Pemerintah

Beranda Pemerintah
Berita Pemerintahan

Gubernur Aceh Menyerahkan Penghargaan Untuk PLT KADISTANBUN Aceh Dalam Rangka HUT Damai Aceh Ke 21

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf belum lama ini menyerahkan penghargaan kepada pelaksanaan tugas ( PLT) dinas pertanian dan perkebunan Aceh Dr, Ir,Azanuddin Kurnia, SP , MP. Di acara Hari Damai Aceh ke 21, digedung Meuseuraya hari Sabtu 15 Agustus 2026.

Penghargaan ini diberikan kepada puluhan tokoh di Aceh yang terkait dan peduli dan menjaga perdamaian Aceh, serta mereka ikut membantu dan peduli terhadap pembangunan Aceh yang sedang berjalan seperti lahan pertanian di kawasan pasca bencana benjir di tahun 3025 yang lalu.

Kegiatan reintegrasi pelaksanaan penyelesaian masa konflik secara damai ,menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia ( NKRI), Muzakir manaf mengajak seluruh lapisan masyarakat Aceh untuk terus menjaga dan merawat, agar proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terlaksana dengan baik.

Karena perdamaian adalah modal yang sangat besar bagi kita untuk melanjutkan cita cita para pendahulu kita, baik untuk generasi sekarang maupun generasi berikutnya, pelaksanaan tugas ( PLT) dinas pertanian dan perkebunan Aceh,Dr.Ir. Azanuddin Kurnia mengucapkan Terima kasih kepada bapak gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang telah memberikan penghargaan kepada kami.

Terima kasih kami juga kepada sekretaris daerah Aceh, serta kementerian pertanian dan perkebunan RI, serta para rekan rekan distambun Aceh yang selalu bekerja keras dan menjaga kekompakan dalam rangka menyukseskan program gubernur Aceh bapak Muzakir Manaf .

Untuk mensejahterakan rakyat Aceh, dan kami akan selalu bekerja sebaik baik mungkin dalam rangka menyukseskan program Pram gubernur Aceh dibidang pertanian dan perkebunan, terutama pada proses kegiatan di wilayah terdampak bencana tahun lalu.

Gubernur Aceh dalam kata sambutannya mengatakan kita bersama sama untuk terus bergerak dan bekerja keras, untuk memulihkan terhadap kondisi didaerah pasca bencana. untuk itu perlu kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, kabupaten/kota serta dengan berbagai elemen lainnya.

Dan juga kita harus bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, untuk terus kita jalin dengan baik, maka pemulihan impraskuktur, sarana pendidikan ,area persawahan pertanian, saluran irigasi, perkebunan dan tambak perikanan rakyat harus di utamakan untuk menuju kesejahteraan rakyat.

Jadi kita mengharapkan kata Muzakir Manaf ,kepada instansi terkait atau dinas dinas terkait untuk bahu membahu bekerja sama dalam rangka menyelesaikankan lokasi pasca bencana, dan lakukan percepatan ini jangan sampai berlarut larut, tolong supaya untuk terus dipacu pekerjaannya ,rakyat telah menunggu, karena rakyat sejahtera pemerintah akan gembira.(lem)

Wali Kota Sabang Harap Remisi HUT RI Jadi Momentum Warga Binaan Kembali ke Masyarakat

0

MEDIANAD.COM, SABANG- Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam berharap warga binaan yang memperoleh Remisi Umum pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperbaiki kehidupan dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

“Kepada kawan-kawan yang menerima remisi tahun ini, tentunya harapan kita bagaimana ke depan kehidupan kawan-kawan ini menjadi lebih baik dan siap bermasyarakat kembali,” harap Zulkifli H. Adam saat menghadiri pemberian Remisi Umum di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sabang, Senin (17/8).

Wali Kota Sabang juga berharap, proses pembinaan selama berada di Rutan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan bersama keluarga dan lingkungan sosial setelah menyelesaikan masa pidana.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Sabang, Faisal, mengatakan sebanyak 43 dari 61 warga binaan menerima Remisi Umum dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Penerima remisi terdiri atas 42 pria dan satu wanita, dengan pengurangan masa pidana antara satu hingga enam bulan.

