Politik

Beranda Politik
Berita Politik

DPD Partai NasDem Kota Sabang Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

0

MEDIANAD.COM, SABANG- Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan sesama. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Sabang menggelar kegiatan buka puasa bersama serta santunan kepada anak yatim, yang berlangsung di kawasan Taman Burung Coffe Sabang, jalan rajawali kuta ateuh Kc. Sukakarya Sabang, Sabtu (07/03).

Kegiatan penuh kehangatan tersebut dihadiri jajaran pengurus dan kader Partai NasDem Kota Sabang, tokoh masyarakat, serta puluhan anak yatim yang berasal dari berbagai gampong di Kota Sabang.

Dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah, para anak yatim menerima santunan sebagai bentuk kepedulian sosial dari Partai NasDem kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Ketua panitia kegiatan,Shoumil Hadi, Menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda dilaksanakan Di bulan suci Ramadhan sebagai wujud kepedulian sosial dan komitmen Partai NasDem dalam membangun kebersamaan dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim ini, kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan penuh rahmat ini serta memperkuat hubungan silaturahmi antara kader partai dan masyarakat,” ujarnya.

Selain penyerahan santunan, kegiatan juga diisi dengan tausiah singkat yang memberikan pesan-pesan keagamaan tentang pentingnya berbagi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim.

40 Orang anak yatim yang hadir tampak bahagia menerima perhatian dan bantuan yang diberikan. Momentum tersebut menjadi salah satu bentuk nyata semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Sabang.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta buka puasa bersama dalam suasana kekeluargaan yang penuh kehangatan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di Kota Sabang, sehingga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong semakin kuat di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Tahun 2026 M.(man)2

Aminullah Usman Kembali Pimpin DPD PAN Banda Aceh

0

Ketua DPD PAN Banda Aceh, periode 2026-2031, H Aminullah Usman (tengah) dan Sekretaris, Aulia Afridzal, serta Yusnimar sebagai bendahara. (foto/kiriman panitia Rakor DPW PAN)

MEDIANAD. COM: Ketua umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan alias Zulhas menetapkan 19 ketua DPD PAN se Aceh, yang juga banyak diisi wajah baru, namun dari beberapa ketua DPD tetap diisi wajah lama, termasuk ketua DPD Kota Bada Aceh tetap dipimpin oleh sosok politisi sarat pengalaman, H Aminullah Usman, SE,Ak,MM sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) PAN Kota tersebut untuk periode 2026-2031.

Penetapan Walikota Banda Aceh medio 2017-2022 tersebut bersamaan dengan 18 ketua DPD
lainnya, yang diumumkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) DPW PAN Aceh, di aula kantor Partai tersebut, Lueng Bata, Banda Aceh, Minggu (15/02) 2026, serta untuk menopang program kerja dan sesuai AD/ART Partai, Aminullah dibantu Aulia Afridzal sebagai Sekretaris Yusnimar (Bedum) dan susunan pengurus lengkap lainnya tentu akan diumumkan selanjutnya oleh ketua DPD.

Penunjukan kembali Aminullah Usman sebagai Ketua DPD PAN Banda Aceh oleh DPP, dinilai mantan Dirut Bank Aceh itu, dimana salah satunya telah mampu memperkuat basis partai hingga ketingkat ranting di gampong-gampong.

Serta secara umum, ketua DPP Zulhas dalam sambutannya mengatakan, Ketua DPD kedepan digarapkan untuk bergerak cepat dalam rangka merebut dan memperbesar kepercayaan para simpatisan demi kemajuan partai juga pentingnya gerak cepat dan melengkapi kepengurusan
hingga ketingkat bawah (DPC) serta anak ranting lainnya di desa-desa.

Pembenahan internal dan konsolidasi organisasi sebagai kunci untuk mencapai target pada tahun politik 2029 atau 2032.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Kota Banda Aceh H Aminullah Usman mengatakan, kita sudah sangat siap untuk melakukan konsolidasi total hingga ke tingkat ranting, di 9 Kecamatan dalam Kota Banda Aceh, mulai sekarang DPD PAN Banda Aceh langsung bekerja”.

