Pemerintah

Beranda Pemerintah Halaman 2
Berita Pemerintahan

Kawasan Industri Perikanan Pelabuhan Samudra Lampulo Banda Aceh Sudah Berdiri Sekolah MAN Model

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM – Kawasan pengembangan Industri perikanan kawasan pelabuhan samudra Lampulo Banda Aceh sudah dibangun sekolah MAN model Banda Aceh.

Dulunya lahan ini di beli oleh pemerintah Aceh melalui dinas kelautan perikanan Aceh ( DKP) puluhan hektare bertujuan untuk membangun industri perikanan skala besar dan moderen, karena pelabuhan Lampulo adalah satu satunya pelabuhan samudra yang ada di Sumatera.

Menurut informasi yang didapat oleh media ini dikawasan pelabuhan samudra Lampulo Banda Aceh, bahwa tahun 2024 pihak dinas kelautan dan perikanan aceh telah membangun pagar, dengan sumber dana APBA.

Namun tidak lama kemudian didalam pagar-pagar tersebut sudah dibangun pembangunan gedung sekolah MAN model Banda Aceh, sekarang sekolah MAN tersebut sudah mulai berfungsi setelah diresmikan olek menteri Agama Indonesia Prov Dr.KH Nasaruddin Umar ,MA , pada Rabu (12/8/2026).

Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa bisa dibangun sekolah MAN,  karena dulunya pihak pemerintah Aceh melalui DKP Aceh membeli tanah tersebut untuk perkembangan pembangunan industri perikanan yang terbesar di Sumatera.

Menurut informasi bahwa tanah tersebut sudah dihibahkan oleh pemerintah Aceh kepada Departemen Agama atau lembaga pertikal dengan seluas 3 , 5 hektar dan juga sudah ada persetujuan DPRA.(lem)

Berkunjung ke SD Negeri 7 Simeulue Barat, Kak Na Ajak Siswa Gemar Makan Ikan

0

MEDIANAD.COM, SIMEULUE – Hujan menyambut kedatangan Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir dan rombongan, saat tiba dii SD Negeri 7 Simeulue Barat, di Desa Lhok Makmur, Kecamatan Simeulue Barat, Rabu (5/8/2026) siang.

Tak mudah mencapai Lhok Makmur, Kak Na dan rombongan harus menempuh perjalanan selama 5 jam untuk bisa tiba di salah satu desa terluar tersebut. Tak hanya jalur darat, rombongan bahkan harus menyeberang menggunakan rakit. Selanjutnya, melanjutkan perjalanan selama 1 jam lagi untuk tiba di Desa Lhok Makmur.

“Kami mohon maaf kepada ananda semua serta para dewan guru karena sudah pukul 14.30 Wib masih berada di sekolah. Sejak pukul 8.00Wib kami telah bergerak dari Sinabang. Namun karena jarak serta akses jalan, pukul 14.00 Wib kami baru tiba di sini,” ujar Kak Na menjelaskan.

Selain dalam rangka pembinaan PKK di Desa Lhok Makmur, kehadiran Kak Na di salah satu wilayah terluar Aceh ini juga untuk membagikan tas dan alat tulis serta paket makanan olahan serba ikan kepada para siswa di SD Negeri 7 Simeulue Barat.

“Rajin-rajin belajar, agar ananda cerdas dan bisa menggapai semua yang ananda cit-citakan. Selain itu, karena Simeulue merupakan daerah kepulauan, maka ananda harus gemar makan ikan ya, karena ikan memiliki kandungan protein baik yang sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang ananda semua,” imbau Kak Na kepada anak-anak yang antusias mengerumuninya di halaman sekolah.

“Tadi bunda ada bertanya dengan beberapa anak, katanya ada yang bercita-cita menjadi dokter, ada ingin jadi polisi. Nah untuk menjadi polisi ananda tentu harus memiliki tinggi badan yang sesuai syarat. Karena itu harus hemat

Selain memberi makanan olahan serba ikan kepada, Kak Na juga membagikan jajanan makanan ringan dan “salam tempel” kepada para siswa.

Sebelumnya, Ketua TP PKK Simeulue Lulu El Zahrah M Nasrun, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua TP PKK Aceh ke Desa Lhok Makmur.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Simeulue Barat Aci Hardista, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Ketua TP PKK Aceh ke Kecamatan Simeulue Barat.

“Kehadiran Ibu di sini bukan sekedar kunjungan kerja tetapi sebuah dorongan semangat bagi kami untuk berbuat lebih baik lagi bagi masyarakat, khususnya dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK. Karena itu, kami mengharapkan dukungan, pembinaan dan saran dari Ibu Ketua TP PKK Aceh agar kami bisa berbuat lebih baik lagi,” ujar Aci.

