Ekonomi

Beranda Ekonomi
Berita Ekonomi

Gadeng Yayasan Nawasena Luna Maya dan Andien, The Palace Jeweler Gelar Aksi Sosial di Pidie Jaya Aceh

0

The Palace Jeweler gelar aksi Sosial di Sekolah Tenda MIN 5 Pidie Jaya, serta bantuan sosial yang digelar minggu lalu itu, juga dalam upaya pemulihan pasca bencana banjir dimaksud, sekaligus peserta aksi sosial the palace juga turun ke Gampong Blang Cut untuk menyalurkan bantuan di Kabupaten yang sama, Kecamatan Meurah Dua. (foto/ist)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Sebagai wahana menggaungkan kembali kepedulian kepada masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada bulan November 2025, _THE PALACE JEWELER_ yang juga salah satu “GERAI” emas dan merek perhiasan profesional dibawah naungan Central Mega Kencana (CMK).

Berkolaborasi dengan Yayasan Nawasena Luna Maya dan Andien gelar aksi sosial di salah Kabupaten di Aceh yang terparah terjadi musibah banjir tahun 2025, yakni Pidie Jaya (Pijay) Aceh.

Bu

Kegiatan dalam bentuk aksi sosial tersebut dilaksanakan, tanggal 15 Mai 2026 minggu lalu, yang juga turun langsung ke tengah-tengah warga yang sedang dalam pemulihan akibat musibah.

Membuktikan, The Palace Jeweler/CMK and “The National Jeweler” berkomitmen kuat dalam mendekatkan perjalanannya dengan selutuh elemen masyarakat’.

Yang juga aksi sosial di Pijay, salah satu dampak positif dan lebih luas dari pembukaan gerai ke-86 di Plaza Aceh dengan menggelar aksi sosial ke masyarakat Aceh yang terdampak bencana banjir bandang beberapa waktu lalu, yakni tepatnya di Kabupaten Pidie Jaya.

Serta melalui campaign, “EveryShineMatters, The Palace menyebarkan kebaikan sekaligus menemani, membantu, serta menumbuhkan kekuatan baru bagi masyarakat di Pidie Jaya”.

Yang juga dalam aksi sosial ini tersebut, The Palace mendonasikan berbagai keperluan sehari-hari kepada masyarakat di Pidie Jaya serta berkolaborasi dengan Yayasan Luna Maya Nawasena dan Andien. Ujar Brand Manager The Palace Jeweler, lewat siaran Pers yang diterima awak Media, Kamis (21/05/2026) sore.

Sembari menjelaskan, terdapat 2 lokasi di Pidie Jaya yang dikunjungi dalam aksi sosial The Palace bersama Yayasan  Luna Maya Nawasena dan Andien, masing-masing di sarana pendidikan Madrasah Ibtidaiyah 5 Pijay, yang juga MIN Sekolah ini terdampak banjir sehingga kegiatan belajar mengajar para siswa di sini harus dilakukan di tenda darurat. Sedangkan lokasi kedua adalah Desa (Gampong) Blang Cut yang merupakan salah satu desa yang terdampak banjir cukup parah di wilayah Pidie Jaya.

Sementara itu, Yayasan Luna Maya Nawasena dipilih The Palace untuk berkolaborasi dalam aksi sosial, mengingat sudah dikenal banyak berkontribusi pada pengembangan pendidikan dan lingkungan Indonesia, “dengan semangat menciptakan masa depan yang lebih cerah, Yayasan Luna Maya Nawasena menghadirkan berbagai inisiatif yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Sedangkan Andien merupakan “Teman Spesial” dari The Palace sehingga kehadirannya pada aksi  sosial ini akan terasa lebih personal, bukan hanya sekadar kolaborasi, ujarnya..

Andien juga dikenal sebagai sosok yang peduli dengan isu sosial dan aktif pada berbagai kegiatan sosial, tambah Winny Melita selaku Brand Manager The Palace.

Yang juga menjelaskan, “Dalam rangka pembukaan gerai ke-86 kami di Plaza Aceh, The Palace ingin menunjukkan kepedulian dan kontribusi sosial yang nyata bagi masyarakat Aceh”.

Karena itu, The Palace Jeweler berkolaborasi dengan Yayasan Luna Maya Nawasena dan Andien untuk kembali menyalurkan bantuanbkepada masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang, terutama di daerah Pijay.

Serta, kami percaya. “Selain menghadirkan kebahagiaan lewat koleksi perhiasan yang kami tawarkan, tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang membutuhkan juga tidak kalah penting”.

