Politik

Beranda Politik
Berita Politik

Kabar Beredar, Mualem Tetapkan Tgk Aiyub bin Abbas Sebagai Sekjen DPP Partai Aceh Definitif

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Sebuah kabar mengejutkan  beredar diawal pagi Sabtu, 12 April 2025 menyatakan bahwa Ketua Umum DPP Partai Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem telah menandatangani Surat Keputusan (SK) Penetapan Tgk Aiyub bin Abbas sebagai Sekjen Partai Aceh (PA)  Definitif.

Teungku H. Aiyub bin Abbas, S.I.P. dikenal sebagai Abuwa Muda (lahir 2 Mei 1969) adalah seorang politikus dan merupakan mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka, dikabarkan juga mendapat dukungan penuh Wali Nanggroe Tgk Malek Mahmud Al-Haythar.

Abua yang juga merupakan Eks Libya dan kini menjabat sebagai Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh periode 2024—2029 merupakan sosok yang dikenal baik dan murah senyum serta bermasyarakat.

Aiyub Abbas juga  pernah menjabat sebagai Bupati Pidie Jaya 2 periode yakni 2014—2019 dan 2019—2023, selain terkenal sebagai tokoh GAM juga terkenal sebagai tokoh publik ban sigom Aceh (seluruh Aceh) karena beliau juga anggota DPRA. (*)

Maraknya Aksi Demo di Ibukota, Ketua GePIM Aceh Harapkan Masyarakat Aceh tak Terpancing

0

Ketua Gepim Aceh Zulhadi Spd.Mpd

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Ketua Gerakan Pemuda Iskandar Muda (GePIM) Aceh, Zulhadi mengharapkan, mahasiswa, pemuda dan secara umum masyarakat Aceh untuk tidak terpancing dan terprovokasi atas maraknya aksi demonstrasi yang sedang bergemuruh di Ibukota, Jakarta.

“Mengingat Aceh dengan kekhususannya dan mayoritas beragama Islam serta dalam konteks Syariat Islam, dimana dapat diaplikasikan beberapa metode penyampaian aspirasi dalam suasana sejuk dan damai serta sesuai azas demokrasi, seperti metode dialogis serta surat terbuka”

Intinya, tidak ada larangan aksi demo terbuka dengan banyak masa, tapi masih banyak metode lain sebagai alat penyampaian aspirasi secara terhormat dan bermoral sesuai dengan lebel wilayah kita sebagai bomoe (bumi) serambi mekkah.

Aceh yang masyarakatnya lebih bermertabat dan menjujung tinggi nilai nilai syariat maka tidak perlu melakukan aksi demo masa cukup dengan mengirimkan delegasi- delegasi untuk pertemuan secara dialogis dengan pihak pemerintah Aceh, kata Zulhadi lewat siaran Pers yang diterima Redaksi online ini, Minggu siang.

Sembari menambahkan, hal-hal positif, Aceh menjadi contoh bagi wilayah lain dalam negara indonesia yang lebih bermoral dan bermertabat.

Zulhadi juga menegaskan, Aceh memiliki prinsip-prinsip kekhususan yang tidak didapatkan oleh propinsi lain di seluruh Indonesia, prinsip inilah yang membuat perbedaan dengan Provinsi lain, tutupnya singkat (**)

Anggota DPR RI HT Ibrahim Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Jaya

0

MEDIANAD.COM, ACEH JAYA — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, H.T. Ibrahim, melaksanakan kegiatan serap aspirasi masyarakat di Kabupaten Aceh Jaya, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di daerah.

Kegiatan serap aspirasi dihadiri perwakilan masyarakat dari tujuh kecamatan di Aceh Jaya, yakni Kecamatan Sampoiniet, Darul Hikmah, Setia Bakti, Krueng Sabee, Panga, Teunom, dan Pasie Raya.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik di wilayah masing-masing. Aspirasi tersebut menjadi masukan penting bagi H.T. Ibrahim dalam menjalankan fungsi representasi masyarakat di parlemen.

H.T. Ibrahim yang akrab di sapa Ampon Bram ini mengatakan, kegiatan serap aspirasi merupakan bagian penting dari tugas anggota DPR RI untuk memastikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui dan diperjuangkan melalui jalur kebijakan di tingkat pusat.

