Ekonomi

Beranda Ekonomi Halaman 2
Berita Ekonomi

Semarak HUT ke-53, Bank Aceh Kumpulkan 1.648 Kantong Darah

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53, Bank Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan donor darah yang dilaksanakan secara serentak di seluruh jaringan kantor Bank Aceh di Aceh dan Sumatera Utara.

Mengusung semangat “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah”, kegiatan donor darah menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-53 Bank Aceh sekaligus wujud nyata kepedulian sosial insan Bank Aceh terhadap sesama.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Bank Aceh bersama Palang Merah Indonesia (PMI) di masing-masing kabupaten/kota, sehingga proses pelaksanaan donor darah, pemeriksaan kesehatan pendonor, hingga pengumpulan dan penanganan darah dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku.

Dari pelaksanaan donor darah yang dihimpun dari 26 cabang, Bank Aceh berhasil mengumpulkan sebanyak 1.648 kantong darah.

Jumlah tersebut merupakan kontribusi dari jajaran manajemen, pegawai, serta masyarakat dan mitra Bank Aceh yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan Bank Aceh, PMI di berbagai kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah tersebut.

“Donor darah merupakan bentuk kepedulian yang sederhana, namun memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat,” ujar Fadhil Ilyas.

Setiap kantong darah yang disumbangkan menurutnya dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan.

“Karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada PMI di masing-masing daerah yang telah berkolaborasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Fadhil Ilyas

Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan kegiatan donor darah dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketersediaan stok darah yang dibutuhkan rumah sakit maupun masyarakat melalui PMI.

Semangat berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat sejalan dengan tema HUT ke-53 Bank Aceh, Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah.

“Tema tersebut tidak hanya menjadi slogan perayaan ulang tahun, tetapi menjadi semangat bagi seluruh insan Bank Aceh untuk terus menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah,” tambahnya.

Fadhil Ilyas mengatakan, memasuki usia ke-53, Bank Aceh ingin terus tumbuh tidak hanya dari sisi kinerja bisnis, tetapi juga semakin kuat dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Di usia ke-53, kami ingin Bank Aceh terus tumbuh tidak hanya dari sisi kinerja bisnis, tetapi juga semakin kuat dalam menjalankan tanggung jawab sosial,” kata Fadhil Ilyas.

“Kegiatan donor darah ini merupakan salah satu bentuk nyata bahwa keberadaan Bank Aceh harus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” tambah Fadhil.

Pelaksanaan donor darah secara serentak di berbagai jaringan kantor Bank Aceh juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan kepedulian di lingkungan perusahaan.

Partisipasi dari seluruh jaringan kantor menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan tidak hanya terpusat di Kantor Pusat, tetapi bergerak bersama di seluruh wilayah operasional Bank Aceh.

Kolaborasi dengan PMI di masing-masing kabupaten/kota turut memperkuat sinergi antara Bank Aceh dengan lembaga kemanusiaan dalam mendukung kebutuhan darah di daerah.

Darah yang berhasil dikumpulkan selanjutnya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pasien yang membutuhkan transfusi, baik melalui rumah sakit maupun layanan PMI.

Bank Aceh berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT, tetapi dapat mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai salah satu bentuk kepedulian dan gaya hidup berbagi.

Peringatan HUT ke-53 Bank Aceh sendiri menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan Bank Aceh dalam memberikan pelayanan dan kontribusi bagi pembangunan Aceh.

Bank Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai bank kebanggaan masyarakat Aceh serta tumbuh bersama masyarakat dan daerah.

Sebanyak 1.648 kantong darah yang terkumpul menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, kolaborasi dan kepedulian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui sinergi Bank Aceh bersama PMI di berbagai kabupaten/kota, setiap tetes darah yang disumbangkan diharapkan dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan. (**)

 

HUT ke-53 Bank Aceh: Momentum Memperkuat Amanah, Menumbuhkan Keberkahan Bagi Aceh

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Memasuki usia ke-53 tahun, Bank Aceh terus mempertegas komitmennya sebagai bank kebanggaan masyarakat Aceh yang tidak hanya berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga menjadi mitra strategis Pemerintah Aceh dalam mendorong pembangunan daerah, memperkuat ekonomi syariah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat transformasi ekonomi Aceh.

