kutaraja,” ujarnya.

Meski demikian, Saifullah menyadari bahwa memajukan sepakbola mini tidak dapat dilakukan seorang diri. Karena itu, ia berharap seluruh jajaran pengurus dapat membangun kebersamaan, memperkuat koordinasi, dan bekerja secara kolektif untuk menjalankan program-program organisasi.

“Support dari semua rekan-rekan pengurus sangat dibutuhkan dalam memajukan sepakbola mini di Banda Aceh,” pintanya lewat siaran Pers yang diterima Redaksi Online ini, Rabu malam.

Sembari menambahkan, pentingnya membangun sinergi dengan berbagai pihak, terutama pemangku kepentingan olahraga, komunitas sepakbola, serta pemerintah. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan menjadi salah satu kunci untuk memperluas ruang pengembangan sepakbola mini di Banda Aceh

“Kolaborasi dengan semua stakeholder olahraga dan pemerintah akan terus kita tingkatkan,” juga dibawah kepengurusan Saifullah, KSMI Banda Aceh diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, mendorong partisipasi komunitas, serta membuka peluang pembinaan dan kompetisi yang lebih terarah bagi para pegiat sepakbola mini di ibu kota Provinsi Aceh.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadikan sepakbola mini semakin berkembang, sekaligus memperkuat ekosistem olahraga masyarakat di Kota Banda Aceh.

Diketahui, alumni Fakultas Tehnik Universitas Syiah Kuala (USK) Saifullah resmi memimpin Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kota Banda Aceh, yang ditetapkan dalam rapat KSMI Kota Banda Aceh di Ruang Rapat KONI Banda Aceh, Rabu (21/10/2026) sore.

Yang juga rapat tersebut dihadiri Wakil Ketua I KONI Banda Aceh, Zahirsyah Oemardy, Wakil Sekretaris KSMI Aceh, Muhammad Hasan, SSi, MSi, serta pemegang mandat KSMI Banda Aceh, Saifullah, ST. Turut hadir sejumlah pegiat sepakbola dan futsal di Kota Banda Aceh. (non/**)

PSSI Pusat Tugaskan Rudi Yulianto sebagai Plt Ketua PSSI Aceh, ‘Kongres Sigli di Persimpangan”

0

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH:Kepengurusan PSSI Aceh periode 2022-2026 yang berakhir Tangal 20 Oktober 2026 dipastikan tidak diperpanjang oleh PSSI Pusat, dimana

terhitung tanggal 10 Oktober 2026, PSSI Pusat melalui SK Nomor 224/SKEP/X-2026 menunjuk salah seorang anggota Komite Exsekutif (Exco) Rudi Yulianto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Aceh. Surat Keputusan (SK) tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Erick Thohir serta Sekum PSSI Yunus Nusi.

Alikhwal penunjukan Plt juga dipastikan masa tugas Ketua PSSI Aceh, M Nazir Adam telah berakhir. Seperti biasa, sebagai Plt Ketua, Rudi Yulianto punya tugas untuk mengantarkan PSSI mendapatkan Ketum Definitif melalui Kongres Pemilihan PSSI Aceh dan dalam waktu singkat menjalankan roda organisasi PSSI Aceh, paskaberakhirnya masa tugas kepengurusan sebelumnya.

Padahal para anggota/ voters PSSI Aceh telah melaksanakan Kongres biasa pemilihan Ketum yang baru untuk periode mendatang pada 3 Oktober di Sigli, “dipastikan Kongres tersebut berada dipersimpangan dan menarik ditunggu perkembangan keorganisasian PSSI Aceh kedepan”. (non)

Popular Posts

My Favorites

Pengurus KLPI Kabupaten dan Kota Dikukuhkan, Kadispora Aceh buka Pelatihan Senam...

0
Kadispora Aceh, T Banta Nuzullah, Ketua Senam KLPI Nasional Hj Nenden Muchtar, Ketu KLPI Aceh, Mardani, pengurus Kabupaten dan Kota serta peserta pelatihan senam...