“Saya datang untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi catatan dan bahan perjuangan kami di DPR RI,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan daerah harus dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, komunikasi antara masyarakat dan wakilnya di parlemen perlu terus diperkuat agar kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah.

H.T. Ibrahim juga menegaskan bahwa dirinya akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, termasuk melalui kegiatan kunjungan daerah pemilihan dan serap aspirasi.

“Tidak semua persoalan bisa diselesaikan dalam satu kesempatan. Tetapi yang paling penting adalah aspirasi masyarakat harus didengar, dicatat, dan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada,” katanya.

Ia berharap hasil pertemuan tersebut dapat menjadi bahan untuk mendorong perhatian pemerintah terhadap kebutuhan pembangunan di Aceh Jaya, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan dan usulan dari wilayah masing-masing kepada H.T. Ibrahim sebagai wakil mereka di DPR RI. (**)

Jadi Waketum DPP PAN, H Nazaruddin Dek Gam: Kebanggaan bagi Pengurus PAN Aceh dan Sangat Besar Tanggung Jawab

0

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Politisi muda PAN dan anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, H Nazaruddin Dek Gam, usai resmi menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PAN, terlebih dahulu anggota DPR RI Fraksi PAN dua periode dimaksud, menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, atas jabatan dan amanah yang diberikan kepada dirinya.

Serta amanah ini juga menjadi kebanggaan bagi saya, keluarga saya dan bagi segenap pengurus PAN dari Aceh, pinta ketua BKD DPR RI Dek Gam dalam nada optimis.
“Seperti telah dirilis sejumlah media online minggu malam”, Presiden Persiraja Banda Aceh H Nazaruddin lebih jauh mengatakan, “amanah dan ditunjuk oleh abang sang Ketum DPP sebagai Wakil Ketua Umum DPP PAN, merupakan jabatan yang sangat besar tanggung jawab, terutama menjaga perjalanan partai agar terus mendapat dukungan dari masyarakat dan kader lainnya”.

Dengen demikian, untuk keberhasilan dan kesejahteraan bagi seluruh Rakya kususnya masyarakat Aceh, pengusaha muda and sukses Dek Gam ini, memohon doa dari masyarakat Aceh, pengurus PAN Aceh dan simpatisan, sehingga amanah ini dapat saya laksanakan dengan baik kedepan, tutup Dek Gam singkat.

Seperti dirilis DPP PAN dalam susunan pengurus yang diketuai Zulkifli Hasan, salah satu pengurus harian yakni diurutan Waketum ada sosok anggota DPR RI asal Aceh, H Nazaruddin Dek Gam secara resmi ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) periode 2024-2029.

Yang diumumkan dalam acara ‘Halal bi Halal dan Pengumuman Susunan Kepengurusan DPP PAN’ di Rumah DPP PAN, Jakarta Selatan, Minggu (20/4/) 2025. (zm/**)

Kapolda Aceh Imbau Masyarakat Ciptakan Rasa Aman serta Tidak Mudah Terprovokasi

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH — Kapolda Aceh Brigjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana aman dan damai di Tanah Rencong, serta tidak mudah terprovokasi dengan situasi yang berkembang. Menurutnya, rasa aman akan lahir bila semua pihak menjunjung tinggi nilai persaudaraan serta adab yang telah lama menjadi bagian dari kearifan lokal Aceh.

“Masyarakat Aceh sejak dahulu dikenal menjunjung tinggi adat dan adab. Kita punya filosofi ‘Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksamana’. Semua itu menegaskan pentingnya hidup tertib dan damai. Inilah yang perlu terus kita jaga,” ujar Marzuki Ali Basyah, Minggu, 31 Agustus 2025.

Abituren Akabri 1991 itu menambahkan, keamanan bukan hanya tugas aparat kepolisian, melainkan juga tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, semua pihak diminta agar tetap tenang dan jernih dalam menyikapi aksi-aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah daerah dan di Jakarta.

