Ekonomi

Beranda Ekonomi Halaman 2
Berita Ekonomi

Bupati Aceh Besar Terima Dividen Bank Aceh Syariah Rp 4,76 Miliar

0

 

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menerima dividen Bank Aceh Syariah sebesar Rp4.765.525.206 yang diserahkan langsung oleh Pimpinan PT Bank Aceh Syariah Cabang Jantho, di Aceh Besar, Selasa (4/8/2026). FOTO/MC ACEH BESAR

MEDIANAD.COM, KOTA JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kembali menerima dividen dari PT Bank Aceh Syariah sebagai hasil penyertaan modal daerah berupa Dividen sebesar Rp4.765.525.206 diserahkan langsung oleh Pimpinan PT Bank Aceh Syariah Cabang Jantho Mursal yang diterima oleh Bupati Aceh Besar H Muharram Idris pada Selasa (4/8/2026)

Penyerahan dividen tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi PT Bank Aceh Syariah terhadap peningkatan pendapatan daerah melalui hasil investasi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar pada bank milik daerah tersebut.

Bupati Aceh Besar H Muharram Idris menyampaikan apresiasi atas kinerja PT Bank Aceh Syariah yang mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah.

Menurutnya, dividen yang diterima akan menjadi tambahan sumber pendapatan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap, PT Bank Aceh Syariah terus meningkatkan kinerja, memperkuat layanan perbankan syariah, serta memperluas perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk melalui dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, Pimpinan PT Bank Aceh Syariah Cabang Jantho Mursal mengatakan, penyerahan dividen tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Aceh Syariah dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham, termasuk Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sebagai salah satu pemegang saham.

Melalui sinergi yang terus terjalin, Bank Aceh Syariah diharapkan terus tumbuh sebagai lembaga keuangan syariah yang sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh Besar.(*)

Bank Aceh dan Taspen Gelar Sosialisasi Hak dan Kewajiban serta Wirausaha Pintar bagi PNS Menjelang Pensiun

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Bank Aceh bersama PT Taspen (Persero) Cabang Banda Aceh menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Hak dan Kewajiban serta Wirausaha Pintar bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang Memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) di Lingkungan Pemerintah Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kedua institusi dalam memberikan edukasi sekaligus mempersiapkan aparatur sipil negara agar memasuki masa pensiun dengan tenang, mandiri, dan produktif, (29/7/2026).

Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Bisnis Bank Aceh, Erwin Konadi, yang menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan awal dari babak baru yang perlu dipersiapkan secara matang, baik dari sisi pengelolaan keuangan maupun pengembangan usaha.

Menurutnya, Bank Aceh terus berkomitmen menghadirkan layanan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, termasuk bagi para ASN yang akan memasuki masa purnabakti. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai peserta Taspen, tetapi juga dibekali wawasan mengenai peluang berwirausaha sebagai alternatif untuk tetap produktif setelah pensiun.

“Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan masa persiapan pensiun dengan sebaik-baiknya melalui perencanaan keuangan yang matang dan pemanfaatan peluang usaha yang sesuai dengan potensi masing-masing,” ujar Erwin.

Erwin juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan layanan perbankan digital action bank aceh, serta mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Melalui berbagai produk dan layanan perbankan, Bank Aceh berupaya memberikan solusi yang aman, mudah, dan sesuai dengan kebutuhan para pensiunan, termasuk fasilitas pembiayaan pra pensiun dan pembiayaan pensiun bank aceh yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan maupun pengembangan usaha di masa purna tugas.

Sementara itu, Kepala PT Taspen (Persero) Cabang Banda Aceh menyampaikan bahwa sinergi dengan Bank Aceh merupakan bentuk pelayanan terpadu kepada ASN agar memperoleh informasi yang komprehensif mengenai manfaat pensiun, hak-hak peserta, serta berbagai layanan yang dapat diakses menjelang maupun setelah memasuki masa pensiun.