“Satu WBP yang menerima remisi langsung bebas karena pengurangan masa pidana yang diperolehnya bertepatan dengan berakhirnya masa hukuman,” terang Faisal.

Ia menjelaskan, pemberian remisi dilakukan berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan dalam sistem pemasyarakatan. Sementara warga binaan yang belum menerima remisi di antaranya masih berstatus tahanan atau sedang menjalani pidana subsidair.

“Jadikan pengurangan masa pidana ini sebagai motivasi untuk terus mengikuti pembinaan, memperbaiki diri, memperdalam ilmu pengetahuan dan keterampilan, serta menaati seluruh aturan dan tata tertib yang berlaku,” ujar Faisal.

Khusus bagi WBP yang langsung bebas, Faisal berpesan agar kesempatan tersebut digunakan untuk kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat dengan menjauhi perbuatan yang dapat menyebabkan kembali berhadapan dengan hukum.

Saat ini, Rutan Kelas IIB Sabang dihuni 61 warga binaan, terdiri atas 53 narapidana dan delapan tahanan. Dari jumlah tersebut, 52 merupakan WBP pria, satu WBP wanita, tujuh tahanan pria dan satu tahanan wanita.

Selain pemberian remisi, Rutan Sabang juga melaksanakan berbagai program pembinaan pengetahuan, keterampilan dan keagamaan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama Kota Sabang dan Satuan Pendidikan Non-Formal. Termasuk pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C sebagai bekal warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Pemberian Remisi Umum pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan pemasyarakatan, sekaligus momentum bagi warga binaan yang memenuhi persyaratan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kembali kehidupan di tengah masyarakat.(man)

Upacara HUT ke-81 RI di Sabang Berlangsung Khidmat, Semangat Kemerdekaan Jadi Penguat Pembangunan Daerah

0

MEDIANAD.COM, SABANG,- Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Sabang berlangsung khidmat di Lapangan Dharma Bhakti, Jalan Yosudarso. Mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menguatkan semangat bersama dalam membangun daerah.

Dimulai pukul 08.30 WIB, upacara berlangsung lancar dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh 23 anggota Paskibraka yang merupakan putra-putri terbaik Kota Sabang. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Yos Sudarso ini turut dihadiri Forkopimda, pimpinan OPD, TNI/Polri, Satpol PP, ASN, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, serta pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Kapten Adm. Evan Akbar, Kepala Sekretariat Lanud Maimun Saleh, ditunjuk sebagai Komandan Upacara. Adapun Letda Pom Gesang Prasojo, Ps. Kasildampfik Satpom Lanud Maimun Saleh, bertugas sebagai Perwira Upacara.

 

Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam mengatakan, momentum kemerdekaan harus dimaknai dengan mengisi kemerdekaan secara baik, mengenang jasa para pahlawan, sekaligus terus berupaya membangun Sabang agar semakin baik ke depan.

“Penting bagi kita semua, terkhusus kepada masyarakat Sabang, bagaimana kita bisa mengisi kemerdekaan ini dengan baik, mengenang jasa para pahlawan, dan bersama-sama membangun Sabang ke depan agar lebih baik,” kata Zulkifli, Senin (17/8).

Menurutnya, sebagai daerah wisata, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga berbagai potensi yang dimiliki Sabang, terutama kebersihan dan keramahtamahan dalam menyambut setiap tamu yang datang. Hal tersebut dinilai penting karena aktivitas pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan perekonomian masyarakat.

“Apalagi Sabang merupakan daerah wisata, kita harus sama-sama saling menjaga, terutama kebersihan dan keramahtamahan masyarakat, agar dapat memberikan kenyamanan bagi semua tamu yang berdatangan ke Sabang. Karena ekonomi masyarakat Sabang ini terkhusus kepada kegiatan wisata. Oleh karenanya, wisata ini harus dikembangkan dengan baik, supaya bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, Zulkifli juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga perdamaian Aceh yang telah dinikmati selama 21 tahun. Menurutnya, kondisi damai dan aman merupakan modal penting untuk memberikan harapan yang lebih baik bagi masyarakat di masa mendatang.