“Bila memang mengharuskan untuk melakukan aksi, lakukanlah dengan cara-cara yang baik dan saling menghormati, sehingga terhindar dari gesekan yang tidak perlu. Kita buktikan bahwa Aceh adalah Bumi Serambi Mekah yang tetap menjunjung tinggi etika dan adab,” ujarnya.

Di samping itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, serta tidak menyebarkan informasi yang justru memecah belah persaudaraan. Sebab, informasi yang beredar tanpa verifikasi dapat menjadi pemicu keresahan masyarakat.

“Mari semua masyarakat Aceh agar terus merawat kebersamaan, menolak segala bentuk provokasi, dan menjadikan Aceh sebagai contoh daerah yang damai, religius, serta beradab,” katanya lagi.

Di sisi lain, Kapolda berdarah Aceh itu juga mempertegas arahan dan penekanan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas, profesional, dan terukur terhadap aksi-aksi anarkis yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas, apalagi sampai merusak fasilitas negara.

“Kami berkomitmen, setiap langkah yang dilakukan di lapangan bersifat tegas dan profesional, serta sesuai dengan undang-Undang yang berlaku. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan melindungi keselamatan masyarakat, anggota, markas komando, dan asrama, serta fasilitas publik agar situasi tetap aman kondusif,” terangnya.

Polda Aceh juga menegaskan akan tetap menghormati kebebasan menyampaikan pendapat dan aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak diimbau untuk menjaga kamtibmas, sekaligus mendukung upaya TNI-Polri dalam menciptakan stabilitas keamanan.(man)

“Diinisiator Oleh Anggota DPRA Hasballah Cut Apa”, 11 Masjid di Aceh Besar Terima Bantuan Ambal

0

 

Anggota DPR Aceh, Hasballah Cut Apa (kiri) bersama Ketua DPRA Zulfadhli alias Abang Samalanga dan anggota lainnya dalam satu kesempatan, serta foto penyaluran bantuan ambal untuk sejumlah Masjid di Aceh Besar beberapa hari yang lalu. (foto/istimewa)

MEDIANAD, ACEH BESAR: Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh (PA) Kabupaten Aceh Besar (Abes) Hasballah, S.Ag yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi PA yang familiar disapa Cut Apa, _menyedekahkan 670 meter ambal (sajadah) untuk 11 Masjid di Kecamatan Indrapuri dan Kuta Cot Glie dalam Kabupaten dimaksud.

Penyerahan bantuan itu yang berlangsung beberapa hari yang lalu juga difasilitasi langsung oleh petugas dari SKPA terkait yakni Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh. “Sekaligus melakukan proses administrasi dan Verifikasi untuk kelayakan serta penyaluran tepat sasaran sebagaimana terdata untuk 11 Masjid penyaluran bantuan tahap kedua dimaksud”.

Seperti data yang terlampir, 11 rumah Allah (Masjid) yang nenerima bantuan dikesempatan tersebut, masing-masing Masjid Jami’ Al-Ichsan Kuta Cot Glie per 70 meter, dan kategori Masjid per 60 meter, yakni untuk Masjid Al-Ikhlas Je Alang Masjid, Masjid Jami’ Baital Ma’bud Gle Jai, Masjid Ruhul Islam Lambeugak, Masjid Abu Indrapuri Sinyeu, Masjid Baburridha Lam Ilie, Masjid Baburrayyan Krung Lam Kareung, Masjid Baburrahman Masalee, Masjid Babul Iman Limo, Masjid Al-Ikhlas Meureu Lam Glumpang serta Masjid At-Tabarruat Sihom, jelas sumber dari DSI Aceh.

Penyaluran bantuan yang “DIINISIATOR” anggota DPR Aceh, Hasballah Cut Apa yang juga asal anggota Parlemen dari DP 1 Banda Aceh, Sabang dan Aceh Besar (Abes) tersebut disambut hangat oleh pengurus Masjid, Keuchik dan warga setempat.

Seperti diutarakan sejumlah pengurus Masjid disela-sela penyaluran bantuan dimaksud, dimana mengapresiasi langkah dan usaha anggota DPRA Hasballah dalam menyerap aspirasi warga selama ini, bahkan sebelum menjadi anggota Dewan Tq Balah sudah aktif berkecimpung untuk membantu warga.

