Politik

Beranda Politik
Berita Politik

KIP Kota Sabang Menetapkan Hasil Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sabang Tahun 2024

0

MEDIANAD.COM, SABANG – berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara ;

KIP kota Sabang menetapkan Hasil Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sabang Tahun 2024 pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dengan perolehan suara sebagai berikut:

a. Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sabang Nomor Urut 1 atas nama Hendra, S.H. dan drg. H. Marwan dengan perolehan suara sah
sebanyak 2.444 (dua ribu empat ratus empat puluh empat) suara;

b. Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sabang Nomor Urut 2 atas nama Zulkifli H. Adam dan Drs. Suradji Junus dengan perolehan suara sah sebanyak 9.896 (sembilan ribu delapan ratus sembilan puluh enam)
suara;

c. Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sabang Nomor Urut 3 atas nama Ferdiansyah, S.Kel. dan Muhammad Isa dengan perolehan suarasah sebanyak 9.700 (sembilan ribu tujuh ratus) suara.

Hasil Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sabang Tahun 2024 ditetapkan pada hari Selasa tanggal Delapan bulan April tahun Dua Ribu Dua Puluh Lima pukul 12.25 WIB.

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan di Kota Sabang, Selasa (8/4/2025).(man)

KIP Banda Aceh Lakukan Pemutakhiran data Pemilih Berkelanjutan Triwulan II Tahun 2025

0

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh, Yusri Razali S.Pd.I dikesempatan tersebut mengatakan.

“Dalam rapat pleno yang dilaksanakan di ruang Media Center KIP tersebut, Rabu (02/07) 2025 juga seluruh elemen terkait dan Forkopimda Banda Aceh mengirimkan perwakilan.

Diantaranya, Yusri Razali S.Pd.I Ketua KIP Kota Banda Aceh itu sendiri, Kompol Robby Nanda SH, Plh kabag Ops Polresta Banda Aceh, Kapten Cpl Deni Hendrianto (Danramil 13 Kuta Alam), Ely Safrida (Ketua Panwaslu kota Banda Aceh), Mairiza SSTP MSI (Kabid administrasi pemko Banda Aceh) Rachmat Hidayat (Anggota Komisioner KIP Kota Banda Aceh), Hasbullah HD (Anggota Komisioner KIP Kota Banda Aceh) Muhammad Zar(Anggota Komisioner KIP Kota Banda Aceh)
Saiful Haris (Anggota Komisioner KIP Kota Banda Aceh) Anbia dianda (Anggota Panwaslih Kota Banda Aceh) Ermizal.SH (Sekretaris KIP Kota Banda Aceh)
Umar Banta Ali (Komisioner Panwaslih Adhoc Kota Banda Aceh).

Serta Para angota KIP Kota Banda Aceh, Staf Sekertariat KIP Banda Aceh, Staf Panwaslih Kota Banda Aceh.

Dimana, tujuan dari pembaruan data ini adalah untuk memastikan data pemilih tetap akurat dan mutakhir, misalnya jika ada warga yang telah meninggal dunia atau warga yang baru memperoleh hak pilih.

Kami juga bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk memperbarui data personel yang telah pensiun, sehingga mereka dapat dimasukkan dalam daftar pemilih tetap.
Proses pemutakhiran ini harus dilakukan sinkron dengan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), terutama jika terdapat perubahan data kependudukan. Semua data yang telah dimutakhirkan ini nantinya akan kami laporkan ke KPU, ujar ketua KIP Yusri Razali.

Serta Kompol Robby Nanda, SH (Plh. Kabag Ops Polresta Banda Aceh juga mengatakan.

“Kami akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terkait data personel yang telah pensiun serta personel yang baru masuk”

Sedangkan dikesempatan yang sama, Kapten Cpl Deni Hendrianto (Danramil 13 Kuta Alam) menyampaikan bahwa, Terkait dengan hak pilih anggota TNI Anak anggota TNI yang menjadi TNI secara otomatis kehilangan hak pilih sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan kami siap bekerja sama dengan staf personel di tingkat Kodam maupun Kodim dalam hal pendataan, juga menjalin kerja sama dengan kepala asrama untuk memastikan data personel dan keluarga terverifikasi dengan baik.

Kami terbuka untuk berkolaborasi dalam pencarian dan verifikasi data di tingkat desa guna memastikan keakuratan dan kelengkapan informasi.