Dan melihat, meski bencana banjir bandang ini sudah terjadi hampir setahun, _faktanya masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan_ Lewat campaign #EveryShineMatters, The Palace ingin menghadirkan makna di balik setiap kilau, dengan berkontribusi langsung bagi warga yang membutuhkan, pintanya.

Sementara itu, Luna Maya selaku Pembina Yayasan Luna Maya Nawasena mengatakan, “Melalui Kolaborasi Yayasan Luna Maya Nawasena dengan The Palace ini, kami ingin hadir untuk membantusaudara-saudara kita yang terdampak banjir di Pidie Jaya, Aceh.

Kami membagikan kebutuhan harian untuk warga korvan bencana, seperti sembako hingga perlengkapan sekolah sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat Aceh yang belum pulih sepenuhnya.

Harapannya, masyarakat yang terdampak, khususnya anak-anak bisa kembali bersemangat menjalani aktivitas dan kembali menempuh pendidikan yang sempat terhenti karena bencana.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan menjadi pengingat bahwa kita selalu bisa saling menguatkan di tengah situasi sulit,”

Andien Aisyah, musisi dan Teman Spesial dari The Palace yang turut berkolaborasi dalam aksi sosial The Palace bersama Yayasan Luna Maya Nawasena, juga turut memberikan opininya, “Aku merasa bangga bisa terlibat dalam aksi sosial ini. Dari dulu, aku selalu merasa berjodoh dengan The Palace Jeweler hingga menjadi teman spesialnya”.

The Palace Jeweler memiliki visi, nilai-nilai yang jelas, termasuk nilai kepedulian sosial yang juga merupakan interest-ku. Kebetulan aku juga cukup aktif dalam berbagai kegiatan sosial, sehingga ketika diajak berkolaborasi dalam aksi sosial bersama The Palace dan Yayasan Luna Maya Nawasena, aku langsung setuju. Aku berharap, The Palace juga akan lebih sering lagi menghadirkan kegiatan sosial seperti ini bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh maupun daerah-daerah lainnya.”

Central Mega Kencana (CMK) Pertegas Good Governance sebagai Fondasi Utama Bisnis Perhiasan Berintegritas Central Mega Kencana (CMK), grup perhiasan terkemuka di Indonesia yang menaungi MONDIAL, Frank & co., dan The Palace Jeweler, menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip Good Governance secara konsisten dan menyeluruh di seluruh ekosistem bisnisnya, atau taat dan patuh pada peraturan pemerintah, tutupnya. (**)

Bank Aceh Syariah Siap Naikkan Level UMKM Aceh

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Kolaborasi Digital Bank Aceh Syariah Pos Saku siap naikkan level UMKM Aceh ,PT Bank Aceh Syariah saat ini resmi menjalin kerjasama strategis dengan pihak PT Pos Saku mitra usaha dalam upaya memperkuat digitalisasi UMKM melalui integrasi layanan keuangan dan teknologi point of sele.

Melalui kerjasama ini merchant PT Bank Aceh Syariah akan mendapatkan akses ke aplikasi pos dari posSaku yang terintegrasi langsung dengan sistem pembayaran Qris Bank Aceh.

Kolaborasi ini bukan hanya kerjasama biasa melainkan langkah konkret dalam membangun ekosistem usaha yang lebih moderen terintegrasi serta siap menghadapi tantangan ekonomi digital, sistem ini diharapkan mampu menggantikan proses manual yang selama ini menjadi kendala utama UMKM dalam perkembangan kerjasama Ini juga mencakup program pemasaran bersama edukasi merchant serta skema harga khusus bagi pelaku usaha yang tergabung dalam ekosistem Bank Aceh dan proses on boarding merchant dirancang dengan cepat dan praktis dengan target verifikasi  dan aktifitas layanan maksimal dalam tiga hari kerja UMKM saat ini tidak cukup hanya jalan namun harus bisa lari dengan mengikuti perkembangan zaman.

Kolaborasi ini kami hadirkan supaya pelaku usaha diaceh bisa langsung adaptif dengan sistem digital Tampa harus ribet mulai dari nol, kata Direktur dana dan jasa Bank Aceh syariah Hendra Supardi , direktur pengembangan produk dan ekosistem PosDaku Muharril Hasbi mengatakan bahwa kerjasama ini menjadi momentum penting dalam memperluas dampak digitalisasi UMKM.