“Membuktikan program dam visi- misi yang disampaikan saat kampanye terus direalisasikan Bapak Hasballah dan timnya”, mudah-mudahhan komitmen dalam membantu warga Aceh secara umum terus digerakkan oleh beliau, ungkap sejumlah tokoh masyarakat dikesempatan tersebut.

Ditempat terpisah, inisiator bantuan ambal untuk warga, Hasballah Cut Apa mengharapkan Keuchik di Gampong dan masyarakat secara umum aktif menjalankan program-program untuk kepentingan warga secara umum, serta mengusulkan program-program yang akan dilaksanakan kepada saya langsung atau melalui tim kerja kami, pinta Cut Apa yang juga sedang menyelesaikan study S-2 di Program Pascasarjana UIN Ar Raniry.

Alumni Kampus UIN Ar Raniry Banda Aceh ini juga menambahkan, kami selalu siap menyerap aspirasi warga, apalagi bagi warga yang membutuhkan, seperti usai terkena musibah bencana alam, rumah terbakar dan bentuk

lainnya, _Insya Allah kami hadir, dalam artian, pengabdian dan bentuk bantuan untuk warga siap direalisasikan tiap saat_ tentu sesuai kemampuan dan apa yang dibutuhkan warga, tutup tokoh muda Abes Cut Apa Balah singkat. (zulmahdi)

Sudah Sesuai dengan Izin Mendagri, GePIM Desak Gubernur Aceh Segera Lantik Pejabat Eselon II,III dan IV

0

Ketua Gepim Zulhadi

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH:KETUA Gerakan Pemuda Iskandar Muda (GePIM) Zulhadi mendukung Pemerintah Aceh sekarang ini mualem dan Dekfadh, Dimana GePIM Aceh Memintak kepada Gubernur Aceh Mualem-Dekfat Dalam Kerja Kedepan Mualem – Dekfad harus fokus Pada Pembenahan di dalam Pemerintah Aceh baik pengisian pejabat yang telah lama kosong yaitu posisi Sekda Aceh dan para SKPA maupun Kabid dan Kasi yang telah lama kosong dan sudah lama pansiun dari ASN ujarnya.

Zulhadi juga mengatakan polimik yang terjadi dengan pergantian Eslon II,III dan IV Sekda Aceh sekarang telah terjadi kegaduhan baik dari Para SKPA maupun dari intenal Pemerintahan itu sendiri dan akan berdampak kepada Pembagunan aceh kedepan.ujar ketua GePIM Aceh.

Ketua GePIM Telah Membaca di beberapan media baik elektronik maupun media cetak,mendengar dan Melihat langsung tendang ke gaduhan pelantikan pejabat eslon baik dari eslon II.III dan IV tersebut,walaupun dalam hal pelantikan tersebut telah mendapatkan izin resmi dari kemendagri terkaid pelantikan pejabat eslon tersebut ujar zulhadi.

Gepim Mengharapkan kepada Gubernur Aceh untuk segera melakukan pelantikan terhadap pejabat yang telah mendapat izin dari kemendagri,supaya pemerintahan berjalan normal kembali waluapun kita ketahui sekarang ini banyak pejabat baik Eslon I,II,III dan IV, masih kosong yang selama ini di duduki oleh PLT baik sekda mau SKPA,Sekdis dan Kabid bahkan ada kasubag umum.dan Hukum masih banyak yang belum.terisi ujar zulhadi.

Gerakan Pemuda Iskandar muda(Gepim) Memintak kepada Gubernur Aceh tidak perlu takut terhadap terhadap tekanan oleh oknum yang tidak bertanggujawab yang akan merusak stabilitas pemerintahan yang Mualem dan Dek Fad pimpin sekarang ini, bahkan bukan itu saja ada pihak yang menyebarkan surat izin untuk pelantikan ke publik,berati dalam pemerintah Aceh sekarang ini atau Para SKPA atau Sekdis,Kabid yang berkihanat terhadap kebijakan pemerintahan Mualem-Dekfad yang dipimpin sekarang ini kata ketua Gepim Aceh Zulhadi, lewat siaran persnya yang diterima online ini, Minggu siang. (rel)

Kedamaian Aceh, Hentikan Hasrat Mengulang Konflik!

