Politik

Beranda Politik
Berita Politik

Maraknya Aksi Demo di Ibukota, Ketua GePIM Aceh Harapkan Masyarakat Aceh tak Terpancing

0

Ketua Gepim Aceh Zulhadi Spd.Mpd

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Ketua Gerakan Pemuda Iskandar Muda (GePIM) Aceh, Zulhadi mengharapkan, mahasiswa, pemuda dan secara umum masyarakat Aceh untuk tidak terpancing dan terprovokasi atas maraknya aksi demonstrasi yang sedang bergemuruh di Ibukota, Jakarta.

“Mengingat Aceh dengan kekhususannya dan mayoritas beragama Islam serta dalam konteks Syariat Islam, dimana dapat diaplikasikan beberapa metode penyampaian aspirasi dalam suasana sejuk dan damai serta sesuai azas demokrasi, seperti metode dialogis serta surat terbuka”

Intinya, tidak ada larangan aksi demo terbuka dengan banyak masa, tapi masih banyak metode lain sebagai alat penyampaian aspirasi secara terhormat dan bermoral sesuai dengan lebel wilayah kita sebagai bomoe (bumi) serambi mekkah.

Aceh yang masyarakatnya lebih bermertabat dan menjujung tinggi nilai nilai syariat maka tidak perlu melakukan aksi demo masa cukup dengan mengirimkan delegasi- delegasi untuk pertemuan secara dialogis dengan pihak pemerintah Aceh, kata Zulhadi lewat siaran Pers yang diterima Redaksi online ini, Minggu siang.

Sembari menambahkan, hal-hal positif, Aceh menjadi contoh bagi wilayah lain dalam negara indonesia yang lebih bermoral dan bermertabat.

Zulhadi juga menegaskan, Aceh memiliki prinsip-prinsip kekhususan yang tidak didapatkan oleh propinsi lain di seluruh Indonesia, prinsip inilah yang membuat perbedaan dengan Provinsi lain, tutupnya singkat (**)

Jadi Waketum DPP PAN, H Nazaruddin Dek Gam: Kebanggaan bagi Pengurus PAN Aceh dan Sangat Besar Tanggung Jawab

0

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Politisi muda PAN dan anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, H Nazaruddin Dek Gam, usai resmi menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PAN, terlebih dahulu anggota DPR RI Fraksi PAN dua periode dimaksud, menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, atas jabatan dan amanah yang diberikan kepada dirinya.

Serta amanah ini juga menjadi kebanggaan bagi saya, keluarga saya dan bagi segenap pengurus PAN dari Aceh, pinta ketua BKD DPR RI Dek Gam dalam nada optimis.
“Seperti telah dirilis sejumlah media online minggu malam”, Presiden Persiraja Banda Aceh H Nazaruddin lebih jauh mengatakan, “amanah dan ditunjuk oleh abang sang Ketum DPP sebagai Wakil Ketua Umum DPP PAN, merupakan jabatan yang sangat besar tanggung jawab, terutama menjaga perjalanan partai agar terus mendapat dukungan dari masyarakat dan kader lainnya”.

Dengen demikian, untuk keberhasilan dan kesejahteraan bagi seluruh Rakya kususnya masyarakat Aceh, pengusaha muda and sukses Dek Gam ini, memohon doa dari masyarakat Aceh, pengurus PAN Aceh dan simpatisan, sehingga amanah ini dapat saya laksanakan dengan baik kedepan, tutup Dek Gam singkat.

Seperti dirilis DPP PAN dalam susunan pengurus yang diketuai Zulkifli Hasan, salah satu pengurus harian yakni diurutan Waketum ada sosok anggota DPR RI asal Aceh, H Nazaruddin Dek Gam secara resmi ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) periode 2024-2029.

Yang diumumkan dalam acara ‘Halal bi Halal dan Pengumuman Susunan Kepengurusan DPP PAN’ di Rumah DPP PAN, Jakarta Selatan, Minggu (20/4/) 2025. (zm/**)

Kapolda Aceh Imbau Masyarakat Ciptakan Rasa Aman serta Tidak Mudah Terprovokasi

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH — Kapolda Aceh Brigjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana aman dan damai di Tanah Rencong, serta tidak mudah terprovokasi dengan situasi yang berkembang. Menurutnya, rasa aman akan lahir bila semua pihak menjunjung tinggi nilai persaudaraan serta adab yang telah lama menjadi bagian dari kearifan lokal Aceh.