Salah satunya peningkatan perolehan suara untuk kursi di DPRK Banda Aceh, dari 5 kursi sekarang dan pada Pemilu Legislatif kedepan, bisa bertambah satu atau dua kursi.
Tentu lewat kerja keras pengurus dan simpatisan partai, serta menyiapkan para kader potensial sebabagai Caleg DPRA tahun 2029 juga memperkuat basis suara untuk DPR RI dari DPD PAN Banda Aceh, pintanya.

Disisi lain, Ketua Harian DPW PAN Aceh Razami Dek Cut mengatakan bahwa, dari 23 kabupaten/ kota se Aceh sejumlah 19 daerah telah resmi memiliki kepengurusan baru, sedangkan empat kabupaten dan kota masih dalam tahap penyelesaia nadministrasi.

Menurut Dek Cutm pembetukan struktur itu merupakan langkah strategi untuk memperkuat efektifitas sekaligus meningkatkan peran PAN dalam pengabdian untuk masyarakat sebagai mana yang telah dibahas dalam Musda PAN di rumah PAN Aceh, jadi DPW PAN kedepan di Provonsi Aceh Insya ALLAH semakin solit, tutupnya. (ml)

SAPA Desak Gubernur Aceh Audit Pengelolaan Aset Masjid Raya Baiturrahman

0

Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) Fauzan Adami

MEDIANAD.COM: Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) mendesak Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf (Mualem) segera mengambil langkah tegas terkait pengelolaan aset wakaf Masjid Raya Baiturrahman yang saat ini berada di bawah Yayasan Baiturrahman Peduli Umat.

Ketua SAPA, Fauzan Adami, menyatakan hingga kini belum ada kejelasan mengenai izin resmi dari Pemerintah Aceh yang memberikan kewenangan kepada yayasan tersebut untuk mengelola aset milik masjid.

“Kami meminta seluruh aset wakaf yang dikelola yayasan diaudit terlebih dahulu. Setelah itu, pengelolaannya harus dikembalikan kepada pengelola resmi Masjid Raya Baiturrahman atau diserahkan kepada Baitul Mal Aceh agar lebih terbuka dan transparan,” kata Fauzan dalam rilisnya yang diterima media ini, Rabu (11/2/2026).

Menurut Fauzan, SAPA mencatat sejumlah kejanggalan terkait pendapatan dari aset yang dikelola yayasan. Salah satunya, satu unit toko di kawasan Peuniti yang pada periode 2023–2024 dilaporkan disewakan sebesar Rp12 juta per tahun.

“Berdasarkan harga pasaran, nilai sewa di lokasi tersebut bisa mencapai Rp20 juta atau lebih per tahun. Perbedaan ini perlu dijelaskan agar tidak terjadi potensi kebocoran pendapatan dari aset umat,” ujarnya.

Selain toko, SAPA juga meminta penelusuran terhadap aset lain seperti rumah, tanah, dan bangunan yang berada di bawah pengelolaan yayasan, guna memastikan seluruh potensi pendapatan wakaf dimaksimalkan untuk kepentingan umat.

SAPA turut menyoroti besarnya pengeluaran operasional yayasan. Berdasarkan data yang dihimpun organisasi tersebut, total pengeluaran pada 2023 tercatat sekitar Rp812 juta dan meningkat menjadi Rp893 juta pada 2024. Sementara beban program pada 2023 sebesar Rp42 juta dan naik menjadi Rp1,3 miliar pada 2024.

“Kami juga mencermati adanya biaya perjalanan dinas dan honor yang diduga berkaitan dengan pengurus yayasan dengan nilai mencapai puluhan juta rupiah setiap tahun. Publik perlu memperoleh penjelasan yang transparan mengenai penggunaan anggaran tersebut,” kata Fauzan.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh SAPA, kegiatan peringatan hari besar Islam (PHBI) serta gaji Imam Besar Masjid Raya dibiayai melalui UPTD dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

Operasional masjid didanai melalui skema BLUD, sedangkan biaya khatib, guru pengajian, dan gaji khadam bersumber dari sedekah yang dikelola langsung oleh pihak masjid.