0

Oleh: Drs. M Isa Alima*

Aceh tidak asing dengan luka. Negeri di ujung barat Indonesia ini pernah berdarah karena kehormatan, berjuang karena harga diri, dan bertahan karena keyakinan.

Tapi yang harus kita pahami bersama: perjuangan yang paling suci adalah ketika kita memilih damai, meski memiliki semua alasan untuk terus marah.

Aceh bukan nama biasa. Ia adalah simbol ketangguhan. Sejak Islam pertama kali berlabuh di Peureulak dan Samudra Pasai, hingga masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam, negeri ini telah menorehkan babak penting dalam sejarah Nusantara.

Aceh menjadi tempat ulama dimuliakan, perempuan diberdayakan, dan kemerdekaan diperjuangkan—baik secara spiritual maupun fisik.

Namun sejarah juga mencatat sisi kelam. Penjajahan membawa perlawanan. Perlawanan membawa korban. Dan ketika kemerdekaan tiba, luka baru justru muncul: ketidakadilan, ketimpangan, dan pengabaian. Rakyat Aceh kembali bangkit menuntut hak-haknya. Tapi tuntutan berubah jadi konflik, dan konflik berubah menjadi trauma.

Konflik Bersenjata dan Generasi yang Retak

Selama bertahun-tahun, Aceh menjadi ladang konflik bersenjata. Nyawa hilang, rumah hancur, keluarga terpisah. Anak-anak tumbuh dalam ketakutan.

Malam-malam sunyi dipenuhi suara tembakan, dan pagi hari disambut kabar kematian.

Apa yang tersisa dari masa itu? Luka, trauma, dan generasi yang bertanya: apakah tanah ini milik kami?

Konflik bukan hanya merenggut nyawa, tapi juga harapan. Dan yang lebih menyedihkan, ada pihak-pihak yang hari ini mencoba menggali kembali lubang lama. Mereka meniupkan api pada bara yang mulai padam. Mereka bicara soal keadilan, tapi sembunyi di balik kepentingan pribadi. Mereka memutar narasi lama, seakan damai adalah kelemahan.

Tsunami: Bencana yang Membawa Kesadaran

Semua berubah pada 26 Desember 2004. Ketika tsunami datang dan meluluhlantakkan Aceh, bukan hanya rumah yang rata dengan tanah—tapi juga ego, kemarahan, dan dendam. Dalam duka itu, kesadaran bersama lahir: bahwa tidak ada masa depan dalam konflik.

Dan dari puing-puing itulah lahir MoU Helsinki 2005. Sebuah perjanjian damai yang bukan sekadar hitam di atas putih, tapi simbol kesediaan untuk menyudahi pertikaian. Damai itu diperjuangkan. Ia bukan hadiah dari luar, tapi keputusan bersama yang dibangun dari rasa kehilangan, kepedihan, dan harapan.

Damai Bukan Akhir, Tapi Titik Awal

Kini Aceh sudah berdamai. Tapi apakah semua selesai?

Belum. Damai adalah titik awal perjuangan baru: membangun, mendidik, memperkuat ekonomi, merawat budaya, dan membentuk generasi baru yang tidak mewarisi dendam.

Namun di tengah jalan ini, godaan muncul. Ada segelintir pihak yang ingin memanfaatkan ruang kosong. Mereka ingin mengulang cerita lama. Mereka ingin membawa Aceh kembali ke masa konflik, hanya karena kekuasaan, kepentingan, atau nostalgia kelam.

Kepada mereka kami ingin berkata tegas:

Aceh sudah berdamai. Hentikan hasrat mengulang konflik.
Jangan ajari anak-anak kami cara membenci.
Jangan wariskan dendam kepada generasi baru.

Generasi Baru Tidak Perlu Senjata

Anak-anak Aceh hari ini tidak lagi bertanya siapa lawan mereka. Mereka bertanya bagaimana caranya menjadi cerdas.

Mereka ingin belajar, kuliah, menciptakan teknologi, menulis buku, dan membangun negeri. Mereka ingin bangga sebagai orang Aceh yang berkontribusi, bukan sebagai korban masa lalu.

