Pemerintah

Beranda Pemerintah
Berita Pemerintahan

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Sabang Gelar Cek Kesehatan Gratis

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Klinik Polres Sabang gelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis di Mako Polsek Sukakarya Gp.Paya Seunara Kec. Sukakarya Kota Sabang, Senin (15/06/2026).

Kegiatan dihadiri Kapolres Sabang AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, Wakapolres Sabang Kompol Teuku Muhammad, SH, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang dr. Edi Suharto, unsur Forkopimcam, pejabat utama Polres Sabang, tenaga kesehatan, Bhayangkari, serta masyarakat.

Sebanyak 535 orang yang terdiri dari masyarakat Gampong Paya Seunara dan santri/santriwati Kota Sabang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan gula darah, kolesterol, asam urat, pemeriksaan gigi dan mulut, konsultasi kesehatan, pemberian obat, serta edukasi kesehatan.

Kapolres Sabang AKBP Sukoco mengatakan kegiatan bakti kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat sekaligus rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mempererat hubungan antara Polri dengan warga,” ujar AKBP Sukoco.

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh Polres Sabang bersama Dinas Kesehatan Kota Sabang.(man)

Satu Tahun Kepemimpinan Zulkifli–Suradji, Melanjutkan dan Menguatkan Pembangunan Sabang

0

MEDIANAD.COM, SABANG– hadir dengan bentang alam yang mempesona, laut yang menjadi rumah bagi kekayaan bahari, serta posisi geografis yang menjadikannya gerbang paling ujung negeri. Namun di balik keindahan itu, Sabang menyimpan tantangan khas wilayah kepulauan yang tidak sederhana.

Keterbatasan fiskal, efisiensi anggaran, kebutuhan infrastruktur yang terus bertumbuh, hingga tuntutan menjaga laju ekonomi masyarakat harus berjalan dalam satu tarikan napas pembangunan. Di titik inilah, pembangunan Sabang tidak cukup hanya bertumpu pada perencanaan teknokratis, tetapi juga pada kemampuan membuka ruang kolaborasi dan memperluas jejaring dukungan, termasuk dengan pemerintah pusat.

Memasuki tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam bersama Wakil Wali Kota Suradji Junus melanjutkan dan memperkuat berbagai upaya pembangunan melalui penguatan pelayanan dasar, perlindungan sosial, pengembangan sektor unggulan daerah, serta sinergitas dengan pemerintah pusat. Kerangka ini diarahkan agar pembangunan yang telah berjalan dapat terus memberi dampak yang semakin nyata bagi kehidupan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tahun 2025 menjadi periode penguatan tata kelola dan percepatan berbagai agenda pembangunan daerah. Sejumlah capaian mulai menunjukkan hasil, di antaranya diraihnya penghargaan Ecological Fiscal Transfer (EFT) 2025 dalam Konferensi Nasional Pendanaan Ekologis VI di Jakarta, yang kemudian diikuti dengan masuknya Proyek Rumah Sakit Terpadu Sabang dalam daftar Peluang Investasi Daerah Tahun 2025 yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Pada tahun yang sama, Pemerintah Kota Sabang juga menerima penghargaan sebagai Kota Tercepat dalam Pengesahan Badan Hukum Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Aceh, serta meraih Penghargaan Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.

Memasuki tahun 2026, capaian tersebut kembali diperkuat dengan diraihnya Universal Health Coverage (UHC) Award dari BPJS Kesehatan. Pada periode yang sama, Pemerintah Kota Sabang juga meraih predikat “Informatif” Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 oleh Komisi Informasi Aceh (KIA).

Konsistensi kinerja tersebut turut tercermin dari keberhasilan Pemerintah Kota Sabang mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian ini sekaligus menjadi raihan ke-14 secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas laporan keuangan daerah.

Di sisi lain, penguatan layanan dasar tersebut juga diikuti dengan keberlanjutan program perlindungan masyarakat, seperti program Geunaseh yang terus berjalan sebagai upaya pencegahan stunting dan pemenuhan gizi anak, sementara subsidi LPG 3 kilogram tetap disalurkan untuk menjaga daya beli masyarakat. Bantuan listrik berbasis gampong pun tetap menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam meringankan beban rumah tangga.

Di sektor pendidikan, Pemerintah Kota Sabang juga melanjutkan dukungan melalui bantuan biaya pendidikan mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA sederajat. Program ini diarahkan untuk mendukung wajib belajar 12 tahun yang bermutu sekaligus membantu meringankan beban pendidikan peserta didik.