Upacara peringatan HUT ke-53 Bank Aceh yang berlangsung di Lapangan Expo UMKM Bank Aceh, Banda Aceh, Kamis (6/8), dipimpin oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT., M.T., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara dan menyampaikan amanat tertulis Gubernur Aceh selaku Pemegang Saham Pengendali Bank Aceh. Dalam amanat tersebut, Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi atas perjalanan Bank Aceh selama 53 tahun yang telah menjadi mitra strategis pembangunan daerah serta terus menunjukkan kinerja yang sehat dan berdaya saing. 

Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 yang mengusung tema “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah” menjadi refleksi atas perjalanan panjang Bank Aceh selama lebih dari lima dekade dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh.

Tema tersebut mengandung makna bahwa kepercayaan yang diberikan masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan amanah yang harus dijaga melalui integritas, profesionalisme, inovasi, tata kelola yang baik, serta pelayanan terbaik. Dari amanah yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab itulah akan tumbuh keberkahan, baik bagi perusahaan, masyarakat, maupun pembangunan daerah.

Dalam amanat Gubernur Aceh yang dibacakan oleh Asisten II Sekda Aceh, Pemerintah Aceh berharap momentum HUT ke-53 menjadi pijakan bagi Bank Aceh untuk semakin memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat inovasi, serta memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh. Pemerintah Aceh juga berharap Direksi dan Dewan Komisaris yang kini telah lengkap mampu semakin solid dalam mempercepat agenda strategis perusahaan, termasuk mempersiapkan Bank Aceh menjadi bank devisa guna mendukung perdagangan, investasi, dan pengembangan ekonomi Aceh.

Amanat Gubernur juga menegaskan bahwa sejak bertransformasi menjadi Bank Aceh Syariah pada 16 September 2016, Bank Aceh berhasil menunjukkan pertumbuhan yang sehat, tata kelola yang semakin baik, serta mampu meraih berbagai penghargaan bergengsi di tingkat nasional. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa Bank Aceh mampu berkembang secara kompetitif tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah yang menjadi fondasi perusahaan.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Aceh berharap Direksi dan Dewan Komisaris dapat semakin solid dalam memperkuat tata kelola perusahaan serta mempercepat berbagai agenda strategis, termasuk mempersiapkan Bank Aceh menjadi bank devisa sehingga mampu mendukung perdagangan internasional, investasi, serta memperluas akses ekonomi Aceh di tingkat nasional maupun global.

Tahun ini juga menjadi momentum penting dengan telah lengkapnya susunan Direksi dan Dewan Komisaris Bank Aceh. Struktur kepengurusan yang semakin lengkap diyakini akan memperkuat tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance), mempercepat pengambilan keputusan strategis, meningkatkan efektivitas pengawasan, sekaligus mempercepat agenda transformasi perusahaan.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, mengatakan bahwa usia ke-53 merupakan momentum untuk memperkuat semangat transformasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Selama 53 tahun Bank Aceh tumbuh bersama masyarakat Aceh. Kepercayaan yang diberikan kepada kami merupakan amanah yang harus dijaga melalui kinerja yang sehat, pelayanan yang semakin baik, tata kelola yang kuat, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Tema tahun ini menjadi komitmen seluruh insan Bank Aceh untuk terus memberikan manfaat yang lebih besar bagi Aceh,” ujarnya.