Kami percaya ketika sistem pembayaran dan pencacatan usaha sudah terintegrasi pelaku UMKM bisa lebih   fokus ke hal yang lebih penting mengembangkan usaha bisnis mereka sisanya biar sistem yang membantu kerja ,melalui kolaborasi  Bank Aceh dan Pos Saku menargetkan terciptanya ekosistem UMKM yang lebih tertip administrasinya transparan dan berbasis data tidak hanya itu integrasi Qris sebagai metode pembayaran utama.

Juga diharapkan dapat meningkatkan inklusi kenangan di Aceh.  Kedepan kedua pihak membuka peluang untuk pengembangan kerja sama yang lebih luas termasuk inovasi layanan dan program pendampingan berkelanjutan bagi UMKM.

Dengan semangat kolaborasi .digitalisasi bukan bukan lagi sekedar wacana namun menjadi langkah nyata menuju UMKM Aceh yang lebih bagus dan kompetitif dan berdaya saing tinggi.(lem)

Pendampingan Babinsa Koramil 02/Sukakarya Bantu Petani Tingkatkan Semangat Bertani Modern Melalui Hidroponik

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Sebagai bentuk kepedulian terhadap ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat, Babinsa 03 Gampong Paya Seunara Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Serka Basuki, melaksanakan pendampingan kepada petani hidroponik di Jurong Masjid, Gampong Paya Seunara, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, Sabtu (16/05/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Serka Basuki turun langsung melihat proses budidaya sayuran selada dengan sistem hidroponik yang dikelola warga binaan. Kehadiran Babinsa tidak hanya sebagai pendamping, namun juga memberikan semangat dan motivasi kepada petani agar terus giat memanfaatkan lahan yang tersedia menjadi lahan produktif.

Menurutnya, budidaya hidroponik memiliki potensi yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga. Selain mudah dikembangkan, tanaman selada juga memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan di pasaran.

“Melalui pendampingan ini diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam sayuran yang bermanfaat dan bernilai ekonomis,” ujar Serka Basuki di sela kegiatan.

Kegiatan pendampingan yang dilakukan Babinsa tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD melalui aparat kewilayahan dalam mendukung program ketahanan pangan serta mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah binaan.(man)

LUAR BIASA..!! Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

0

Fadhil Ilyas, Direktur Utama Bank Aceh

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH — PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional dengan masuk dalam daftar World’s Best Banks 2026 yang dirilis oleh Forbes pada 8 April 2026 bekerja sama dengan lembaga riset global Statista. Pengakuan tersebut menempatkan Bank Aceh sebagai salah satu bank terbaik di Indonesia berdasarkan penilaian langsung dari nasabah.

Dalam daftar tersebut, Bank Aceh menjadi salah satu dari 18 bank Indonesia yang berhasil masuk kategori World’s Best Banks 2026. Berdasarkan pemeringkatan bank Indonesia dalam daftar Forbes tersebut, Bank Aceh berada pada urutan ke-11 nasional.

Selain itu, Bank Aceh juga menjadi satu dari hanya tiga Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional tersebut bersama Bank Nagari dan Bank Sumut.

Penilaian dilakukan melalui survei independen terhadap lebih dari 54 ribu responden di 34 negara dan 17 bahasa.

Aspek yang dinilai meliputi tingkat kepercayaan nasabah, kualitas layanan digital, pelayanan kepada nasabah, kemudahan akses layanan, hingga kualitas rekomendasi dan solusi keuangan yang diberikan oleh bank.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat dan dukungan seluruh stakeholder terhadap transformasi dan peningkatan layanan yang terus dilakukan oleh Bank Aceh.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat transformasi digital, dan menghadirkan layanan perbankan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa bank daerah juga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional melalui inovasi dan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan nasabah. (*)

Puluhan Dosen UBBG Ikut Workshop Penyusunan Proposal Dana Indonesia Raya, Siap Promosikan Budaya di Aceh

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menggelar Workshop Penyusunan Proposal Program Dana Indonesia Raya Tahun 2026 via daring, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat antusias tinggi dari para dosen.

Dalam sambutannya, Rektor UBBG Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang digagas LPPM ini. Beliau berharap kepada dosen agar dapat memanfaatkan kegiatan ini sehingga nantinya bisa banyak yang lolos Program Dana Indonesia Raya, sebuah program yang berdampak besar terhadap pemajuan khazanah budaya, khususnya budaya yang ada di Provinsi Aceh.

Beliau mendorong para dosen untuk aktif mengikuti program hibah sebagai upaya meningkatkan jenjang karier dosen dan mutu kampus.