Jangan rusak pikiran mereka dengan cerita heroik yang berlumur darah. Jangan giring mereka masuk ke dalam lubang sejarah yang telah kita tutup dengan susah payah. Generasi baru Aceh tidak butuh senjata. Mereka butuh pengetahuan, lapangan kerja, literasi, internet cepat, dan ruang berekspresi.

Damai Adalah Warisan Paling Bernilai

Aceh hari ini masih jauh dari sempurna. Tapi setidaknya, kami telah mengambil langkah penting: memilih damai.

Ini bukan proses yang mudah. Banyak yang dikorbankan. Tapi damai adalah warisan terbaik yang bisa kami serahkan kepada anak cucu kami.

Kelak ketika mereka membaca sejarah dan bertanya,
“Mengapa dulu kalian bertikai?”
Kami ingin menjawab,
“Agar kalian tidak perlu mengalaminya lagi.”

Dan ketika mereka bertanya,
“Apa yang kalian wariskan pada kami?”
Kami ingin menjawab,
“Kami mewariskan damai. Damai yang tidak mudah. Damai yang diperjuangkan. Tapi damai yang indah.”

Pilihan Kita Hari Ini Menentukan Masa Depan

Aceh tidak boleh kembali mundur. Jangan biarkan narasi dendam mengaburkan cita-cita. Jangan biarkan nostalgia kelam merusak masa depan yang sedang kami bangun dengan susah payah.

Kita sudah terlalu lama menangis. Kini saatnya kita tersenyum.

Aceh sudah berdamai.

Dan kami tidak akan membiarkan siapa pun mengulang luka itu lagi.

*Penulis adalah Ketua DPD Patriot Bela Nusantara (PBN) Aceh

Adriadi, SE: Perubahan MBG Harus Dikaji, Jangan Sampai Timbulkan Masalah Baru

0

Tokoh masyarakat Sungai Liput sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Aceh Tamiang, Adriadi, SE, Kamis (10/9), menilai rencana pengalihan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke kantin sekolah perlu dikaji secara matang.

Menurut Adriadi, perpindahan sistem tersebut belum tentu membuat pengelolaan MBG menjadi lebih efisien dan efektif. Bahkan, jika tidak dipersiapkan dengan baik, perubahan itu berpotensi menimbulkan persoalan baru di masyarakat.

“Peralihan ke kantin sekolah belum tentu otomatis membuat program lebih efisien. Jangan sampai niatnya memperbaiki tata kelola, tetapi justru muncul masalah baru dalam pengawasan, biaya, tenaga kerja dan pelaksanaan di lapangan,” ujar Adriadi.

Ia juga mengingatkan agar pemenuhan gizi anak tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, apabila MBG dikelola melalui kantin sekolah, harus ada sistem pengawasan yang kuat terhadap
menu, kandungan gizi, porsi, kualitas dan kebersihan makanan.

“Jangan hanya memastikan anak mendapatkan makanan. Yang lebih penting, apakah makanan itu benar-benar memenuhi kebutuhan gizinya. Kalau pengawasan menjadi lebih sulit, kita khawatir tujuan utama program MBG justru tidak tercapai,” jelasnya.

Di sisi lain, Adriadi menyoroti dampak pengalihan tersebut terhadap lapangan kerja. Selama ini, program MBG turut membuka pekerjaan bagi masyarakat, mulai dari penyedia bahan makanan,
memasak, pengemasan hingga distribusi.

“Kalau semua dipusatkan di kantin sekolah, harus dihitung juga berapa tenaga kerja yang nantinya masih bisa diserap. Jangan sampai masyarakat yang sebelumnya memperoleh penghasilan dari MBG justru kehilangan pekerjaan dan kembali menjadi pengangguran,”
katanya.

Adriadi menegaskan bahwa tidak ada sistem yang sempurna. Karena itu, jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan MBG saat ini, yang perlu dilakukan adalah evaluasi dan
perbaikan.

“Tidak ada sistem yang sempurna. Tetapi sistem yang baik adalah sistem yang terus dievaluasi dan diperbaiki, bukan menggantikan semua sistem yang ada. Kalau ada kekurangan, kita perbaiki. Kalau pengawasan lemah, kita perkuat. Kalau distribusi bermasalah, kita benahi,” tegasnya.