Perjalanan menuju usia ke-53 merupakan hasil transformasi yang berkelanjutan. Sejak resmi menjadi Bank Aceh Syariah pada 16 September 2016, perusahaan terus beradaptasi terhadap dinamika industri perbankan melalui penguatan layanan digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyempurnaan tata kelola, pengembangan produk berbasis syariah, serta perluasan akses layanan keuangan hingga ke berbagai pelosok Aceh.

Di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global, Bank Aceh tetap mampu menjaga fundamental perusahaan dengan baik. Hingga Juni 2026, total aset Bank Aceh mencapai Rp29,7 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp25 triliun, sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp21,87 triliun, tumbuh 5,94 persen secara tahunan. Adapun laba bersih tercatat sebesar Rp171 miliar. Kinerja tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat sekaligus memperlihatkan kemampuan Bank Aceh menjaga pertumbuhan secara sehat dan berkelanjutan.

Bank Aceh juga memperoleh berbagai penghargaan bergengsi sebagai bentuk pengakuan atas kualitas tata kelola, pelayanan, transformasi digital, serta pengembangan keuangan syariah. Di antaranya Financial Literacy Award 2025 dari OJK, PRIMA Awards 2025 Platinum Award, Serambi Ekraf Award 2025, serta penghargaan Top Sharia Regional Bank pada ajang Indonesia 20 Syariah Awards 2026. Penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan Bank Aceh untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Aceh juga memberikan apresiasi atas berbagai capaian tersebut sebagai bukti kemajuan Bank Aceh pasca-konversi menjadi bank syariah.

Komitmen Bank Aceh tidak hanya tercermin dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat. Saat Aceh menghadapi bencana banjir dan hidrometeorologi pada tahun 2025, Bank Aceh mengaktifkan Business Continuity Management (BCM) agar layanan perbankan tetap berjalan, membentuk satuan tugas lintas divisi, membuka posko layanan, menyediakan berbagai fasilitas pendukung, serta memberikan relaksasi pembiayaan sesuai ketentuan regulator.

Melalui Program Bank Aceh Peduli, perusahaan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana. Pemerintah Aceh menilai keterlibatan aktif Direksi bersama pemerintah daerah dalam penyaluran bantuan merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan tanggung jawab Bank Aceh terhadap masyarakat Aceh.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah milik Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota, Bank Aceh akan terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan melalui pembiayaan sektor produktif, UMKM, pertanian, perikanan, perkebunan, industri halal, ekonomi kreatif, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, serta pengelolaan keuangan daerah.

Sejalan dengan arahan Pemerintah Aceh, Bank Aceh juga akan terus mempercepat transformasi layanan digital agar semakin mudah, cepat, aman, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Memasuki usia ke-53, Bank Aceh optimistis melangkah menuju fase pertumbuhan yang lebih kuat dengan fondasi perusahaan yang sehat, dukungan penuh pemegang saham, kepercayaan masyarakat yang terus meningkat, serta jajaran Direksi dan Dewan Komisaris yang kini telah lengkap.

Ke depan, Bank Aceh akan terus memperkuat posisinya sebagai bank syariah yang sehat, modern, inovatif, dan terpercaya, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Aceh melalui pelayanan yang unggul, tata kelola yang kuat, inovasi yang berkelanjutan, serta kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Pada momentum HUT ke-53 ini, Bank Aceh mengajak seluruh insan perusahaan, nasabah, pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat Aceh untuk terus bersinergi menjaga amanah, memperkuat kolaborasi, dan menumbuhkan keberkahan bersama demi mewujudkan Aceh yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

Selain upacara peringatan, rangkaian HUT ke-53 Bank Aceh juga diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Di antaranya akan dilaksanakan jalan santai yang diikuti keluarga besar Bank Aceh dan masyarakat sebagai ajang mempererat silaturahmi serta membudayakan hidup sehat serta donor darah diseluruh kantor cabang.

Dalam rangkaian HUT, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah (DPS), Direksi, bersama Persatuan Istri Karyawan Bank Aceh Syariah (PIKABAS) juga melaksanakan kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat.

