Ekonomi

Beranda Ekonomi
Berita Ekonomi

Yudisium SGTA 2025/2026 Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Enam Mahasiswa Raih Gelar Double Degree Internasional

0

Yudisium Semister Ganjil Tahun Akademik (SGTA) 2025/2026 Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, yang dilaksanakan di Aula lantai 3 PPs Kampus setempat, Sabtu (13/06) 2026. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan Yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik (SGTA) 2025/2026 yang berlangsung di Aula Lantai III Gedung Pascasarjana Kampus setempat, Sabtu (13/6/2026).

Dimana pada Yudisium semister ganjil kali ini, “Pascasarjana UIN Ar-Raniry meluluskan 147 Mahasiswa, yang terdiri atas 110 lulusan Program Magister (S2) dan 37 lulusan Program Doktor (S3) dari berbagai program studi”.

Siaran Pers kegiatan Yudisium dimaksud yang diterima online ini, Sabtu malam Dalam laporan akademiknya, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. T. Zulfikar, M.Ed., menyampaikan bahwa, pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 (Gelombang I) dan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 (Gelombang II), Pascasarjana UIN Ar-Raniry berhasil meluluskan 147 alumni baru.

Tentu secara keseluruhan hingga saat ini Pascasarjana UIN Ar-Raniry telah menghasilkan 3.023 lulusan magister dan 380 lulusan doktor, sehingga total alumni Pascasarjana UIN Ar￾Raniry mencapai 3.403 orang.

Salah satu capaian penting dalam yudisium kali ini adalah keberhasilan meluluskan enam mahasiswa program Double Degree yang merupakan lulusan pertama dalam sejarah UIN Ar￾Raniry.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama akademik antara UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Universiti Utara Malaysia (UUM) yang mulai dirintis sejak tahun 2023.

Keenam lulusan double degree tersebut berasal dari Program Studi Magister Hukum Keluarga (HK), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Pendidikan Agama Islam (PAI). Melalui program ini, mahasiswa mengikuti proses pendidikan pada dua perguruan tinggi dan berhak memperoleh dua ijazah serta dua gelar akademik sekaligus dari UIN Ar-Raniry dan Universiti Utara Malaysia.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Eka Srimuliyani, MA,,Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa, “keberhasilan meluluskan mahasiswa double degree merupakan bukti nyata komitmen Pascasarjana dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam’.

Lebih lanjut, Direktur Pascasarjana menjelaskan bahwa program double degree tidak hanya memberikan pengalaman akademik internasional kepada mahasiswa, tetapi juga memperkuat kompetensi lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan keilmuan global yang semakin kompetitif, ujar Prof Direktur.

Yang juga mengapresiasi tugas-tugas dan kinerja seluruh dosen, tenaga kependidikan, mitra internasional, serta keluarga mahasiswa yang telah memberikan dukungan selama proses studi berlangsung.

“Secara kusus, Direktur Prof Eka Srimulyani berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus menjadi representasi terbaik UIN Ar-Raniry di berbagai bidang pengabdian,” tambahnya.

Yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 ini menjadi momentum penting bagi Pascasarjana UIN Ar-Raniry dalam memperkuat reputasi akademik, meningkatkan kualitas lulusan, serta memperluas jejaring kerja sama internasional. Keberhasilan meluluskan mahasiswa double degree, peningkatan kualitas akademik lulusan, penguatan jejaring alumni.

Serta pengembangan tradisi akademik melalui orasi ilmiah menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pascasarjana UIN Ar-Raniry dalam mewujudkan visi sebagai pusat kajian Islam yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global, tutupnya. (**)

Workshop Festival Meurukon di UBBG Hadirkan Budayawan Aceh, Ajak Lestarikan Seni Tradisi yang Hampir Punah

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) bekerja sama dengan Majelis Seniman Aceh (MaSA) menggelar Workshop Festival Meurukon: Seni Tradisi Aceh yang Hampir Punah. Kegiatan berlangsung di aula mini kampus setempat, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan ini menghadirkan budayawan, seniman, akademisi, mahasiswa, serta pegiat seni budaya Aceh sebagai upaya bersama dalam menjaga dan melestarikan salah satu warisan budaya Aceh yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda.

Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya seniman Meurukon Ismail Husen, penutur sastra Aceh Medya Hus, dan dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh Dr. Tgk. H. Teuku Zulkhairi, M.A. Kegiatan juga dihadiri oleh berbagai seniman dan pegiat budaya yang memiliki perhatian terhadap keberlangsungan seni tradisi Aceh.

Rektor Universitas Bina Bangsa Getsempena, Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan para budayawan merupakan langkah penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Menurutnya, kampus tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Aceh.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mendapatkan bekal berharga tentang nilai, sejarah, dan kearifan lokal yang terkandung dalam seni tradisi Aceh. Kolaborasi dengan para budayawan dan seniman menjadi ruang belajar yang sangat penting untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya kepada generasi muda,” ujar Prof. Lili.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Lili juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan, termasuk Majelis Seniman Aceh, para narasumber, seniman, budayawan, serta ketua sanggar dan komunitas seni yang terus berupaya menjaga keberlangsungan tradisi Meurukon di Aceh.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya para budayawan, seniman, ketua sanggar, dan komunitas budaya yang selama ini tetap konsisten menjaga dan menghidupkan seni tradisi Aceh. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai sejarah, perkembangan, tantangan, serta strategi pelestarian Meurukon sebagai salah satu seni tradisi Aceh yang sarat nilai pendidikan, keagamaan, dan kebudayaan.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, Piet Rusdi S.Sos, dalam sambutannya, mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan UBBG bersama Majelis Seniman Aceh tersebut merupakan langkah maju dalam pelestarian kebudayaan di Aceh.

Senada itu, dalam sambutannya, Ketua Umum Majelis Seniman Aceh, Chairiyan Ramli, pada pada acara yang berlangsung khidmat tersebut, mengatakan, pihaknya dan UBBG telah menjalin kerja sama dan akan terus berlanjut.

Pada acara yang panitianya diketuai oleh Dr. Zahraini, S.Pd., M.Pd., tersebut, para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah.

Melalui workshop ini, UBBG kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya Aceh melalui kolaborasi aktif dengan para seniman, budayawan, dan lembaga kebudayaan sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap identitas dan warisan budayanya.

Acara workshop ini dhadiri perwakilan dari SMA dan dayah di Banda Aceh dan Aceh Besar, budayawan Prof Yusny Saby, Nab Bahany As, Iskandar Norman, Thayeb Loh Angen, Zulfadli Kawom, dan Yakob Samalanga, serta tokoh lainnya.

Dihadiri juga oleh Kepala Kepala Hubungan Kerja Sama Internasional UBBG dan Ketua Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh, Regina Rahmi, M.Pd. Dihadiri juga dosen dan ketua prodi seni pertunjukan, serta mahasiswa UBBG.

Workshop meurukon yang berlangsung sekira empat jam ini dipandu oleh Riza Oktariana, M.Pd. Workshop Festival Meurukon merupakan bagian dari Program Dana Indonesia Tahun 2025 melalui skema Pendayagunaan Ruang Publik yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, LPDP, Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), dan Perkumpulan Majelis Seniman Aceh (MaSA). (Kal)

Tingkatkan Kualitas Layanan, Bank Aceh Syariah Resmikan Relokasi Gedung Baru KCP Simpang Balik

0

MEDIANAD.COM, BENER MERIAH – Bank Aceh Syariah resmi mengoperasikan gedung baru Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Simpang Balik, Kabupaten Bener Meriah pada hari Senin 8 Juni 2026. Langkah strategis relokasi ini merupakan wujud nyata komitmen bank untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas akses perbankan syariah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Acara peresmian tersebut dihadiri dan diresmikan langsung oleh Direktur Kepatuhan Bank Aceh Numairi beserta jajaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Riswandika Putra, serta didampingi oleh Ketua DPRK Kabupaten Bener Meriah, Muhammad Saleh, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, alim ulama, dan para nasabah setia.

Pada kesempatan itu, Direktur Kepatuhan PT Bank Aceh Syariah menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah. Dalam sambutannya, Direktur Kepatuhan PT Bank Aceh Syariah menekankan bahwa kehadiran gedung baru ini harus diikuti dengan peningkatan semangat pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan hadirnya gedung operasional yang baru dan lebih representatif ini, tanggung jawab kita untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat juga semakin besar,” ujar Numairi.