Disisi lain, Saiful Haris, S.T (Angota KIP Kota Banda Aceh) menyampaikan, terkait dengan data pemilih berkelanjutan, hal ini merupakan bagian dari kerja berkelanjutan yang dilakukan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP), baik setelah pelaksanaan pemilu sebelumnya maupun dalam rangka persiapan pemilu yang akan datang.

Kami telah melakukan koordinasi dengan Panwaslih, yang mulai efektif masuk tanggal 8 Mei 2025. Koordinasi ini akan terus kami jaga dan pertahankan hingga tahapan Pemilu nantinya. Dalam proses pemutakhiran dan pemeliharaan data pemilih ini, kami sangat membutuhkan dukungan dan informasi dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat secara umum.

Untuk itu, kerja bersama ini penting untuk memastikan data pemilih yang akurat, mutakhir, dan komprehensif demi keberhasilan penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil.

Pandangan Ely Syafridah yang juga Ketua Panwaslu Kota Banda Aceh menuturkan, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) triwulan ll tahun 2025. Dalam rangka koordinasi pengawasan tahapan pemilu, kami ingin menyampaikan beberapa hal penting. Fokus utama kami saat ini adalah pemutakhiran data pemilih, terutama terkait dengan TNI dan Polri yang sudah pensiun.

Selain itu, kami juga memperhatikan data masyarakat yang berada di lapas, dan kami berharap terus menjalin komunikasi dengan perangkat Gampong yang menjadi ujung tombak dalam masyarakat.

Kami berharap pelaksanaan uji petik dapat dilakukan secara koordinatif, sehingga bersama-sama dapat menentukan pilihan yang tepat.

Untuk mendukung kelancaran kerja, kami mohon agar alat kerja seperti data dapat dipermudah, khususnya dalam pemberian data yang dibutuhkan. Kerjasama yang baik dari semua pihak sangat kami harapkan demi suksesnya pengawasan pemilu ini, pintanya.

Sedangkan Mairiza SSTP, MSI Kabid administrasi pemko Banda Aceh menyampaikan bahwa, Siap untuk memperbarui dan memastikan data pemilih agar hak pilih setiap orang terjamin. Saat ini, data pemilih yang ada masih kami miliki dan siap untuk diverifikasi.

Terkait penghapusan data pemilih, khususnya yang diusulkan oleh pihak-pihak seperti Keuchik, kami memahami bahwa penghapusan data bisa dilakukan apabila terdapat bukti valid, misalnya surat kematian.

Untuk memperlancar proses ini, kami berharap dapat bekerja sama secara sinergis. Misalnya, dengan melakukan sosialisasi bersama ke sekolah-sekolah dan kolaborasi lintas pihak agar semua pihak memahami proses dan tujuan pembaruan data pemilih ini, jelasnya singkat.(rel/lem)

Polres Sabang Siap Amankan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Serentak 2024

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Serentak 2024 yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, Kapolres Sabang AKBP Erwan, SH, MH, bersama Komisioner KIP Kota Sabang dan Komisioner Panwaslih Kota Sabang meninjau langsung lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02 di Jr. Cot Klah Gp.Paya Seunara Kec.Sukamakmue Kota Sabang, Senin (24/03/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakapolres Sabang, Kompol Ridwan, SE, M.Si, Kabag Ops Polres Sabang, AKP Bukhari, SH, MH, Kasat Sabhara, AKP Sabrani, S.E, Kasat Lantas Polres Sabang, Ipda Rizal Bahnur, Kasat Intelkam Polres Sabang, Ipda Muhammad Dimas Permadi, S.Tr.K., Kapolsek Sukakarya Kota Sabang, Ipda Hairul Saleh Ritonga, SH, dan Kasi Humas Polres Sabang, Ipda Saiful Anwar.

Dari unsur penyelenggara pemilu, turut hadir Komisioner KIP Kota Sabang, yaitu Mualim Hasibuan, M. Yani, dan Anisah, Ketua Panwaslih Kota Sabang, Dasrul Rinaldy, SE, Sekretaris KIP Kota Sabang, T. Taufik, S.Sos, serta jajaran Komisioner Panwaslih Kota Sabang. Selain itu, Camat Sukamakmue, Nurmansyah Putra, S.STP., dan Geuchik Gp.Paya Seunara, Saiful Rizal, juga ikut serta dalam kegiatan ini.