Bantuan sosial tersebut disalurkan kepada Ruang Onkologi RSUD dr. Zainoel Abidin berupa 30 unit kursi roda dan 115 paket bantuan, serta kepada SLB Bukesra Banda Aceh berupa 2 unit kursi roda, 4 unit kipas angin, dan 115 paket bantuan. Kegiatan ini menjadi implementasi nyata semangat HUT ke-53 Bank Aceh, “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah,” yang diwujudkan melalui kepedulian sosial dan komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh.(*)

Bupati Aceh Besar Terima Dividen Bank Aceh Syariah Rp 4,76 Miliar

0

 

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menerima dividen Bank Aceh Syariah sebesar Rp4.765.525.206 yang diserahkan langsung oleh Pimpinan PT Bank Aceh Syariah Cabang Jantho, di Aceh Besar, Selasa (4/8/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

MEDIANAD.COM, KOTA JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kembali menerima dividen dari PT Bank Aceh Syariah sebagai hasil penyertaan modal daerah berupa Dividen sebesar Rp4.765.525.206 diserahkan langsung oleh Pimpinan PT Bank Aceh Syariah Cabang Jantho Mursal yang diterima oleh Bupati Aceh Besar H Muharram Idris pada Selasa (4/8/2026)

Penyerahan dividen tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi PT Bank Aceh Syariah terhadap peningkatan pendapatan daerah melalui hasil investasi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar pada bank milik daerah tersebut.

Bupati Aceh Besar H Muharram Idris menyampaikan apresiasi atas kinerja PT Bank Aceh Syariah yang mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah.

Menurutnya, dividen yang diterima akan menjadi tambahan sumber pendapatan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap, PT Bank Aceh Syariah terus meningkatkan kinerja, memperkuat layanan perbankan syariah, serta memperluas perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk melalui dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, Pimpinan PT Bank Aceh Syariah Cabang Jantho Mursal mengatakan, penyerahan dividen tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Aceh Syariah dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham, termasuk Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sebagai salah satu pemegang saham.

Melalui sinergi yang terus terjalin, Bank Aceh Syariah diharapkan terus tumbuh sebagai lembaga keuangan syariah yang sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh Besar.(*)

Bank Aceh dan Taspen Gelar Sosialisasi Hak dan Kewajiban serta Wirausaha Pintar bagi PNS Menjelang Pensiun

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Bank Aceh bersama PT Taspen (Persero) Cabang Banda Aceh menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Hak dan Kewajiban serta Wirausaha Pintar bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang Memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) di Lingkungan Pemerintah Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kedua institusi dalam memberikan edukasi sekaligus mempersiapkan aparatur sipil negara agar memasuki masa pensiun dengan tenang, mandiri, dan produktif, (29/7/2026).

Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Bisnis Bank Aceh, Erwin Konadi, yang menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan awal dari babak baru yang perlu dipersiapkan secara matang, baik dari sisi pengelolaan keuangan maupun pengembangan usaha.

Menurutnya, Bank Aceh terus berkomitmen menghadirkan layanan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, termasuk bagi para ASN yang akan memasuki masa purnabakti. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai peserta Taspen, tetapi juga dibekali wawasan mengenai peluang berwirausaha sebagai alternatif untuk tetap produktif setelah pensiun.

“Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan masa persiapan pensiun dengan sebaik-baiknya melalui perencanaan keuangan yang matang dan pemanfaatan peluang usaha yang sesuai dengan potensi masing-masing,” ujar Erwin.

Erwin juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan layanan perbankan digital action bank aceh, serta mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Melalui berbagai produk dan layanan perbankan, Bank Aceh berupaya memberikan solusi yang aman, mudah, dan sesuai dengan kebutuhan para pensiunan, termasuk fasilitas pembiayaan pra pensiun dan pembiayaan pensiun bank aceh yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan maupun pengembangan usaha di masa purna tugas.