Selain sesi pembukaan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol apresiasi atas kolaborasi antara Bank Aceh dan PT Taspen. Selanjutnya, peserta mengikuti pemaparan materi dari PT Taspen mengenai hak dan kewajiban peserta, materi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta sosialisasi layanan pembiayaan dan layanan pensiun Bank Aceh. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh penjelasan secara langsung dari para narasumber.

Melalui kolaborasi ini, Bank Aceh berharap dapat terus menjadi mitra strategis Pemerintah Aceh dalam memberikan layanan perbankan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi keuangan, tetapi juga mendukung peningkatan literasi keuangan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk para ASN yang memasuki masa pensiun.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Bank Aceh, PT Taspen, dan Pemerintah Aceh dalam menghadirkan pelayanan yang prima bagi aparatur sipil negara, sehingga masa pensiun dapat dijalani dengan lebih sejahtera, mandiri, dan tetap produktif.(*/lem)

Ketua DPS PT Bank Aceh Syariah Raih Anugerah Kepatuhan Zakat

0

MEDIANAD.COM, JAKARTA – Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) PT Bank Aceh Syariah dan juga sebagai wakil rektor bidang akademik dan Kelembagaan Prof Dr H. Muhammad Yasir Yusuf, MA menerima Anugerah Kepatuhan Zakat yang berdampak pada kategori Fokus Pengawasan Penyaluran Dana yang Tidak Boleh Diakui sebagai Pendapatan (TBDSP).

Penghargaan tersebut diserahkan pada rangkaian Silaturahmi Nasional BAZNAS dan DSN-MUI sebagai bentuk apresiasi kepada Dewan Pengawas Syariah yang menunjukkan komitmen tinggi dalam memperkuat tata kelola dana sosial sesuai prinsip syariah di Jakarta Selasa (7/7/2026).

Kategori penghargaan ini memiliki makna strategis karena menitikberatkan pada pengawasan terhadap penyaluran Dana yang Tidak Boleh Diakui sebagai Pendapatan (TBDSP), yaitu dana yang secara syariah tidak dapat menjadi keuntungan bank dan wajib disalurkan untuk kemaslahatan masyarakat sesuai ketentuan syariah.

Dana tersebut merupakan yang bersumber dari pendapatan non halal atau dana lain yang berdasarkan prinsip syariah yang harus dipisahkan dan disalurkan secara tepat, transparan, serta akuntabel.

Sebagai DPS Bank Aceh Syariah Prof Muhammad Yasir Yusuf menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan bahwa, pengelolaan dan penyaluran Dana TBDSP dilakukan sesuai fatwa DSN-MUI, regulasi OJK, serta prinsip sharia compliance.

Pengawasan tersebut tidak hanya berorientasi pada kepatuhan administratif, tetapi juga memastikan dana disalurkan kepada program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung tujuan maqashid syariah.

Menurut Prof Yasir Yusuf, penghargaan ini merupakan amanah untuk terus memperkuat kualitas pengawasan syariah di industri perbankan syariah.

“Dana TBDSP bukanlah sumber keuntungan lembaga, melainkan amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab dan disalurkan secara tepat sasaran agar memberikan dampak sosial yang optimal.

Di sinilah peran Dewan Pengawas Syariah menjadi sangat penting dalam menjaga kepatuhan syariah sekaligus memastikan terwujudnya kemaslahatan umat”.

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Bank Aceh Syariah untuk terus memperkuat tata kelola Dana TBDSP yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperluas sinergi dengan BAZNAS, DSN-MUI, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana sosial Islam bagi pemberdayaan ekonomi umat dan pembangunan yang berkelanjutan,ujar Prof Yasir Yusuf.(**)

Ini penjelasan dari Kadiskop dan UKM Aceh, Terkait Isu Pengadaan Becak Barang Fiktif di Pidie dan Pidie Jaya

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Sehubungan beredarnya pemberitaan dan informasi di berbagai media tentang serah terima becak pada Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Aceh di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya yang dituding fiktif, pihak dinas memberikan klarifikasi dan tanggapan resmi agar tudingan tersebut tidak semakin melebar sehingga memunculkan kerugian berbagai pihak.

