Ekonomi

Beranda Ekonomi
Berita Ekonomi

Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026 pada Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan

0

Dinilai sebagai BPD dengan Implementasi KEJAR Terbaik di Wilayah Sumatera

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH -PT Bank Aceh Syariah kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih KEJAR Award OJK Pusat 2026 dalam kategori Bank Implementasi KEJAR Terbaik Bank Pembangunan Daerah (BPD) Wilayah Sumatera.
Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, dari Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, dalam rangkaian kegiatan Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 di Sekolah Rakyat 13 Bekasi, Jumat (28/8).

Penghargaan KEJAR Award merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi industri perbankan dalam mendukung implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Program ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses keuangan sekaligus membangun budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar.

Momentum Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 sendiri menjadi ruang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut turut digelar Leaders’ Insight yang menghadirkan sejumlah pimpinan nasional, dilanjutkan dengan pengumuman dan penyerahan KEJAR Award serta Financial Literacy Award.

Bagi Bank Aceh Syariah, penghargaan yang diraih dalam momentum tersebut menjadi pengakuan atas komitmen dan konsistensi Bank dalam mendukung agenda peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi generasi muda.

Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan OJK. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Bank Aceh untuk terus memperluas akses layanan keuangan syariah sekaligus memperkuat edukasi keuangan bagi pelajar.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi Bank Aceh Syariah untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan pelajar. Melalui program KEJAR, kami ingin mendorong budaya menabung sejak dini dan mengenalkan layanan keuangan syariah kepada generasi muda,” ujar Fadhil.

Ia menambahkan, keberhasilan program KEJAR tidak hanya dilihat dari kepemilikan rekening oleh pelajar, tetapi juga dari bagaimana rekening tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal pengelolaan keuangan secara bijak.

“Ini sejalan dengan semangat Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan, yaitu membangun kesadaran masyarakat untuk semakin memahami, menggunakan, dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara tepat,” lanjutnya.

Bank Aceh Syariah akan terus memperkuat kolaborasi dengan OJK, pemerintah, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas implementasi program KEJAR. Upaya tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem literasi dan inklusi keuangan, khususnya di Aceh.

Raihan KEJAR Award OJK Pusat 2026 menjadi bukti bahwa komitmen Bank Aceh Syariah dalam membangun budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan generasi muda mendapat apresiasi di tingkat nasional.

Melalui semangat “Menabung Sejak Dini, Membangun Masa Depan”, Bank Aceh Syariah berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan keuangan syariah yang inklusif, mudah diakses, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(*)

Menjelang Liga Championship 2026/27, Manajemen Persiraja Terus Berbenah, Tiketpersiraja.id di Launching

0

Kemudahan platform Tiketpersija.id untuk calon penonton, “selain tidak perlu tukar dengan gelang tangan sebagai tanda masuk ke stadion, juga bisa dalam bentuk pdf dan diprint untuk scenner di pintu masuk saat hari H laga”.

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: “Setelah melengkapi struktur kepengurusan dan tim usia muda (EPA), yang juga salah satu regulasi tim profesional yang harus dipenuhi sebagai wadah pembinaan pemain berjenjang”.

Disisi lain sebagai tim profesional, manajemen Persiraja Banda Aceh kedepan terus berbenah dan meningkatkan kapasitas Club _berranting_ tinggi juga menuju industri sepak bola seperti pengelolaan tim yang dilakukan di ‘liga-liga sepakbola Eropa’ dan sejumlah negara maju sepakbola lainnya.

“Mengingat struktur oprasional bisnis sebagai tonggak terdepan bagi perjalanan tim saat mengarungi Liga”, Persiraja terus berbenah agar perjalanan tim saat Liga bergulir tetap stabil.

Selain disokong sejumlah sponsorship, asesoris juga penjualan jersy (baju) bidang ticketing juga salah satu modal terdepan penambahan finansial Club.

Dengan demikian, mulai musim kompetisi Liga2 Championship 2026/27 dan untuk mempermudah penonton saat menyaksikan laga home Persiraja, kini manajemen Persiraja membuka akses mudah, cepat dan tidak bolak balik calon penonton menukar tiket ke stadion.

Mulai tanggal 1 September 2026, calon penonton tim yang berjulukan _Laskar Rencong_ sudah bisa membeli tiket secara Online lewat aplikasi _Tiketpersiraja.id_.