Seiring menguatnya layanan dasar dan perlindungan sosial, perhatian pembangunan juga terus diarahkan pada sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi utama Sabang. Keindahan Iboih, Pulau Rubiah, Kilometer Nol Indonesia, Danau Aneuk Laot, Gunung Api Jaboi, Air Terjun Pria Laot, dan berbagai destinasi lain tetap menjadi magnet yang menghidupkan arus kunjungan wisatawan.

Namun, pariwisata Sabang tidak hanya dibaca dari angka kunjungan. Lebih dari itu, ia hidup dalam denyut ekonomi masyaraka pada UMKM yang tumbuh, penginapan yang terisi, rumah makan yang ramai, transportasi lokal yang bergerak, hingga nelayan wisata dan pelaku ekonomi kreatif yang menggantungkan penghidupan di dalamnya.

Penguatan ekonomi kreatif yang tumbuh bersama sektor pariwisata tersebut juga memperoleh prestasi melalui diraihnya Penghargaan Serambi Ekraf Tahun 2025 pada kategori Inovasi Motif Khas Bungong Ue dan Geulumbang.

Di samping sektor pariwisata, pengembangan sektor pertanian juga menjadi salah satu perhatian khusus dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Pada awal masa kepemimpinannya, upaya tersebut turut diperkuat melalui dukungan Kementerian Pertanian pada Tahun 2025 berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), yakni traktor roda empat dan pompa air untuk mendukung sektor pertanian di Sabang.

“Penguatan sektor pertanian menjadi salah satu upaya yang terus kita dorong di Sabang. Dukungan alat pertanian sangat membantu masyarakat, khususnya dalam pengolahan lahan agar lebih efektif dan produktif. Harapannya, sektor pertanian bisa terus berkembang dan memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam.

Selain pengembangan padi gogo, Sabang juga memiliki potensi komoditas pertanian dan perkebunan seperti cengkeh, salak, nilam, alpukat, kakao, kelapa, pinang, dan berbagai komoditas lain yang terus didorong untuk berkembang. Di antaranya, kakao menjadi salah satu unggulan yang tidak hanya memberi nilai ekonomi bagi petani, tetapi juga berkembang melalui industri pengolahan lokal seperti Cokbang dan Cokinol yang turut menjadi bagian dari wisata edukasi di Sabang.

Di balik seluruh capaian itu, terdapat kerja yang kerap tidak tampak di permukaan, yaitu upaya memperkuat akses pembangunan melalui pemerintah pusat. Dalam satu tahun terakhir, Wali Kota Sabang aktif membangun komunikasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, serta memperkuat jejaring dengan anggota DPR RI lintas partai untuk memperjuangkan program dan anggaran bagi daerah.

Langkah ini menjadi krusial di tengah keterbatasan fiskal daerah dan tantangan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Dalam kondisi tersebut, sinergi menjadi kunci untuk menjaga agar pembangunan tetap bergerak dan tidak kehilangan arah.

Upaya tersebut kemudian diperkuat melalui hadirnya sejumlah program strategis, termasuk pembangunan desa nelayan di tiga lokasi. Dari alokasi program pemerintah pusat untuk Aceh dengan nilai sekitar Rp30 miliar per desa nelayan, dan Sabang berhasil memperoleh tiga titik sekaligus, yakni di gampong jaboi, gampong keneukai dan gampong batee shoek.

Selain itu, daerah ini juga mendapatkan bantuan 100 unit rumah nelayan tipe 36 serta pembangunan infrastruktur jalan yang bersumber dari APBN. Meski sejumlah program tersebut dikelola melalui mekanisme pusat di Jakarta, dampaknya tetap mengalir langsung ke masyarakat Sabang.

“Kita bersyukur hubungan dengan pemerintah pusat terus terjalin dengan baik. Sejumlah dukungan anggaran yang diberikan sangat membantu daerah, sehingga berbagai program pembangunan dan kebutuhan masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, berbagai capaian dan penguatan yang telah berjalan menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh. Penguatan layanan dasar, perlindungan sosial, pengembangan pariwisata, ketahanan pangan, serta perluasan kerja sama dengan pemerintah pusat akan terus menjadi arah pembangunan Sabang, dengan tujuan agar manfaat pembangunan semakin dirasakan oleh masyarakat.(*)

Promosi kesehatan dan edukasi CERDIK penyakit tidak menular (PTM) Bersama Poltekkes Kemenkes Aceh dan Puskesmas Baitussalam

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Poltekkes Kemenkes Aceh sebagai perguruan tinggi kesehatan di Aceh turut serta berperan dalam pengabdian kepada masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan dapat tercapai dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dan membentuk kelompok masyarakat yang mandiri di bidang kesehatan.

Hal ini menjadi urgensi pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan melakukan mitra bersama Pusat Kesehatan Masyarakat
(Puskesmas) wilayah Baitussalam.

