Ekonomi

Beranda Ekonomi
Berita Ekonomi

Media Berperan Publis Kinerja Manajemen Bank, “Disampaikan Dirut BAS dalam Coffee Morning dengan Insan Pers”

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH : Direktur Utama Bank Aceh Syariah (BAS), Fadhil Ilyas dalam _Coffee Morning_ dengan insan Pers liputan Banda Aceh, Senin (02/02) 2026 menyampaikan, “peran media, wartawan atau insan pers sangat membantu kelancaran kegiatan operasional dan manajemen Bank Aceh Syariah (BAS) sebagai Bank milik Pemerintah Aceh”.

Yang juga BAS sudah melewati berbagai tantangan dan kini bergerak ke arah yang lebih baik. Kondisi tersebut, tambah Dirut Fadhil Ilyas, sembari mengatakan. Kinerja baik tersebut juga tak lepas dari dukungan media dalam menyampaikan informasi yang objektif kepada masyarakat seluruh kegiatan BAS selama ini.

Peran dan kinerja manajemen BAS, tidak lepas dari media. Apa yang sudah kami lakukan, baik tenaga maupun pikiran, semuanya dicurahkan untuk kepentingan dan kemajuan Aceh pintanya.

Seperti telah dirili online bandapos.com, Dirut Fadhil Ilyas
mencontohkan keterlibatan Bank Aceh Syariah dalam penanganan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Aceh. Dalam peristiwa tersebut, BAS turut memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Bantuan yang kami berikan sangat membantu masyarakat. Kami juga berada dalam pengawasan pemegang saham, sehingga setiap kegiatan yang dilakukan dapat diketahui publik, khususnya terkait penanganan bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025,” katanya.

Selain itu, Fadhil mengungkapkan bahwa Bank Aceh Syariah telah membentuk dua tim recovery. Salah satunya difokuskan pada penanganan pembiayaan yang dinilai layak dan wajar, dengan bekerja secara paralel untuk membantu nasabah terdampak.

Serta mengatakan, Bank Aceh Syariah merupakan salah satu bank yang mendapatkan kepercayaan (trust) dari berbagai pihak. Karena itu, ia berharap jika masih terdapat kekurangan, hal tersebut dapat diperkecil bahkan dihilangkan.

“Kami terus menjaga ekosistem Bank Aceh secara patut dan wajar, dengan tetap memperhatikan keseimbangan dan keterbatasan yang ada,” ujarnya.

Terkait dukungan pemerintah, Fadhil menjelaskan bahwa Bank Aceh Syariah menerima dana bantuan sebesar Rp1,5 triliun untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, dana tersebut tidak dibagikan secara langsung, melainkan dalam bentuk kuota margin pembiayaan.

Sementara itu, mengenai relaksasi penundaan pembayaran, Fadhil mengatakan pihaknya masih mencari solusi yang tepat agar keputusan yang diambil benar-benar memberikan kemudahan bagi nasabah tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian perbankan.

“Kami ingin memastikan kebijakan yang diambil nantinya merupakan keputusan terbaik bagi semua pihak,” pungkasnya.(**)

Terkait Maraknya Upaya Penipuan Gebyar Undian Berhadiah, Bank Aceh Imbau Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Pribadi

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Maraknya upaya penipuan yang mengatasnamakan PT Bank Aceh Syariah baik berupa iming-iming hadiah Gebyar Bank ataupun Undian Berhadiah Bank Aceh, manajemen Bank Aceh secara resmi mengeluarkan menghimbau kepada seluruh nasabah untuk senantiasa waspada terhadap berbagai modus operandi hoax yang beredar melalui media sosial, aplikasi pesan singkat, maupun telepon seluler.

Belakangan ini, ditemukan sejumlah akun palsu dan pesan berantai yang menjanjikan hadiah dengan syarat mudah yang mencatut nama Bank Aceh. Hal ini merupakan upaya phishing atau penipuan yang bertujuan untuk mencuri data pribadi dan saldo rekening nasabah.