Kadis Koperasi dan UKM Aceh, Reza Ferdian dalam siaran pers-nya memberikan tanggapan dan klarifikasi sebagai berikut:

1. Terkait isu serah terima bantuan becak barang di Diskop dan UKM Aceh kepada pelaku usaha di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya kami membantah kabar yang menyatakan bahwa bantuan becak mesin untuk wirausaha pemula di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya fiktif. Kami menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasional telah sesuai standar petunjuk teknis pelaksanaan dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku;

2. Terkait serah terima bantuan becak tersebut yang dituding fiktif, kami sampaikan bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Fakta yang benar adalah pada hari Selasa, 9 Juni 2026 tim Diskop dan UKM Aceh bertempat di rumah Sdr. Yuslianda di Kabupaten Pidie Jaya melakukan PHO dan serah terima bantuan becak mesin untuk kelompok wirausaha pemula di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya. Namun pada 23 Juni 2026 muncul pemberitaan miring di media Sinarpidie.co terkait kegiatan tersebut. Berdasarkan pemberitaan pada 26 Juni 2026, tim dinas yang terdiri dari Kadiskop dan UKM Aceh Reza Ferdian didampingi tim PHO dan wartawan Sinar Pidie melakukan pertemuan dengan para penerima bantuan becak, di Dusun Syarif, Kabupaten Pidie. Dalam pertemuan tersebut, berdasarkan pengakuan para penerima bantuan becak, didapatkan fakta sebagai berikut:

– Pihak dinas telah melaksanakan tugas pembagian bantuan becak untuk wirausaha pemula di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya dengan baik, sesuai prosedur, dilengkapi dengan bukti foto serta video dan administrasi yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.

– Para penerima bantuan juga mengakui bahwa pihak dinas telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

– Berita yang menyampaikan bahwa telah dilakukan PHO atau serah terima fiktif itu tidak benar. Tim PHO telah membagi dan melaksanakan serah terima dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan dengan adminsitrasi dan foto serah terima serta pengakuan langsung dari pihak penerima bantuan becak. Pihak dinas tidak pernah membawa pulang kembali becak tersebut kembali ke Banda Aceh. Pihak dinas juga tidak tahu menahu tentang pembagian uang pengganti becak. Ini dapat dibuktikan dengan pengakuan para penerima bantuan becak.

– Pihak rekanan menyampaikan bahwa becak masih tersimpan di gudang pihak rekanan dan akan membagikan becak tersebut kepada para penerima bantuan setelah surat jalan operasional becak tersebut dikeluarkan oleh dealer motor. Pembagian becak direncanakan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Juni 2026 secara terbuka dan akan disaksikan oleh pihak Diskop dan UKM Aceh, perangkat desa setempat, wartawan, dan unsur terkait lainnya.

3. Diskop dan UKM Aceh selalu mengedepankan transparansi dan kenyamanan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus menjaga standar pelayanan terbaik.

“Semoga klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Kami mengimbau masyarakat dan rekan media untuk merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh kanal komunikasi Dinas Koperasi dan UKM Aceh,” demikian Reza Ferdian.(*)

Akademisi dari Brunei, Korsel dan Tanah Air Sampaikan Materi di Konferensi Internasional Perdana Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Senat Mahasiswa Pascasarjana bersama Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh gelar kegiatan APSICIS (Ar-Raniry Postgraduate Student International Conference in Islamic Studies) 2026, Selasa (23/6) di Ruang Sidang Direktur Pascasarjana Kampus setempat.

Konferensi internasional dimaksud. Yang juga “salah satu upaya strategis dalam memperkuat budaya akademik, memperluas jejaring keilmuan global, serta mendorong kontribusi mahasiswa dan akademisi dalam pengembangan studi Islam yang relevan dengan tantangan zaman”.