Kegiatan ini terlaksana dengan menjalin kerjasama dengan Puskesmas Baitussalam dan keuchik desa wilayah kerja Puskesmas. Kegiatan berlangsung tertib dan aman yang dilaksanakan di desa Klieng Cot Aron wilayah Posbindu Puskesmas Baitussalam.

Kegiatan PKM ini berbasis kegiatan wilayah yang telah dilaksanakan pada hari Jumat (12/6/2026), yang melibatkan tiga dosen Poltekkes Kemenkes Aceh dari Jurusan Teknologi Laboratorium Medis dan Jurusan Keperawatan, yaitu Asri Jumadewi, S.Si.,M.Kes sebagai ketua pelaksana bersama tim Dr. Fahmi Ichwansyah, S.Kp.,M.P.H, Siti Hadijah, S.Si.,M.Si dan Putro Simeulu, S.Kep.,M.Kep beserta empat mahasiswa jurusan d3 Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Aceh.

Kegiatan ini juga melibatkan tim Puskesmas Baitussalam dan kader POSBINDU wilayah desa Klieng Cot Aron. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk melakukan promosi kesehatan, deteksi dan edukasi CERDIK kepada masyarakat sebagai preventif dan promotif penyakit tidak menular, yang kini terus meningkat kasusnya.

Penyakit PTM ini dapat dicegah melalui gerakan masyarakat CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress).
Program CERDIK dapat mengatasi triple burden of disease terhadap
meningkatnya kejadian PTM. Melalui program pengabdian masyarakat diharapkan dapat bermanfaat dalam menurunkan risiko PTM secara preventif.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat skema PKW ini bertujuan untuk promosi kesehatan PTM melalui edukasi program Cerdik dalam menurunkan risiko kejadian PTM di wilayah kerja Puskesmas Baitussalam.

Sasaran mitra pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah masyarakat yang mendapat layanan kesehatan di Posbindu wilayah kerja Puskesmas Baitussalam, Aceh Besar. Adapun tahapan kegiatan dimulai dengan penyuluhan, edukasi dan pemeriksaan laboratorium sederhana dan diakhiri dengan evaluasi kegiatan PKM.(**)

698 Lulusan UBBG Diwisuda, Rektor Ajak Alumni Menjadi Agen Perubahan di Tengah Krisis Global

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM – Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) menggelar Prosesi Wisuda ke-V Tahun 2026 untuk Program Magister, Profesi, dan Sarjana di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Kamis (11/6/2026).

Wakil Rektor I UBBG, Prof. Dr. Rita Novita, M.Pd., menyampaikan bahwa sebanyak 698 lulusan mengikuti prosesi wisuda tahun ini. Jumlah tersebut terdiri atas 399 lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta 255 lulusan Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan (FSTIK).

Dari total lulusan tersebut, terdapat 118 wisudawan berpredikat cumlaude, yang berasal dari berbagai program studi, yaitu S2 Manajemen Pendidikan (15 lulusan), S2 Pendidikan Dasar (22 lulusan), Pendidikan Bahasa Inggris (6 lulusan), Pendidikan Matematika (6 lulusan), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (33 lulusan), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (18 lulusan), Pendidikan Jasmani (3 lulusan), dan Ilmu Komputer (14 lulusan).

Dalam sambutannya, Rektor UBBG, Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.

Menurutnya, kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan krisis geopolitik dunia telah berdampak pada meningkatnya biaya hidup serta terbatasnya lapangan pekerjaan di Indonesia. Situasi tersebut menjadi tantangan besar bagi generasi muda, khususnya para lulusan perguruan tinggi.

“Saya berharap para alumni menjadi generasi yang tangguh dan mampu membawa perubahan. Jangan menjadi beban bagi negara, tetapi jadilah bagian dari solusi bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Rektor juga menyinggung data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia berada pada angka 4,68 persen. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa lulusan perguruan tinggi harus memiliki daya saing, kemampuan beradaptasi, serta semangat inovasi yang tinggi.

“Di era transformasi digital saat ini, perubahan terjadi begitu cepat. Mereka yang mampu berkompetisi dan beradaptasi akan bertahan. Karena itu, teruslah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan inovasi,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, UBBG kembali membuka Program Studi Magister (S2) Pendidikan Jasmani dan saat ini sedang dalam proses pengurusan izin pembukaan Program Doktor (S3) Ilmu Pendidikan.

“Selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan. Raihlah masa depan dengan optimisme, keberanian, dan tekad untuk terus berkarya. Bawalah nama baik almamater kapan pun dan di mana pun berada. Semoga UBBG senantiasa terpatri di hati, dan doa kami selalu mengiringi setiap langkah kalian,” pesan Rektor.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Getsempena, Ir. H. Hidayatullah Daud, M.T., menegaskan bahwa kondisi bangsa saat ini menuntut seluruh elemen masyarakat untuk bekerja lebih keras dalam menciptakan perubahan positif.

“Kunci utama menghadapi berbagai tantangan adalah optimisme dan pola pikir positif. Dengan semangat tersebut, kita dapat terus maju dan berkembang,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga memperkenalkan tagline baru kampus, yaitu “UBBG Bermutu, UBBG Maju”. Menurutnya, visi tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh sivitas akademika dan alumni mampu bersinergi dalam membangun reputasi kampus.

“Perguruan tinggi yang besar lahir dari alumni yang hebat. Alumni merupakan corong kampus dan garda terdepan dalam memperkenalkan kualitas perguruan tinggi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UBBG.

Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T., dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap perkembangan UBBG yang dinilai sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang tumbuh pesat di Aceh.

Menurutnya, berbagai capaian yang diraih UBBG dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi swasta lainnya. Salah satu indikator kemajuan tersebut adalah keberadaan guru besar yang mencapai sekitar 50 persen dari total profesor di lingkungan perguruan tinggi swasta Aceh.

Perwakilan wisudawan, Windi Sahfitri dari Program Studi Kebidanan, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya dapat menyelesaikan pendidikan di UBBG.

“Terima kasih kepada UBBG. Insya Allah kami akan menjadi generasi unggul yang siap berkontribusi bagi negara, masyarakat, dan almamater tercinta,” ungkapnya.

Ketua Panitia Wisuda, Dr. Zikrurrahmat, M.Pd., turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Wisuda ke-V Tahun 2026.

“Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi, tanggung jawab, semangat kebersamaan, dan pengorbanan demi kelancaran kegiatan ini,” ujarnya.

Prosesi wisuda turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan mitra strategis, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T., Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, perwakilan AIPNI Regional Aceh Ns. Iskandar, M.Kep., perwakilan Harian Serambi Indonesia Sara Masroni, Ketua IGORNAS Aceh Dr. Muhammad Iqbal, M.Pd., serta Redaktur dan Wartawan Senior Serambi Indonesia Yarmen Dinamika.(kal)

Perkuat perlindungan pekerja, Pemko Sabang Serahkan Santunan JKM dan Beasiswa Rp280,5 Juta kepada Ahli Waris

0

MEDIANAD.COM, SABANG- Pemerintah Kota Sabang dan BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat sinergi dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat dan audiensi kerja sama operasional yang dirangkai dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) dan manfaat beasiswa senilai total Rp280,5 juta kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kota Sabang.

Santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp42 juta diserahkan kepada keluarga almarhum Marwan, tenaga non-ASN Pemerintah Kota Sabang yang bertugas di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Kemudian santunan serupa juga diberikan kepada keluarga almarhum Burhanuddin yang berprofesi sebagai pedagang.

Selain itu, bersama Pemko Sabang BPJS Ketenagakerjaan turut menyerahkan santunan JKM dan manfaat beasiswa dengan total nilai Rp196,5 juta kepada keluarga almarhum Sarjani dari Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).

Wakil Wali Kota Sabang, Suradji Junus, menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Sabang dalam memberikan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja, termasuk pekerja rentan yang menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.

“Melalui kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan, kita berharap semakin banyak pekerja yang terlindungi. Santunan yang diberikan hari ini menjadi bukti nyata hadirnya perlindungan bagi pekerja dan keluarganya ketika menghadapi musibah,” kata Suradji Junus, di Ruang Pulau Klah Kantor Wali Kota Sabang, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, program jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya ketika menghadapi berbagai risiko. Karena itu, Pemerintah Kota Sabang terus mendukung perluasan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh perlindungan.

“Dengan sinergi yang terus kita perkuat ini, kami berharap program perlindungan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Sehingga kesejahteraan pekerja dan keluarganya dapat terus meningkat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh, Aziz Muslim, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Sabang dalam mendorong pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan serta peningkatan cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di daerah tersebut. Saat ini, cakupan perlindungan pekerja di Kota Sabang tercatat sebesar 14,32 persen atau sekitar 2.654 peserta aktif dari potensi 18.538 pekerja.(man)

 

“Manfaat yang diterima ahli waris merupakan hak peserta yang telah terdaftar dan aktif dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Program ini tidak hanya memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menjamin keberlanjutan pendidikan anak melalui manfaat beasiswa,” ujar Aziz.