Setelah peluncuran platform tersebut berlangsung di Muraya Hotel Aceh, Banda Aceh, Minggu (23/8/2026) oleh bidang ticketing juga dihadiri unsur manajemen, panitia pelaksana pertandingan serta awak media, ujar manajer Ticketing Persiraja, Rijalul Farisan dikesempatan tersebut.

Kegiatan yang dipandu MO tim Ariful Azmi Usman berlangsung sesuai skedul acara yang telah disusun, sembari Rijalul menjelaskan tentang pembukaan platform Tiketpersiraja.id.

Dimana suporter Persiraja nantinya dapat melakukan pembelian tiket pertandingan secara daring tanpa harus datang langsung ke lokasi penjualan tiket. Platform tersebut mulai dapat diakses untuk pembelian tiket pada 1 September 2026 atau bersamaan lauching tim juga menjelang laga uji coba dengan tim Liga2 lainnya, RANS Nusantara FC, Tanggal 6 September malam.

Serta perubahan utama yang diterapkan Persiraja musim ini adalah tidak ada lagi proses penukaran tiket online dengan _GELANG_ seperti laga laga kompetisi tahuh belakangan.

Dimana uporter yang telah membeli tiket secara online cukup menunjukkan atau melakukan scan barcode yang terdapat pada tiket untuk dapat masuk ke stadion.

Sistem ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih praktis bagi pendukung setia Laskar Rencong sekaligus mengurangi antrean dan proses administrasi sebelum pertandingan.

“Dengan sistem ini, suporter tidak perlu lagi melakukan penukaran tiket dengan gelang. Setelah membeli tiket secara online, cukup membawa barcode yang nantinya akan dilakukan pemindaian di pintu masuk stadion,” jelas Manager Ticketing Persiraja, Rijalul Farisan panjang lebar.

Persiraja berharap penerapan sistem tiket digital ini dapat meningkatkan kemudahan dan kenyamanan suporter dalam menyaksikan langsung pertandingan tim kebanggaan masyarakat Aceh.

Selain itu, sesuai dengan jadwal yang sudah dirilis iLeague, Persiraja akan memainkan minimal sembilan laga kandang.

“Para pendukung Persiraja, bisa membeli langsung tiket seluruh pertandingan kandang tersebut sejak pekan pertama. Jadi, misalnya ada pertandingan kandang di bulan Desember 2026.

Selain memberikan kemudahan bagi suporter, penggunaan tiket digital juga menjadi bagian dari upaya Persiraja untuk menghadirkan sistem pertandingan yang lebih modern, tertib dan efisien.

Dengan mulai dibukanya pembelian tiket pada 1 September 2026, para suporter diharapkan dapat memanfaatkan Tiketpersiraja.id sebagai kanal resmi untuk mendapatkan tiket pertandingan Persiraja pada musim 2026/2027.

Persiraja juga mengimbau suporter untuk membeli tiket melalui kanal resmi guna memastikan tiket yang diperoleh valid dan dapat digunakan untuk masuk ke stadion. (zm/**)

Bank Aceh-TASPEN Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Dana Pensiun

0

Usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Stimulasi Pertumbuhan Dana Pensiun pada Bank Aceh dengan PT TASPEN, yang berlangsung di Ballroom Hotel The Pade, Aceh Besar, Rabu (19/8/). foto: kiriman humas bank aceh.

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – PT Bank Aceh Syariah dan PT TASPEN (Persero) memperkuat kerja sama dalam pengelolaan dan pengembangan layanan dana pensiun bagi aparatur sipil negara (ASN) di Aceh.

Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Stimulasi Pertumbuhan Dana Pensiun pada Bank Aceh, yang berlangsung di Ballroom Hotel The Pade, Aceh Besar, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah. Dalam kesempatan itu, Fadhlullah mengapresiasi kerja sama Bank Aceh Syariah dengan TASPEN dan berharap kolaborasi tersebut terus memberikan manfaat bagi para pensiunan di Aceh.

Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah M. Hendra Supardi menyampaikan, Bank Aceh sebelumnya telah menandatangani perpanjangan PKS dengan TASPEN terkait Tabungan Hari Tua (THT), pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) pada Mei 2026.