Bertemakan, Harmony of Knowledge and Values: Decolonialized Perspectives on Religion, Education, and Society Serta APSICIS perspektif multidisipliner yang menekankan harmonisasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan dalam konteks agama, pendidikan dan kehidupan sosial.

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan, “mulai dari mahasiswa Pascasarjana, S-1, Diploma UIN Ar-Raniry, Dosen, Peneliti, Akademisi hingga perwakilan Perguruan Tnggi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah institusi pendidikan tinggi dari luar negeri. Keberagaman peserta tersebut menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pengembangan kajian Islam yang inklusif, kolaboratif,dan berorientasi global”.

Sementara itu, empat narasumber baik nasional dan internasional yang memiliki reputasi akademik di bidangnya turut menyampaikan materi.

Masing-masing narasumber, yakni Amaliyah Fitri, yang juga Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Seoul, Korea Selatan (Korsel) Arif Zamhari, Profesor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,bElsayed  M. A. Amin, Profesor Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam dan Nurussakinah Daulay, Profesor dari UIN Sumatera Utara.

Dalam serimoni pembukaan, Ketua Panitia APSICIS 2026, Dr Sehat Ihsan Shadiqin, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pemakalah, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya konferensi tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh peserta dan presenter yang telah berpartisipasi dalam APSICIS 2026. Konferensi ini merupakan kegiatan internasional perdana yang diinisiasi oleh Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Kami berharap APSICIS dapat menjadi agenda akademik berkelanjutan yang terus berkembang dari tahun ke tahun, sekaligus menjadi ruang produktif bagi pertukaran gagasan, pengembangan riset, dan penguatan jejaring keilmuan di tingkat global”, ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Eka Srimulyani, M.A., Ph.D., juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, khususnya Senat Mahasiswa Pascasarjana dan Ikatan Alumni Pascasarjana.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Senat Mahasiswa Pascasarjana dan Ikatan Alumni Pascasarjana yang telah memainkan peran penting dalam menyukseskan APSICIS 2026. Semoga kegiatan ini melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, masyarakat, bangsa dan negara”.

Dikesempatan yang sama, Wakil Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Teuku Zulfikar, S.Ag., M.Ed., menyampaikan bahwa. APSICIS akan diselenggarakan secara berkelanjutan setiap tahun. Menurutnya, konferensi ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperluas kolaborasi akademik internasional, meningkatkan kualitas penelitian, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan global melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif.

Hal senada diutarakan Ketua Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Rajulul Azka, S.Pd., dimana pelaksanaan konferensi internasional perdana tersebut ini salah satu terobosan dan sangat banyak manfaatnya demi mengasah kemampuan dan pengalaman penting untuk kita.

Serta Rajulul berharap APSICIS 2026 dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang luas bagi seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Senat Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional, memperluas jejaring akademik global, serta memperkuat posisi mahasiswa pascasarjana sebagai bagian dari komunitas ilmiah yang aktif, inovatif dan berdaya saing.

“Melalui APSICIS 2026, Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mendorong internasionalisasi akademik, memperkuat tradisi keilmuan Islam yang inklusif dan progresif, serta menghadirkan ruang dialog ilmiah yang mampu menjawab berbagai persoalan kontemporer di tingkat lokal maupun global”.

Yang juga momen konferensi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi riset, meningkatkan publikasi ilmiah, serta memperluas pertukaran gagasan lintas negara demi kemajuan pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban yang berkelanjutan, tutup Rajulul. (rel/non)

UINSU, UIN Ar-Raniry bersama BPSDM Aceh Gelar Diseminasi Riset Aceh Kontemporer

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan, bekerjasama dengan Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan instansi terkait Pemerintah Aceh, yakni BPSDM menggelar kegiatan Diseminasi Riset bertajuk “Aceh Kontemporer” di Banda Aceh, Kamis 11 Juni 2026.

Kegiatan dimaksud mengangkat tema “Transformasi Komunikasi Publik, Pembangunan, Media, dan Dakwah dalam Penguatan Peran Pemerintah dan Masyarakat untuk Aceh Berkemajuan yang Islami, Bermartabat dan Berkelanjutan.”