 

Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan siap mendukung langkah Pemerintah Kota Sabang dalam mengoptimalkan perlindungan bagi aparatur gampong dan pekerja rentan melalui berbagai program jaminan sosial ketenagakerjaan.

 

“Kami berharap semakin banyak pekerja di Kota Sabang yang terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Dengan perlindungan yang diberikan, para pekerja dapat bekerja dengan lebih tenang karena memiliki jaminan ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja, kematian, maupun risiko sosial ketenagakerjaan lainnya,” tambahnya.

Puluhan Dosen UBBG Tanda Tangani Kontrak Hibah BIMA 2026 Kemendiktisaintek

0

MEDIANAD COM, BANDA ACEH — Puluhan dosen Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) yang berhasil lolos Program Hibah BIMA 2026 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menandatangani kontrak hibah bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBBG. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kampus Gedung B UBBG, Jumat (22/5/2026).

Rektor UBBG, Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada LPPM UBBG atas meningkatnya jumlah dosen yang berhasil memperoleh hibah pada tahun 2026.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari bimbingan, pendampingan, serta layanan yang diberikan LPPM kepada para dosen selama proses penyusunan proposal hingga pengajuan hibah.

“Pencapaian hibah yang lebih baik dari tahun sebelumnya bukanlah sebuah kebetulan. Keberhasilan ini lahir dari motivasi, kegigihan, serta komitmen bersama dalam meningkatkan budaya akademik dan penelitian di lingkungan kampus,” ujar Prof. Lili.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh dosen penerima hibah sekaligus berharap capaian tersebut terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

“Selamat dan sukses kepada dosen yang berhasil memperoleh hibah tahun ini. Semoga tahun depan jumlahnya semakin meningkat. Saya berharap program ini dapat dilaksanakan dengan baik dengan menyiapkan luaran yang berdampak. Hibah tidak hanya dipandang dari sisi finansial, tetapi juga merupakan bagian dari pengakuan profesionalitas dosen,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LPPM UBBG, Dr. Muhammad Iqbal, S.Pd., M.A., menyampaikan bahwa dosen UBBG berhasil memperoleh pendanaan Hibah BIMA 2026 melalui berbagai skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, peningkatan jumlah penerima hibah menjadi bukti semakin kuatnya budaya riset dan pengabdian di lingkungan UBBG.

“Kami berharap para dosen dapat melaksanakan seluruh tahapan kegiatan sesuai ketentuan serta mengutamakan luaran hibah sesuai target yang telah ditetapkan sejak awal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa luaran program hibah menjadi aspek penting yang harus dipersiapkan secara matang agar hasil penelitian maupun pengabdian mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Berdasarkan daftar penerima Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun Anggaran 2026, dosen UBBG yang berhasil memperoleh pendanaan terdiri dari berbagai skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Penerima Pendanaan Skema Penelitian
Skema PFR
1. Helminsyah, M.Pd
2. Hendra Kasmi, M.Pd
3. Dr. Muhammad Iqbal, S.Pd., M.A
4. Mulyadi Syahputra, M.Pd
5. Bd. Nelva Riza, SST., M.Kes
6. Riza Oktariana, S.Pd., M.Pd

Skema PDP
7. Ns. Ferdi Riansyah, S.Tr.Kep., M.K.M
8. Frisca Fazira, S.Tr.Keb., M.Keb
9. Ns. Herlina An Nasution, S.Kep., M.K.M
10. Ifutya Warnisa, M.Pd
11. Komala Kartikasari Nst, SKM., MKM
12. Mahmudin Aritanoga, S.Pd., M.Kes
13. Ns. Mira Fajarina, S.Kep., MNSc
14. Ns. Nabella, S.Kep., M.Han
15. Nurul Zikri Filina, M.Pd
16. Nyak Vira Mailianti, M.Pd
17. Riska Gebrina, S.Pd., M.Sn
18. dr. Sarah Annadya, Sp. DVE
19. Sofiyan Siregar, S.Pd., M.Pd
20. Tawakal, M.Pd

Skema PTM
21. Fitriati, S.Pd.I., M.Ed., PhD
22. Prof. Dr. Lili Kasmini, S.Si., M.Si
23. Dr. Muhammad Iqbal, S.Pd., M.A
24. Dr. Siti Mayang Sari, M.Pd
25. Dr. Syarfuni, M.Pd

Skema PKPT
26. Dr. Syarfuni, M.Pd
27. Yenni Mutiawati, M.Pd

Penerima Pendanaan Pengabdian Kepada Masyarakat
Skema PISN
1. Asifa Askhan, S.Sn., M.Sn
2. Kembang Ayu Agustya, S.Pd., M.Pd
3. Nyak Vira Mailianti, M.Pd
4. Riska Gebrina, S.Pd., M.Sn
5. Dr. Zahraini, S.Pd., M.Pd

Skema PKM
6. Ahmad Nasriadi, M.Pd
7. Meriza Faradilla, M.Pd

Peningkatan jumlah dosen penerima Hibah BIMA 2026 di lingkungan UBBG diharapkan dapat semakin memperkuat budaya riset, inovasi, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak luas dan berkelanjutan. (Kal)

‎Gubernur Aceh Hadiri Paripurna DPRA Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2025

0

MEDIANAD COM, BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Tahun 2026 dengan agenda penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di Gedung Utama DPRA, Rabu (20/5/2026).