Kapolres Sabang AKBP Erwan, menegaskan bahwa jajaran Polres Sabang siap mengamankan jalannya PSU agar berlangsung lancar, aman, dan kondusif. “Kami berkomitmen untuk memastikan keamanan serta ketertiban dalam proses pemungutan suara ulang ini. Dengan koordinasi yang baik antara aparat kepolisian, penyelenggara pemilu, dan masyarakat, diharapkan PSU berjalan dengan lancar tanpa kendala,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komisioner KIP Kota Sabang juga menegaskan bahwa PSU ini akan dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang berlaku, sehingga hak pilih masyarakat dapat tersalurkan dengan baik dan demokratis. Sementara itu, Ketua Panwaslih Kota Sabang, Dasrul Rinaldy, SE, mengingatkan semua pihak agar tetap menjaga netralitas dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

Peninjauan ini menjadi bagian dari kesiapan Polres Sabang dalam mengawal demokrasi di wilayahnya. Seluruh pihak diimbau untuk bekerja sama dalam menjaga kondusivitas menjelang pelaksanaan PSU, Dengan pengamanan yang optimal dan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan Pemungutan Suara Ulang di TPS 02 Jr. Cot Klah, Gp. Paya Seunara, dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sesuai dengan asas demokrasi.(man)

Jadi Waketum DPP PAN, H Nazaruddin Dek Gam: Kebanggaan bagi Pengurus PAN Aceh dan Sangat Besar Tanggung Jawab

0

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Politisi muda PAN dan anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, H Nazaruddin Dek Gam, usai resmi menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PAN, terlebih dahulu anggota DPR RI Fraksi PAN dua periode dimaksud, menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, atas jabatan dan amanah yang diberikan kepada dirinya.

Serta amanah ini juga menjadi kebanggaan bagi saya, keluarga saya dan bagi segenap pengurus PAN dari Aceh, pinta ketua BKD DPR RI Dek Gam dalam nada optimis.
“Seperti telah dirilis sejumlah media online minggu malam”, Presiden Persiraja Banda Aceh H Nazaruddin lebih jauh mengatakan, “amanah dan ditunjuk oleh abang sang Ketum DPP sebagai Wakil Ketua Umum DPP PAN, merupakan jabatan yang sangat besar tanggung jawab, terutama menjaga perjalanan partai agar terus mendapat dukungan dari masyarakat dan kader lainnya”.

Dengen demikian, untuk keberhasilan dan kesejahteraan bagi seluruh Rakya kususnya masyarakat Aceh, pengusaha muda and sukses Dek Gam ini, memohon doa dari masyarakat Aceh, pengurus PAN Aceh dan simpatisan, sehingga amanah ini dapat saya laksanakan dengan baik kedepan, tutup Dek Gam singkat.

Seperti dirilis DPP PAN dalam susunan pengurus yang diketuai Zulkifli Hasan, salah satu pengurus harian yakni diurutan Waketum ada sosok anggota DPR RI asal Aceh, H Nazaruddin Dek Gam secara resmi ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) periode 2024-2029.

Yang diumumkan dalam acara ‘Halal bi Halal dan Pengumuman Susunan Kepengurusan DPP PAN’ di Rumah DPP PAN, Jakarta Selatan, Minggu (20/4/) 2025. (zm/**)

Terungkap Dari Silaturrahmi Syech Muharram Bupati Aceh Besar Terpilih Dengan Anggota DPR-RI H. M. Nasir Djamil DPR-RI

0

MEDIANAD.COM, ACEH BESAR– Disela-sela kunjungan kerja dalam rangka reses ke Aceh, anggota DPR-RI Komisi III H. M.Nasir Djamil, S. Ag, M. Si berkesempatan bersilaturrahmi dengan H. Muharram Idris (Syech Muharram) di Banda Aceh. Silaturrahmi yang sangat akrab tersebut,

berlangsung di salah satu Caffe di kawasan Jl. Mr. Mohd. Hasan Gampong Bayu Darul Imarah Aceh Besar.

Pada kesempatan tersebut, H. Muharram Idris Bupati Aceh Besar terpilih memaparkan visi, misi dan program kerja pemerintahannya untuk 5 tahun mendatang.