“Artinya, kebutuhan dasar operasional masjid sudah memiliki sumber pendanaan yang jelas dan terpisah. Karena itu, pengelolaan aset oleh yayasan perlu dipastikan peruntukan pengeluarannya,” ujarnya.

Meski menyampaikan kritik, Fauzan menegaskan SAPA tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap pengurus yayasan, ujarnya, yang juga siaran pers ini sudah dirilis di online bandapos.com.

“Kami meyakini para pengurus memiliki integritas. Namun, hal itu perlu dibuktikan melalui keterbukaan data. Jika pengelolaan dilakukan secara amanah, tidak ada alasan untuk menolak transparansi,” katanya.

SAPA mendesak Pemerintah Aceh segera melakukan audit independen serta penelusuran menyeluruh terhadap aset dan pengelolaan keuangan yang berada di bawah Yayasan Baiturrahman Peduli Umat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Yayasan Baiturrahman Peduli Umat maupun Pemerintah Aceh terkait desakan tersebut.(**)

Aset Masjid Raya Baiturrahman Belum Diserahterimakan

0

MEDIANAD.COM- Sejumlah aset Masjid Raya Baiturrahman disebut belum sepenuhnya diserahterimakan kepada imum chik yang baru, meskipun pelantikan dan serah terima jabatan dari imum chik lama telah dilakukan pada 13 Agustus 2025 lalu.

Sumber internal Masjid Raya Baiturrahman Sabtu (17/1/2026) menyebutkan bahwa Pemerintah Aceh menginginkan pengelolaan dan pemanfaatan aset masjid dilakukan secara akuntabel dan transparan guna menghindari munculnya persepsi negatif di tengah umat.

Menurut sumber tersebut, berdasarkan laporan audit yang dilakukan auditor independen dari Kantor Akuntan Publik Suryadi dan M. Rizal Yahya, laporan keuangan periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 mencatat saldo sebesar Rp1.579.872.734. Kondisi ini, kata dia, menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak terkait penggunaan pendapatan yang berasal dari pengelolaan berbagai aset Masjid Raya Baiturrahman.

 

Ia menyebutkan, aset Masjid Raya Baiturrahman antara lain berupa 10 kapling tanah dengan total luas sekitar 58.000 meter persegi, 10 unit toko, 10 unit rumah, satu unit sekolah, serta Radio Baiturrahman.

Selain itu, sumber tersebut juga mempertanyakan keberadaan Yayasan Baiturrahman Peduli Umat, yang diketahui mengalami perubahan kepengurusan pada 18 Maret 2025.

Berdasarkan lampiran Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0000729.AH.01.05 Tahun 2025, yayasan tersebut didirikan oleh Prof. Dr. Azman Ismail, MA dan Thantawi Ishak, SH, MH.

Dalam dokumen tersebut tercantum nama-nama pembina yayasan, yakni Prof. Dr. Azman Ismail, MA selaku ketua, Drs. T. Setia Budi, serta Prof. Dr. Al Yasa Abubakar, MA.

Sementara itu, jajaran pengurus terdiri atas Drs. Hamdan Syamsuddin sebagai ketua, Dr. Badrul Munir, MA sebagai sekretaris, Naisaburi Ilyas sebagai wakil sekretaris, dan Dr. Hafas Furqani, M.Ec sebagai bendahara. Adapun pengawas yayasan diketuai oleh Idrus Hayat, SE, dengan anggota Junaidi, S.Sos, Teuku Zainul Arifin Panglima Polem, serta Drs. M. Jamil Ibrahim.

Hingga berita ini diturunkan, pihak imum chik lama maupun pengelola Masjid Raya Baiturrahman belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut.(**)

Akibat Ulah Tangan Manusia, Bencana Tak Terelakan 

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH –  Akibat ulah orang Kaya buka kebun sawit, tambang emas dgn menggarap, menghancurkan hutan Lindung, Allah menurunkan Tentaranya berupa air hujan.