Sementara itu, Kepala PT Taspen (Persero) Cabang Banda Aceh menyampaikan bahwa sinergi dengan Bank Aceh merupakan bentuk pelayanan terpadu kepada ASN agar memperoleh informasi yang komprehensif mengenai manfaat pensiun, hak-hak peserta, serta berbagai layanan yang dapat diakses menjelang maupun setelah memasuki masa pensiun.

Selain sesi pembukaan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol apresiasi atas kolaborasi antara Bank Aceh dan PT Taspen. Selanjutnya, peserta mengikuti pemaparan materi dari PT Taspen mengenai hak dan kewajiban peserta, materi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta sosialisasi layanan pembiayaan dan layanan pensiun Bank Aceh. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh penjelasan secara langsung dari para narasumber.

Melalui kolaborasi ini, Bank Aceh berharap dapat terus menjadi mitra strategis Pemerintah Aceh dalam memberikan layanan perbankan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi keuangan, tetapi juga mendukung peningkatan literasi keuangan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk para ASN yang memasuki masa pensiun.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Bank Aceh, PT Taspen, dan Pemerintah Aceh dalam menghadirkan pelayanan yang prima bagi aparatur sipil negara, sehingga masa pensiun dapat dijalani dengan lebih sejahtera, mandiri, dan tetap produktif.(*/lem)

Ketua DPS PT Bank Aceh Syariah Raih Anugerah Kepatuhan Zakat

0

MEDIANAD.COM, JAKARTA – Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) PT Bank Aceh Syariah dan juga sebagai wakil rektor bidang akademik dan Kelembagaan Prof Dr H. Muhammad Yasir Yusuf, MA menerima Anugerah Kepatuhan Zakat yang berdampak pada kategori Fokus Pengawasan Penyaluran Dana yang Tidak Boleh Diakui sebagai Pendapatan (TBDSP).

Penghargaan tersebut diserahkan pada rangkaian Silaturahmi Nasional BAZNAS dan DSN-MUI sebagai bentuk apresiasi kepada Dewan Pengawas Syariah yang menunjukkan komitmen tinggi dalam memperkuat tata kelola dana sosial sesuai prinsip syariah di Jakarta Selasa (7/7/2026).

Kategori penghargaan ini memiliki makna strategis karena menitikberatkan pada pengawasan terhadap penyaluran Dana yang Tidak Boleh Diakui sebagai Pendapatan (TBDSP), yaitu dana yang secara syariah tidak dapat menjadi keuntungan bank dan wajib disalurkan untuk kemaslahatan masyarakat sesuai ketentuan syariah.

Dana tersebut merupakan yang bersumber dari pendapatan non halal atau dana lain yang berdasarkan prinsip syariah yang harus dipisahkan dan disalurkan secara tepat, transparan, serta akuntabel.

Sebagai DPS Bank Aceh Syariah Prof Muhammad Yasir Yusuf menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan bahwa, pengelolaan dan penyaluran Dana TBDSP dilakukan sesuai fatwa DSN-MUI, regulasi OJK, serta prinsip sharia compliance.

Pengawasan tersebut tidak hanya berorientasi pada kepatuhan administratif, tetapi juga memastikan dana disalurkan kepada program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung tujuan maqashid syariah.

Menurut Prof Yasir Yusuf, penghargaan ini merupakan amanah untuk terus memperkuat kualitas pengawasan syariah di industri perbankan syariah.

“Dana TBDSP bukanlah sumber keuntungan lembaga, melainkan amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab dan disalurkan secara tepat sasaran agar memberikan dampak sosial yang optimal.

Di sinilah peran Dewan Pengawas Syariah menjadi sangat penting dalam menjaga kepatuhan syariah sekaligus memastikan terwujudnya kemaslahatan umat”.