“Dosen UBBG sudah sering lolos hibah Kemdiktisaintek dengan berbagai skema. Namun, untuk Dana Indonesia Raya yang digagas Kementerian Kebudayaan masih baru sehingga perlu banyak bimbingan dari pakar yakni Pak Muzakkir, S.Pd., MEd. Ph.D. Terima kasih kepada pemateri dan tim LPPM,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPPM UBBG, Dr. Muhammad Iqbal, M.A., menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam menyusun proposal yang berkualitas dan sesuai dengan ketentuan program hibah. Ia berharap melalui kegiatan ini semakin banyak dosen UBBG yang mampu menghasilkan proposal inovatif yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian dan pengembangan budaya Aceh.

Pemateri workshop, Muzakkir, S.Pd., M.Ed.,Ph.D menjelaskan secara rinci mengenai tahapan dan proses pengajuan hibah, mulai dari penyusunan proposal, persyaratan administrasi, hingga strategi agar proposal dapat lolos seleksi. Penjelasan yang disampaikan membantu peserta memahami mekanisme hibah dengan lebih baik.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Workshop ini diharapkan mampu meningkatkan semangat dosen dalam menghasilkan proposal penelitian yang berkualitas dan kompetitif.

“Ada berapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat proposal Dana Indonesia Raya yakni budaya, latar belakang pelaku seni, dan konsep harus seusai dengan kategori,”ujarnya.(*/kal)

Perjanjian Kerja Sama, Bank Aceh Syariah dan PT Taspen (Persero) Perkuat Sinergi Layanan Pembayaran Pensiun

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH — PT Bank Aceh Syariah bersama PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Banda Aceh resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait layanan pembayaran Tabungan Hari Tua, Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian melalui rekening bank.

Penandatanganan ini berlangsung l di Gedung Action Center Bank Aceh, pada, Selasa (5/5/2026), dan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kepada para peserta Taspen, khususnya para pensiunan di Provinsi Aceh.

Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, M. Hendra Supardi, dan Branch Manager PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Banda Aceh, Junaizar, serta disaksikan oleh jajaran manajemen kedua belah pihak.

Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, M. Hendra Supardi, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Bank Aceh dalam memberikan layanan terbaik kepada para pensiunan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

“Bank Aceh Syariah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada para pensiunan. Hingga Mei 2026, kami telah dipercaya mengelola dana pensiun sebesar Rp156,5 miliar yang disalurkan kepada lebih dari 45 ribu pensiunan melalui 185 unit kerja di berbagai wilayah,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini Bank Aceh telah melayani lebih dari 50 persen total pembayaran pensiunan di Provinsi Aceh.

“Ini merupakan amanah besar yang terus kami jaga dengan meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan. Kami juga telah mengoptimalkan jaringan layanan melalui 4 Kantor Cabang Koordinator untuk memastikan proses penyaluran berjalan lancar, cepat, dan tepat sasaran,” tambahnya.

M. Hendra Supardi juga menyampaikan bahwa kualitas layanan Bank Aceh telah mendapatkan predikat “Sangat Baik” pada evaluasi tahun 2025 dan akan terus ditingkatkan, termasuk memperkuat sinergi dengan PT Taspen dalam kegiatan sosialisasi Batas Usia Pensiun (BUP) di seluruh wilayah Aceh.

Sementara itu, Branch Manager PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Banda Aceh, Junaizar, menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada peserta Taspen.

“Kami mengapresiasi komitmen Bank Aceh Syariah dalam mendukung layanan pembayaran manfaat Taspen. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi para peserta, khususnya para pensiunan dalam menerima haknya,” ujarnya.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap layanan kepada peserta semakin optimal dan dapat menjangkau seluruh wilayah dengan lebih efektif. Semoga kerja sama ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kedua belah pihak serta seluruh peserta Taspen,” tutup Junaizar.

Melalui kerja sama ini, Bank Aceh Syariah dan PT Taspen (Persero) berkomitmen untuk terus memperkuat layanan keuangan yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya para pensiunan di Aceh. (*)

UBBG Kembali Kukuhkan Dua Guru Besar, Rektor: Ini Hadiah Terindah Milad ke-5

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Masih dalam suasana momentum Milad ke-5, UBBG kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam hal peningkatan mutu Sumber Daya Manusia. Kali ini kampus UBBG kembali mengukuhkan dua guru besar di bidang pendidikan yakni Prof. Dr. Rita Novita, M.Pd. (Bidang Ilmu Pendidikan Matematika) dan Prof. Dr. Sariakin, M.Pd. (Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan). Kegiatan pengukuhan berlangsung di Plenary Hall kampus setempat, Senin (4/5/2026).