Numairi juga meminta kepada seluruh karyawan/ti Bank Aceh Syariah, khususnya di KCP Simpang Balik, untuk menerapkan budaya layanan prima melalui Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S), serta menjadi solusi keuangan terbaik yang aman, amanah, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

“Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Bapak Riswandika Putra, memberikan apresiasi yang tinggi atas langkah ekspansi dan peningkatan layanan yang dilakukan oleh Bank Aceh Syariah.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyambut baik dan mengapresiasi relokasi gedung baru KCP Simpang Balik ini sebagai bukti nyata bahwa Bank Aceh Syariah terus berbenah demi memberikan kenyamanan prima bagi masyarakat. Melalui sinergi kuat yang telah berjalan sangat baik dalam pengelolaan keuangan daerah serta penyaluran dana desa, kehadiran gedung baru ini diharapkan dapat semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam memajukan dan memperluas jangkauan para pelaku usaha UMKM di wilayah Wih Pesam dan Kabupaten Bener Meriah secara umum.

Dukungan infrastruktur ini berhasil mendorong kinerja positif pada pertumbuhan total aset, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), serta penyaluran pembiayaan yang difokuskan pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengenah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat setempat.

Di samping itu, akselerasi transformasi digital juga terus digenjot melalui penyediaan platform Action Mobile Banking, QRIS, hingga Internet Banking Corporate (IBC) untuk kemudahan transaksi yang cepat dan efisien.(*)

KPOTI Pusat Resmi Kukuhkan Kepengurusan KPOTI Aceh 2025–2030, Semangat Pelestarian Budaya Tradisional Kian Menggema

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Komitmen dalam menjaga warisan budaya bangsa melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional kembali diperkuat.

Dewan Pengurus Pusat Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) secara resmi mengesahkan susunan kepengurusan KPOTI Provinsi Aceh masa bakti 2025–2030 melalui Surat Keputusan Nomor SKEP/4/Pengurus-KPOTI/IV/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 2 April 2026.

Pengesahan ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan permainan rakyat dan olahraga tradisional di Tanah Rencong. Kehadiran kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan gerakan yang progresif, inovatif, dan berkelanjutan dalam menjaga identitas budaya Aceh di tengah arus modernisasi global.

Ketua Umum KPOTI Pusat, M. Arsjad Rasjid P.M., dalam surat resminya menyampaikan bahwa pengesahan dilakukan berdasarkan hasil Rapat Pleno Dewan Pengurus KPOTI Pusat serta mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.

Kepengurusan KPOTI Aceh dipimpin oleh Zikrur Rahmat sebagai Ketua, bersama jajaran pengurus yang berasal dari berbagai latar belakang profesional, akademisi, pegiat budaya, dan pemerhati olahraga tradisional.

Struktur organisasi juga diperkuat dengan sejumlah bidang strategis yang mencakup penelitian dan dokumentasi, digitalisasi warisan budaya, pelatihan dan sertifikasi, pendidikan karakter, media dan branding, hingga pengembangan industri kreatif berbasis permainan rakyat.

Terbentuknya kepengurusan baru ini menjadi simbol optimisme baru bagi pelestarian olahraga tradisional Aceh. Tidak hanya sebagai aktivitas budaya, permainan rakyat juga dipandang sebagai sarana pendidikan karakter, penguatan identitas daerah, serta media pemersatu generasi muda.

Dalam arahannya, KPOTI Pusat juga mendorong agar KPOTI Aceh segera melaksanakan rapat pleno perdana sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dan sinkronisasi program kerja di seluruh wilayah Aceh.

Semangat besar yang diusung kepengurusan baru ini diharapkan mampu membawa permainan rakyat Aceh kembali hidup di tengah masyarakat, hadir di sekolah-sekolah, ruang publik, hingga berbagai event budaya nasional dan internasional. Aceh tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkenalkannya sebagai warisan budaya yang bernilai edukatif, sportif, dan membanggakan.