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Bank Aceh Syariah untuk terus memperkuat tata kelola Dana TBDSP yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperluas sinergi dengan BAZNAS, DSN-MUI, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana sosial Islam bagi pemberdayaan ekonomi umat dan pembangunan yang berkelanjutan,ujar Prof Yasir Yusuf.(**)

Ini penjelasan dari Kadiskop dan UKM Aceh, Terkait Isu Pengadaan Becak Barang Fiktif di Pidie dan Pidie Jaya

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Sehubungan beredarnya pemberitaan dan informasi di berbagai media tentang serah terima becak pada Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Aceh di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya yang dituding fiktif, pihak dinas memberikan klarifikasi dan tanggapan resmi agar tudingan tersebut tidak semakin melebar sehingga memunculkan kerugian berbagai pihak.

Kadis Koperasi dan UKM Aceh, Reza Ferdian dalam siaran pers-nya memberikan tanggapan dan klarifikasi sebagai berikut:

1. Terkait isu serah terima bantuan becak barang di Diskop dan UKM Aceh kepada pelaku usaha di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya kami membantah kabar yang menyatakan bahwa bantuan becak mesin untuk wirausaha pemula di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya fiktif. Kami menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasional telah sesuai standar petunjuk teknis pelaksanaan dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku;

2. Terkait serah terima bantuan becak tersebut yang dituding fiktif, kami sampaikan bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Fakta yang benar adalah pada hari Selasa, 9 Juni 2026 tim Diskop dan UKM Aceh bertempat di rumah Sdr. Yuslianda di Kabupaten Pidie Jaya melakukan PHO dan serah terima bantuan becak mesin untuk kelompok wirausaha pemula di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya. Namun pada 23 Juni 2026 muncul pemberitaan miring di media Sinarpidie.co terkait kegiatan tersebut. Berdasarkan pemberitaan pada 26 Juni 2026, tim dinas yang terdiri dari Kadiskop dan UKM Aceh Reza Ferdian didampingi tim PHO dan wartawan Sinar Pidie melakukan pertemuan dengan para penerima bantuan becak, di Dusun Syarif, Kabupaten Pidie. Dalam pertemuan tersebut, berdasarkan pengakuan para penerima bantuan becak, didapatkan fakta sebagai berikut:

– Pihak dinas telah melaksanakan tugas pembagian bantuan becak untuk wirausaha pemula di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya dengan baik, sesuai prosedur, dilengkapi dengan bukti foto serta video dan administrasi yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.

– Para penerima bantuan juga mengakui bahwa pihak dinas telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

– Berita yang menyampaikan bahwa telah dilakukan PHO atau serah terima fiktif itu tidak benar. Tim PHO telah membagi dan melaksanakan serah terima dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan dengan adminsitrasi dan foto serah terima serta pengakuan langsung dari pihak penerima bantuan becak. Pihak dinas tidak pernah membawa pulang kembali becak tersebut kembali ke Banda Aceh. Pihak dinas juga tidak tahu menahu tentang pembagian uang pengganti becak. Ini dapat dibuktikan dengan pengakuan para penerima bantuan becak.

– Pihak rekanan menyampaikan bahwa becak masih tersimpan di gudang pihak rekanan dan akan membagikan becak tersebut kepada para penerima bantuan setelah surat jalan operasional becak tersebut dikeluarkan oleh dealer motor. Pembagian becak direncanakan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Juni 2026 secara terbuka dan akan disaksikan oleh pihak Diskop dan UKM Aceh, perangkat desa setempat, wartawan, dan unsur terkait lainnya.

3. Diskop dan UKM Aceh selalu mengedepankan transparansi dan kenyamanan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus menjaga standar pelayanan terbaik.

“Semoga klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Kami mengimbau masyarakat dan rekan media untuk merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh kanal komunikasi Dinas Koperasi dan UKM Aceh,” demikian Reza Ferdian.(*)

Akademisi dari Brunei, Korsel dan Tanah Air Sampaikan Materi di Konferensi Internasional Perdana Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Senat Mahasiswa Pascasarjana bersama Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh gelar kegiatan APSICIS (Ar-Raniry Postgraduate Student International Conference in Islamic Studies) 2026, Selasa (23/6) di Ruang Sidang Direktur Pascasarjana Kampus setempat.