“Kami warga Desa Lhok Makmur menyampaikan salam ta’zim dan penghormatan kepada Bapak Gubernur Mualem. Terima kasih atas kunjungan Ibu ke desa kami,” pungkas Aci.

Kegiatan di SD Negeri 7 turut dihadiri oleh Bupati Simeulue Mohammad Nasrun Mikaris, Wakil Bupati Simeulue Nusar Amin, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh T Adi Darma, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh Reza Ferdian serta sejumlah pejabat lainnya.(*)

Gubernur Aceh Pertegas TUPOKSI SKPA,  Dugadaan Disteibutor bermain

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh Mualem ingin membentuk tim Ferivikasi kelangkaan BBM dan Semen Andalas, menurut kami tidak perlu membentuk Tim.

Karena itu merupakan Tugas Pokok Koordinasi SKPA Energi sumber daya alam aceh( ESDMA) dan Perindustrian Aceh, dibawah koordinasi Asisten Perekonomian Sekda Aceh.

Kelangkaan BBM bio solar akibat dugaan Pihak Pertamina dan SPBU memasok kebutuhan pengusaha tambang illegal di pegunungan Aceh, sementara kelangkaan semen lebih dari pengangkutan semen produk PT Semen Andalas mengirim hasil produksi ke Medan, untuk kebutuhan Semen Sumatra Utara. Sebut Fuadi pengamat ekonomi Aceh.

Jadi jangan asal ada persoalan bentuk tim yg memboroskan APBA saja.

Hasil penelusuran Wartawan MEDIANAD bahwa Produksi dan Pemuatan semen untuk kebutuhan Aceh lebih dari cukup, dugaan sementara para Distributor menggudangkan pasokan semen untuk menaikkan harga. (non)

Gubernur Aceh Pertegas TUPOKSI SKPA

0

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH : Gubernur Aceh Mualem ingin membentuk tim Ferivikasi kelangkaan BBM dan Semen Andalas, menurut kami tidak perlu membentuk Tim.

Karena itu merupakan Tugas Pokok Koordinasi SKPA Energi Sumber Daya Alam Aceh( ESDMA) dan Perindustrian Aceh, dibawah koordinasi Asisten Perekonomian Sekda Aceh.

Kelangkaan BBM bio solar akibat dugaan Pihak Pertamina dan SPBU memasok kebutuhan pengusaha tambang illegal di pegunungan Aceh, sementara kelangkaan semen lebih dari pengangkutan semen produk PT Semen Andalas mengirim hasil produksi ke Medan, untuk kebutuhan Semen Sumatra Utara. Sebut Fuadi pengamat ekonomi Aceh.

Jadi jangan asal ada persoalan bentuk tim yg memboroskan APBA saja.( non)

Menteri ESDM Bahlil Lantik Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA di Tengah Polemik Riwayat Pendidikan

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melantik Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur, sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Rabu (5/8/2026). Pelantikan tersebut mengakhiri proses panjang pergantian pimpinan BPMA yang sebelumnya diwarnai perbedaan penilaian terhadap kinerja Kepala BPMA sebelumnya, Nasri Djalal.

Pengangkatan Mawardi sekaligus menandai diterimanya usulan Pemerintah Aceh yang sejak April 2026 meminta Menteri ESDM memberhentikan Nasri Djalal sebelum masa jabatannya berakhir. Dalam surat Gubernur Aceh Nomor R.800.1.3.3/4147 tertanggal 20 April 2026, Nasri dinilai tidak cakap menjalankan tugas dan fungsi serta dianggap melakukan perbuatan atau sikap yang merugikan BPMA dan/atau Pemerintah Aceh.

Padahal, sekitar satu setengah bulan sebelumnya, Komisi Pengawas BPMA melalui Laporan Pelaksanaan Tugas Komisi Pengawas BPMA Tahun 2025 justru memberikan penilaian positif terhadap kinerja BPMA di bawah kepemimpinan Nasri.

Dalam laporan yang ditandatangani Ketua Komisi Pengawas Ariana Soemanto pada 2 Maret 2026 itu, BPMA memperoleh realisasi kinerja organisasi sebesar 112,34 persen dengan predikat “Istimewa”, realisasi investasi mencapai 99,74 persen, lifting migas sebesar 126,7 persen, serta nilai akuntabilitas kinerja (SAKIP) berpredikat A (Memuaskan).