Dalam evaluasi kerja sama tersebut, Bank Aceh meraih predikat Sangat Baik

Per Agustus 2026, Bank Aceh dipercaya mengelola pembayaran pensiun dengan total pensiunan sebanyak 45.688 orang melalui empat Kantor Cabang Koordinator, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, dan Jakarta.

Bank Aceh juga memastikan pelaporan administrasi, termasuk SPTB, SPTJM, otentikasi, serta laporan pendukung lainnya, diselesaikan tepat waktu sesuai standar yang ditetapkan PT TASPEN.

Dalam meningkatkan kualitas layanan, Bank Aceh turut berpartisipasi dalam kegiatan Batas Usia Pensiun (BUP) bagi calon pensiunan di seluruh kabupaten/kota di Aceh dengan dukungan PT TASPEN Cabang Banda Aceh dan Lhokseumawe.

Pada Juni 2026, Bank Aceh juga melaksanakan sosialisasi ketetapan serta pelatihan dan sertifikasi Office Channeling Mitra Bayar bagi supervisor dan petugas khusus di jaringan cabang Bank Aceh.

Selain layanan pembayaran pensiun, Bank Aceh berkomitmen memberdayakan para pensiunan, antara lain melalui pelibatan mereka dalam kegiatan UMKM.

Hendra mengatakan Bank Aceh siap memfasilitasi koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat kolaborasi kegiatan BUP bersama PT TASPEN.

Ia berharap PKS tentang Stimulasi Pertumbuhan Dana Pensiun tersebut semakin memperkuat sinergi kedua pihak sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan dan manfaat bagi para pensiunan.

Perkuat Sinergi Kelembagaan

Dalam pernyataan terpisah, Direktur Utama Bank Aceh Fadhil Ilyas mengatakan, penguatan kerja sama dengan PT TASPEN merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan kedua pihak sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di Aceh.

Menurut Fadhil, sebagai bank milik Pemerintah Aceh, Bank Aceh memiliki peran strategis dalam membangun sinergi dengan berbagai lembaga untuk mendukung program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bank Aceh menyambut baik penguatan kerja sama dengan TASPEN ini. Kami melihat masih banyak ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan, sehingga hubungan kedua lembaga ini dapat memberikan manfaat yang semakin luas,” ujar Fadhil.

Ia berharap sinergi Bank Aceh dan TASPEN dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Minta Zakat Disalurkan melalui Baitul Mal

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meminta PT TASPEN turut berkontribusi dalam pengelolaan zakat di Aceh dengan menyalurkannya melalui Baitul Mal Aceh.

“Kami minta TASPEN juga menyalurkan zakatnya lewat Baitul Mal Aceh,” kata Fadhlullah.

Menurutnya, Aceh memiliki kekhususan dalam penerapan syariat Islam, termasuk dalam pengelolaan zakat. Karena itu, ia berharap lembaga maupun perusahaan yang beraktivitas di Aceh dapat mendukung sistem pengelolaan zakat melalui lembaga resmi di Aceh.

Fadhlullah juga mengungkapkan dirinya bukan orang yang asing dengan TASPEN. Saat masih bertugas sebagai anggota DPR RI, ia mengatakan salah satu tugasnya turut mengawal dan mengawasi kinerja lembaga tersebut.

“Dulu saat di DPR RI, tugas saya termasuk yang mengawal kinerja lembaga TASPEN,” ujarnya. (*)

Kapolres Sabang dan Wakil Walikota Sidak Pasar, Harga Bahan Pokok Relatif Stabil

0

 

MEDIANAD.COM, SABANG – Kapolres Sabang AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H, bersama Wakil Walikota Sabang Drs. H. Suradji Junus lakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Kota Sabang, Jln. Perdagangan Gp.Kuta Barat Kec.Sukakarya, Rabu (19/08/2026).

Sidak dilakukan untuk memantau perkembangan harga, ketersediaan, dan pasokan bahan kebutuhan pokok masyarakat. Dari hasil pemantauan, harga kebutuhan pokok di pasar saat ini relatif stabil dan pasokannya dalam kondisi cukup aman.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 0112 Sabang Letkol Arm Moh. Zaenal Arifin, S.Sos, Sekda Kota Sabang Andri Nourman, A.P., M.Si, serta sejumlah pejabat Pemko Sabang, jajaran Polres Sabang, BPS, Disperindag, Dinas Pertanian dan insan pers Kota Sabang.