“Masyarakat Aceh sejak dahulu dikenal menjunjung tinggi adat dan adab. Kita punya filosofi ‘Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksamana’. Semua itu menegaskan pentingnya hidup tertib dan damai. Inilah yang perlu terus kita jaga,” ujar Marzuki Ali Basyah, Minggu, 31 Agustus 2025.

Abituren Akabri 1991 itu menambahkan, keamanan bukan hanya tugas aparat kepolisian, melainkan juga tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, semua pihak diminta agar tetap tenang dan jernih dalam menyikapi aksi-aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah daerah dan di Jakarta.

“Bila memang mengharuskan untuk melakukan aksi, lakukanlah dengan cara-cara yang baik dan saling menghormati, sehingga terhindar dari gesekan yang tidak perlu. Kita buktikan bahwa Aceh adalah Bumi Serambi Mekah yang tetap menjunjung tinggi etika dan adab,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, serta tidak menyebarkan informasi yang justru memecah belah persaudaraan. Sebab, informasi yang beredar tanpa verifikasi dapat menjadi pemicu keresahan masyarakat.

“Mari semua masyarakat Aceh agar terus merawat kebersamaan, menolak segala bentuk provokasi, dan menjadikan Aceh sebagai contoh daerah yang damai, religius, serta beradab,” katanya lagi.

Di sisi lain, Kapolda berdarah Aceh itu juga mempertegas arahan dan penekanan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas, profesional, dan terukur terhadap aksi-aksi anarkis yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas, apalagi sampai merusak fasilitas negara.

“Kami berkomitmen, setiap langkah yang dilakukan di lapangan bersifat tegas dan profesional, serta sesuai dengan undang-Undang yang berlaku. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan melindungi keselamatan masyarakat, anggota, markas komando, dan asrama, serta fasilitas publik agar situasi tetap aman kondusif,” terangnya.

Polda Aceh juga menegaskan akan tetap menghormati kebebasan menyampaikan pendapat dan aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak diimbau untuk menjaga kamtibmas, sekaligus mendukung upaya TNI-Polri dalam menciptakan stabilitas keamanan.(man)

Sudah Sesuai dengan Izin Mendagri, GePIM Desak Gubernur Aceh Segera Lantik Pejabat Eselon II,III dan IV

0

Ketua Gepim Zulhadi

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH:KETUA Gerakan Pemuda Iskandar Muda (GePIM) Zulhadi mendukung Pemerintah Aceh sekarang ini mualem dan Dekfadh, Dimana GePIM Aceh Memintak kepada Gubernur Aceh Mualem-Dekfat Dalam Kerja Kedepan Mualem – Dekfad harus fokus Pada Pembenahan di dalam Pemerintah Aceh baik pengisian pejabat yang telah lama kosong yaitu posisi Sekda Aceh dan para SKPA maupun Kabid dan Kasi yang telah lama kosong dan sudah lama pansiun dari ASN ujarnya.

Zulhadi juga mengatakan polimik yang terjadi dengan pergantian Eslon II,III dan IV Sekda Aceh sekarang telah terjadi kegaduhan baik dari Para SKPA maupun dari intenal Pemerintahan itu sendiri dan akan berdampak kepada Pembagunan aceh kedepan.ujar ketua GePIM Aceh.

Ketua GePIM Telah Membaca di beberapan media baik elektronik maupun media cetak,mendengar dan Melihat langsung tendang ke gaduhan pelantikan pejabat eslon baik dari eslon II.III dan IV tersebut,walaupun dalam hal pelantikan tersebut telah mendapatkan izin resmi dari kemendagri terkaid pelantikan pejabat eslon tersebut ujar zulhadi.

Gepim Mengharapkan kepada Gubernur Aceh untuk segera melakukan pelantikan terhadap pejabat yang telah mendapat izin dari kemendagri,supaya pemerintahan berjalan normal kembali waluapun kita ketahui sekarang ini banyak pejabat baik Eslon I,II,III dan IV, masih kosong yang selama ini di duduki oleh PLT baik sekda mau SKPA,Sekdis dan Kabid bahkan ada kasubag umum.dan Hukum masih banyak yang belum.terisi ujar zulhadi.