Dekan FDK UINSU, Prof Hasan Sazali MA dalam sambutan pengantarnya menyampaikan pentingnya forum diseminasi riset dalam bentuk expose disertasi tersebut, untuk menjadikan pengetahuan berdampak pada kebijakan dan perubahan.

Hal yang sama disampaikan kepala BPSDM, dimana memperkuat transformasi riset teoritis ke ranah kebijakan, dan menurutnya BPSDM memiliki program LINKA (Lingkar Inkubasi Kebijakan) yang relevan dengan semanfat S3 FDK UINSU dan Pascasarjana UIN Ar-Raniry tersebut. Gagasan ini didukung penuh oleh rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman yang ikut hadir di Lokasi acara dan memperkuat semangat Kerjasama yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, diseminasi riset dibagi ke dalam tiga klaster utama. Klaster pertama mengangkat tema. “Komunikasi Syariat Islam, Dakwah, dan Otoritas Keagamaan yang membahas berbagai isu terkait eksistensi perempuan dalam ruang publik Aceh, citra syariat Islam, pesan dakwah khatib Jumat, komunikasi lembaga Wilayatul Hisbah, hingga strategi penguatan syariat Islam”.

Klaster kedua mengusung tema, “Media Digital, Pendidikan, Budaya, dan Transformasi Identitas Aceh”. serta berbagai penelitian yang dipresentasikan menyoroti persoalan etika digital, komodifikasi konten media sosial, revitalisasi pendidikan Islam, kepemimpinan pesantren, perlindungan anak dalam perspektif keadilan restoratif, serta penguatan ketahanan akademik melalui kecerdasan emosional.

Sementara itu, klaster ketiga membahas Komunikasi Politik, Perdamaian, dan Pembangunan Aceh. Sejumlah riset yang dipaparkan mencakup komunikasi politik damai Partai Aceh, strategi komunikasi Islami Wali Nanggroe dalam mengawal perdamaian dan pemerintahan Aceh, efektivitas regulasi jaminan produk halal, komunikasi politik ulama dayah dalam transformasi politik lokal, hingga dinamika komunikasi Islam antara partai politik nasional dan lokal.

Para presenter berasal dari alumni S3 FDK UINSU yang juga Akademisi dan peneliti Aceh, serta alumni S3 Pascasarjana UIN Ar-Raniry.

Direktur Pascasarjana UIN Ar-raniry, Prof. Eka Srimulyani, MA.Ph.D menyambut gembira inisiatif kolaborasi ini dan berharap kegiatan￾kegiatan serupa akan terus tumbuh dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), analis kebijakan BPSDM Aceh, Dekan FDK UINSU Prof Hasan Sazali, Dekan FITK UINSU Prof Tien Rafida, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Eka Srimulyani, wakil direktur pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Teuku Zulfikar, M.ED serta dosen dan mahasiswa Pascasarjana UINSU dan UIN Ar-Raniry. (**)

Yudisium SGTA 2025/2026 Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Enam Mahasiswa Raih Gelar Double Degree Internasional

0

Yudisium Semister Ganjil Tahun Akademik (SGTA) 2025/2026 Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, yang dilaksanakan di Aula lantai 3 PPs Kampus setempat, Sabtu (13/06) 2026. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan Yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik (SGTA) 2025/2026 yang berlangsung di Aula Lantai III Gedung Pascasarjana Kampus setempat, Sabtu (13/6/2026).

Dimana pada Yudisium semister ganjil kali ini, “Pascasarjana UIN Ar-Raniry meluluskan 147 Mahasiswa, yang terdiri atas 110 lulusan Program Magister (S2) dan 37 lulusan Program Doktor (S3) dari berbagai program studi”.

Siaran Pers kegiatan Yudisium dimaksud yang diterima online ini, Sabtu malam Dalam laporan akademiknya, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. T. Zulfikar, M.Ed., menyampaikan bahwa, pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 (Gelombang I) dan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 (Gelombang II), Pascasarjana UIN Ar-Raniry berhasil meluluskan 147 alumni baru.