Kapolres Sabang AKBP Ahmad Faisal Pasaribu mengatakan, pemantauan pasar akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait guna menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia.

“Hasil pemantauan hari ini, harga bahan kebutuhan pokok relatif stabil dan pasokannya cukup aman. Kami bersama pemerintah daerah akan terus melakukan monitoring untuk mengantisipasi jika terjadi kenaikan harga maupun kendala distribusi,” ujar Kapolres Sabang.

Ia juga mengimbau para pedagang untuk menjaga kewajaran harga serta tidak melakukan penimbunan yang dapat mengganggu ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Kegiatan sidak berlangsung aman dan lancar sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Sabang.(man)

Bank Aceh Gandeng LPPI Percepat Persiapan Menjadi Bank Devisa

0

MEDIANAD.COM, JAKARTA – PT Bank Aceh Syariah memperkuat langkah strategis dalam mempersiapkan diri menjadi bank devisa melalui pertemuan dengan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) di Gedung LPPI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Aceh untuk mempercepat kesiapan perusahaan dalam mengembangkan layanan perbankan devisa, sekaligus memastikan berbagai aspek pendukung dapat dipersiapkan secara komprehensif, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam pertemuan tersebut, Bank Aceh dan LPPI membahas sejumlah aspek strategis yang diperlukan dalam mempersiapkan Bank Aceh menuju bank devisa, antara lain penguatan sumber daya manusia, tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, proses bisnis, kesiapan sistem dan infrastruktur, serta pengembangan kompetensi organisasi.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, mengatakan bahwa persiapan menjadi bank devisa merupakan salah satu agenda strategis Bank Aceh dalam meningkatkan kapasitas perusahaan dan memperluas layanan kepada masyarakat serta dunia usaha.

“Menjadi bank devisa bukan sekadar menambah jenis layanan, tetapi merupakan bagian dari transformasi Bank Aceh untuk meningkatkan kapasitas dan memberikan layanan yang lebih luas kepada masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, proses persiapannya harus dilakukan secara serius, terukur, dan memenuhi seluruh aspek yang dipersyaratkan,” ujar Fadhil.

Menurut Fadhil, kerja sama dengan LPPI diharapkan dapat membantu Bank Aceh memperkuat kesiapan internal, khususnya dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan proses bisnis, serta peningkatan kapasitas organisasi yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan aktivitas devisa.

“Kami ingin memastikan seluruh fondasi pendukungnya benar-benar siap, mulai dari SDM, sistem, proses bisnis, manajemen risiko, kepatuhan, hingga tata kelola. Dengan persiapan yang baik, pengembangan bisnis dapat dilakukan secara sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Pembahasan tersebut juga mencakup pentingnya kesiapan lintas fungsi dalam pengembangan bisnis devisa, baik dari sisi treasury, bisnis, manajemen risiko, kepatuhan, operasional, maupun sumber daya manusia. Penguatan kompetensi dan kesiapan organisasi menjadi bagian penting dalam roadmap Bank Aceh menuju bank devisa.

Bagi Bank Aceh, pengembangan layanan devisa memiliki arti strategis dalam memperkuat peran perusahaan dalam mendukung perekonomian Aceh. Dengan semakin berkembangnya aktivitas perdagangan, investasi, dan dunia usaha, keberadaan layanan perbankan devisa diharapkan dapat memberikan alternatif layanan yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Langkah tersebut juga diharapkan dapat memperkuat konektivitas ekonomi Aceh dengan pasar nasional maupun internasional serta membuka peluang pengembangan bisnis yang lebih luas bagi Bank Aceh.

Fadhil menegaskan bahwa proses menuju bank devisa akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, kepatuhan terhadap ketentuan regulator, serta kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur.

“Targetnya bukan hanya mendapatkan status sebagai bank devisa, tetapi bagaimana nantinya layanan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian Aceh. Karena itu, kesiapan menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya.

Pertemuan dengan LPPI sekaligus menjadi momentum bagi Bank Aceh untuk memperoleh perspektif dan masukan dalam menyusun langkah persiapan secara lebih terarah. Pengalaman dan kompetensi LPPI di bidang pengembangan perbankan diharapkan dapat mendukung Bank Aceh dalam memperkuat kapasitas internal perusahaan.