Karena hanya dengan Kekuasaan Allah yang tidak mampu mereka lawan.

Rakyat jangan coba-coba melawan orang  kaya, pejabat negara menggunakan tangan besi, peluru menghalangi seruan.

Keserakahan para orang kaya, pejabat yang melawan hakikat hutan lindung inilah balasan alam yang pantas disebut peringatan Allah kapada manusia jangan kamu rusakkan hutan, gunung,sungai sebagai sumber Rezeki bagi makhluk termasuk manusia, Tulis H.Jamal T Muku.

Aceh Nanggroe Kasih Sayang Allah cuma Pemimpinnya, rakyatnya banyak Munafik dimulut Syariat Islam, Perilaku, Politik, kebijakan tdk berpedoman pada Ajaran Dinullah, ” Bersyukur lah kalian atas Nikmat yg KU BERIKAN nikmat akan KU tambah2, Tapi ingat bila kufur ‘azab KU Sangatlah Pedih ( QS Ibrahim ayat 7) pasti banyak yg bantah dialah musuh ALLAH SWT.

Syukur nikmat itu mudah dgn keimanan, tapi bagi manusia serakah, tidak ada urusan dgn merusak alam, gunung,hutan, sungai, rawa-rawa karena semua itu ada fungsinya bagi makhluk dan manusia.

Kini semua habibat mati akibat keserakahan manusia khususnya penguasa,orangg kaya dan pejabat negara, tutup H Jamal T Muku pengamat politik Aceh.(Jim)

DPC PDI Perjuangan Kota Sabang Peduli Rakyat

0

MEDIANAD COM, SABANG , – Hujan yang terus mengguyur kota Sabang dalam situasi cuaca ekstrim beberapa hari belakang ini yang membuat daerah kepulauan di ujung Propinsi Aceh itu terjadinya pohon tumbang, longsor bahkan air yang erosi dari perbukitan masuk ke rumah rumah warga, sebagaimana yang terjadi hari ini di Gampong Paya Kecamatan Sukamakmue Sabang, kamis (27/11).

Dalam keadaan situasi yang demikian DPC PDI Perjuangan kota Sabang turun ke lokasi warga yang terdampak bencana di Gampong Paya untuk memberikan Bantuan Sosial ( Bansos ) sebagai rasa empati dan rasa kepedulian sesama warga Sabang yang sedang mengalami bencana alam.

” Benar, kami bersama Tim DPC PDI Perjuangan kota Sabang turun kelapangan tepatnya ke Gampong Paya kecamatan Sukamakmue Sabang untuk memberikan bantuan sosial, berupa beras, minyak goreng, telur, mie instan dan keperluan bahan pokok lain yang di butuhkan oleh warga dampak bencana alam, bantuan tersebut kami berikan untuk dua kepala keluarga (KK), yakni kepada Bapak Hasyim dan kepada Ibu War, keduanya adalah warga Gampong Paya yang rumahnya tergenang air,” terang ketua DPC PDI. Perjuangan kota Sabang, Yuventius Gunawan atau sering disapa pada hari – harinya, Bapak Asin.

Menurut Asin, DPC PDI Perjuangan kota Sabang terus berusaha untuk memberikan bantuan kepada warga kota Sabang yang sedang mengalami bencana di Pulau Weh Sabang, sampai hari ini masih juga di guyur hujan walaupun tidak separah pada hari – hari sebelumnya.

Partai PDI Perjuangan adalah partai berjuang untuk wong cilik, agar orang orang wong cilik yang dari bawah akan terangkat taraf hidupnya seperti layaknya orang lain yang sudah mapan tingkat sejahtera.

Motto: PDI Perjuangan kota Sabang,” Siap Hadir Jika Masyarakat Membutuhkan,” Tutup Yuventius Gunawan/Asin.(*)

Kedamaian Aceh, Hentikan Hasrat Mengulang Konflik!

0

Oleh: Drs. M Isa Alima*

Aceh tidak asing dengan luka. Negeri di ujung barat Indonesia ini pernah berdarah karena kehormatan, berjuang karena harga diri, dan bertahan karena keyakinan.