Tentu secara keseluruhan hingga saat ini Pascasarjana UIN Ar-Raniry telah menghasilkan 3.023 lulusan magister dan 380 lulusan doktor, sehingga total alumni Pascasarjana UIN Ar￾Raniry mencapai 3.403 orang.

Salah satu capaian penting dalam yudisium kali ini adalah keberhasilan meluluskan enam mahasiswa program Double Degree yang merupakan lulusan pertama dalam sejarah UIN Ar￾Raniry.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama akademik antara UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Universiti Utara Malaysia (UUM) yang mulai dirintis sejak tahun 2023.

Keenam lulusan double degree tersebut berasal dari Program Studi Magister Hukum Keluarga (HK), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Pendidikan Agama Islam (PAI). Melalui program ini, mahasiswa mengikuti proses pendidikan pada dua perguruan tinggi dan berhak memperoleh dua ijazah serta dua gelar akademik sekaligus dari UIN Ar-Raniry dan Universiti Utara Malaysia.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Eka Srimuliyani, MA,,Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa, “keberhasilan meluluskan mahasiswa double degree merupakan bukti nyata komitmen Pascasarjana dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam’.

Lebih lanjut, Direktur Pascasarjana menjelaskan bahwa program double degree tidak hanya memberikan pengalaman akademik internasional kepada mahasiswa, tetapi juga memperkuat kompetensi lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan keilmuan global yang semakin kompetitif, ujar Prof Direktur.

Yang juga mengapresiasi tugas-tugas dan kinerja seluruh dosen, tenaga kependidikan, mitra internasional, serta keluarga mahasiswa yang telah memberikan dukungan selama proses studi berlangsung.

“Secara kusus, Direktur Prof Eka Srimulyani berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus menjadi representasi terbaik UIN Ar-Raniry di berbagai bidang pengabdian,” tambahnya.

Yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 ini menjadi momentum penting bagi Pascasarjana UIN Ar-Raniry dalam memperkuat reputasi akademik, meningkatkan kualitas lulusan, serta memperluas jejaring kerja sama internasional. Keberhasilan meluluskan mahasiswa double degree, peningkatan kualitas akademik lulusan, penguatan jejaring alumni.

Serta pengembangan tradisi akademik melalui orasi ilmiah menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pascasarjana UIN Ar-Raniry dalam mewujudkan visi sebagai pusat kajian Islam yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global, tutupnya. (**)

Workshop Festival Meurukon di UBBG Hadirkan Budayawan Aceh, Ajak Lestarikan Seni Tradisi yang Hampir Punah

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) bekerja sama dengan Majelis Seniman Aceh (MaSA) menggelar Workshop Festival Meurukon: Seni Tradisi Aceh yang Hampir Punah. Kegiatan berlangsung di aula mini kampus setempat, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan ini menghadirkan budayawan, seniman, akademisi, mahasiswa, serta pegiat seni budaya Aceh sebagai upaya bersama dalam menjaga dan melestarikan salah satu warisan budaya Aceh yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda.

Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya seniman Meurukon Ismail Husen, penutur sastra Aceh Medya Hus, dan dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh Dr. Tgk. H. Teuku Zulkhairi, M.A. Kegiatan juga dihadiri oleh berbagai seniman dan pegiat budaya yang memiliki perhatian terhadap keberlangsungan seni tradisi Aceh.