Dengan kepengurusan yang resmi terbentuk hingga tahun 2030, KPOTI Aceh kini memulai langkah besar untuk menjadikan olahraga tradisional sebagai bagian penting dalam pembangunan karakter bangsa dan pelestarian budaya daerah yang berkelanjutan.(*)

Gadeng Yayasan Nawasena Luna Maya dan Andien, The Palace Jeweler Gelar Aksi Sosial di Pidie Jaya Aceh

0

The Palace Jeweler gelar aksi Sosial di Sekolah Tenda MIN 5 Pidie Jaya, serta bantuan sosial yang digelar minggu lalu itu, juga dalam upaya pemulihan pasca bencana banjir dimaksud, sekaligus peserta aksi sosial the palace juga turun ke Gampong Blang Cut untuk menyalurkan bantuan di Kabupaten yang sama, Kecamatan Meurah Dua. (foto/ist)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Sebagai wahana menggaungkan kembali kepedulian kepada masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada bulan November 2025, _THE PALACE JEWELER_ yang juga salah satu “GERAI” emas dan merek perhiasan profesional dibawah naungan Central Mega Kencana (CMK).

Berkolaborasi dengan Yayasan Nawasena Luna Maya dan Andien gelar aksi sosial di salah Kabupaten di Aceh yang terparah terjadi musibah banjir tahun 2025, yakni Pidie Jaya (Pijay) Aceh.

Bu

Kegiatan dalam bentuk aksi sosial tersebut dilaksanakan, tanggal 15 Mai 2026 minggu lalu, yang juga turun langsung ke tengah-tengah warga yang sedang dalam pemulihan akibat musibah.

Membuktikan, The Palace Jeweler/CMK and “The National Jeweler” berkomitmen kuat dalam mendekatkan perjalanannya dengan selutuh elemen masyarakat’.

Yang juga aksi sosial di Pijay, salah satu dampak positif dan lebih luas dari pembukaan gerai ke-86 di Plaza Aceh dengan menggelar aksi sosial ke masyarakat Aceh yang terdampak bencana banjir bandang beberapa waktu lalu, yakni tepatnya di Kabupaten Pidie Jaya.

Serta melalui campaign, “EveryShineMatters, The Palace menyebarkan kebaikan sekaligus menemani, membantu, serta menumbuhkan kekuatan baru bagi masyarakat di Pidie Jaya”.

Yang juga dalam aksi sosial ini tersebut, The Palace mendonasikan berbagai keperluan sehari-hari kepada masyarakat di Pidie Jaya serta berkolaborasi dengan Yayasan Luna Maya Nawasena dan Andien. Ujar Brand Manager The Palace Jeweler, lewat siaran Pers yang diterima awak Media, Kamis (21/05/2026) sore.

Sembari menjelaskan, terdapat 2 lokasi di Pidie Jaya yang dikunjungi dalam aksi sosial The Palace bersama Yayasan  Luna Maya Nawasena dan Andien, masing-masing di sarana pendidikan Madrasah Ibtidaiyah 5 Pijay, yang juga MIN Sekolah ini terdampak banjir sehingga kegiatan belajar mengajar para siswa di sini harus dilakukan di tenda darurat. Sedangkan lokasi kedua adalah Desa (Gampong) Blang Cut yang merupakan salah satu desa yang terdampak banjir cukup parah di wilayah Pidie Jaya.

Sementara itu, Yayasan Luna Maya Nawasena dipilih The Palace untuk berkolaborasi dalam aksi sosial, mengingat sudah dikenal banyak berkontribusi pada pengembangan pendidikan dan lingkungan Indonesia, “dengan semangat menciptakan masa depan yang lebih cerah, Yayasan Luna Maya Nawasena menghadirkan berbagai inisiatif yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Sedangkan Andien merupakan “Teman Spesial” dari The Palace sehingga kehadirannya pada aksi  sosial ini akan terasa lebih personal, bukan hanya sekadar kolaborasi, ujarnya..

Andien juga dikenal sebagai sosok yang peduli dengan isu sosial dan aktif pada berbagai kegiatan sosial, tambah Winny Melita selaku Brand Manager The Palace.

Yang juga menjelaskan, “Dalam rangka pembukaan gerai ke-86 kami di Plaza Aceh, The Palace ingin menunjukkan kepedulian dan kontribusi sosial yang nyata bagi masyarakat Aceh”.

Karena itu, The Palace Jeweler berkolaborasi dengan Yayasan Luna Maya Nawasena dan Andien untuk kembali menyalurkan bantuanbkepada masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang, terutama di daerah Pijay.

Serta, kami percaya. “Selain menghadirkan kebahagiaan lewat koleksi perhiasan yang kami tawarkan, tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang membutuhkan juga tidak kalah penting”.

