Pemerintah

Beranda Pemerintah Halaman 2
Berita Pemerintahan

Sabang Raih Nilai Tertinggi PTSP dan PPB Se-Aceh, Catat Predikat “Sangat Baik” dari Kementerian Investasi

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Pemerintah Kota Sabang kembali menorehkan prestasi di bidang pelayanan publik dengan meraih nilai tertinggi di Provinsi Aceh pada Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah Daerah Tahun 2026. Atas capaian tersebut, Kota Sabang memperoleh nilai 87,601 dengan predikat “Sangat Baik” dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia.

Berdasarkan Keputusan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia Nomor 204.5 Tahun 2026, tentang Penetapan Hasil Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah Daerah Tahun 2026, Kota Sabang menjadi pemerintah kabupaten/kota dengan nilai tertinggi di Provinsi Aceh.

Selain meraih nilai tertinggi di Provinsi Aceh, Kota Sabang juga mengalami peningkatan dibandingkan penilaian tahun 2024, dari 87,141 menjadi 87,601 atau naik sebesar 0,460 poin. Pada penilaian tahun ini, predikat “Sangat Baik” turut diraih Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Bireuen, dengan Kota Sabang menempati posisi teratas.

Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menyambut baik capaian tersebut dan mengapresiasi kerja keras seluruh perangkat daerah, khususnya Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sabang, dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

“Alhamdulillah, Kota Sabang berhasil meraih predikat Sangat Baik pada penilaian ini. Kami bersyukur atas hasil yang dicapai, terlebih Kota Sabang memperoleh nilai terbaik di tingkat kabupaten/kota di Aceh. Capaian ini tentu menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat dan pelaku usaha,” kata Zulkifli di Sabang, Jumat (31/7).

Lebih lanjut, ia mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh perangkat daerah dalam menghadirkan pelayanan perizinan yang semakin profesional, cepat, dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun investor

“Kami akan terus melakukan berbagai pembenahan dan inovasi pelayanan agar proses perizinan semakin mudah, cepat, dan transparan. Dengan pelayanan yang semakin baik, kami berharap iklim investasi di Kota Sabang juga semakin kondusif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Sabang, Faisal Azwar, menjelaskan bahwa penilaian tersebut merupakan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pelayanan perizinan berusaha dan percepatan pelaksanaan investasi.

“Penilaian ini tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga mencakup berbagai aspek, mulai dari kelembagaan PTSP, kualitas pelayanan perizinan, pemanfaatan sistem OSS, percepatan pelaksanaan berusaha, pembinaan dan pengawasan pelaku usaha, hingga inovasi pelayanan yang mempermudah masyarakat dan investor,” jelas Faisal.

Menurutnya, peningkatan nilai dibandingkan penilaian sebelumnya menunjukkan bahwa berbagai upaya pembenahan pelayanan yang dilakukan Pemerintah Kota Sabang terus memberikan hasil positif

“Alhamdulillah, pada penilaian tahun ini Kota Sabang memperoleh nilai tertinggi tingkat kabupaten/kota di Aceh, serta menempati peringkat ke-26 kategori pemerintah kota secara nasional. Capaian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel,” tutupnya.(man)

Nelayan Meminta Pada DKP Aceh Untuk Segera Membangun PPI Kuala Peukan Baro Pidie Yang Roboh

0

Kabid Tangkap DKP Aceh T, Samsul Bahri mengukur dinding Pelabuhan Kuala Peukan Baro Pidie yang roboh

SIGLI, MEDIANAD.COM- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Syafrizal SSTP ,M,Dev Mengirimkan Tim kelokasi Pelabuhan Pendaratan Ikan ( PPI) Kuala Peukan Baro kabupaten Pidie yang roboh hampir 100 meter akibat dihantam banjir bandang tahun tahun 2026, tim tersebut ditugaskan untuk meninjau langsung hasil laporan nelayan, tanggal (28/7/2026).

Tim tersebut yang diketuai oleh kepala bidang (Kabid )  T.Samsul Bahri, tim tersebut yang didampingi oleh panglima laut kabupaten Pidie Marfian, melakukan pengukuran dermaga pelabuhan yang roboh tersebut.

Panglima laut Pidie Marfian mengharapkan pada pemerintah Aceh dalam hal ini DKP Aceh, untuk segera membangun kembali pelabuhan yang roboh tersebut, karena kapal tangkap nelayan saat ini tidak bisa bersandar baik pada saat pendaratan ikan maupun pada saat ingin melaut .

Pelabuhan Pendaratan Ikan Kuala Peukan Baro Pidie Yang Roboh dan hancur, pelabuhan ini sudah lama dibangun pada tahun 2012

Apalagi yang merapat di pelabuhan pendaratan ikan ( PPI) tersebut adalah kapal yang berbobot besar, maka kami para nelayan mengharapkan pada pemerintah Aceh dalam hal ini dinas kelautan dan perikanan Aceh untuk segera membangun kembali PPI yang roboh tersebut.

Untuk memudahkan para nelayan mendaratkan hasil tangkapannya sebut panglima laut Pidie Marfian pada media ini. Makanya kadis DKP Aceh Syafrizal langsung pemerintahkan Kabid Perikanan Tangkap untuk turun langsung kelokasi kejadian PPI yang ambruk dan roboh dinding dermaga tersebut.