Kontras antara dua dokumen resmi tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah Pintoe.co mengungkap adanya perbedaan penilaian terhadap kinerja Kepala BPMA hanya dalam rentang sekitar 49 hari.

Nasri Djalal saat itu juga mempertanyakan dasar penilaian Pemerintah Aceh. Menurutnya, berdasarkan PP Nomor 23 Tahun 2015, pihak yang berwenang melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala BPMA adalah Komisi Pengawas, bukan gubernur. Ia juga mengaku tidak mengetahui adanya evaluasi Komisi Pengawas yang menjadi dasar usulan pemberhentian dirinya.

Polemik Riwayat Pendidikan Mawardi Belum Terjawab

Di sisi lain, pelantikan Mawardi Nur berlangsung ketika polemik mengenai riwayat pendidikannya masih belum memperoleh penjelasan.

Sebelumnya, Pintoe.co mengungkap bahwa dalam sejumlah dokumen riwayat hidup yang pernah dipublikasikan, Mawardi mencantumkan dirinya sebagai alumni University of California, Irvine (UC Irvine).

Namun, berdasarkan keterangan resmi yang diterima Pintoe.co dari pihak UC Irvine, universitas tersebut menyatakan tidak menemukan catatan atas nama Mawardi Nur dalam basis data mahasiswa maupun alumni.

Hingga berita ini ditulis, Mawardi Nur belum memberikan dokumen yang dapat memverifikasi klaim tersebut.

Saat pertama kali dimintai konfirmasi oleh Pintoe.co, Mawardi tidak menjawab substansi pertanyaan mengenai riwayat pendidikannya dan hanya mengajak wartawan untuk bertemu sambil ngopi. Ajakan tersebut ditolak karena yang dibutuhkan adalah klarifikasi dan dokumen pendukung atas klaim pendidikan yang dipublikasikannya.

Pelantikan Mawardi sebagai Kepala BPMA membuat polemik tersebut kembali menjadi perhatian publik, mengingat hingga kini belum ada penjelasan ataupun bukti yang dapat mengonfirmasi klaim pendidikan yang bersangkutan.

Lahir di Madat, Aceh Timur, pada 1 Februari 1990, Mawardi Nur menjabat sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA) sejak Maret 2025. PEMA merupakan badan usaha milik Pemerintah Aceh yang memiliki anak perusahaan di sektor minyak dan gas bumi, yakni PT Pema Global Energi (PGE).

Di kalangan publik Aceh, Mawardi juga dikenal sebagai keponakan T. Irsyadi, salah satu orang dekat Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). Irsyadi diketahui memiliki hubungan kekerabatan dengan Salmawati, salah satu istri Mualem yang kini menjabat anggota DPR Aceh melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW).

Pada Pemilu 2024, Mawardi Nur juga pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR Aceh dari Partai Gerindra, namun tidak terpilih.(*)

Komisioner BMA Menghilang

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Beredar laporan diduga telah terjadi korupsi berjama’ah dengan kedok bantuan sosial,bantuan dana pendidikan,bantuan banjir yg menghabiskan Anggaran Baitul Mal Aceh mencapai Rp 180 milyar lebih.

Ketua BMA H Abon Yunus.SH yg coba dihubungi MDaud Wartawan Medianad belum sudah jarang masuk kantor, kata staf Resevsionis Sekretariat BMA.

Begitu pula nomor HPnya sudah lama tidak aktif, staf tersebut.

Kiranya Gubernur Aceh Mualem segera memberhentikan Komisioner BMA Karena diduga dan berbagai media sudah memberitakan ihsan dana Umat tersebut.

Kiranya Pihak Polda Aceh segera bertindak melakukan penyidikan terhadab berita BMA yg telah cukub viral.( daud)

Sabang Raih Nilai Tertinggi PTSP dan PPB Se-Aceh, Catat Predikat “Sangat Baik” dari Kementerian Investasi

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Pemerintah Kota Sabang kembali menorehkan prestasi di bidang pelayanan publik dengan meraih nilai tertinggi di Provinsi Aceh pada Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah Daerah Tahun 2026. Atas capaian tersebut, Kota Sabang memperoleh nilai 87,601 dengan predikat “Sangat Baik” dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia.

Berdasarkan Keputusan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia Nomor 204.5 Tahun 2026, tentang Penetapan Hasil Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah Daerah Tahun 2026, Kota Sabang menjadi pemerintah kabupaten/kota dengan nilai tertinggi di Provinsi Aceh.