Dan melihat, meski bencana banjir bandang ini sudah terjadi hampir setahun, _faktanya masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan_ Lewat campaign #EveryShineMatters, The Palace ingin menghadirkan makna di balik setiap kilau, dengan berkontribusi langsung bagi warga yang membutuhkan, pintanya.

Sementara itu, Luna Maya selaku Pembina Yayasan Luna Maya Nawasena mengatakan, “Melalui Kolaborasi Yayasan Luna Maya Nawasena dengan The Palace ini, kami ingin hadir untuk membantusaudara-saudara kita yang terdampak banjir di Pidie Jaya, Aceh.

Kami membagikan kebutuhan harian untuk warga korvan bencana, seperti sembako hingga perlengkapan sekolah sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat Aceh yang belum pulih sepenuhnya.

Harapannya, masyarakat yang terdampak, khususnya anak-anak bisa kembali bersemangat menjalani aktivitas dan kembali menempuh pendidikan yang sempat terhenti karena bencana.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan menjadi pengingat bahwa kita selalu bisa saling menguatkan di tengah situasi sulit,”

Andien Aisyah, musisi dan Teman Spesial dari The Palace yang turut berkolaborasi dalam aksi sosial The Palace bersama Yayasan Luna Maya Nawasena, juga turut memberikan opininya, “Aku merasa bangga bisa terlibat dalam aksi sosial ini. Dari dulu, aku selalu merasa berjodoh dengan The Palace Jeweler hingga menjadi teman spesialnya”.

The Palace Jeweler memiliki visi, nilai-nilai yang jelas, termasuk nilai kepedulian sosial yang juga merupakan interest-ku. Kebetulan aku juga cukup aktif dalam berbagai kegiatan sosial, sehingga ketika diajak berkolaborasi dalam aksi sosial bersama The Palace dan Yayasan Luna Maya Nawasena, aku langsung setuju. Aku berharap, The Palace juga akan lebih sering lagi menghadirkan kegiatan sosial seperti ini bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh maupun daerah-daerah lainnya.”

Central Mega Kencana (CMK) Pertegas Good Governance sebagai Fondasi Utama Bisnis Perhiasan Berintegritas Central Mega Kencana (CMK), grup perhiasan terkemuka di Indonesia yang menaungi MONDIAL, Frank & co., dan The Palace Jeweler, menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip Good Governance secara konsisten dan menyeluruh di seluruh ekosistem bisnisnya, atau taat dan patuh pada peraturan pemerintah, tutupnya. (**)

Bank Aceh Syariah Siap Naikkan Level UMKM Aceh

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Kolaborasi Digital Bank Aceh Syariah Pos Saku siap naikkan level UMKM Aceh ,PT Bank Aceh Syariah saat ini resmi menjalin kerjasama strategis dengan pihak PT Pos Saku mitra usaha dalam upaya memperkuat digitalisasi UMKM melalui integrasi layanan keuangan dan teknologi point of sele.

Melalui kerjasama ini merchant PT Bank Aceh Syariah akan mendapatkan akses ke aplikasi pos dari posSaku yang terintegrasi langsung dengan sistem pembayaran Qris Bank Aceh.

Kolaborasi ini bukan hanya kerjasama biasa melainkan langkah konkret dalam membangun ekosistem usaha yang lebih moderen terintegrasi serta siap menghadapi tantangan ekonomi digital, sistem ini diharapkan mampu menggantikan proses manual yang selama ini menjadi kendala utama UMKM dalam perkembangan kerjasama Ini juga mencakup program pemasaran bersama edukasi merchant serta skema harga khusus bagi pelaku usaha yang tergabung dalam ekosistem Bank Aceh dan proses on boarding merchant dirancang dengan cepat dan praktis dengan target verifikasi  dan aktifitas layanan maksimal dalam tiga hari kerja UMKM saat ini tidak cukup hanya jalan namun harus bisa lari dengan mengikuti perkembangan zaman.

Kolaborasi ini kami hadirkan supaya pelaku usaha diaceh bisa langsung adaptif dengan sistem digital Tampa harus ribet mulai dari nol, kata Direktur dana dan jasa Bank Aceh syariah Hendra Supardi , direktur pengembangan produk dan ekosistem PosDaku Muharril Hasbi mengatakan bahwa kerjasama ini menjadi momentum penting dalam memperluas dampak digitalisasi UMKM.