Kepada generasi muda, Wali Kota Sabang berpesan agar masa muda diisi dengan hal-hal positif sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Untuk pemuda, bagaimana supaya kita bisa mengisi kemerdekaan ini dengan baik. Pemuda harus tahu bahwa hidupnya harus diisi dengan hal-hal yang baik. Karena masa muda itu panjang, bagaimana kita mengisi masa muda ini untuk bisa mencari dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik di masa tua,” tambahnya.

Usai pelaksanaan upacara, Wali Kota Sabang bersama Forkopimda menyerahkan Remisi Umum bagi Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum bagi Anak Binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sabang. Pemberian remisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Sabang.(man)

Kawasan Industri Perikanan Pelabuhan Samudra Lampulo Banda Aceh Sudah Berdiri Sekolah MAN Model

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM – Kawasan pengembangan Industri perikanan kawasan pelabuhan samudra Lampulo Banda Aceh sudah dibangun sekolah MAN model Banda Aceh.

Dulunya lahan ini di beli oleh pemerintah Aceh melalui dinas kelautan perikanan Aceh ( DKP) puluhan hektare bertujuan untuk membangun industri perikanan skala besar dan moderen, karena pelabuhan Lampulo adalah satu satunya pelabuhan samudra yang ada di Sumatera.

Menurut informasi yang didapat oleh media ini dikawasan pelabuhan samudra Lampulo Banda Aceh, bahwa tahun 2024 pihak dinas kelautan dan perikanan aceh telah membangun pagar, dengan sumber dana APBA.

Namun tidak lama kemudian didalam pagar-pagar tersebut sudah dibangun pembangunan gedung sekolah MAN model Banda Aceh, sekarang sekolah MAN tersebut sudah mulai berfungsi setelah diresmikan olek menteri Agama Indonesia Prov Dr.KH Nasaruddin Umar ,MA , pada Rabu (12/8/2026).

Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa bisa dibangun sekolah MAN,  karena dulunya pihak pemerintah Aceh melalui DKP Aceh membeli tanah tersebut untuk perkembangan pembangunan industri perikanan yang terbesar di Sumatera.

Menurut informasi bahwa tanah tersebut sudah dihibahkan oleh pemerintah Aceh kepada Departemen Agama atau lembaga pertikal dengan seluas 3 , 5 hektar dan juga sudah ada persetujuan DPRA.(lem)

Berkunjung ke SD Negeri 7 Simeulue Barat, Kak Na Ajak Siswa Gemar Makan Ikan

0

MEDIANAD.COM, SIMEULUE – Hujan menyambut kedatangan Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir dan rombongan, saat tiba dii SD Negeri 7 Simeulue Barat, di Desa Lhok Makmur, Kecamatan Simeulue Barat, Rabu (5/8/2026) siang.

Tak mudah mencapai Lhok Makmur, Kak Na dan rombongan harus menempuh perjalanan selama 5 jam untuk bisa tiba di salah satu desa terluar tersebut. Tak hanya jalur darat, rombongan bahkan harus menyeberang menggunakan rakit. Selanjutnya, melanjutkan perjalanan selama 1 jam lagi untuk tiba di Desa Lhok Makmur.

“Kami mohon maaf kepada ananda semua serta para dewan guru karena sudah pukul 14.30 Wib masih berada di sekolah. Sejak pukul 8.00Wib kami telah bergerak dari Sinabang. Namun karena jarak serta akses jalan, pukul 14.00 Wib kami baru tiba di sini,” ujar Kak Na menjelaskan.

Selain dalam rangka pembinaan PKK di Desa Lhok Makmur, kehadiran Kak Na di salah satu wilayah terluar Aceh ini juga untuk membagikan tas dan alat tulis serta paket makanan olahan serba ikan kepada para siswa di SD Negeri 7 Simeulue Barat.

“Rajin-rajin belajar, agar ananda cerdas dan bisa menggapai semua yang ananda cit-citakan. Selain itu, karena Simeulue merupakan daerah kepulauan, maka ananda harus gemar makan ikan ya, karena ikan memiliki kandungan protein baik yang sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang ananda semua,” imbau Kak Na kepada anak-anak yang antusias mengerumuninya di halaman sekolah.