Tapi yang harus kita pahami bersama: perjuangan yang paling suci adalah ketika kita memilih damai, meski memiliki semua alasan untuk terus marah.

Aceh bukan nama biasa. Ia adalah simbol ketangguhan. Sejak Islam pertama kali berlabuh di Peureulak dan Samudra Pasai, hingga masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam, negeri ini telah menorehkan babak penting dalam sejarah Nusantara.

Aceh menjadi tempat ulama dimuliakan, perempuan diberdayakan, dan kemerdekaan diperjuangkan—baik secara spiritual maupun fisik.

Namun sejarah juga mencatat sisi kelam. Penjajahan membawa perlawanan. Perlawanan membawa korban. Dan ketika kemerdekaan tiba, luka baru justru muncul: ketidakadilan, ketimpangan, dan pengabaian. Rakyat Aceh kembali bangkit menuntut hak-haknya. Tapi tuntutan berubah jadi konflik, dan konflik berubah menjadi trauma.

Konflik Bersenjata dan Generasi yang Retak

Selama bertahun-tahun, Aceh menjadi ladang konflik bersenjata. Nyawa hilang, rumah hancur, keluarga terpisah. Anak-anak tumbuh dalam ketakutan.

Malam-malam sunyi dipenuhi suara tembakan, dan pagi hari disambut kabar kematian.

Apa yang tersisa dari masa itu? Luka, trauma, dan generasi yang bertanya: apakah tanah ini milik kami?

Konflik bukan hanya merenggut nyawa, tapi juga harapan. Dan yang lebih menyedihkan, ada pihak-pihak yang hari ini mencoba menggali kembali lubang lama. Mereka meniupkan api pada bara yang mulai padam. Mereka bicara soal keadilan, tapi sembunyi di balik kepentingan pribadi. Mereka memutar narasi lama, seakan damai adalah kelemahan.

Tsunami: Bencana yang Membawa Kesadaran

Semua berubah pada 26 Desember 2004. Ketika tsunami datang dan meluluhlantakkan Aceh, bukan hanya rumah yang rata dengan tanah—tapi juga ego, kemarahan, dan dendam. Dalam duka itu, kesadaran bersama lahir: bahwa tidak ada masa depan dalam konflik.

Dan dari puing-puing itulah lahir MoU Helsinki 2005. Sebuah perjanjian damai yang bukan sekadar hitam di atas putih, tapi simbol kesediaan untuk menyudahi pertikaian. Damai itu diperjuangkan. Ia bukan hadiah dari luar, tapi keputusan bersama yang dibangun dari rasa kehilangan, kepedihan, dan harapan.

Damai Bukan Akhir, Tapi Titik Awal

Kini Aceh sudah berdamai. Tapi apakah semua selesai?

Belum. Damai adalah titik awal perjuangan baru: membangun, mendidik, memperkuat ekonomi, merawat budaya, dan membentuk generasi baru yang tidak mewarisi dendam.

Namun di tengah jalan ini, godaan muncul. Ada segelintir pihak yang ingin memanfaatkan ruang kosong. Mereka ingin mengulang cerita lama. Mereka ingin membawa Aceh kembali ke masa konflik, hanya karena kekuasaan, kepentingan, atau nostalgia kelam.

Kepada mereka kami ingin berkata tegas:

Aceh sudah berdamai. Hentikan hasrat mengulang konflik.
Jangan ajari anak-anak kami cara membenci.
Jangan wariskan dendam kepada generasi baru.

Generasi Baru Tidak Perlu Senjata

Anak-anak Aceh hari ini tidak lagi bertanya siapa lawan mereka. Mereka bertanya bagaimana caranya menjadi cerdas.

Mereka ingin belajar, kuliah, menciptakan teknologi, menulis buku, dan membangun negeri. Mereka ingin bangga sebagai orang Aceh yang berkontribusi, bukan sebagai korban masa lalu.