“Sesuai dengan visi misi dan program kerja, pembangunan Aceh Besar kami prioritaskan pada pada 10 program pokok dalam rangka pengembangan ekonomi di kabupaten Aceh Besar, terutama pada bidang pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan. Karena Aceh Besar memiliki potensi yang sangat besar pada sektor tersebut”, jelas Syech Muharram serius.

“Tentu dengan tidak mengesampingkan program lainnya, seperti pendidikan, kesehatan dan pembangunan di bidang Syariat Islam, serta sektor lainnya Pembangunan pada sektor pertanian diharapkan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, program ini juga sejalan dengan program nasional dalam bidang ketahanan pangan” ujar Bupati Aceh Besar terpilih.

Syech Muharram menambahkan, “Dalam pemerintahannya nanti, pihaknya akan mengedepankan sinergitas dan kebersamaan dengan semua pihak, terutama dengan pihak Forkopimda Aceh Besar dan ulama, tokoh masyarakat lainnya, pemuda dan perempuan, serta semua elemen masyarakat. Yang paling penting, selaku bupati terpilih dari independen, pastinya kami akan berkoalisi dengan semua anggota DPRK Aceh Besar, serta elemen masyarakat lainnya. Sesuai dengan motto kami, Bersama Rakyat Aceh Besar Menuju Perubahan”, ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Syech Muharram berharap kepada H. M. Nasir Djamil selaku wakil rakyat Aceh di DPR-RI, hendaknya dapat membantu pembangunan di Aceh Besar, sesuai dengan kapasitas dan kewenangan yang dimilikinya.

Menanggapi harapan tersebut, H. M. Nasir Djamil menyatakan siap membantu Pemerintahan Aceh Besar nantinya. Sebelumnya M. Nasir Djamil menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas terpilihnya Pasangan Syech Muharram dan Syukri A. Jalil sebagai Bupati Aceh Besar dari Jalur Independen.

“Saya siap mendukung dan membantu memperjuangkan kepentingan dan kebutuhan pemerintahan Aceh Besar di tingkat nasional, sesuai kapasitas dan kewenangan yang saya miliki”, tutur politisi senior PKS ini.

Pada silaturrahmi yang berlangsung akrab tersebut. Syech Muharram juga turut didampingi oleh Tim Commando Independen Aceh Besar, antara lain Ir. Zakaria, MT, Marizal Ulee, M. Yani, Muhajir dan Yusri, VE. ST.(*)

Dugaan Pemalsuan dokumen Akademik Jokowi Presiden ke-7, Rismon Sianipar siap Berhadapan Dengan Hukum

0

MEDIANAD.COM – Rismon Sianipar, ahli forensik digital, menegaskan kesiapannya berhadapan dengan hukum setelah melaporkan dugaan pemalsuan dokumen akademik Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Dalam diskusi di kanal YouTube Marilok, ia menantang Jokowi membuktikan keaslian ijazah secara terbuka dan siap membawa pertarungan ini ke pengadilan.

Rismon menyoroti laporan laboratorium forensik Bareskrim Polri yang menyimpulkan ijazah Jokowi asli sebagai “prematur dan tidak ilmiah”. Menurutnya, metode yang digunakan—seperti mengandalkan “perabaan tekstur kertas”—tidak memenuhi standar keilmiahan.

“Kalau bicara keaslian, harusnya ada uji paper dating, kromatografi tinta, atau analisis mikroskopis. Ini dokumen 40 tahun, tapi kertasnya masih putih bersih seperti baru. Mana logikanya?” tegas Rismon, merujuk pada lembar pengesahan skripsi Jokowi di UGM.

Ia juga membeberkan kecurigaan manipulasi dalam kasus lain, seperti Jessica Wongso dan Vina Cirebon, di mana ia menduga ada rekayasa bukti digital oleh oknum kepolisian.***

Aset Masjid Raya Baiturrahman Belum Diserahterimakan

0

MEDIANAD.COM- Sejumlah aset Masjid Raya Baiturrahman disebut belum sepenuhnya diserahterimakan kepada imum chik yang baru, meskipun pelantikan dan serah terima jabatan dari imum chik lama telah dilakukan pada 13 Agustus 2025 lalu.

Sumber internal Masjid Raya Baiturrahman Sabtu (17/1/2026) menyebutkan bahwa Pemerintah Aceh menginginkan pengelolaan dan pemanfaatan aset masjid dilakukan secara akuntabel dan transparan guna menghindari munculnya persepsi negatif di tengah umat.