“Tadi bunda ada bertanya dengan beberapa anak, katanya ada yang bercita-cita menjadi dokter, ada ingin jadi polisi. Nah untuk menjadi polisi ananda tentu harus memiliki tinggi badan yang sesuai syarat. Karena itu harus hemat

Selain memberi makanan olahan serba ikan kepada, Kak Na juga membagikan jajanan makanan ringan dan “salam tempel” kepada para siswa.

Sebelumnya, Ketua TP PKK Simeulue Lulu El Zahrah M Nasrun, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua TP PKK Aceh ke Desa Lhok Makmur.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Simeulue Barat Aci Hardista, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Ketua TP PKK Aceh ke Kecamatan Simeulue Barat.

“Kehadiran Ibu di sini bukan sekedar kunjungan kerja tetapi sebuah dorongan semangat bagi kami untuk berbuat lebih baik lagi bagi masyarakat, khususnya dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK. Karena itu, kami mengharapkan dukungan, pembinaan dan saran dari Ibu Ketua TP PKK Aceh agar kami bisa berbuat lebih baik lagi,” ujar Aci.

“Kami warga Desa Lhok Makmur menyampaikan salam ta’zim dan penghormatan kepada Bapak Gubernur Mualem. Terima kasih atas kunjungan Ibu ke desa kami,” pungkas Aci.

Kegiatan di SD Negeri 7 turut dihadiri oleh Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris, Wakil Bupati Simeulue Nusar Amin, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh T Adi Darma, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh Reza Ferdian serta sejumlah pejabat lainnya.(*)

Gubernur Aceh Pertegas TUPOKSI SKPA,  Dugadaan Disteibutor bermain

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh Mualem ingin membentuk tim Ferivikasi kelangkaan BBM dan Semen Andalas, menurut kami tidak perlu membentuk Tim.

Karena itu merupakan Tugas Pokok Koordinasi SKPA Energi sumber daya alam aceh( ESDMA) dan Perindustrian Aceh, dibawah koordinasi Asisten Perekonomian Sekda Aceh.

Kelangkaan BBM bio solar akibat dugaan Pihak Pertamina dan SPBU memasok kebutuhan pengusaha tambang illegal di pegunungan Aceh, sementara kelangkaan semen lebih dari pengangkutan semen produk PT Semen Andalas mengirim hasil produksi ke Medan, untuk kebutuhan Semen Sumatra Utara. Sebut Fuadi pengamat ekonomi Aceh.

Jadi jangan asal ada persoalan bentuk tim yg memboroskan APBA saja.

Hasil penelusuran Wartawan MEDIANAD bahwa Produksi dan Pemuatan semen untuk kebutuhan Aceh lebih dari cukup, dugaan sementara para Distributor menggudangkan pasokan semen untuk menaikkan harga. (non)

Gubernur Aceh Pertegas TUPOKSI SKPA

0

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH : Gubernur Aceh Mualem ingin membentuk tim Ferivikasi kelangkaan BBM dan Semen Andalas, menurut kami tidak perlu membentuk Tim.

Karena itu merupakan Tugas Pokok Koordinasi SKPA Energi Sumber Daya Alam Aceh( ESDMA) dan Perindustrian Aceh, dibawah koordinasi Asisten Perekonomian Sekda Aceh.

Kelangkaan BBM bio solar akibat dugaan Pihak Pertamina dan SPBU memasok kebutuhan pengusaha tambang illegal di pegunungan Aceh, sementara kelangkaan semen lebih dari pengangkutan semen produk PT Semen Andalas mengirim hasil produksi ke Medan, untuk kebutuhan Semen Sumatra Utara. Sebut Fuadi pengamat ekonomi Aceh.

Jadi jangan asal ada persoalan bentuk tim yg memboroskan APBA saja.( non)

Menteri ESDM Bahlil Lantik Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA di Tengah Polemik Riwayat Pendidikan

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melantik Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur, sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Rabu (5/8/2026). Pelantikan tersebut mengakhiri proses panjang pergantian pimpinan BPMA yang sebelumnya diwarnai perbedaan penilaian terhadap kinerja Kepala BPMA sebelumnya, Nasri Djalal.