Jangan rusak pikiran mereka dengan cerita heroik yang berlumur darah. Jangan giring mereka masuk ke dalam lubang sejarah yang telah kita tutup dengan susah payah. Generasi baru Aceh tidak butuh senjata. Mereka butuh pengetahuan, lapangan kerja, literasi, internet cepat, dan ruang berekspresi.

Damai Adalah Warisan Paling Bernilai

Aceh hari ini masih jauh dari sempurna. Tapi setidaknya, kami telah mengambil langkah penting: memilih damai.

Ini bukan proses yang mudah. Banyak yang dikorbankan. Tapi damai adalah warisan terbaik yang bisa kami serahkan kepada anak cucu kami.

Kelak ketika mereka membaca sejarah dan bertanya,
“Mengapa dulu kalian bertikai?”
Kami ingin menjawab,
“Agar kalian tidak perlu mengalaminya lagi.”

Dan ketika mereka bertanya,
“Apa yang kalian wariskan pada kami?”
Kami ingin menjawab,
“Kami mewariskan damai. Damai yang tidak mudah. Damai yang diperjuangkan. Tapi damai yang indah.”

Pilihan Kita Hari Ini Menentukan Masa Depan

Aceh tidak boleh kembali mundur. Jangan biarkan narasi dendam mengaburkan cita-cita. Jangan biarkan nostalgia kelam merusak masa depan yang sedang kami bangun dengan susah payah.

Kita sudah terlalu lama menangis. Kini saatnya kita tersenyum.

Aceh sudah berdamai.

Dan kami tidak akan membiarkan siapa pun mengulang luka itu lagi.

*Penulis adalah Ketua DPD Patriot Bela Nusantara (PBN) Aceh

Kapolda Aceh Imbau Masyarakat Ciptakan Rasa Aman serta Tidak Mudah Terprovokasi

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH — Kapolda Aceh Brigjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana aman dan damai di Tanah Rencong, serta tidak mudah terprovokasi dengan situasi yang berkembang. Menurutnya, rasa aman akan lahir bila semua pihak menjunjung tinggi nilai persaudaraan serta adab yang telah lama menjadi bagian dari kearifan lokal Aceh.

“Masyarakat Aceh sejak dahulu dikenal menjunjung tinggi adat dan adab. Kita punya filosofi ‘Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksamana’. Semua itu menegaskan pentingnya hidup tertib dan damai. Inilah yang perlu terus kita jaga,” ujar Marzuki Ali Basyah, Minggu, 31 Agustus 2025.

Abituren Akabri 1991 itu menambahkan, keamanan bukan hanya tugas aparat kepolisian, melainkan juga tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, semua pihak diminta agar tetap tenang dan jernih dalam menyikapi aksi-aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah daerah dan di Jakarta.

“Bila memang mengharuskan untuk melakukan aksi, lakukanlah dengan cara-cara yang baik dan saling menghormati, sehingga terhindar dari gesekan yang tidak perlu. Kita buktikan bahwa Aceh adalah Bumi Serambi Mekah yang tetap menjunjung tinggi etika dan adab,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, serta tidak menyebarkan informasi yang justru memecah belah persaudaraan. Sebab, informasi yang beredar tanpa verifikasi dapat menjadi pemicu keresahan masyarakat.

“Mari semua masyarakat Aceh agar terus merawat kebersamaan, menolak segala bentuk provokasi, dan menjadikan Aceh sebagai contoh daerah yang damai, religius, serta beradab,” katanya lagi.

Di sisi lain, Kapolda berdarah Aceh itu juga mempertegas arahan dan penekanan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas, profesional, dan terukur terhadap aksi-aksi anarkis yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas, apalagi sampai merusak fasilitas negara.

“Kami berkomitmen, setiap langkah yang dilakukan di lapangan bersifat tegas dan profesional, serta sesuai dengan undang-Undang yang berlaku. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan melindungi keselamatan masyarakat, anggota, markas komando, dan asrama, serta fasilitas publik agar situasi tetap aman kondusif,” terangnya.