Pada pengukuhan tersebut hadir juga guru besar dari berbagai perguruan tinggi Indonesia yakni Prof. Dr. Rully Charitas Indra Prahmana, S.Si., M.Pd. (Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan), Prof. Dr. Abdul Hamid K., M.Pd. (Guru Besar Universitas Negeri Medan), dan Prof. Dr. Rahmah Johar, M.Pd. (Universitas Syiah Kuala).

Rektor UBBG Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Rita Novita, M.Pd. dan Prof. Dr. Sariakin, M. Pd. Beliau menyatakan sangat bersyukur karena pada momentum Milad ke-5, UBBG kembali mendapatkan hadiah terindah yakni bertambahnya dua guru besar.

Rektor berharap, pengukuhan guru besar ini bukan seremonial semata, tetapi ini sebagai bentuk dedikasi insan akademis dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Ini adalah bentuk pengukuhan nilai akademisi yang memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi bangsa, negara, dan masyarakat.

“Semoga akan banyak lahir guru besar di UBBG sehingga akan tercapai visi UBBG sebagai perguruan tinggi yang unggul, mandiri, dan religius menjunjung tinggi nilai religius dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai budaya di kawasan Asia Tenggara tahun 2035, “ujarnya. Beliau juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran guru besar dari berbagai perguruan tinggi Indonesia, Kepala LL Dikti Wilayah XIII Aceh, seluruh tamu undangan, dan panitia yang telah menyiapkan kegiatan ini dengan baik.

Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Getsempena Ir. H. Hidayatullah Daud, M.T. juga menyampaikan selamat dan sukses atas pengukuhan guru besar Prof. Dr. Rita Novita, M.Pd. dan Prof. Dr. Sariakin, M. Pd., Beliau sangat berterima kasih kepada kedua guru besar baru UBBG apalagi Prof. Dr. Rita Novita, M.Pd. diangkat menjadi Guru Besar diusia 38 tahun, merupakan salah satu guru besar termuda di Aceh.

Ini bisa memotivasi dosen lain untuk terus meningkatkan diri kejenjang jabatan fungsional tertinggi. Yayasan terus mendorong dosen untuk menjadi guu besar. Visi ke depan semua dosen UBBG harus menjadi guru besar.

Guru besar merupakan pegiat intelektual yang tidak hanya produktif dan inovatif namun juga pribadi yang mampu menjunjung tinggi nilai moral. Salah satunya adalah bersikap jujur dalam berkarya dan tidak melakukan tindakan manipulatif.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T. dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada kampus UBBG yang telah bertambah guru besar. Semoga UBBG dan seluruh PTS di Aceh terus berkembang dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia. (kal)

 

LLDikti Wilayah XIII Aceh akan terus mendorong dosen PTS untuk meningkatkan jenjang karier dan melanjutkan studi. Alhamdulillah 50 prosen gurubesar di PTS Aceh sekarang berada di UBBG, ini sebuah prestasi yang patut kita apresiasi.

 

Prof. Dr. Sariakin, M. Pd., menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul “Membangun Komitmen Organisasi Dosen: Sinergi Budaya Organisasi, Kepemimpinan Transformasional, dan Komunikasi Vertikal dalam Meningkatkan Kepuasan Kerja”.

 

Dalam orasinya, beliau menyatakan bahwa perguruan tinggi yang unggul, bukan hanya dibangun oleh gedung megah, teknologi canggih, atau regulasi yang kompleks, tetapi oleh manusia-manusia akademik yang memiliki komitmen kuat terhadap institusinya.

 

Prof. Dr. Rita Novita, M.Pd. menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Metapedadidaktik dalam Pembelajaran Matematika: Membangun Kesadaran Reflektif Calon Guru pada Konsep Bilangan Rasial”.

 

Dalam orasinya, beliau menyatakan bahwa Metapedadidaktik merupakan salah satu pendekatan yang secara konseptual kuat dan secara empiris terbukti mampu memberikan solusi terhadap permasalahan mendasar dalam pembelajaran Matematika, khususnya pada konsep bilangan.