Rektor Universitas Bina Bangsa Getsempena, Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan para budayawan merupakan langkah penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Menurutnya, kampus tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Aceh.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mendapatkan bekal berharga tentang nilai, sejarah, dan kearifan lokal yang terkandung dalam seni tradisi Aceh. Kolaborasi dengan para budayawan dan seniman menjadi ruang belajar yang sangat penting untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya kepada generasi muda,” ujar Prof. Lili.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Lili juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan, termasuk Majelis Seniman Aceh, para narasumber, seniman, budayawan, serta ketua sanggar dan komunitas seni yang terus berupaya menjaga keberlangsungan tradisi Meurukon di Aceh.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya para budayawan, seniman, ketua sanggar, dan komunitas budaya yang selama ini tetap konsisten menjaga dan menghidupkan seni tradisi Aceh. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai sejarah, perkembangan, tantangan, serta strategi pelestarian Meurukon sebagai salah satu seni tradisi Aceh yang sarat nilai pendidikan, keagamaan, dan kebudayaan.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, Piet Rusdi S.Sos, dalam sambutannya, mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan UBBG bersama Majelis Seniman Aceh tersebut merupakan langkah maju dalam pelestarian kebudayaan di Aceh.

Senada itu, dalam sambutannya, Ketua Umum Majelis Seniman Aceh, Chairiyan Ramli, pada pada acara yang berlangsung khidmat tersebut, mengatakan, pihaknya dan UBBG telah menjalin kerja sama dan akan terus berlanjut.

Pada acara yang panitianya diketuai oleh Dr. Zahraini, S.Pd., M.Pd., tersebut, para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah.

Melalui workshop ini, UBBG kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya Aceh melalui kolaborasi aktif dengan para seniman, budayawan, dan lembaga kebudayaan sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap identitas dan warisan budayanya.

Acara workshop ini dhadiri perwakilan dari SMA dan dayah di Banda Aceh dan Aceh Besar, budayawan Prof Yusny Saby, Nab Bahany As, Iskandar Norman, Thayeb Loh Angen, Zulfadli Kawom, dan Yakob Samalanga, serta tokoh lainnya.

Dihadiri juga oleh Kepala Kepala Hubungan Kerja Sama Internasional UBBG dan Ketua Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh, Regina Rahmi, M.Pd. Dihadiri juga dosen dan ketua prodi seni pertunjukan, serta mahasiswa UBBG.

Workshop meurukon yang berlangsung sekira empat jam ini dipandu oleh Riza Oktariana, M.Pd. Workshop Festival Meurukon merupakan bagian dari Program Dana Indonesia Tahun 2025 melalui skema Pendayagunaan Ruang Publik yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, LPDP, Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), dan Perkumpulan Majelis Seniman Aceh (MaSA). (Kal)

Tingkatkan Kualitas Layanan, Bank Aceh Syariah Resmikan Relokasi Gedung Baru KCP Simpang Balik

0

MEDIANAD.COM, BENER MERIAH – Bank Aceh Syariah resmi mengoperasikan gedung baru Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Simpang Balik, Kabupaten Bener Meriah pada hari Senin 8 Juni 2026. Langkah strategis relokasi ini merupakan wujud nyata komitmen bank untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas akses perbankan syariah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Acara peresmian tersebut dihadiri dan diresmikan langsung oleh Direktur Kepatuhan Bank Aceh Numairi beserta jajaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Riswandika Putra, serta didampingi oleh Ketua DPRK Kabupaten Bener Meriah, Muhammad Saleh, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, alim ulama, dan para nasabah setia.

Pada kesempatan itu, Direktur Kepatuhan PT Bank Aceh Syariah menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah. Dalam sambutannya, Direktur Kepatuhan PT Bank Aceh Syariah menekankan bahwa kehadiran gedung baru ini harus diikuti dengan peningkatan semangat pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan hadirnya gedung operasional yang baru dan lebih representatif ini, tanggung jawab kita untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat juga semakin besar,” ujar Numairi.