Seperti telah dirilis sejumlah media online tentang hal tersebu Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas melalui Sekretariat Perusahaan Bank Aceh Ilham Novrizal, menegaskan bahwa keamanan dana dan data nasabah adalah prioritas utama perbankan. Namun, keamanan tersebut memerlukan kolaborasi aktif dari sisi nasabah.

“Kami mengamati adanya peningkatan upaya penipuan digital yang semakin canggih. Pelaku seringkali menggunakan identitas palsu yang sangat mirip dengan identitas resmi Bank Aceh untuk mengelabui masyarakat. Kami mengimbau dengan sangat agar nasabah jangan pernah memberikan data sensitif kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai karyawan bank,” pinta Ilham Novrizal. Serambari menambahkan, Bank Aceh tidak pernah meminta informasi rahasia melalui saluran yang tidak resmi.

Perlu diingat bahwa Bank Aceh tidak pernah meminta PIN, Password, kode OTP melalui media sosial maupun telepon. Jika ada yang meminta data tersebut, kami pastikan itu adalah hoax dan upaya penipuan. Segera abaikan dan laporkan melalui kanal resmi kami, ujar Ilham.

Yang juga mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, terdapat modus utama yang sering digunakan oleh pelaku kejahatan yaitu informasi mengenai pemenang undian berhadiah yang mengharuskan nasabah memberikan data akun atau membayar biaya administrasi tertentu serta akun-akun yang menggunakan logo Bank Aceh proaktif menghubungi nasabah melalui pesan pribadi.

Bank Aceh memberikan panduan bagi nasabah agar terhindar dari kerugian finansial diantaranya pastikan nasabah hanya berinteraksi dengan akun media sosial resmi Bank Aceh, jangan pernah membagikan kode OTP (One-Time Password) kepada siapa pun. Kode ini adalah kunci akses terakhir ke rekening nasabah.

Selalu gunakan aplikasi Action Mobile Banking yang diunduh langsung dari Google Play Store atau Apple App Store dan hindari mengklik tautan dari nomor tidak dikenal yang mengarahkan pada pengisian data pribadi.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan melakukan pengaduan, nasabah dapat menghubungi Contact Center: 1500845 dan Website Resmi: www.bankaceh.co.id

“Bank Aceh terus berkomitmen untuk memperkuat sistem keamanan siber kami secara berkelanjutan. Kami mengajak seluruh nasabah untuk berkomitmen dalam menjaga keamanan finansial di era digital ini,” tukasnya.(*)

Pertamina Dinilai Berupaya Maksimal Penuhi Kebutuhan LPG Warga Aceh

0
Ratusan warga antre untuk mendapatkan gas elpiji bersubsidi 3 Kg dalam kegiatan operasi pasar di halaman Masjid Jami' Kampus Universitas Syiah Kuala. Foto Waspada Aceh

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai upaya Pertamina dalam mendistribusikan LPG di wilayah terdampak bencana menunjukkan kerja keras di tengah kondisi medan dan infrastruktur yang ekstrem.

“Saya kira langkah Pertamina yang harus didukung dengan adanya distribusi LPG lewat jalur laut dan udara sangat membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Fahmi dalam keterangannya diterima di Banda Aceh, Rabu (17/12/2025).

Ia menyampaikan bahwa penyaluran LPG melalui jalur alternatif tersebut menjadi solusi penting di saat kondisi belum memungkinkan distribusi normal. “Ya ini sebagai distribusi yang sangat baik untuk masyarakat menerima bantuan LPG dalam kondisi yang tidak baik saat ini, bantuan Pertamina sangat dibutuhkan,” katanya.

Menurut Fahmi, berbagai metode distribusi yang ditempuh Pertamina mencerminkan upaya maksimal dalam melayani masyarakat di wilayah bencana. “Saya kira Pertamina sudah bekerja dengan baik dalam melayani masyarakat, karena berbagai cara dilakukan Pertamina dalam mendistribusikan LPG kepada masyarakat yang mengalami bencana,” ucapnya.