Gerakan Pemuda Iskandar muda(Gepim) Memintak kepada Gubernur Aceh tidak perlu takut terhadap terhadap tekanan oleh oknum yang tidak bertanggujawab yang akan merusak stabilitas pemerintahan yang Mualem dan Dek Fad pimpin sekarang ini, bahkan bukan itu saja ada pihak yang menyebarkan surat izin untuk pelantikan ke publik,berati dalam pemerintah Aceh sekarang ini atau Para SKPA atau Sekdis,Kabid yang berkihanat terhadap kebijakan pemerintahan Mualem-Dekfad yang dipimpin sekarang ini kata ketua Gepim Aceh Zulhadi, lewat siaran persnya yang diterima online ini, Minggu siang. (rel)

Kedamaian Aceh, Hentikan Hasrat Mengulang Konflik!

0

Oleh: Drs. M Isa Alima*

Aceh tidak asing dengan luka. Negeri di ujung barat Indonesia ini pernah berdarah karena kehormatan, berjuang karena harga diri, dan bertahan karena keyakinan.

Tapi yang harus kita pahami bersama: perjuangan yang paling suci adalah ketika kita memilih damai, meski memiliki semua alasan untuk terus marah.

Aceh bukan nama biasa. Ia adalah simbol ketangguhan. Sejak Islam pertama kali berlabuh di Peureulak dan Samudra Pasai, hingga masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam, negeri ini telah menorehkan babak penting dalam sejarah Nusantara.

Aceh menjadi tempat ulama dimuliakan, perempuan diberdayakan, dan kemerdekaan diperjuangkan—baik secara spiritual maupun fisik.

Namun sejarah juga mencatat sisi kelam. Penjajahan membawa perlawanan. Perlawanan membawa korban. Dan ketika kemerdekaan tiba, luka baru justru muncul: ketidakadilan, ketimpangan, dan pengabaian. Rakyat Aceh kembali bangkit menuntut hak-haknya. Tapi tuntutan berubah jadi konflik, dan konflik berubah menjadi trauma.

Konflik Bersenjata dan Generasi yang Retak

Selama bertahun-tahun, Aceh menjadi ladang konflik bersenjata. Nyawa hilang, rumah hancur, keluarga terpisah. Anak-anak tumbuh dalam ketakutan.

Malam-malam sunyi dipenuhi suara tembakan, dan pagi hari disambut kabar kematian.

Apa yang tersisa dari masa itu? Luka, trauma, dan generasi yang bertanya: apakah tanah ini milik kami?

Konflik bukan hanya merenggut nyawa, tapi juga harapan. Dan yang lebih menyedihkan, ada pihak-pihak yang hari ini mencoba menggali kembali lubang lama. Mereka meniupkan api pada bara yang mulai padam. Mereka bicara soal keadilan, tapi sembunyi di balik kepentingan pribadi. Mereka memutar narasi lama, seakan damai adalah kelemahan.

Tsunami: Bencana yang Membawa Kesadaran

Semua berubah pada 26 Desember 2004. Ketika tsunami datang dan meluluhlantakkan Aceh, bukan hanya rumah yang rata dengan tanah—tapi juga ego, kemarahan, dan dendam. Dalam duka itu, kesadaran bersama lahir: bahwa tidak ada masa depan dalam konflik.

Dan dari puing-puing itulah lahir MoU Helsinki 2005. Sebuah perjanjian damai yang bukan sekadar hitam di atas putih, tapi simbol kesediaan untuk menyudahi pertikaian. Damai itu diperjuangkan. Ia bukan hadiah dari luar, tapi keputusan bersama yang dibangun dari rasa kehilangan, kepedihan, dan harapan.

Damai Bukan Akhir, Tapi Titik Awal

Kini Aceh sudah berdamai. Tapi apakah semua selesai?

Belum. Damai adalah titik awal perjuangan baru: membangun, mendidik, memperkuat ekonomi, merawat budaya, dan membentuk generasi baru yang tidak mewarisi dendam.

Namun di tengah jalan ini, godaan muncul. Ada segelintir pihak yang ingin memanfaatkan ruang kosong. Mereka ingin mengulang cerita lama. Mereka ingin membawa Aceh kembali ke masa konflik, hanya karena kekuasaan, kepentingan, atau nostalgia kelam.