Selain meraih nilai tertinggi di Provinsi Aceh, Kota Sabang juga mengalami peningkatan dibandingkan penilaian tahun 2024, dari 87,141 menjadi 87,601 atau naik sebesar 0,460 poin. Pada penilaian tahun ini, predikat “Sangat Baik” turut diraih Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Bireuen, dengan Kota Sabang menempati posisi teratas.

Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menyambut baik capaian tersebut dan mengapresiasi kerja keras seluruh perangkat daerah, khususnya Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sabang, dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

“Alhamdulillah, Kota Sabang berhasil meraih predikat Sangat Baik pada penilaian ini. Kami bersyukur atas hasil yang dicapai, terlebih Kota Sabang memperoleh nilai terbaik di tingkat kabupaten/kota di Aceh. Capaian ini tentu menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat dan pelaku usaha,” kata Zulkifli di Sabang, Jumat (31/7).

Lebih lanjut, ia mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh perangkat daerah dalam menghadirkan pelayanan perizinan yang semakin profesional, cepat, dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun investor

“Kami akan terus melakukan berbagai pembenahan dan inovasi pelayanan agar proses perizinan semakin mudah, cepat, dan transparan. Dengan pelayanan yang semakin baik, kami berharap iklim investasi di Kota Sabang juga semakin kondusif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sabang, Faisal Azwar, menjelaskan bahwa penilaian tersebut merupakan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pelayanan perizinan berusaha dan percepatan pelaksanaan investasi.

“Penilaian ini tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga mencakup berbagai aspek, mulai dari kelembagaan PTSP, kualitas pelayanan perizinan, pemanfaatan sistem OSS, percepatan pelaksanaan berusaha, pembinaan dan pengawasan pelaku usaha, hingga inovasi pelayanan yang mempermudah masyarakat dan investor,” jelas Faisal.

Menurutnya, peningkatan nilai dibandingkan penilaian sebelumnya menunjukkan bahwa berbagai upaya pembenahan pelayanan yang dilakukan Pemerintah Kota Sabang terus memberikan hasil positif

“Alhamdulillah, pada penilaian tahun ini Kota Sabang memperoleh nilai tertinggi tingkat kabupaten/kota di Aceh, serta menempati peringkat ke-26 kategori pemerintah kota secara nasional. Capaian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel,” tutupnya.(man)

Nelayan Meminta Pada DKP Aceh Untuk Segera Membangun PPI Kuala Peukan Baro Pidie Yang Roboh

0

Kabid Tangkap DKP Aceh T, Samsul Bahri mengukur dinding Pelabuhan Kuala Peukan Baro Pidie yang roboh

SIGLI, MEDIANAD.COM- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Syafrizal SSTP ,M,Dev Mengirimkan Tim kelokasi Pelabuhan Pendaratan Ikan ( PPI) Kuala Peukan Baro kabupaten Pidie yang roboh hampir 100 meter akibat dihantam banjir bandang tahun tahun 2026, tim tersebut ditugaskan untuk meninjau langsung hasil laporan nelayan, tanggal (28/7/2026).

Tim tersebut yang diketuai oleh kepala bidang (Kabid )  T.Samsul Bahri, tim tersebut yang didampingi oleh panglima laut kabupaten Pidie Marfian, melakukan pengukuran dermaga pelabuhan yang roboh tersebut.

Panglima laut Pidie Marfian mengharapkan pada pemerintah Aceh dalam hal ini DKP Aceh, untuk segera membangun kembali pelabuhan yang roboh tersebut, karena kapal tangkap nelayan saat ini tidak bisa bersandar baik pada saat pendaratan ikan maupun pada saat ingin melaut .

Pelabuhan Pendaratan Ikan Kuala Peukan Baro Pidie Yang Roboh dan hancur, pelabuhan ini sudah lama dibangun pada tahun 2012

Apalagi yang merapat di pelabuhan pendaratan ikan ( PPI) tersebut adalah kapal yang berbobot besar, maka kami para nelayan mengharapkan pada pemerintah Aceh dalam hal ini dinas kelautan dan perikanan Aceh untuk segera membangun kembali PPI yang roboh tersebut.

Untuk memudahkan para nelayan mendaratkan hasil tangkapannya sebut panglima laut Pidie Marfian pada media ini. Makanya kadis DKP Aceh Syafrizal langsung pemerintahkan Kabid Perikanan Tangkap untuk turun langsung kelokasi kejadian PPI yang ambruk dan roboh dinding dermaga tersebut.