Menurut sumber tersebut, berdasarkan laporan audit yang dilakukan auditor independen dari Kantor Akuntan Publik Suryadi dan M. Rizal Yahya, laporan keuangan periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 mencatat saldo sebesar Rp1.579.872.734. Kondisi ini, kata dia, menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak terkait penggunaan pendapatan yang berasal dari pengelolaan berbagai aset Masjid Raya Baiturrahman.

 

Ia menyebutkan, aset Masjid Raya Baiturrahman antara lain berupa 10 kapling tanah dengan total luas sekitar 58.000 meter persegi, 10 unit toko, 10 unit rumah, satu unit sekolah, serta Radio Baiturrahman.

Selain itu, sumber tersebut juga mempertanyakan keberadaan Yayasan Baiturrahman Peduli Umat, yang diketahui mengalami perubahan kepengurusan pada 18 Maret 2025.

Berdasarkan lampiran Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0000729.AH.01.05 Tahun 2025, yayasan tersebut didirikan oleh Prof. Dr. Azman Ismail, MA dan Thantawi Ishak, SH, MH.

Dalam dokumen tersebut tercantum nama-nama pembina yayasan, yakni Prof. Dr. Azman Ismail, MA selaku ketua, Drs. T. Setia Budi, serta Prof. Dr. Al Yasa Abubakar, MA.

Sementara itu, jajaran pengurus terdiri atas Drs. Hamdan Syamsuddin sebagai ketua, Dr. Badrul Munir, MA sebagai sekretaris, Naisaburi Ilyas sebagai wakil sekretaris, dan Dr. Hafas Furqani, M.Ec sebagai bendahara. Adapun pengawas yayasan diketuai oleh Idrus Hayat, SE, dengan anggota Junaidi, S.Sos, Teuku Zainul Arifin Panglima Polem, serta Drs. M. Jamil Ibrahim.

Hingga berita ini diturunkan, pihak imum chik lama maupun pengelola Masjid Raya Baiturrahman belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut.(**)

DPC PDI Perjuangan Kota Sabang Peduli Rakyat

0

MEDIANAD COM, SABANG , – Hujan yang terus mengguyur kota Sabang dalam situasi cuaca ekstrim beberapa hari belakang ini yang membuat daerah kepulauan di ujung Propinsi Aceh itu terjadinya pohon tumbang, longsor bahkan air yang erosi dari perbukitan masuk ke rumah rumah warga, sebagaimana yang terjadi hari ini di Gampong Paya Kecamatan Sukamakmue Sabang, kamis (27/11).

Dalam keadaan situasi yang demikian DPC PDI Perjuangan kota Sabang turun ke lokasi warga yang terdampak bencana di Gampong Paya untuk memberikan Bantuan Sosial ( Bansos ) sebagai rasa empati dan rasa kepedulian sesama warga Sabang yang sedang mengalami bencana alam.

” Benar, kami bersama Tim DPC PDI Perjuangan kota Sabang turun kelapangan tepatnya ke Gampong Paya kecamatan Sukamakmue Sabang untuk memberikan bantuan sosial, berupa beras, minyak goreng, telur, mie instan dan keperluan bahan pokok lain yang di butuhkan oleh warga dampak bencana alam, bantuan tersebut kami berikan untuk dua kepala keluarga (KK), yakni kepada Bapak Hasyim dan kepada Ibu War, keduanya adalah warga Gampong Paya yang rumahnya tergenang air,” terang ketua DPC PDI. Perjuangan kota Sabang, Yuventius Gunawan atau sering disapa pada hari – harinya, Bapak Asin.

Menurut Asin, DPC PDI Perjuangan kota Sabang terus berusaha untuk memberikan bantuan kepada warga kota Sabang yang sedang mengalami bencana di Pulau Weh Sabang, sampai hari ini masih juga di guyur hujan walaupun tidak separah pada hari – hari sebelumnya.

Partai PDI Perjuangan adalah partai berjuang untuk wong cilik, agar orang orang wong cilik yang dari bawah akan terangkat taraf hidupnya seperti layaknya orang lain yang sudah mapan tingkat sejahtera.