Kepada mereka kami ingin berkata tegas:

Aceh sudah berdamai. Hentikan hasrat mengulang konflik.
Jangan ajari anak-anak kami cara membenci.
Jangan wariskan dendam kepada generasi baru.

Generasi Baru Tidak Perlu Senjata

Anak-anak Aceh hari ini tidak lagi bertanya siapa lawan mereka. Mereka bertanya bagaimana caranya menjadi cerdas.

Mereka ingin belajar, kuliah, menciptakan teknologi, menulis buku, dan membangun negeri. Mereka ingin bangga sebagai orang Aceh yang berkontribusi, bukan sebagai korban masa lalu.

Jangan rusak pikiran mereka dengan cerita heroik yang berlumur darah. Jangan giring mereka masuk ke dalam lubang sejarah yang telah kita tutup dengan susah payah. Generasi baru Aceh tidak butuh senjata. Mereka butuh pengetahuan, lapangan kerja, literasi, internet cepat, dan ruang berekspresi.

Damai Adalah Warisan Paling Bernilai

Aceh hari ini masih jauh dari sempurna. Tapi setidaknya, kami telah mengambil langkah penting: memilih damai.

Ini bukan proses yang mudah. Banyak yang dikorbankan. Tapi damai adalah warisan terbaik yang bisa kami serahkan kepada anak cucu kami.

Kelak ketika mereka membaca sejarah dan bertanya,
“Mengapa dulu kalian bertikai?”
Kami ingin menjawab,
“Agar kalian tidak perlu mengalaminya lagi.”

Dan ketika mereka bertanya,
“Apa yang kalian wariskan pada kami?”
Kami ingin menjawab,
“Kami mewariskan damai. Damai yang tidak mudah. Damai yang diperjuangkan. Tapi damai yang indah.”

Pilihan Kita Hari Ini Menentukan Masa Depan

Aceh tidak boleh kembali mundur. Jangan biarkan narasi dendam mengaburkan cita-cita. Jangan biarkan nostalgia kelam merusak masa depan yang sedang kami bangun dengan susah payah.

Kita sudah terlalu lama menangis. Kini saatnya kita tersenyum.

Aceh sudah berdamai.

Dan kami tidak akan membiarkan siapa pun mengulang luka itu lagi.

*Penulis adalah Ketua DPD Patriot Bela Nusantara (PBN) Aceh

GePIM Beri Apresiasi Tindakan Tepat Mualem

0

Ketua GePIM Zulhadi Spd,Mpd

BANDA ACEH – Gerakan Pemuda Iskandar Muda zulhadi mengapresiasi langkah cepat pemerintah aceh Mualem dalam melakukan pelantikan mutasi pejabat eslon II,III dan IV di jajaran pemerintahan aceh,hal harus dilakukan karena untuk mengisi posisi yang begitu banyak sudah kosong dan pejabat sudah lama menduduki posisi tertentu kata zulhadi.

Pemerintah Aceh dalam hal ini mualem harus berani memberikan warning kepada pejabat yang mendapatkan amanah tersebut dalam menjalakan amanah itu harus mampu membawa peruhaban dan trobosan baru untuk kemajuan aceh kedepan dan harus berani melawan premanisme di dalam birokrasi saat ini ujar zulhadi.

Dalam hal ini Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, (mualem) mengambil sumpah jabatan dalam pelantik pejabat pimpinan tinggi pratama eselon II, pejabat administrator eselon III dan pejabat pengawas eselon IV dalam lingkungan Pemerintah Aceh, di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Senin, kata ketua Gepim  Aceh zulhadi

Total pejabat yang dilantik adalah 74 orang. Dengan rincian pejabat pimpinan tinggi pratama 5 orang, pejabat administrator 49 orang dan pejabat pengawas 20 orang.

Para pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik adalah M Nasir Syamaun sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Sekda Aceh, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh. Kemudian Azwardi Abdullah sebagai Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh, sebelumnya menjabat sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Sekda Aceh.

Berikutnya T Mirzuan dilantik sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh. Kemudian Dr Husnan dilantik sebagai Kepala Bappeda Aceh, sebelumnya menjabat Perencana Ahli Madya Bappeda Aceh. Dan terakhir Abdullah Hasbullah  dilantik sebagai Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh.