Numairi juga meminta kepada seluruh karyawan/ti Bank Aceh Syariah, khususnya di KCP Simpang Balik, untuk menerapkan budaya layanan prima melalui Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S), serta menjadi solusi keuangan terbaik yang aman, amanah, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

“Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Bapak Riswandika Putra, memberikan apresiasi yang tinggi atas langkah ekspansi dan peningkatan layanan yang dilakukan oleh Bank Aceh Syariah.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyambut baik dan mengapresiasi relokasi gedung baru KCP Simpang Balik ini sebagai bukti nyata bahwa Bank Aceh Syariah terus berbenah demi memberikan kenyamanan prima bagi masyarakat. Melalui sinergi kuat yang telah berjalan sangat baik dalam pengelolaan keuangan daerah serta penyaluran dana desa, kehadiran gedung baru ini diharapkan dapat semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam memajukan dan memperluas jangkauan para pelaku usaha UMKM di wilayah Wih Pesam dan Kabupaten Bener Meriah secara umum.

Dukungan infrastruktur ini berhasil mendorong kinerja positif pada pertumbuhan total aset, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), serta penyaluran pembiayaan yang difokuskan pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengenah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat setempat.

Di samping itu, akselerasi transformasi digital juga terus digenjot melalui penyediaan platform Action Mobile Banking, QRIS, hingga Internet Banking Corporate (IBC) untuk kemudahan transaksi yang cepat dan efisien.(*)

KPOTI Pusat Resmi Kukuhkan Kepengurusan KPOTI Aceh 2025–2030, Semangat Pelestarian Budaya Tradisional Kian Menggema

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Komitmen dalam menjaga warisan budaya bangsa melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional kembali diperkuat.

Dewan Pengurus Pusat Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) secara resmi mengesahkan susunan kepengurusan KPOTI Provinsi Aceh masa bakti 2025–2030 melalui Surat Keputusan Nomor SKEP/4/Pengurus-KPOTI/IV/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 2 April 2026.

Pengesahan ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan permainan rakyat dan olahraga tradisional di Tanah Rencong. Kehadiran kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan gerakan yang progresif, inovatif, dan berkelanjutan dalam menjaga identitas budaya Aceh di tengah arus modernisasi global.

Ketua Umum KPOTI Pusat, M. Arsjad Rasjid P.M., dalam surat resminya menyampaikan bahwa pengesahan dilakukan berdasarkan hasil Rapat Pleno Dewan Pengurus KPOTI Pusat serta mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.

Kepengurusan KPOTI Aceh dipimpin oleh Zikrur Rahmat sebagai Ketua, bersama jajaran pengurus yang berasal dari berbagai latar belakang profesional, akademisi, pegiat budaya, dan pemerhati olahraga tradisional.

Struktur organisasi juga diperkuat dengan sejumlah bidang strategis yang mencakup penelitian dan dokumentasi, digitalisasi warisan budaya, pelatihan dan sertifikasi, pendidikan karakter, media dan branding, hingga pengembangan industri kreatif berbasis permainan rakyat.

Terbentuknya kepengurusan baru ini menjadi simbol optimisme baru bagi pelestarian olahraga tradisional Aceh. Tidak hanya sebagai aktivitas budaya, permainan rakyat juga dipandang sebagai sarana pendidikan karakter, penguatan identitas daerah, serta media pemersatu generasi muda.

Dalam arahannya, KPOTI Pusat juga mendorong agar KPOTI Aceh segera melaksanakan rapat pleno perdana sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dan sinkronisasi program kerja di seluruh wilayah Aceh.

Semangat besar yang diusung kepengurusan baru ini diharapkan mampu membawa permainan rakyat Aceh kembali hidup di tengah masyarakat, hadir di sekolah-sekolah, ruang publik, hingga berbagai event budaya nasional dan internasional. Aceh tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkenalkannya sebagai warisan budaya yang bernilai edukatif, sportif, dan membanggakan.

Dengan kepengurusan yang resmi terbentuk hingga tahun 2030, KPOTI Aceh kini memulai langkah besar untuk menjadikan olahraga tradisional sebagai bagian penting dalam pembangunan karakter bangsa dan pelestarian budaya daerah yang berkelanjutan.(*)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Koramil 02/Sukakarya Bantu Penyembelihan Hewan Kurban di Gampong Kuta Timu

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, Babinsa 06 Gampong Kuta Timu Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Serma Sutrisno, bersama...