Pengangkatan Mawardi sekaligus menandai diterimanya usulan Pemerintah Aceh yang sejak April 2026 meminta Menteri ESDM memberhentikan Nasri Djalal sebelum masa jabatannya berakhir. Dalam surat Gubernur Aceh Nomor R.800.1.3.3/4147 tertanggal 20 April 2026, Nasri dinilai tidak cakap menjalankan tugas dan fungsi serta dianggap melakukan perbuatan atau sikap yang merugikan BPMA dan/atau Pemerintah Aceh.

Padahal, sekitar satu setengah bulan sebelumnya, Komisi Pengawas BPMA melalui Laporan Pelaksanaan Tugas Komisi Pengawas BPMA Tahun 2025 justru memberikan penilaian positif terhadap kinerja BPMA di bawah kepemimpinan Nasri.

Dalam laporan yang ditandatangani Ketua Komisi Pengawas Ariana Soemanto pada 2 Maret 2026 itu, BPMA memperoleh realisasi kinerja organisasi sebesar 112,34 persen dengan predikat “Istimewa”, realisasi investasi mencapai 99,74 persen, lifting migas sebesar 126,7 persen, serta nilai akuntabilitas kinerja (SAKIP) berpredikat A (Memuaskan).

Kontras antara dua dokumen resmi tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah Pintoe.co mengungkap adanya perbedaan penilaian terhadap kinerja Kepala BPMA hanya dalam rentang sekitar 49 hari.

Nasri Djalal saat itu juga mempertanyakan dasar penilaian Pemerintah Aceh. Menurutnya, berdasarkan PP Nomor 23 Tahun 2015, pihak yang berwenang melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala BPMA adalah Komisi Pengawas, bukan gubernur. Ia juga mengaku tidak mengetahui adanya evaluasi Komisi Pengawas yang menjadi dasar usulan pemberhentian dirinya.

Polemik Riwayat Pendidikan Mawardi Belum Terjawab

Di sisi lain, pelantikan Mawardi Nur berlangsung ketika polemik mengenai riwayat pendidikannya masih belum memperoleh penjelasan.

Sebelumnya, Pintoe.co mengungkap bahwa dalam sejumlah dokumen riwayat hidup yang pernah dipublikasikan, Mawardi mencantumkan dirinya sebagai alumni University of California, Irvine (UC Irvine).

Namun, berdasarkan keterangan resmi yang diterima Pintoe.co dari pihak UC Irvine, universitas tersebut menyatakan tidak menemukan catatan atas nama Mawardi Nur dalam basis data mahasiswa maupun alumni.

Hingga berita ini ditulis, Mawardi Nur belum memberikan dokumen yang dapat memverifikasi klaim tersebut.

Saat pertama kali dimintai konfirmasi oleh Pintoe.co, Mawardi tidak menjawab substansi pertanyaan mengenai riwayat pendidikannya dan hanya mengajak wartawan untuk bertemu sambil ngopi. Ajakan tersebut ditolak karena yang dibutuhkan adalah klarifikasi dan dokumen pendukung atas klaim pendidikan yang dipublikasikannya.

Pelantikan Mawardi sebagai Kepala BPMA membuat polemik tersebut kembali menjadi perhatian publik, mengingat hingga kini belum ada penjelasan ataupun bukti yang dapat mengonfirmasi klaim pendidikan yang bersangkutan.

Lahir di Madat, Aceh Timur, pada 1 Februari 1990, Mawardi Nur menjabat sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA) sejak Maret 2025. PEMA merupakan badan usaha milik Pemerintah Aceh yang memiliki anak perusahaan di sektor minyak dan gas bumi, yakni PT Pema Global Energi (PGE).

Di kalangan publik Aceh, Mawardi juga dikenal sebagai keponakan T. Irsyadi, salah satu orang dekat Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). Irsyadi diketahui memiliki hubungan kekerabatan dengan Salmawati, salah satu istri Mualem yang kini menjabat anggota DPR Aceh melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW).

Pada Pemilu 2024, Mawardi Nur juga pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR Aceh dari Partai Gerindra, namun tidak terpilih.(*)

Komisioner BMA Menghilang

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Beredar laporan diduga telah terjadi korupsi berjama’ah dengan kedok bantuan sosial,bantuan dana pendidikan,bantuan banjir yg menghabiskan Anggaran Baitul Mal Aceh mencapai Rp 180 milyar lebih.