Fahmi juga menilai pelaksanaan operasi pasar LPG membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh pasokan akibat akses yang masih terputus. “Ya untuk saya ini adanya operasi pasar sangat membantu masyarakat yang susah mendapatkan LPG apalagi akses-akses masih banyak yang tidak bisa dilewati tapi Pertamina harus didukung semua pihak termasuk pemerintah daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fahmi meminta masyarakat memahami kondisi lapangan dan proses distribusi yang sedang diupayakan. “Ya publik harus memahami apa yang dilakukan Pertamina saat ini untuk memperjuangkan agar masyarakat korban bencana bisa dapat LPG, kita harus apresiasi meskipun masih ada masyarakat yang belum mendapatkan LPG karena kendala akses yang terputus, tetapi Pertamina pasti mampu sampai ke sana,” katanya.

Ia menegaskan bahwa distribusi LPG yang terus dilakukan menjadi bukti kehadiran Pertamina bagi masyarakat terdampak bencana. “Ya ini sudah jelas kalau Pertamina sudah memperlihatkan kehadiranya bagi masyarakat dalam memberikan bantuan nya seperti distribusi LPG,” pungkas Fahmi. (red)

Ini Alasan Distribusi LPG Jauh Lebih Sulit Dibanding BBM di Wilayah Bencana

0
Ratusan warga sedang mengantre mendapatkan gas elpiji bersubsidi di pangkalan di Kecamatan Samudera, Aceh. Foto Waspada Aceh

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Pengamat ekonomi Willy Arafah mengatakan, distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah bencana jauh lebih sulit dibandingkan bahan bakar minyak (BBM). Kompleksitas akses jalan darat yang rusak atau terputus serta faktor keamanan menjadi penyebab utama lambatnya penyaluran LPG saat terjadi bencana alam seperti yang terjadi di Provinsi Aceh.

“Rusaknya akses jalan di Aceh memberikan dampak yang lebih besar terhadap distribusi LPG dibandingkan dengan BBM. Ini disebabkan oleh infrastruktur untuk penyimpanan dan pengisian LPG yang lebih khusus dan terbatas, sehingga ketika ada kerusakan, pasokan LPG bisa terhambat secara signifikan. Selain itu, LPG memerlukan penanganan yang lebih hati-hati karena risiko kebakaran yang lebih tinggi, yang membuat proses distribusinya menjadi lebih rumit,” kata Willy saat dihubungi Selasa (16/12/2025).

Guru Besar Universitas Trisakti ini menjelaskan perbedaan mendasar dalam rantai pasok LPG dan BBM. Pertama, distribusi LPG memerlukan fasilitas penyimpanan dan pengisian khusus, seperti tangki gas dan terminal yang dirancang untuk menangani gas bertekanan. Jika infrastruktur ini mengalami kerusakan, distribusi LPG dapat terhambat secara signifikan.

“Sebaliknya, BBM dapat disimpan dan didistribusikan melalui berbagai jenis fasilitas yang lebih umum, seperti SPBU, yang lebih mudah diakses dan jumlahnya lebih banyak,” jelas Willy.

Selain itu, faktor keamanan dan pengamanan LPG dan BBM juga berbeda. Menurutnya, meskipun BBM juga berisiko tapi penanganannya sering kali lebih terstandarisasi dan dapat dilakukan dengan lebih cepat.

“LPG memiliki risiko kebakaran dan ledakan yang lebih tinggi, sehingga memerlukan prosedur penanganan yang lebih ketat. Dalam situasi darurat, hal ini dapat memperlambat proses distribusi karena perlunya evaluasi keamanan yang lebih mendalam,” ujar Willy.

Willy kemudian menjelaskan proses distribusi LPG hingga sampai ke masyarakat memang lebih panjang. LPG harus dikirim dari pabrik ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) menggunakan truk tangki khusus, kemudian melalui proses pengisian tabung dengan standar keamanan ketat sebelum didistribusikan ke agen dan pangkalan.

“Secara keseluruhan, proses distribusi LPG membutuhkan waktu lebih lama karena melibatkan langkah-langkah keamanan yang ketat, keterbatasan infrastruktur, dan ketergantungan pada kondisi transportasi, serta fluktuasi permintaan yang dapat mempengaruhi kecepatan distribusi,” ujar Willy.