Motto: PDI Perjuangan kota Sabang,” Siap Hadir Jika Masyarakat Membutuhkan,” Tutup Yuventius Gunawan/Asin.(*)

Pengurus Diisi Kader Muda dan Wajah Baru, Ketua DPW PAN Aceh Dek Gam Optimis Tembus 3 Besar Pemilu 2029

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Sebelumnya pengurus DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh mengusung slogan _Abeh Ubee Abeh_ sebagai salah satu upaya untuk memacu mesin partai dan kader terus bergerak serta menunjukkan kerja tuntas ditengah-tengah masyarakat mulai sekarang, sekaligus kinerja dan mesin partai terus meninggi,

yang juga slogan baru serta pondasi dalam memperkuat mesin partai dimulai dari penyegaran keorganisasian partai.

Dimana 80 persen struktur kepengurusan DPW PAN Aceh periode 2024-2029 diisi wajah baru, muda dan pendukung (kader) yang loyal terhadap parta dan dirinya ( Dek Gam), ujar Ketua DPW PAN Aceh, H Nazaruddin Dek Gam dalam pidato politiknya saat serimoni pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN Kabupaten dan Kota se Aceh di Banda Aceh, Sabtu (13/06/2026) sore.

Sembari menegaskan, _80 persen pengurus baru DPW diisi pendatang baru dan muda ialah pendukung setia saya_ serta sudah siap berjuang hingga kepelosok gampong terpencil demi marwah partai dan dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat Aceh.

Yang sudah barang tentu lewat slogan _Abeh Ubee Abeh_ serta lewat kerja tuntas pengurus DPW, DPD, “kader dan simpatisan hingga keanak ranting, kita semakin optimis mesin PAN Aceh bisa tembus tiga besar pada Pemilihan Umum (PEMILU) tahun 2029 nantinya”, ujar Presiden Persiraja Dek Gam dimaksud dalam nada penuh semangat dikesempatan tersebut.

Sekaligus menyampaikan para ketua DPD dan pengurus dari kabupaten dan kota yang dilantik oleh Ketum DPP _Zulhas_ Zulkifli Hasan dikesempatan yang sama, Sabtu petang itu juga diisi kader muda partai dan 100 persen sudah membuktikan dedikasinya dalam membesarkan serta menaikkan mesin partai, tutup Ketua MKD DPR RI, H Nazaruddin Dek Gam dalam nada optimistis. (zulmahdi)

Kedamaian Aceh, Hentikan Hasrat Mengulang Konflik!

0

Oleh: Drs. M Isa Alima*

Aceh tidak asing dengan luka. Negeri di ujung barat Indonesia ini pernah berdarah karena kehormatan, berjuang karena harga diri, dan bertahan karena keyakinan.

Tapi yang harus kita pahami bersama: perjuangan yang paling suci adalah ketika kita memilih damai, meski memiliki semua alasan untuk terus marah.

Aceh bukan nama biasa. Ia adalah simbol ketangguhan. Sejak Islam pertama kali berlabuh di Peureulak dan Samudra Pasai, hingga masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam, negeri ini telah menorehkan babak penting dalam sejarah Nusantara.

Aceh menjadi tempat ulama dimuliakan, perempuan diberdayakan, dan kemerdekaan diperjuangkan—baik secara spiritual maupun fisik.

Namun sejarah juga mencatat sisi kelam. Penjajahan membawa perlawanan. Perlawanan membawa korban. Dan ketika kemerdekaan tiba, luka baru justru muncul: ketidakadilan, ketimpangan, dan pengabaian. Rakyat Aceh kembali bangkit menuntut hak-haknya. Tapi tuntutan berubah jadi konflik, dan konflik berubah menjadi trauma.

Konflik Bersenjata dan Generasi yang Retak

Selama bertahun-tahun, Aceh menjadi ladang konflik bersenjata. Nyawa hilang, rumah hancur, keluarga terpisah. Anak-anak tumbuh dalam ketakutan.

Malam-malam sunyi dipenuhi suara tembakan, dan pagi hari disambut kabar kematian.

Apa yang tersisa dari masa itu? Luka, trauma, dan generasi yang bertanya: apakah tanah ini milik kami?

Konflik bukan hanya merenggut nyawa, tapi juga harapan. Dan yang lebih menyedihkan, ada pihak-pihak yang hari ini mencoba menggali kembali lubang lama. Mereka meniupkan api pada bara yang mulai padam. Mereka bicara soal keadilan, tapi sembunyi di balik kepentingan pribadi. Mereka memutar narasi lama, seakan damai adalah kelemahan.