Pada saat kejadian PPI roboh tidak ada korban jiwa, hanya saja Dindin boet nelayan yang bersandar di dinding pelabuhan hanya rusak lecet. menurut keterangan ketua tim surve lapangan T,Samsul Bahri, semua hasil input yang telah kami tinjau dan kami ukur dilapangan akan segera kita laporkan kepada kepala dinas DKP Aceh, ,yang bahwa semua laporan nelayan tentang kejadian robohnya Dinding PPI itu benar.(lem)

Jalan Berlobang ‘Makan’ Korban Jiwa Di Pasar Ulee Kareng, Pemerintah Jangan Tutup Mata

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH : Hari ini kejadian kecelakaan terjadi jalan T.Iskandar dipusat pasar simpang tujuh Ulee Kareng Banda Aceh pada hari Minggu (26 /7/2026), pukul 8.00 WIB pagi tadi.

Kecelakaan ini bukan yang pertama, sudah terjadi 4 kecelakaan di lokasi yang sama. Hal ini diakibatkan karena kondisi jalan yang sudah lama rusak dan berlobang. Sehingga banyak memakan korban.

Kejadian hari ini juga karena korban mau menghindari lobang malah terperosok pada lobang yang lain, sehingga korban yang mengendarai roda dua jatuh dan segera dilarikan kerumah sakit untuk dilakukan perawatan.

Peristiwa ini sudah sering dilaporkan pada instansi terkait, namun sampai saat ini masih belum adanya tindakan nyata perbaikan.

Yang menjadi pertanyaan adalah di jalan tersebut sering berlalu lalang para petinggi pemerintah baik itu pemerintah pusat (menteri) maupun pihak DPR RI, serta juga sering berlalu lalang pemerintah provinsi dan pemerintah kota Banda Aceh begitu juga dengan anggota DPR Aceh dan DPRK Banda Aceh, apakah tidak adanya upaya pihak Pemerintah merealisasikan.

Jalan dibiarkan berlubang, belum lagi ketika musim hujan, bagian lubang akan tergenang air dan menutupi lubang-lubang di badan jalan.

Pertanyaannyah, jalan tersebut tetap dibiarkan hancur ataukah memang akibat kaca mobil hitam maka tidak nampak jalan berlobang, atau dibiarkan untuk hancur sekalian biar banyak terjadi kecelakaan , atau memang untuk memperbaiki jalan tersebut sudah habis anggaran karena tidak ada dana.(lem)

Revitalisasi Kelembagaan Adat: Langkah MAA dan Dinas Kehutanan Jaga Hutan Aceh

0

Ketua MAA, Prof. Yusri Yusuf

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH — MAA Dukung Revitalisasi Kelembagaan Adat untuk Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Aceh

Kebakaran hutan dan lahan selama ini menjadi perhatian utama Pemerintah Aceh. Majelis Adat Aceh (MAA) sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah tersebut.

Sehubungan dengan itu, pada tahap pertama MAA telah melaksanakan Focus Group Discussion beberapa bulan lalu bersama Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh. Kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah NGO dan lembaga lain yang fokus pada isu kehutanan di Aceh.

Salah satu poin penting dari FGD tersebut adalah upaya merevitalisasi dan memberdayakan kembali Pawang Uteun yang ada di seluruh Aceh.

Menurut Ketua MAA, Prof. Yusri Yusuf, MAA bersama Dinas Kehutanan dan Perkebunan akan segera mengambil langkah cepat dengan melakukan need assessment. Tujuannya untuk mengevaluasi kembali kelembagaan adat yang ada di Aceh, seperti Pawang Uteun dan Peutua Seuneubok di seluruh wilayah.

Selain itu, MAA juga akan memperkuat hukum adat uteun dan hukum adat seuneubok. Hukum adat terkait pengelolaan dan pemanfaatan hutan akan segera ditindaklanjuti guna menjaga kelestarian hutan dan kelancaran aliran sungai di Aceh.

“MAA berharap dengan kembali berfungsi panglima uteuen dan peutua seuneubok, akan menekan aktivitas penambangan ilegal,” sebut Prof Yusri Yusuf, kepada awak Media, Jum’at (24/7/2026)9.

Yusri Yusuf juga menyebutkan, untuk mempercepat hadirnya kembali kedua lembaga adat tersebut, pihak MAA kembali koordinasi dengan MAA kabupaten kota serta lembaga NGO yang konsentrasi terhadap kelestarian hutan Aceh, katanya. (**)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Bantu Petani Bersihkan Bedengan, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan di Wilayah...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan di wilayah binaan, Babinsa Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang terus aktif mendampingi masyarakat, khususnya para petani. Pada...