Willy meminta masyarakat untuk memahami apabila distribusi LPG di wilayah bencana belum sepenuhnya normal. Menurutnya, keterbatasan layanan merupakan konsekuensi dari kerusakan infrastruktur dan prosedur keselamatan yang tidak bisa dikompromikan.

“Masyarakat perlu memahami beberapa hal penting untuk melihat persoalan distribusi LPG di wilayah mereka dengan lebih jelas. Ketergantungan pada infrastruktur yang baik, seperti jalan, terminal, dan fasilitas penyimpanan, sangat krusial. Kerusakan infrastruktur akibat bencana alam dapat mengganggu pasokan LPG secara signifikan, sehingga penting bagi masyarakat untuk menyadari dampak yang mungkin terjadi,” pungkasnya.

Persiraja Buru Poin Tambahan di ‘Home’ PSPS Sabtu Petang

0

PEMAIN Persiraja Banda Aceh, Jumat (7/11/2025) lakukan latihan ringan di Stadion Kaharuddin Nasution. Sebelum menghadapi tuan rumah PSPS Pekanbaru, Sabtu Sore pada Pekan ke-9 Pengadaian Champioship 2025/26. (foto/kiriman mo persiraja)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Usai catat kemenangan perdana di Stadion H Dimurthala (SHD) pada pekan ke-8 lanjutan Pengadaian Liga2 Championship 2025/26 atas kekuatan Persekat Tegal, Jawa Tengah 1-0 (0-0)(1-0) langsung di SHD Lampineung Banda Aceh, Minggu (02/11) malam lalu.

Sabtu petang tim yang berjulukan lantak laju Persiraja kembali membidik poin tambahan saat bersua di kandang PSPS Pekanbaru Sabtu petang, sehingga terus menjaga persaingan pemburuan tiket promosi ke Liga1.

Pelatih Persiraja Banda Aceh, Akhyar Ilyas seperti biasa dalam temu media sehari menjelang laga mengatakan. “Kita tak mendahului yang diatas”, namun kerja keras anak asuhannya sepanjang laga optimis memperoleh hasil sebagaimana yang diharapkan, termasuk bersua dengan tuan rumah PSPS di Stadion Kaharuddin Nasition (SKN), Sabtu (80/11) pukul 15.30 WIB.

Pinta Akhyar dalam jumpa Pers di Pekanbaru, Jumat sore, yang juga dalam sesi temu media tersebut didampingi andalannya, Fitra Ridwan.

Serta mengatakan, “Persiraja akan memanfaatkan sisi kelemahan kubu tuan rumah, dalam usaha mengamankan poin dihadapan publik SKN, satu bahkan sempurna, agar terus menjaga persaingan menuju papan atas klasmen”, sebelum menghadapi tuan rumah Adhiyaksa FC, Rabu tanggal 12 nanti, yang juga laga perdana putaran kedua, tutupnya (non)

Pabrik Karet Di Aceh Barat Siap Beroperasi ,Distambun Aceh Melarang Karet Mentah Kirim Keluar Daerah

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM-  Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah meminta pada pemilik kebun karet yang ada di Aceh untuk tidak lagi mengirim karet mentah keluar Aceh, karena Aceh sudah mempunyai pabrik pengelolaan sendiri di Aceh Barat.

Jadi dengan kehadiran pabrik karet di Aceh Barat akan menampung sejumlah tenaga kerja, dan pabrik ini mampu mengolah sampai 2,500 ton perbulan, kata Bu Cut (6/8/2025).

Makanya pemerintah aceh mulai saat ini melarang bahan baku karet mentah dikirim atau di oleh diluar Aceh. Alasan Kadis Pertanian dan Perkebunan melarang membawa bahan mentah keluar Aceh supaya masyarakat kita bisa dipekerjakan di pabrik karet kita sendiri otomatis ekonomi masyarakat akan terdongkrak dan pelan-pelan pengangguran akan berkurang dan kita juga ingin Aceh lebih maju lagi.