Polda Aceh juga menegaskan akan tetap menghormati kebebasan menyampaikan pendapat dan aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak diimbau untuk menjaga kamtibmas, sekaligus mendukung upaya TNI-Polri dalam menciptakan stabilitas keamanan.(man)

Maraknya Aksi Demo di Ibukota, Ketua GePIM Aceh Harapkan Masyarakat Aceh tak Terpancing

0

Ketua Gepim Aceh Zulhadi Spd.Mpd

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Ketua Gerakan Pemuda Iskandar Muda (GePIM) Aceh, Zulhadi mengharapkan, mahasiswa, pemuda dan secara umum masyarakat Aceh untuk tidak terpancing dan terprovokasi atas maraknya aksi demonstrasi yang sedang bergemuruh di Ibukota, Jakarta.

“Mengingat Aceh dengan kekhususannya dan mayoritas beragama Islam serta dalam konteks Syariat Islam, dimana dapat diaplikasikan beberapa metode penyampaian aspirasi dalam suasana sejuk dan damai serta sesuai azas demokrasi, seperti metode dialogis serta surat terbuka”

Intinya, tidak ada larangan aksi demo terbuka dengan banyak masa, tapi masih banyak metode lain sebagai alat penyampaian aspirasi secara terhormat dan bermoral sesuai dengan lebel wilayah kita sebagai bomoe (bumi) serambi mekkah.

Aceh yang masyarakatnya lebih bermertabat dan menjujung tinggi nilai nilai syariat maka tidak perlu melakukan aksi demo masa cukup dengan mengirimkan delegasi- delegasi untuk pertemuan secara dialogis dengan pihak pemerintah Aceh, kata Zulhadi lewat siaran Pers yang diterima Redaksi online ini, Minggu siang.

Sembari menambahkan, hal-hal positif, Aceh menjadi contoh bagi wilayah lain dalam negara indonesia yang lebih bermoral dan bermertabat.

Zulhadi juga menegaskan, Aceh memiliki prinsip-prinsip kekhususan yang tidak didapatkan oleh propinsi lain di seluruh Indonesia, prinsip inilah yang membuat perbedaan dengan Provinsi lain, tutupnya singkat (**)

Menyikapi Dinamika Saat ini,  ini Kata Ketua DPP PARTAI NasDem Surya Paloh 

0

MEDIANAD.COM, JAKARTA – Mencermati dinamika Masyarakat yang sedang berkembang saat ini, Ketua Umum DPP Partai NasDem H. Surya Paloh mengambil sikap tegas dan mengeluarkan beberapa hal dalam kebijakan.

Diambilnya keputusan ini bahwa menunjukkan bahwa partai Nasdem tidak membenarkan dan selalu berdiri bersama rakyat. Beberapa hal yang disampaikan Ketua DPP Partai Nasdem ini seperti;

1. Bahwa sesungguhnya aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama dalam perjuangan Partai NasDem.

2. Bahwa perjuangan Partai NasDem sesungguhnya merupakan kristalisasi dan semangat kerakyatan yang senantiasa bertumpu pada tujuan Nasional Bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945.

3. Bahwa atas berbagai peristiwa yang terjadi akhir akhir ini, Partai NasDem menyatakan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya sejumlah warga Negara Indonesia dalam upaya memperjuangkan aspirasinya.

4. Bahwa dalam perjalanan mengemban aspirasi masyarakat ternyata ada pernyataan dari pada wakil rakyat khususnya Anggota DPR- RI dari Fraksi Partai NasDem yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat, dan hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem.

5. Bahwa atas pertimbangan hal hal tersebut diatas dengan ini DPP Partai NasDem menyatakan terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025 DPP Partai NasDem menonaktifkan saudara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem.

Dan beberapa hal kemudian akan ditindaklanjuti agar adanya ketegasan dari partai yang mengusung setiap wakil rakyat nya.(*)

Popular Posts

My Favorites

TMMD 123 Kodim 0112/Sabang Gelar Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, khususnya bagi balita, TMMD 123 Kodim 0112/Sabang menggelar penyuluhan kesehatan sebagai bagian dari kegiatan sasaran...