 

Dalam kesempatan pelantikan hari ini dalam sambutan nyan Gubernur Aceh yang akrab disapa Mualem itu berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik untuk gigih serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.ujar zulhadi

 

Gepim Aceh zulhadi memintak kepada gubernur Aceh Yang disapa mualem,untuk segera membuka JPT Ulang terhadap kadis yang telah lama menduduki posisi supaya regenerasi dan mengisi posisi yang masih banyak kosong dan belum semuanya terisi,bukan eslon II ,III dan IV saja yang masih kosong akan tetapi Sekda Aceh harus segera di isi yang definitif supaya bisa berjalanyan roda pemerintahan yang sehat dan bisa membawak kemakmuran untuk rakyat Aceh sebagai mana yang telah di buat dalam janji kompanye politik waktu dulu,kalau pun ada pejabat yang berambisi terhadap jabatan tertentu maka pejabat itu di Off kan saja karena apa yang kita dengar diluar ada pihak pihak yang ingin ambisi nyan menjadi sekda aceh untuk melakukan dengan berbagai cara,kita mengharapkan kepada Gubernur Aceh untuk segera mecopot pejabat tersebut karena matahari hanya ada satu yaitu Gubernur Aceh Muzakir Manaf(Mualem).ujar ketua Gepim Aceh Zulhadi Spd.Mpd.

DPC PDI Perjuangan Kota Sabang Peduli Rakyat

0

MEDIANAD COM, SABANG , – Hujan yang terus mengguyur kota Sabang dalam situasi cuaca ekstrim beberapa hari belakang ini yang membuat daerah kepulauan di ujung Propinsi Aceh itu terjadinya pohon tumbang, longsor bahkan air yang erosi dari perbukitan masuk ke rumah rumah warga, sebagaimana yang terjadi hari ini di Gampong Paya Kecamatan Sukamakmue Sabang, kamis (27/11).

Dalam keadaan situasi yang demikian DPC PDI Perjuangan kota Sabang turun ke lokasi warga yang terdampak bencana di Gampong Paya untuk memberikan Bantuan Sosial ( Bansos ) sebagai rasa empati dan rasa kepedulian sesama warga Sabang yang sedang mengalami bencana alam.

” Benar, kami bersama Tim DPC PDI Perjuangan kota Sabang turun kelapangan tepatnya ke Gampong Paya kecamatan Sukamakmue Sabang untuk memberikan bantuan sosial, berupa beras, minyak goreng, telur, mie instan dan keperluan bahan pokok lain yang di butuhkan oleh warga dampak bencana alam, bantuan tersebut kami berikan untuk dua kepala keluarga (KK), yakni kepada Bapak Hasyim dan kepada Ibu War, keduanya adalah warga Gampong Paya yang rumahnya tergenang air,” terang ketua DPC PDI. Perjuangan kota Sabang, Yuventius Gunawan atau sering disapa pada hari – harinya, Bapak Asin.

Menurut Asin, DPC PDI Perjuangan kota Sabang terus berusaha untuk memberikan bantuan kepada warga kota Sabang yang sedang mengalami bencana di Pulau Weh Sabang, sampai hari ini masih juga di guyur hujan walaupun tidak separah pada hari – hari sebelumnya.

Partai PDI Perjuangan adalah partai berjuang untuk wong cilik, agar orang orang wong cilik yang dari bawah akan terangkat taraf hidupnya seperti layaknya orang lain yang sudah mapan tingkat sejahtera.

Motto: PDI Perjuangan kota Sabang,” Siap Hadir Jika Masyarakat Membutuhkan,” Tutup Yuventius Gunawan/Asin.(*)

Dugaan Pemalsuan dokumen Akademik Jokowi Presiden ke-7, Rismon Sianipar siap Berhadapan Dengan Hukum

0

MEDIANAD.COM – Rismon Sianipar, ahli forensik digital, menegaskan kesiapannya berhadapan dengan hukum setelah melaporkan dugaan pemalsuan dokumen akademik Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Dalam diskusi di kanal YouTube Marilok, ia menantang Jokowi membuktikan keaslian ijazah secara terbuka dan siap membawa pertarungan ini ke pengadilan.

Rismon menyoroti laporan laboratorium forensik Bareskrim Polri yang menyimpulkan ijazah Jokowi asli sebagai “prematur dan tidak ilmiah”. Menurutnya, metode yang digunakan—seperti mengandalkan “perabaan tekstur kertas”—tidak memenuhi standar keilmiahan.