Menurutnya, kebijakan menahan bahan baku karet mentah untuk tidak dikirim keluar Aceh adalah langkah strategis untuk mendukung helirisasi industri menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat disekitar serta produksi karet.

“Kita sudah punya pabrik karet sendiri di Aceh Barat untuk apa lagi dijual bahan mentah keluar Aceh ini saatnya kesempatan bagi kita untuk membangun ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja serta memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Bu Cut.

Pabrik karet tersebut adalah pabrik milik PT potensi bumi sakti yang telah diresmikan 8 juli 2025 yang lalu di Gampong Gle Siblah kecamatan Woila Aceh Barat, pabrik ini berdiri atas lahan seluas 25 hektar dan mampu mengeloh sampai sebanyak 2,500 ton karet mentah perbulan, pabrik ini memang sudah lama di idam-idamkan, disaat Mualem masih menjabat wakil gubernur Aceh waktu itu dan beliau juga yang melakukan peletakan batu pertama dimulainya pekerjaan pabrik.(ml)

Inspiratif Seorang Polisi Muda di Kota Sabang Dengan Pekerjaan Sampingan “Tak Malu Berjualan Kebab”

0

MEDIANAD.COM, SABANG- Seorang anggota korps bhayangkara yang berdinas di Polres Sabang Polda Aceh sukses mencuri perhatian , ia di ketahui memiliki pekerjaan sampingan sebagai penjual Kebab di pinggir jalan. Alhasil dagangan kebab nya pun banyak di minati oleh masyarakat setempat mulai dari kalangan anak anak, remaja, hingga orang dewasa sekalipun,

sepulang dinas dari lokasi bertugas, ia masih menyisihkan waktu untuk sekedar berjualan kebab di pinggir jalan , dan terjun langsung menjalankan dagangan nya. Seperti apa sosok dan kisah inspiratif nya itu ? Berikut ulasan selengkap nya.

Salah seorang anggota Polisi yang sukses mengundang sorotan dari kalangan pecinta kuliner di wilayah Kota Sabang itu ialah Bripda Cut Muhammad Noval.

Dia mulai di kenal publik saat sering kali membagikan kegiatan positifnya di media sosial diantaranya setiap malam Jumat ia membagikan kebab gratis untuk anak anak yatim di wilayah Sabang, melalui teman dekat nya dan akun Instagram pribadi nya @novalmuhammad14 ia mengajak dan merangkul anak anak yatim di wilayah Sabang dan membawa mereka ke dagangan kebab milik nya yang terletak di pinggir jalan Oentoeng Surapati untuk berbagi sedikit rezeki yang di titipkan oleh Allah kepada nya .

Meski kerjaan sampingan nya menjadi pedagang kebab pinggir jalan, polisi berpangkat bripda tersebut tidak malu berjualan kebab di luar jam dinas nya , ia kerap turun langsung ke lokasi jualan nya dan melayani seluruh pelanggan nya dengan ramah dan membangun citra positif, sehingga tak heran banyak masyarakat sekitar yang mengabadikan citra positif yang dilakukan polisi muda tersebut.

Meski sudah bekerja sebagai polisi, namun bripda Cut Muhammad Noval tetap semangat berjualan kebab, “yang penting menghasilkan uang secara halal dan bisa terus berbagi serta bermanfaat untuk orang disekitar” ucap bripda tersebut pada media ini, Selasa (05/08).(man)

Akibat Waduk Kering, Sebahagian Padi di Tringgadeng Terancam Gagal Panen

0

Hamparan sawah di Trienggadeng kabupaten Pidie Jaya mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.(foto:Medianad_muslem)

MEDIANAD.COM, TRINGGADENG –  Akibat kemarau dan kekeringan yang melanda wilayah kabupaten Pidie Jaya, ada beberapa daerah diperkirakan gagal panen. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya air yang bisa dialiri.

Hal ini karena para petani diwilayah tringgadeng hanya memanfaatkan air irigasi cobo. Namun saat ini debit irigasi di Krueng cobo tidak mencukupi untuk mengairi beberapa wilayah yakni Coet Matang, Meunasah Raya, Meunasah paya serta kampung mesjid Tringgadeng.