Langkah ini menjadi bagian dari agenda transformasi Bank Aceh untuk menjadi bank yang semakin sehat, modern, adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan layanan yang lebih luas kepada masyarakat.

Ke depan, Bank Aceh akan terus melakukan penguatan internal serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan seluruh tahapan persiapan menuju bank devisa dapat berjalan secara terukur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pertemuan tersebut dihadiri dari pihak LPPI, yaitu Achmad Fauzi (Direktur LPPI), Hastari Andriyani (Kepala Divisi Pelatihan dan Konsultasi Keuangan Syariah), serta Muhammad Aang Sopian (Staf Divisi Pelatihan dan Konsultasi Keuangan Syariah) beserta staf. Sementara dari Bank Aceh, hadir Fadhil Ilyas (Direktur Utama), Erwin Konadi (Direktur Bisnis), Budi Kafrawi (Pemimpin Divisi Treasury), Taufik Saleh (Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial), Deddy Nofendy (Kepala Bidang International Banking), serta Miftahuddin (Kepala Bidang Divisi Umum).(lem/*)

Dirut Bank Aceh : Bekali Ribuan Mahasiswa Baru USK Melek Finansial, Waspadai Judol dan Pinjol

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Bank Aceh terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui kegiatan edukasi dan komunikasi keuangan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi Bank Aceh dalam kegiatan Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (PAKARMARU) Universitas Syiah Kuala (USK) Tahun 2026, Rabu (12/8/2026), di Gedung Academic Activity Center (AAC) USK, Banda Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Bank Aceh memberikan edukasi literasi keuangan kepada 8000-an mahasiswa baru melalui sesi talkshow bertajuk “Mahasiswa Melek Finansial: Tips Mengelola Keuangan dan Memanfaatkan Layanan Bank” yang diselenggarakan bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK.

Edukasi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, yang berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pentingnya membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia muda.

Fadhil menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak agar mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, baik selama menjalani pendidikan maupun ketika memasuki dunia kerja.

“Menjadi mahasiswa merupakan fase awal untuk belajar mandiri, termasuk dalam mengelola keuangan. Kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pengeluaran, menabung, serta memahami layanan keuangan merupakan bekal penting yang akan sangat berguna di masa depan,” ujar Fadhil.

Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman mengenai produk dan layanan perbankan, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan. Terlebih bagi generasi muda yang semakin dekat dengan berbagai layanan keuangan berbasis digital.

Dalam kesempatan tersebut, Fadhil juga mengingatkan mahasiswa untuk mewaspadai judi online dan pinjaman online ilegal yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap kondisi keuangan maupun kehidupan pribadi.

Ia mengajak mahasiswa untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan cepat, kemudahan memperoleh dana, maupun berbagai promosi di media sosial yang tidak jelas sumber dan legalitasnya.

Mahasiswa juga diingatkan untuk memastikan legalitas penyedia jasa keuangan sebelum menggunakan suatu layanan.

“Jangan sampai kemudahan teknologi justru membuat kita mudah mengambil keputusan yang merugikan. Jangan tergoda judi online, jangan mudah mengambil pinjaman hanya karena prosesnya mudah. Sebelum mengambil keputusan keuangan, pahami manfaat, biaya, risiko, dan kemampuan kita untuk menanggungnya,” pesannya.

Selain itu, Fadhil menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data dan keamanan digital. Mahasiswa diingatkan untuk tidak memberikan PIN, password, OTP, kode akses, nomor kartu, maupun informasi pribadi dan perbankan kepada pihak lain, termasuk melalui tautan atau pesan yang mencurigakan.

Ia juga mengingatkan agar mahasiswa berhati-hati terhadap modus penipuan digital seperti phishing, akun palsu, tautan palsu, maupun pihak yang mengaku sebagai petugas bank.

Hal tersebut sejalan dengan POJK 22 Tahun 2023 tentang pelindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan yang menempatkan kerahasiaan dan keamanan data/informasi konsumen sebagai salah satu prinsip penting. POJK 22 Tahun 2023 juga mengatur pelindungan konsumen sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan sektor jasa keuangan, termasuk aspek transparansi, perlakuan yang adil, keandalan, serta kerahasiaan dan keamanan data konsumen.