“Kalau bicara keaslian, harusnya ada uji paper dating, kromatografi tinta, atau analisis mikroskopis. Ini dokumen 40 tahun, tapi kertasnya masih putih bersih seperti baru. Mana logikanya?” tegas Rismon, merujuk pada lembar pengesahan skripsi Jokowi di UGM.

Ia juga membeberkan kecurigaan manipulasi dalam kasus lain, seperti Jessica Wongso dan Vina Cirebon, di mana ia menduga ada rekayasa bukti digital oleh oknum kepolisian.***

Akibat Ulah Tangan Manusia, Bencana Tak Terelakan 

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH –  Akibat ulah orang Kaya buka kebun sawit, tambang emas dgn menggarap, menghancurkan hutan Lindung, Allah menurunkan Tentaranya berupa air hujan.

Karena hanya dengan Kekuasaan Allah yang tidak mampu mereka lawan.

Rakyat jangan coba-coba melawan orang  kaya, pejabat negara menggunakan tangan besi, peluru menghalangi seruan.

Keserakahan para orang kaya, pejabat yang melawan hakikat hutan lindung inilah balasan alam yang pantas disebut peringatan Allah kapada manusia jangan kamu rusakkan hutan, gunung,sungai sebagai sumber Rezeki bagi makhluk termasuk manusia, Tulis H.Jamal T Muku.

Aceh Nanggroe Kasih Sayang Allah cuma Pemimpinnya, rakyatnya banyak Munafik dimulut Syariat Islam, Perilaku, Politik, kebijakan tdk berpedoman pada Ajaran Dinullah, ” Bersyukur lah kalian atas Nikmat yg KU BERIKAN nikmat akan KU tambah2, Tapi ingat bila kufur ‘azab KU Sangatlah Pedih ( QS Ibrahim ayat 7) pasti banyak yg bantah dialah musuh ALLAH SWT.

Syukur nikmat itu mudah dgn keimanan, tapi bagi manusia serakah, tidak ada urusan dgn merusak alam, gunung,hutan, sungai, rawa-rawa karena semua itu ada fungsinya bagi makhluk dan manusia.

Kini semua habibat mati akibat keserakahan manusia khususnya penguasa,orangg kaya dan pejabat negara, tutup H Jamal T Muku pengamat politik Aceh.(Jim)

PAN Banda Aceh Buka Pendaftaran Formatur untuk Ketua DPD

0
Rahmat Djailani

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: DPD Partai Amanat Nasional (PAN) kota Banda Aceh, membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin bergabung dan menjadi formatur pada Musyawarah Daerah Partai Amanat Nasional Banda Aceh, serta pendaftaran tersebut sudah dibuka sejak tanggai 9 hingga 17 Maret 2025.

Ketua Panitia Musda, Rahmat Djailani kepada awak Media mengatakan bahwa. Musyawarah Daerah ini adalah agenda lima tahunan Partai yang diutamakan untuk untuk memilih atau menetapkan kembali Ketua, baik Dewan Pimpinan Pusat Daerah atau DPD maupun Dewan Pimpinan Wilayah atau DPW.

“Jadi bagi yang berminat boleh mendaftar di Sekretariat PAN Kota Banda Aceh di Simpang Jam, Kampung Baru kota Banda Aceh”, Ujar Rahmat, Selasa (11/03/2025) malam di Banda Aceh.

Sekretaris DPD PAN Banda Aceh ini juga menambahkan, yang mendaftar ini akan menjadi Formatur yang kemudian akan di rapatkan didalam Musyawarah Daerah PAN Banda Aceh yang kemudian akan diusulkan ke DPP PAN.

“Jadi dalam Musyawarah Daerah (Musda) ini nanti akan di tetapkan untuk diusulkan ke DPP PAN, dan kemudian akan di tetapkan oleh DPP PAN”, pinta Rahmat singkat. (*)

Popular Posts

My Favorites

Pelaku Usaha Mikro dan UMKM Lampulo Silaturrahmi Dengan Marlina Muzakir Manaf

0
BANDA ACEH, MEDIANAD.COM -Pelaku Usaha Mikro Kecil dan menengah ( UMKM) pengrajin usaha ikan kayu (kemamah) Lampulo silaturrahmi dengan ibu Marlina Muzakir Manaf di...