Padahal, dikawasan kemukiman Peuduk Tunong itu ada tempat penyimpanan air, seperti waduk Aludrin, Bendungan Lhok Pisang serta Embung Paya Pii ( Paya Seupat) peuduk tunong namun kondisi ketiga tempat penyimpanan air ini dalam kondisi rusak.

Sedangkan Paya Pii atau Paya Seupat itu dalam kondisi dangkal alias sudah lama tidak ada pengerukan dan ini luput dari pantauan baik dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi.

Padahal, Kalau Paya Pii atau Paya Seupat Peuduk Tunong itu rutin dilakukan penggurukan, kemungkinan besar hal ini dapat teratasi atas Krisis air yang untuk disebab sudah lama tidak ada yang mau peduli terhadap paya pii.

Initersebut padahal embung itu ada akibat kerja sama masyarakat tringgadeng bergotong royong untuk membuat sebuah embung tersebut pada saat camat Abdullah cut memimpin camat tringgadeng dimasa itu.

namun sampai saat ini paya pii tersebut dibiarkan rusak dan dangkal padahal embung tersebut mampu mengairi sampa kekemukiman pangwa.

Masyarakat Tringgadeng M.Jafar mengharapkan pada pemerintah Pidie jaya dan pemerintah provinsi untuk segera memperbaiki embung paya pii tersebut apa lagi pemerintah saat ini sedang giat giat kampanyour tentang ketahanan pangan .apa lagi baru baru ini pemerintah pusat telah membantu berbagai peralatan.

Berbagai bantuan seperti troktor untuk pengolahan tanah dan pompa air. adi pemerintah kabupaten maupun provinsi dalam hal ini dinas terkait seperti dinas sumber daya air dan dinas pertanian harus turun langsung meninjau kelokasi bendung atau waduk waduk yang selama ini rusak untuk diperbaiki .

“Ironis memang sungguh, kitakenayangkan petani modal banyak habis untuk pengolahan tanah dan ongkos tanam serta tenaga dan junga termasuk pupuk cukuplah banyak ditanggung beban kerugian oleh petani”.kata M.jafar.

maka kita mengharapkan pada pemerintah dan intadi terkait untuk segera memperbaiki embung yang sudah ada .bila embung ini nanti bisa menyimpan air untuk keperluan petani disaat saat terjadi kekeringan dan debit air sungai tidak ada lagi maka bisa mengairi air di⁵ terbut untuk mengatasi kekeringan tanaman padi masyarakat.(m’l)

Panen Raya Timun Serentak, di Lahan Warga Binaan Gampong Jaboi

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kapolres Sabang AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, hadir dalam kegiatan Panen Raya Timun Serentak yang digelar Polsek Sukajaya Polres Sabang, di lahan seluas 5.000 m² milik warga binaan, Sdr. Samsuar, di Gp.Jaboi, Kec.Sukajaya Kota Sabang, Kamis (24/07/2025).

Panen raya tersebut berhasil memproduksi sebanyak 800 kilogram timun dari satu siklus tanam, hasil dari pendampingan intensif personel Polsek Sukajaya bersama warga binaan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kapolres Sabang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dilakukan jajaran Polsek Sukajaya dengan masyarakat setempat.

“Ini merupakan bukti nyata kehadiran Polri bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat,” ujar AKBP Sukoco.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kapolsek Sukajaya Polres Sabang IPTU Samsuri, perangkat Gampong Jaboi, perwakilan Dinas Pertanian Kota Sabang, pemilik lahan Sdr. Samsuar, serta personel Bhabinkamtibmas Polsek Sukajaya.

Panen raya ini menjadi bagian dari implementasi program pembinaan Polri di bidang pertanian produktif, yang terus digalakkan di berbagai wilayah hukum Polres Sabang, sebagai upaya menciptakan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.(man)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa dan Warga Binaan Rutan Sabang Gelar Senam Pagi Bersama, Wujudkan...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam upaya mempererat hubungan antara aparat TNI dan warga binaan pemasyarakatan, Babinsa Gampong Kuta Ateuh Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Pelda Syafrial,...