“Data pribadi dan data perbankan adalah sesuatu yang harus dijaga. Bank tidak pernah meminta nasabah memberikan PIN, password atau OTP kepada pihak lain. Karena itu, jangan pernah memberikan informasi rahasia tersebut, meskipun seseorang mengaku sebagai petugas bank,” tegas Fadhil.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa pelindungan konsumen bukan hanya tanggung jawab lembaga jasa keuangan, tetapi membutuhkan kewaspadaan dan partisipasi konsumen. Konsumen perlu membaca informasi produk, memahami manfaat dan risiko, menggunakan layanan sesuai kebutuhan dan kemampuan, serta menyampaikan pengaduan apabila menemukan permasalahan.

Di tengah semakin berkembangnya transaksi digital, Fadhil mendorong mahasiswa untuk menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga melek risiko.

“Melek finansial berarti kita tahu bagaimana menggunakan uang, tetapi juga tahu bagaimana melindungi uang dan data kita.

Jangan hanya pintar menggunakan aplikasi, tetapi juga harus pintar mengenali risiko di balik kemudahan teknologi,” tambahnya.

Sesi talkshow berlangsung interaktif. Sejumlah mahasiswa baru antusias berdiskusi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, penggunaan layanan perbankan, keamanan transaksi digital, hingga persiapan menghadapi dunia kerja. Apresiasi dalam bentuk hadiah kepada mahasiswa yang aktif dalam sesi interaktif.

Selain literasi keuangan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Bank Aceh untuk mendorong mahasiswa membangun karakter dan kompetensi sejak awal memasuki perguruan tinggi.

Mahasiswa didorong memanfaatkan masa kuliah untuk meningkatkan kemampuan, membangun jejaring, menjaga integritas, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.

Kehadiran Bank Aceh dalam PAKARMARU USK 2026 sekaligus memperkuat sinergi antara dunia perbankan dan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda.

Bagi Bank Aceh, peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Aceh.

Melalui kegiatan edukasi seperti ini, Bank Aceh terus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu mengelola keuangan secara bijak, menggunakan layanan keuangan secara aman, menjaga data pribadi, serta memahami dan menghindari berbagai risiko keuangan di era digital.

Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan yang aktif, tetapi juga menjadi konsumen yang cerdas, kritis, aman, dan bertanggung jawab dalam mengambil setiap keputusan finansial.

Turut mendampingi Dirut dalam kegiatan :. Ilham Novrizal pemimpin divisi sekper, Syahrul Ramadhan pemimpin divisi digitalisasi Andri Wardani pemimpin kantor cabang utama, Baihaqi pemimpin cabang Banda Aceh, Rizki Wahyudi Kepala Bidang Humas Bank Aceh, Ziad Farhad Kabag Komersial Bank Aceh, Jufriadi Kabag Umum Bank Aceh, TM Hendra Pemimpin Cabang Pembantu Darussalam, Rifki Riadi Pemimpin Cabang Pembantu Kantor Gubernur, Siti Andalia Sari Pemimpin Payment Point Darussalam, Dan Tim Humas Divisi Sekper Bank Aceh.(*)

Saatnya Berkarir, Bank Aceh Syariah Rekrut Karyawan Baru, Pendaftaran Hingga 23 Agustus

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – PT Bank Aceh Syariah kembali membuka kesempatan berkarir bagi tenaga profesional muda maupun lulusan baru melalui program Officer Development Program (ODP) Tahun 2026.

Pendaftaran dibuka hingga 23 Agustus 2026, seluruh proses gratis tanpa pungutan biaya apa pun.

Program ini membuka tiga posisi strategis:
✅ Account Officer
✅ Legal Officer
✅ IT Officer

Nilai tambah bagi yang menguasai keamanan siber (cyber security), pusat data (data center), serta pemrograman.

Syarat Umum:

*Usia maksimal 28 tahun
*Belum menikah khusus pelamar wanita

*Lulusan minimal D4/S1 Perguruan Tinggi Negeri/Swasta terakreditasi

*BAN‑PT, IPK minimal 3,00 (skala 4,00)

*Berkelakuan baik dan bebas NAPZA

*Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah operasional Bank Aceh

Terbuka bagi lulusan baru maupun berpengalaman; putra‑putri daerah diutamakan

Cara Mendaftar dan Penting Diperhatikan:

Daftar secara daring lewat:  lppi.info/rekrutmen‑bankacehsyariah

Tidak menerima berkas lewat pos, kurir, maupun surel/email

Seluruh tahapan seleksi GRATIS — waspada penipuan yang meminta uang atau biaya tambahan.(*)

Semarak HUT ke-53, Bank Aceh Kumpulkan 1.648 Kantong Darah

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53, Bank Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan donor darah yang dilaksanakan secara serentak di seluruh jaringan kantor Bank Aceh di Aceh dan Sumatera Utara.