Tsunami: Bencana yang Membawa Kesadaran

Semua berubah pada 26 Desember 2004. Ketika tsunami datang dan meluluhlantakkan Aceh, bukan hanya rumah yang rata dengan tanah—tapi juga ego, kemarahan, dan dendam. Dalam duka itu, kesadaran bersama lahir: bahwa tidak ada masa depan dalam konflik.

Dan dari puing-puing itulah lahir MoU Helsinki 2005. Sebuah perjanjian damai yang bukan sekadar hitam di atas putih, tapi simbol kesediaan untuk menyudahi pertikaian. Damai itu diperjuangkan. Ia bukan hadiah dari luar, tapi keputusan bersama yang dibangun dari rasa kehilangan, kepedihan, dan harapan.

Damai Bukan Akhir, Tapi Titik Awal

Kini Aceh sudah berdamai. Tapi apakah semua selesai?

Belum. Damai adalah titik awal perjuangan baru: membangun, mendidik, memperkuat ekonomi, merawat budaya, dan membentuk generasi baru yang tidak mewarisi dendam.

Namun di tengah jalan ini, godaan muncul. Ada segelintir pihak yang ingin memanfaatkan ruang kosong. Mereka ingin mengulang cerita lama. Mereka ingin membawa Aceh kembali ke masa konflik, hanya karena kekuasaan, kepentingan, atau nostalgia kelam.

Kepada mereka kami ingin berkata tegas:

Aceh sudah berdamai. Hentikan hasrat mengulang konflik.
Jangan ajari anak-anak kami cara membenci.
Jangan wariskan dendam kepada generasi baru.

Generasi Baru Tidak Perlu Senjata

Anak-anak Aceh hari ini tidak lagi bertanya siapa lawan mereka. Mereka bertanya bagaimana caranya menjadi cerdas.

Mereka ingin belajar, kuliah, menciptakan teknologi, menulis buku, dan membangun negeri. Mereka ingin bangga sebagai orang Aceh yang berkontribusi, bukan sebagai korban masa lalu.

Jangan rusak pikiran mereka dengan cerita heroik yang berlumur darah. Jangan giring mereka masuk ke dalam lubang sejarah yang telah kita tutup dengan susah payah. Generasi baru Aceh tidak butuh senjata. Mereka butuh pengetahuan, lapangan kerja, literasi, internet cepat, dan ruang berekspresi.

Damai Adalah Warisan Paling Bernilai

Aceh hari ini masih jauh dari sempurna. Tapi setidaknya, kami telah mengambil langkah penting: memilih damai.

Ini bukan proses yang mudah. Banyak yang dikorbankan. Tapi damai adalah warisan terbaik yang bisa kami serahkan kepada anak cucu kami.

Kelak ketika mereka membaca sejarah dan bertanya,
“Mengapa dulu kalian bertikai?”
Kami ingin menjawab,
“Agar kalian tidak perlu mengalaminya lagi.”

Dan ketika mereka bertanya,
“Apa yang kalian wariskan pada kami?”
Kami ingin menjawab,
“Kami mewariskan damai. Damai yang tidak mudah. Damai yang diperjuangkan. Tapi damai yang indah.”

Pilihan Kita Hari Ini Menentukan Masa Depan

Aceh tidak boleh kembali mundur. Jangan biarkan narasi dendam mengaburkan cita-cita. Jangan biarkan nostalgia kelam merusak masa depan yang sedang kami bangun dengan susah payah.

Kita sudah terlalu lama menangis. Kini saatnya kita tersenyum.

Aceh sudah berdamai.

Dan kami tidak akan membiarkan siapa pun mengulang luka itu lagi.

*Penulis adalah Ketua DPD Patriot Bela Nusantara (PBN) Aceh

Popular Posts

My Favorites

2.025 Bendera Merah Putih Berkibar di Sabang, Sambut HUT ke-80 Kemerdekaan...

0
MEDIANAD.COM, SABANG- Deretan bendera merah putih berkibar gagah di sepanjang jalan mulai dari Jalan Lapangan Yos Sudarso hingga Sabang Fair. Diinisiasi Gugus Keamanan Laut...