‎Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRA Ali Basrah dan dihadiri unsur pimpinan serta anggota DPRA.

Turut pula hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), serta sejumlah tamu undangan lainnya.

‎Dalam jalannya sidang, Ali Basrah mempersilakan Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ 2025, Ilmiza Saaduddin Djamal, untuk membacakan rekomendasi DPRA terhadap LKPJ Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025.

Rekomendasi tersebut memuat 24 poin yang menjadi catatan, evaluasi, sekaligus masukan dari legislatif terhadap pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan Aceh selama tahun anggaran 2025.

Usai pembacaan rekomendasi, pimpinan rapat kembali mempersilakan Sekretaris DPRA, Khudri, untuk membacakan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh tentang Rekomendasi DPRA terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025.

‎Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari mekanisme konstitusional dalam proses evaluasi kinerja pemerintah daerah. Rekomendasi yang disampaikan DPRA diharapkan menjadi bahan penyempurnaan bagi Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta pelaksanaan program pembangunan ke depan.

‎Sebelumnya, Gubernur Aceh telah menyampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna di Gedung Utama DPRA pada April lalu. Laporan tersebut memuat capaian program, realisasi anggaran, serta pelaksanaan berbagai kebijakan strategis Pemerintah Aceh sepanjang tahun 2025. (*)

Apresiasi Universitas Almuslim, Sekda Aceh Minta Mahasiswa Berorganisasi Harus Tetap Berprestasi

0

M. Nasir Syamaun, Sekda Aceh

MEDIANAD COM, ​BIREUEN — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, menghadiri sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Almuslim atas konsistensinya dalam membangun tradisi akademik dan memperkuat kepemimpinan mahasiswa.

Hal itu disampaikannya dalam acara Pelantikan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Universitas Almuslim periode 2026–2027 di Bireuen, Rabu (20/5/2026).

​Dalam sambutannya, Nasir menekankan bahwa perguruan tinggi mengemban tugas yang luas. Tidak hanya fokus melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga wajib mencetak generasi muda yang matang, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi melalui organisasi kemahasiswaan.

​Ia juga menyoroti stigma klasik yang sering berkembang di lingkungan kampus, di mana banyak pihak khawatir bahwa aktif berorganisasi dapat menurunkan prestasi akademik mahasiswa. Ada anggapan bahwa kegiatan organisasi hanya akan menghabiskan waktu dan mengganggu fokus belajar hingga memicu penurunan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Namun, Sekda Aceh mematahkan anggapan tersebut dengan memaparkan data ilmiah.

​”Beberapa penelitian justru menunjukkan hal sebaliknya. Salah satunya adalah riset yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia terhadap 120 responden angkatan 2020 hingga 2023, yang dimuat dalam laman economica.id,” ujar Nasir.

​Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi tidak memiliki hubungan signifikan terhadap penurunan IPK. Bahkan, mayoritas mahasiswa yang aktif berorganisasi terbukti tetap mampu mempertahankan IPK di atas 3,5.

Nasir juga menambahkan bahwa dunia kepemimpinan nasional telah lama dibentuk oleh rahim organisasi kampus. Ia mencontohkan bahwa sebagian besar menteri kabinet hingga para pemimpin bangsa saat ini merupakan sosok yang berangkat dari latar belakang seorang aktivis mahasiswa.

​Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan; Ketua Pembina Yayasan Almuslim, Rusyidi Mukhtar; jajaran civitas akademika Universitas Almuslim; serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bireuen. (*)

DKP Aceh Libatkan Panglima Laut Dalam Rangka Surve Laut Berkelanjutan

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – dalam rangka kegiatan yang berkelanjutan terhadap Surve Laut di wilayah provinsi Aceh, kadis kelautan dan perikanan Bu ( DKP) Aceh Safrizal membuka secara resmi acara kegiatan monitoring dan evaluasi pengelolaan perikanan karang demersal Aceh dihotel Ayani Peunayong Banda Aceh pada tgl 19/5/2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tentang tata kelola perikanan berkelanjutan berbasis data ilmiah sekaligus memperkuat keterlibatan panglima laut dalam menjaga kelestarian sumber daya hasil laut Aceh khususnya dikawasan selat benggala.