Ketua BMA H Abon Yunus.SH yg coba dihubungi MDaud Wartawan Medianad belum sudah jarang masuk kantor, kata staf Resevsionis Sekretariat BMA.

Begitu pula nomor HPnya sudah lama tidak aktif, staf tersebut.

Kiranya Gubernur Aceh Mualem segera memberhentikan Komisioner BMA Karena diduga dan berbagai media sudah memberitakan ihsan dana Umat tersebut.

Kiranya Pihak Polda Aceh segera bertindak melakukan penyidikan terhadab berita BMA yg telah cukub viral.( daud)

Sabang Raih Nilai Tertinggi PTSP dan PPB Se-Aceh, Catat Predikat “Sangat Baik” dari Kementerian Investasi

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Pemerintah Kota Sabang kembali menorehkan prestasi di bidang pelayanan publik dengan meraih nilai tertinggi di Provinsi Aceh pada Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah Daerah Tahun 2026. Atas capaian tersebut, Kota Sabang memperoleh nilai 87,601 dengan predikat “Sangat Baik” dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia.

Berdasarkan Keputusan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia Nomor 204.5 Tahun 2026, tentang Penetapan Hasil Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah Daerah Tahun 2026, Kota Sabang menjadi pemerintah kabupaten/kota dengan nilai tertinggi di Provinsi Aceh.

Selain meraih nilai tertinggi di Provinsi Aceh, Kota Sabang juga mengalami peningkatan dibandingkan penilaian tahun 2024, dari 87,141 menjadi 87,601 atau naik sebesar 0,460 poin. Pada penilaian tahun ini, predikat “Sangat Baik” turut diraih Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Bireuen, dengan Kota Sabang menempati posisi teratas.

Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menyambut baik capaian tersebut dan mengapresiasi kerja keras seluruh perangkat daerah, khususnya Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sabang, dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

“Alhamdulillah, Kota Sabang berhasil meraih predikat Sangat Baik pada penilaian ini. Kami bersyukur atas hasil yang dicapai, terlebih Kota Sabang memperoleh nilai terbaik di tingkat kabupaten/kota di Aceh. Capaian ini tentu menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat dan pelaku usaha,” kata Zulkifli di Sabang, Jumat (31/7).

Lebih lanjut, ia mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh perangkat daerah dalam menghadirkan pelayanan perizinan yang semakin profesional, cepat, dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun investor

“Kami akan terus melakukan berbagai pembenahan dan inovasi pelayanan agar proses perizinan semakin mudah, cepat, dan transparan. Dengan pelayanan yang semakin baik, kami berharap iklim investasi di Kota Sabang juga semakin kondusif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sabang, Faisal Azwar, menjelaskan bahwa penilaian tersebut merupakan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pelayanan perizinan berusaha dan percepatan pelaksanaan investasi.

“Penilaian ini tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga mencakup berbagai aspek, mulai dari kelembagaan PTSP, kualitas pelayanan perizinan, pemanfaatan sistem OSS, percepatan pelaksanaan berusaha, pembinaan dan pengawasan pelaku usaha, hingga inovasi pelayanan yang mempermudah masyarakat dan investor,” jelas Faisal.

Menurutnya, peningkatan nilai dibandingkan penilaian sebelumnya menunjukkan bahwa berbagai upaya pembenahan pelayanan yang dilakukan Pemerintah Kota Sabang terus memberikan hasil positif

“Alhamdulillah, pada penilaian tahun ini Kota Sabang memperoleh nilai tertinggi tingkat kabupaten/kota di Aceh, serta menempati peringkat ke-26 kategori pemerintah kota secara nasional. Capaian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel,” tutupnya.(man)

Popular Posts

My Favorites

Menu MBG Sabang Dinilai Minim Gizi, Protes Ortu Siswa

0
MEDIANAD.COM, SABANG-Program MBG di Sabang menuai keluhan, kali ini dari sekolah penerima manfaat di Kecamatan Sukajaya. Orang tua siswa dan pihak guru menilai menu...