Kami percaya ketika sistem pembayaran dan pencacatan usaha sudah terintegrasi pelaku UMKM bisa lebih   fokus ke hal yang lebih penting mengembangkan usaha bisnis mereka sisanya biar sistem yang membantu kerja ,melalui kolaborasi  Bank Aceh dan Pos Saku menargetkan terciptanya ekosistem UMKM yang lebih tertip administrasinya transparan dan berbasis data tidak hanya itu integrasi Qris sebagai metode pembayaran utama.

Juga diharapkan dapat meningkatkan inklusi kenangan di Aceh.  Kedepan kedua pihak membuka peluang untuk pengembangan kerja sama yang lebih luas termasuk inovasi layanan dan program pendampingan berkelanjutan bagi UMKM.

Dengan semangat kolaborasi .digitalisasi bukan bukan lagi sekedar wacana namun menjadi langkah nyata menuju UMKM Aceh yang lebih bagus dan kompetitif dan berdaya saing tinggi.(lem)

Pendampingan Babinsa Koramil 02/Sukakarya Bantu Petani Tingkatkan Semangat Bertani Modern Melalui Hidroponik

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Sebagai bentuk kepedulian terhadap ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat, Babinsa 03 Gampong Paya Seunara Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Serka Basuki, melaksanakan pendampingan kepada petani hidroponik di Jurong Masjid, Gampong Paya Seunara, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, Sabtu (16/05/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Serka Basuki turun langsung melihat proses budidaya sayuran selada dengan sistem hidroponik yang dikelola warga binaan. Kehadiran Babinsa tidak hanya sebagai pendamping, namun juga memberikan semangat dan motivasi kepada petani agar terus giat memanfaatkan lahan yang tersedia menjadi lahan produktif.

Menurutnya, budidaya hidroponik memiliki potensi yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga. Selain mudah dikembangkan, tanaman selada juga memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan di pasaran.

“Melalui pendampingan ini diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam sayuran yang bermanfaat dan bernilai ekonomis,” ujar Serka Basuki di sela kegiatan.

Kegiatan pendampingan yang dilakukan Babinsa tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD melalui aparat kewilayahan dalam mendukung program ketahanan pangan serta mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah binaan.(man)

LUAR BIASA..!! Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

0

Fadhil Ilyas, Direktur Utama Bank Aceh

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH — PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional dengan masuk dalam daftar World’s Best Banks 2026 yang dirilis oleh Forbes pada 8 April 2026 bekerja sama dengan lembaga riset global Statista. Pengakuan tersebut menempatkan Bank Aceh sebagai salah satu bank terbaik di Indonesia berdasarkan penilaian langsung dari nasabah.

Dalam daftar tersebut, Bank Aceh menjadi salah satu dari 18 bank Indonesia yang berhasil masuk kategori World’s Best Banks 2026. Berdasarkan pemeringkatan bank Indonesia dalam daftar Forbes tersebut, Bank Aceh berada pada urutan ke-11 nasional.

Selain itu, Bank Aceh juga menjadi satu dari hanya tiga Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional tersebut bersama Bank Nagari dan Bank Sumut.

Penilaian dilakukan melalui survei independen terhadap lebih dari 54 ribu responden di 34 negara dan 17 bahasa.

Aspek yang dinilai meliputi tingkat kepercayaan nasabah, kualitas layanan digital, pelayanan kepada nasabah, kemudahan akses layanan, hingga kualitas rekomendasi dan solusi keuangan yang diberikan oleh bank.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat dan dukungan seluruh stakeholder terhadap transformasi dan peningkatan layanan yang terus dilakukan oleh Bank Aceh.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat transformasi digital, dan menghadirkan layanan perbankan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa bank daerah juga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional melalui inovasi dan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan nasabah. (*)

Popular Posts

My Favorites

Gubernur Aceh Kukuhkan Nanang Agus Susistrino sebagai Kepala Perwakilan BPKP Aceh

0
BANDA ACEH, MEDIANAD.COM-Kepala BPKP perwakilan Aceh yang baru Nanang Agus Sutrisno dikukuhkan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf,direction pendopo Gubernur Aceh, Jumat (14/11/2025). Mualem mengucapkan selamat...