Konferensi internasional dimaksud. Yang juga “salah satu upaya strategis dalam memperkuat budaya akademik, memperluas jejaring keilmuan global, serta mendorong kontribusi mahasiswa dan akademisi dalam pengembangan studi Islam yang relevan dengan tantangan zaman”.

Bertemakan, Harmony of Knowledge and Values: Decolonialized Perspectives on Religion, Education, and Society Serta APSICIS perspektif multidisipliner yang menekankan harmonisasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan dalam konteks agama, pendidikan dan kehidupan sosial.

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan, “mulai dari mahasiswa Pascasarjana, S-1, Diploma UIN Ar-Raniry, Dosen, Peneliti, Akademisi hingga perwakilan Perguruan Tnggi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah institusi pendidikan tinggi dari luar negeri. Keberagaman peserta tersebut menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pengembangan kajian Islam yang inklusif, kolaboratif,dan berorientasi global”.

Sementara itu, empat narasumber baik nasional dan internasional yang memiliki reputasi akademik di bidangnya turut menyampaikan materi.

Masing-masing narasumber, yakni Amaliyah Fitri, yang juga Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Seoul, Korea Selatan (Korsel) Arif Zamhari, Profesor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,bElsayed  M. A. Amin, Profesor Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam dan Nurussakinah Daulay, Profesor dari UIN Sumatera Utara.

Dalam serimoni pembukaan, Ketua Panitia APSICIS 2026, Dr Sehat Ihsan Shadiqin, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pemakalah, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya konferensi tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh peserta dan presenter yang telah berpartisipasi dalam APSICIS 2026. Konferensi ini merupakan kegiatan internasional perdana yang diinisiasi oleh Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Kami berharap APSICIS dapat menjadi agenda akademik berkelanjutan yang terus berkembang dari tahun ke tahun, sekaligus menjadi ruang produktif bagi pertukaran gagasan, pengembangan riset, dan penguatan jejaring keilmuan di tingkat global”, ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Eka Srimulyani, M.A., Ph.D., juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, khususnya Senat Mahasiswa Pascasarjana dan Ikatan Alumni Pascasarjana.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Senat Mahasiswa Pascasarjana dan Ikatan Alumni Pascasarjana yang telah memainkan peran penting dalam menyukseskan APSICIS 2026. Semoga kegiatan ini melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, masyarakat, bangsa dan negara”.

Dikesempatan yang sama, Wakil Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Teuku Zulfikar, S.Ag., M.Ed., menyampaikan bahwa. APSICIS akan diselenggarakan secara berkelanjutan setiap tahun. Menurutnya, konferensi ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperluas kolaborasi akademik internasional, meningkatkan kualitas penelitian, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan global melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif.

Hal senada diutarakan Ketua Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Rajulul Azka, S.Pd., dimana pelaksanaan konferensi internasional perdana tersebut ini salah satu terobosan dan sangat banyak manfaatnya demi mengasah kemampuan dan pengalaman penting untuk kita.

Serta Rajulul berharap APSICIS 2026 dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang luas bagi seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional, memperluas jejaring akademik global, serta memperkuat posisi mahasiswa pascasarjana sebagai bagian dari komunitas ilmiah yang aktif, inovatif dan berdaya saing.

“Melalui APSICIS 2026, Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mendorong internasionalisasi akademik, memperkuat tradisi keilmuan Islam yang inklusif dan progresif, serta menghadirkan ruang dialog ilmiah yang mampu menjawab berbagai persoalan kontemporer di tingkat lokal maupun global”.