Mengusung semangat “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah”, kegiatan donor darah menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-53 Bank Aceh sekaligus wujud nyata kepedulian sosial insan Bank Aceh terhadap sesama.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Bank Aceh bersama Palang Merah Indonesia (PMI) di masing-masing kabupaten/kota, sehingga proses pelaksanaan donor darah, pemeriksaan kesehatan pendonor, hingga pengumpulan dan penanganan darah dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku.

Dari pelaksanaan donor darah yang dihimpun dari 26 cabang, Bank Aceh berhasil mengumpulkan sebanyak 1.648 kantong darah.

Jumlah tersebut merupakan kontribusi dari jajaran manajemen, pegawai, serta masyarakat dan mitra Bank Aceh yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan Bank Aceh, PMI di berbagai kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah tersebut.

“Donor darah merupakan bentuk kepedulian yang sederhana, namun memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat,” ujar Fadhil Ilyas.

Setiap kantong darah yang disumbangkan menurutnya dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan.

“Karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada PMI di masing-masing daerah yang telah berkolaborasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Fadhil Ilyas

Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan kegiatan donor darah dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketersediaan stok darah yang dibutuhkan rumah sakit maupun masyarakat melalui PMI.

Semangat berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat sejalan dengan tema HUT ke-53 Bank Aceh, Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah.

“Tema tersebut tidak hanya menjadi slogan perayaan ulang tahun, tetapi menjadi semangat bagi seluruh insan Bank Aceh untuk terus menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah,” tambahnya.

Fadhil Ilyas mengatakan, memasuki usia ke-53, Bank Aceh ingin terus tumbuh tidak hanya dari sisi kinerja bisnis, tetapi juga semakin kuat dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Di usia ke-53, kami ingin Bank Aceh terus tumbuh tidak hanya dari sisi kinerja bisnis, tetapi juga semakin kuat dalam menjalankan tanggung jawab sosial,” kata Fadhil Ilyas.

“Kegiatan donor darah ini merupakan salah satu bentuk nyata bahwa keberadaan Bank Aceh harus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” tambah Fadhil.

Pelaksanaan donor darah secara serentak di berbagai jaringan kantor Bank Aceh juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan kepedulian di lingkungan perusahaan.

Partisipasi dari seluruh jaringan kantor menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan tidak hanya terpusat di Kantor Pusat, tetapi bergerak bersama di seluruh wilayah operasional Bank Aceh.

Kolaborasi dengan PMI di masing-masing kabupaten/kota turut memperkuat sinergi antara Bank Aceh dengan lembaga kemanusiaan dalam mendukung kebutuhan darah di daerah.

Darah yang berhasil dikumpulkan selanjutnya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pasien yang membutuhkan transfusi, baik melalui rumah sakit maupun layanan PMI.

Bank Aceh berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT, tetapi dapat mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai salah satu bentuk kepedulian dan gaya hidup berbagi.

Peringatan HUT ke-53 Bank Aceh sendiri menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan Bank Aceh dalam memberikan pelayanan dan kontribusi bagi pembangunan Aceh.

Bank Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai bank kebanggaan masyarakat Aceh serta tumbuh bersama masyarakat dan daerah.

Sebanyak 1.648 kantong darah yang terkumpul menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, kolaborasi dan kepedulian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui sinergi Bank Aceh bersama PMI di berbagai kabupaten/kota, setiap tetes darah yang disumbangkan diharapkan dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan. (**)

 

Popular Posts

My Favorites

“Voters dan Pengamat minta Kongres PSSI Aceh Ditunda”, KP PSSI: Tahapan...

0
Rabu 16 September 2026 di Sekretariat PSSI Aceh, Ketua Komite Pemilihan (KP) Kongres biasa PSSI Aceh tahun 2026 Hendri Saputra, Wakil ketua dan anggota...