Ia berharap setiap perubahan MBG didasarkan pada kajian yang jelas, termasuk menghitung biaya, kualitas gizi, sistem pengawasan dan dampaknya terhadap tenaga kerja masyarakat.

“Yang kita inginkan bukan sekadar mengganti sistem, tetapi memastikan MBG benar-benar lebih baik. Anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, pengawasan berjalan, anggaran efisien, dan
masyarakat tetap memperoleh manfaat ekonomi,” pungkas Adriadi.(*)

GePIM Beri Apresiasi Tindakan Tepat Mualem

0

Ketua GePIM Zulhadi Spd,Mpd

BANDA ACEH – Gerakan Pemuda Iskandar Muda zulhadi mengapresiasi langkah cepat pemerintah aceh Mualem dalam melakukan pelantikan mutasi pejabat eslon II,III dan IV di jajaran pemerintahan aceh,hal harus dilakukan karena untuk mengisi posisi yang begitu banyak sudah kosong dan pejabat sudah lama menduduki posisi tertentu kata zulhadi.

Pemerintah Aceh dalam hal ini mualem harus berani memberikan warning kepada pejabat yang mendapatkan amanah tersebut dalam menjalakan amanah itu harus mampu membawa peruhaban dan trobosan baru untuk kemajuan aceh kedepan dan harus berani melawan premanisme di dalam birokrasi saat ini ujar zulhadi.

Dalam hal ini Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, (mualem) mengambil sumpah jabatan dalam pelantik pejabat pimpinan tinggi pratama eselon II, pejabat administrator eselon III dan pejabat pengawas eselon IV dalam lingkungan Pemerintah Aceh, di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Senin, kata ketua Gepim  Aceh zulhadi

Total pejabat yang dilantik adalah 74 orang. Dengan rincian pejabat pimpinan tinggi pratama 5 orang, pejabat administrator 49 orang dan pejabat pengawas 20 orang.

Para pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik adalah M Nasir Syamaun sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Sekda Aceh, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh. Kemudian Azwardi Abdullah sebagai Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh, sebelumnya menjabat sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Sekda Aceh.

Berikutnya T Mirzuan dilantik sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh. Kemudian Dr Husnan dilantik sebagai Kepala Bappeda Aceh, sebelumnya menjabat Perencana Ahli Madya Bappeda Aceh. Dan terakhir Abdullah Hasbullah  dilantik sebagai Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh.

 

Dalam kesempatan pelantikan hari ini dalam sambutan nyan Gubernur Aceh yang akrab disapa Mualem itu berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik untuk gigih serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.ujar zulhadi

 

Gepim Aceh zulhadi memintak kepada gubernur Aceh Yang disapa mualem,untuk segera membuka JPT Ulang terhadap kadis yang telah lama menduduki posisi supaya regenerasi dan mengisi posisi yang masih banyak kosong dan belum semuanya terisi,bukan eslon II ,III dan IV saja yang masih kosong akan tetapi Sekda Aceh harus segera di isi yang definitif supaya bisa berjalanyan roda pemerintahan yang sehat dan bisa membawak kemakmuran untuk rakyat Aceh sebagai mana yang telah di buat dalam janji kompanye politik waktu dulu,kalau pun ada pejabat yang berambisi terhadap jabatan tertentu maka pejabat itu di Off kan saja karena apa yang kita dengar diluar ada pihak pihak yang ingin ambisi nyan menjadi sekda aceh untuk melakukan dengan berbagai cara,kita mengharapkan kepada Gubernur Aceh untuk segera mecopot pejabat tersebut karena matahari hanya ada satu yaitu Gubernur Aceh Muzakir Manaf(Mualem).ujar ketua Gepim Aceh Zulhadi Spd.Mpd.

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Koramil 01/Sukajaya Bantu Renovasi Warung Warga di Gampong Paya

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa 08 Koramil 01/Sukajaya, Kodim 0112/Sabang, Sertu Junaidi, turut serta membantu warga binaan dalam merenovasi warung milik Ibu Nurlela di Jurong...