Yang juga momen konferensi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi riset, meningkatkan publikasi ilmiah, serta memperluas pertukaran gagasan lintas negara demi kemajuan pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban yang berkelanjutan, tutup Rajulul. (rel/non)

UINSU, UIN Ar-Raniry bersama BPSDM Aceh Gelar Diseminasi Riset Aceh Kontemporer

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan, bekerjasama dengan Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan instansi terkait Pemerintah Aceh, yakni BPSDM menggelar kegiatan Diseminasi Riset bertajuk “Aceh Kontemporer” di Banda Aceh, Kamis 11 Juni 2026.

Kegiatan dimaksud mengangkat tema “Transformasi Komunikasi Publik, Pembangunan, Media, dan Dakwah dalam Penguatan Peran Pemerintah dan Masyarakat untuk Aceh Berkemajuan yang Islami, Bermartabat dan Berkelanjutan.”

Dekan FDK UINSU, Prof Hasan Sazali MA dalam sambutan pengantarnya menyampaikan pentingnya forum diseminasi riset dalam bentuk expose disertasi tersebut, untuk menjadikan pengetahuan berdampak pada kebijakan dan perubahan.

Hal yang sama disampaikan kepala BPSDM, dimana memperkuat transformasi riset teoritis ke ranah kebijakan, dan menurutnya BPSDM memiliki program LINKA (Lingkar Inkubasi Kebijakan) yang relevan dengan semanfat S3 FDK UINSU dan Pascasarjana UIN Ar-Raniry tersebut. Gagasan ini didukung penuh oleh rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman yang ikut hadir di Lokasi acara dan memperkuat semangat Kerjasama yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, diseminasi riset dibagi ke dalam tiga klaster utama. Klaster pertama mengangkat tema. “Komunikasi Syariat Islam, Dakwah, dan Otoritas Keagamaan yang membahas berbagai isu terkait eksistensi perempuan dalam ruang publik Aceh, citra syariat Islam, pesan dakwah khatib Jumat, komunikasi lembaga Wilayatul Hisbah, hingga strategi penguatan syariat Islam”.

Klaster kedua mengusung tema, “Media Digital, Pendidikan, Budaya, dan Transformasi Identitas Aceh”. serta berbagai penelitian yang dipresentasikan menyoroti persoalan etika digital, komodifikasi konten media sosial, revitalisasi pendidikan Islam, kepemimpinan pesantren, perlindungan anak dalam perspektif keadilan restoratif, serta penguatan ketahanan akademik melalui kecerdasan emosional.

Sementara itu, klaster ketiga membahas Komunikasi Politik, Perdamaian, dan Pembangunan Aceh. Sejumlah riset yang dipaparkan mencakup komunikasi politik damai Partai Aceh, strategi komunikasi Islami Wali Nanggroe dalam mengawal perdamaian dan pemerintahan Aceh, efektivitas regulasi jaminan produk halal, komunikasi politik ulama dayah dalam transformasi politik lokal, hingga dinamika komunikasi Islam antara partai politik nasional dan lokal.

Para presenter berasal dari alumni S3 FDK UINSU yang juga Akademisi dan peneliti Aceh, serta alumni S3 Pascasarjana UIN Ar-Raniry.

Direktur Pascasarjana UIN Ar-raniry, Prof. Eka Srimulyani, MA.Ph.D menyambut gembira inisiatif kolaborasi ini dan berharap kegiatan￾kegiatan serupa akan terus tumbuh dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), analis kebijakan BPSDM Aceh, Dekan FDK UINSU Prof Hasan Sazali, Dekan FITK UINSU Prof Tien Rafida, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Eka Srimulyani, wakil direktur pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Teuku Zulfikar, M.ED serta dosen dan mahasiswa Pascasarjana UINSU dan UIN Ar-Raniry. (**)

Popular Posts

My Favorites

Wujudkan Swasembada Pangan, Babinsa Koramil 01/Sukajaya Aktif Bina Petani di Gampong...

0
MEDIANAD.COM, SABANG– Dalam upaya mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan (hanpangan) di wilayah binaannya, Babinsa Gampong Cot Ba'U Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Sertu...