Kepala dinas kelautan dan perikanan Aceh Safrizal,S,STP, M .Ec.Dev,mengatakan bahwa sektor perikanan Aceh harus dikelola secara kolaboratif terukur serta berbasis kajian ilmiah agar potensi hasil laut Aceh tetap lestari, sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan untuk masyarakat nelayan.

PP 

Karena Aceh memiliki sumberdaya ikan yang sangat besar terutama ikan karang demersal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nelayan. Namun demikian kadis DKP Aceh Safrizal mengatakan bahwa pengelolaan sektor kelautan juga menghadapi tantangan serius mulai dari praktek penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dan ancaman eksploitasi hingga tingginya penangkapan ikan Juvenil yang dapat mengancam keberlanjutan stok ikan dimasa mendatang.

Maka dengan kebaikan jalan berbasis data serta penguatan dan penguatan pengawasan dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak. Jadi pengelolaan perikanan harus melibatkan semua pihak baik dari pemerintah, akademisi, panglima laut, lembaga penelitian, hingga masyarakat nelayan supaya sumberdaya laut Aceh tetap terjaga, dan kesejahteraan masyarakat nelayan pendapatannya terus meningkat.

Kegiatan ini turut hadir para tokoh tokoh penting dan para akademisi dibidang perikanan dari dekan fakultas perikanan dan ilmu kelautan Syiah Kuala prof. Dr. Muchlisin dan mantan fakultas perikanan universitas Abuyatama Azwar thaib M,Si, juga hadir dari unsur akademisi universitas Malikussaleh, juga hadir dari universitas Teuku Umar Meulaboh dan dari unsur LSM. Kadis DKP Aceh juga mendorong kerja sama dengan forum ilmiah Aceh serta dengan lembaga terkait.

Untuk menyediakan data hasil tangkapan ikan secara berkala mulai dari harian, bulanan dan tahunan. Disetiap pelabuhan perikanan yang menjadi kewenangan pemerintah Aceh, menurutnya kesediaan data yang akurat sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan perikanan yang lebih terukur, berkelanjutan serta berpihak kepada kesejahteraan nelayan.

Kepala bidang perikanan tangkap DKP Aceh Samsul Bahri S ,Pi.M Si. Mengatakan bahwa dinas DKP Aceh mendukung penuh penguatan kerja sama dengan Forum ilmiah Aceh guna memperkuat data hasil tangkapan ikan di 21 pelabuhan perikanan yang ada di Aceh.

Menurut Samsul Bahri data ilmiah sangat penting untuk menjadi pijakan kebijakan sektor kelautan yang tepat sasaran. kedepan centus sambahri kita akan memperkuat kolaborasi dengan forum ilmiah untuk memperkuat data hasil tangkapan ikan dipelabuhan perikanan di Aceh.

Bahkan jika memungkinkan kita juga ingin mengkaji secara ilmiah stok ikan tuna dan cekalang dilaut Aceh, ujar Samsul Bahri atau sapaan ampon Samsul.

Ia menyebutkan juga kajian tersebut sangat penting mengingat pemerintah Aceh saat ini dalam proses revisi undang undang pemerintahan Aceh ( UUPA) juga telah mengusulkan perluasan batas kewenangan laut Aceh dari 12 mil menjadi 200 mil, maka dengan dukungan data kuat Aceh diharapkan akan memiliki pondasi yang lebih kokoh dalam memperjuangkan pengelolaan sumber daya hasil laut yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.

Dari kegiatan sosial ni yang dilaksanakan dihotel Ayani Banda Aceh,maka DKP Aceh sinergi antara pemerintah ,akademisi,panglima laut lhok, serta lembaga penelitian juga komunitas nelayan semakin kuat untuk mewujudkan tata kelola perikanan Aceh yang moderen berkelanjutan serta adaftif terhadap perubahan dan juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat pesisir di seluruh Aceh centus Samsul bahri sapaan ampon Samsul.(lem)

Imam Muda Tgk Muchtar asal Sabang Apresiasi Kinerja Gub Mualem Cabut Pergub JKA, ‘Warga tak Dipusingkan Lagi Pembatasan Desil’

0

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menggelar rapat hal pencabutan Pergub nomor 2 tahun 2026 tentang JKA di kediamannya seputar Banda Aceh, Senin (18/05) 2026 juga tanpak hadir, Sekda M Nasir, Ketua DPRA, Abang Samalanga, Anggota DPRA Salmawati, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana, Jubir Pemerintah Aceh Nurlis Efendi dan Karo Adpim Setda Aceh, Akka Arafat. (foto/istimewa)

Tgk Muchtar Andika

MEDIANAD COM, BANDA ACEH – Imam muda Masjid Al-Falah Gampong Ujong Kareung, Kota Sabang, Tgk Muchtar Andhika menyampaikan apresiasi atas keputusan Gubernur (Gub) Aceh, Muzakir Manaf yang mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) pada, Senin pagi (18/5/2026) kemarin.