 

Kedua guru besar tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada LLDikti Wilayah XII Aceh, Yayasan Pendidikan Getsempena, Rektor dan Civitas Akademika UBBG, keluarga tercinta, dan seluruh pihak yang telah memberikan bimbingan, motivasi, dan dorongan hingga tiba pada pencapaian ini. Kal

KU di UIN STS Jambi, Guru Besar UIN Ar-Raniry Prof Syahrizal Abbas Tekankan Kontribusi Doktor Ilmu Syariah dalam Penguatan SHN

0

Ketua Program Studi Doktor (S3) Fiqh Modern Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh Prof Syahrizal Abbas (baju hitam) sampaikan materi dalam Kuliah Umum (KU) di Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Senin (4/5) 2026, serta dalam kunjungan tersebut ditandatangani “Memorandum of Agreement (MoA) sebagai bentuk penguatan Tridharma dua Perguruan Tinggi tersebut secara berkesinambungan. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Ketua Prodi S3 Fiqh Modern UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Prof Dr Syahrizal Abbas, MA tekankan kontribusi Doktor Ilmu Syariah dalam Penguatan Sistem Hukum Nasional (SHN) secara menyeluruh.

Hal tersebut disampaikan Prof Syahrizal saat menjadi narasumber dan Kuliah Umum (KU) di Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Provinsi Jambi, Senin (4/5/2026), yang juga Guru Besar (GB) UIN Ar-Raniry tersebut menyampaikan kuliah umum tentang _Kontribusi Hukum Syariah terhadap Hukum Nasional_

Selain itu, kunjungan Prof. Syahrizal ke Pascasarjana STS Jambi sehari penuh dimaksud juga didampingi Sekretaris Prodi, Dr. Syarifah Rahmatillah, MH dan secara umum merupakan bagian dari kunjungan akademik dalam rangka penguatan kolaborasi kelembagaan antara kedua Perguruan Tinggi (PT).

Serta lebih jauh, kunjungan dimaksud dilaksanakan dalam rangka peningkatan kualitas akademik, perluasan wawasan civitas akademika, serta penguatan benchmarking kelembagaan antara kedua perguruan tinggi Islam negeri.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ini menjadi forum strategis untuk memperkuat jejaring akademik dan pengembangan kelembagaan pendidikan doktoral di bidang ilmu syariah.

Disisi lain Prof Syahrizal dalam kuliah umumnya dihadapan mahasiswa program Doktor Ilmu Syariah UIN STS, serta para ketua dan sekretaris program studi, serta sivitas akademika Pascasarjana Kampus Jambi itu Menegaskan bahwa, posisi Program Doktor Ilmu Syariah, termasuk Program Studi S3 Fiqh Modern yang dikembangkan di Aceh, memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam melahirkan gagasan-gagasan akademik bagi pemerintah, khususnya dalam mendukung implementasi kebijakan publik yang bernuansa keislaman.

Jelas Guru Besar yang pernah menjabat Kadis Syariat Islam Aceh ini, Prof Syahrizal menambahkan bahwa, “konteks Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan syariat Islam menjadikan pengembangan kajian fiqh modern sangat relevan, terutama dalam mendukung implementasi kebijakan pada berbagai sektor pemerintahan, mulai dari ekonomi, politik, pendidikan, hingga bidang hukum melalui keberadaan qanun dan hukum jinayat”.

Ilmu syariah bukan sekadar disiplin normatif, melainkan ilmu yang harus terus tumbuh secara dinamis untuk memberi kontribusi nyata terhadap pembentukan dan penguatan sistem hukum nasional, pintanya.

Menurut Prof. Syahrizal, kontribusi hukum Islam dalam pembentukan hukum nasional memiliki landasan konstitusional yang kuat sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang memberikan ruang bagi negara untuk memfasilitasi kehidupan beragama secara proporsional dalam kerangka kebangsaan, termasuk dalam bidang syariah.

Ia menekankan bahwa ketika prinsip-prinsip syariah telah menjadi bagian dari sistem hukum nasional, maka perguruan tinggi—khususnya program doktoral di bidang ilmu syariah—memiliki tanggung jawab besar untuk mengisinya dengan kajian akademik yang serius, kritis, dan solutif.

“Program doktoral ilmu syariah harus mampu menjadi pusat produksi gagasan yang responsif terhadap perkembangan hukum kontemporer, sekaligus mendukung penguatan kelembagaan pemerintah dalam mengimplementasikan aspek-aspek keislaman secara substantif,” tukasnya. (non/**)

Popular Posts

My Favorites

Berlangsung di Jakarta, 1-10 November, ‘Gubernur Lepas Atlet POPNAS dan PEPAPERNAS...

0
MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Muhammad Diwarsyah, M.Si lepas atlet Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS)...