“Siaran Pers yang diterima Redaksi Online MEDIANAD.COM, Selasa pagi”, Tgk Muchtar memandang. Keputusan Gub Aceh yang akrab disapa Mualem mencabut Pergub JKA merupakan bentuk respons cepat pemerintah Aceh dalam menampung aspirasi masyarakat, yang sebelumnya memang sudah disampaikan melalui berbagai gelombang aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa.

_Ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Aceh dalam menampung aspirasi masyarakat_ serta keputusan pemerintah atas pencabutan pergub dimaksud juga menunjukkan bahwa, pemerintah tetap membuka ruang dialog dan mendengar suara rakyat, _sangat luar biasa dan alhamdulillah untuk semuanya atas kebijakan dan kebaikan pemimpin Aceh_, pinta Imam muda Tgk Muchtar.

Sembari menambahkan, “dalam konteks demokrasi dan kekhususan Aceh, kebijakan yang menyentuh layanan dasar seperti JKA berkaitan langsung dengan adanya rasa keadilan sosial serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, harus dipertahankan untuk selamanya.

Tgk. Muchtar juga menyebutkan, pencabutan pergub tersebut dapat dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas sosial sekaligus merawat hubungan emosional antara pemerintah dengan rakyatnya.

“Keputusan ini menjadi pesan penting bahwa komunikasi publik terhadap aspirasi masyarakat merupakan hal yang paling utama dalam proses pengambilan kebijakan. Pemerintah yang kuat bukan pemerintah yang memaksakan kebijakan, tetapi pemerintah yang mampu mendengar, mengevaluasi, dan memperbaiki arah ketika muncul kegelisahan ditengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap momentum ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat tata kelola program JKA agar lebih tepat sasaran, transparan dan berkelanjutan tanpa mengurangi hak dasar masyarakat Aceh dalam memperoleh layanan kesehatan.

“Dukungan rakyat akan bertambah kuat jika kebijakan dibangun melalui dialog, keterbukaan, dan keberpihakan pada kepentingan publik,” ujarnya.

Serta diakhir perkataannta, Tgk Muchtar berharap, di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan kabinetnya, kedepan Aceh kedeoan terus maju dan berkembang.

Alhamdulillah”, Pemerintah Aceh Cabut Pergub JKA, ‘Masyarakat bisa Berobat Seperti Biasa’

“Seperti telah dirilis MEDIANAD.COM kemarin”, Gubernur Aceh, Mualem Muzakir Manaf mengabarkan mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesahatan Aceh (JKA), _serta seluruh Rakyat Aceh bisa berobat seperti biasa tanpa ada pembatasan desil_ Demikian diumumkan Gub yang akrab disapa Mualem, melalui

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi, Senin (18/05/2026), sembari mengutarakan. “Tak berlaku lagi (dicabut) Pergub Nomor 2 Tahun 2026 dimaksud adalah bagia dari penampungan aspirasi masyarakat Aceh dari berbagai komponen’.

Serta sebelumnya Pemerintah Aceh juga sudah menerima masukan dari DPR Aceh dan elemen masyarakat terdepan yang telah menyampaikan pendapat dan saran untuk pencabutan Pergub tersebut, yakni adik-adik mahasiswa lewat rapat umum (berunjukrasa) maupun FGD”, dijadikan alasan dan bahan masukan untuk pencabutan Pergub ini,” jelasnya.

Dengan demikian Gub Mualem meminta seluruh masyarakat Aceh bisa berobat ke Rumah Saki (RS) sebagaimana biasa tanpa pembatasan desil. Intinya, pembiayaan akan ditanggung oleh JKA untuk orang yang sakit dalam skema kartu Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), Imput Jubir Nurlis Efendi, yang juga berita penting tersebut langsung diterima awak media beberapa saat setelah Gub Muzakir Manaf mengeluarkan pernyataan resmi pencabutan Pergub no 2 tahun 2026 dimaksud, Senin beberapa jam yang lalu. (zm/**)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Koramil 02/Sukakarya Bersama Warga Bersihkan Lingkungan Gampong Kuta Timu

0
MEDIANAD.COM, SABANG - Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat di wilayah Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Babinsa Koramil 02/Sukakarya hadir langsung di tengah...