Pada saat kejadian PPI roboh tidak ada korban jiwa, hanya saja Dindin boet nelayan yang bersandar di dinding pelabuhan hanya rusak lecet. menurut keterangan ketua tim surve lapangan T,Samsul Bahri, semua hasil input yang telah kami tinjau dan kami ukur dilapangan akan segera kita laporkan kepada kepala dinas DKP Aceh, ,yang bahwa semua laporan nelayan tentang kejadian robohnya Dinding PPI itu benar.(lem)

Jalan Berlobang ‘Makan’ Korban Jiwa Di Pasar Ulee Kareng, Pemerintah Jangan Tutup Mata

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH : Hari ini kejadian kecelakaan terjadi jalan T.Iskandar dipusat pasar simpang tujuh Ulee Kareng Banda Aceh pada hari Minggu (26 /7/2026), pukul 8.00 WIB pagi tadi.

Kecelakaan ini bukan yang pertama, sudah terjadi 4 kecelakaan di lokasi yang sama. Hal ini diakibatkan karena kondisi jalan yang sudah lama rusak dan berlobang. Sehingga banyak memakan korban.

Kejadian hari ini juga karena korban mau menghindari lobang malah terperosok pada lobang yang lain, sehingga korban yang mengendarai roda dua jatuh dan segera dilarikan kerumah sakit untuk dilakukan perawatan.

Peristiwa ini sudah sering dilaporkan pada instansi terkait, namun sampai saat ini masih belum adanya tindakan nyata perbaikan.

Yang menjadi pertanyaan adalah di jalan tersebut sering berlalu lalang para petinggi pemerintah baik itu pemerintah pusat (menteri) maupun pihak DPR RI, serta juga sering berlalu lalang pemerintah provinsi dan pemerintah kota Banda Aceh begitu juga dengan anggota DPR Aceh dan DPRK Banda Aceh, apakah tidak adanya upaya pihak Pemerintah merealisasikan.

Jalan dibiarkan berlubang, belum lagi ketika musim hujan, bagian lubang akan tergenang air dan menutupi lubang-lubang di badan jalan.

Pertanyaannyah, jalan tersebut tetap dibiarkan hancur ataukah memang akibat kaca mobil hitam maka tidak nampak jalan berlobang, atau dibiarkan untuk hancur sekalian biar banyak terjadi kecelakaan , atau memang untuk memperbaiki jalan tersebut sudah habis anggaran karena tidak ada dana.(lem)

Revitalisasi Kelembagaan Adat: Langkah MAA dan Dinas Kehutanan Jaga Hutan Aceh

0

Ketua MAA, Prof. Yusri Yusuf

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH — MAA Dukung Revitalisasi Kelembagaan Adat untuk Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Aceh

Kebakaran hutan dan lahan selama ini menjadi perhatian utama Pemerintah Aceh. Majelis Adat Aceh (MAA) sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah tersebut.

Sehubungan dengan itu, pada tahap pertama MAA telah melaksanakan Focus Group Discussion beberapa bulan lalu bersama Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh. Kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah NGO dan lembaga lain yang fokus pada isu kehutanan di Aceh.

Salah satu poin penting dari FGD tersebut adalah upaya merevitalisasi dan memberdayakan kembali Pawang Uteun yang ada di seluruh Aceh.

Menurut Ketua MAA, Prof. Yusri Yusuf, MAA bersama Dinas Kehutanan dan Perkebunan akan segera mengambil langkah cepat dengan melakukan need assessment. Tujuannya untuk mengevaluasi kembali kelembagaan adat yang ada di Aceh, seperti Pawang Uteun dan Peutua Seuneubok di seluruh wilayah.

Selain itu, MAA juga akan memperkuat hukum adat uteun dan hukum adat seuneubok. Hukum adat terkait pengelolaan dan pemanfaatan hutan akan segera ditindaklanjuti guna menjaga kelestarian hutan dan kelancaran aliran sungai di Aceh.

“MAA berharap dengan kembali berfungsi panglima uteuen dan peutua seuneubok, akan menekan aktivitas penambangan ilegal,” sebut Prof Yusri Yusuf, kepada awak Media, Jum’at (24/7/2026)9.

Yusri Yusuf juga menyebutkan, untuk mempercepat hadirnya kembali kedua lembaga adat tersebut, pihak MAA kembali koordinasi dengan MAA kabupaten kota serta lembaga NGO yang konsentrasi terhadap kelestarian hutan Aceh, katanya. (**)

Sekda Nasir: Penanganan Huntara Capai 99 Persen, dan Tren Positif Pemulihan Infrastruktur

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH — Perkembangan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh menunjukkan tren positif. Pembangunan hunian sementara (Huntara) telah mencapai 99 persen, saat ini Pemerintah Aceh fokus pada pembangunan hunian tetap (Huntap).

“Begitu juga pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan terus berjalan dengan baik,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir Syamaun.

Hal itu disampaikan M. Nasir dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Jumat (24/7/2026).

Pada rapat yang dihadiri perwakilan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI serta kepala daerah wilayah terdampak, Nasir mendetailkan angka 99 persen pembangunan Huntara.

“Sudah terealisasi sebanyak 20.715 unit dari target total 20.797 unit. Jadi hampir rampung,” katanya.

Pemerintah Aceh, Nasir menambahkan, kini mulai fokus pada percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap).

“Realisasi Huntap saat ini masih berada di angka 3,6 persen atau baru terbangun 397 unit dari total kebutuhan yang mencapai 37.107 unit,” katanya.

Sedangkan sektor transportasi, Nasir menjelaskan, sebanyak 46 ruas jalan dan 23 jembatan nasional kini telah berfungsi secara darurat, sementara 1.543 dari total 1.638 ruas jalan daerah juga sudah kembali dapat difungsikan oleh masyarakat.

Terkait dukungan anggaran, Sekda Aceh menjelaskan bahwa realisasi keuangan dari Transfer ke Daerah (TKD) 2026 telah menyerap Rp146,73 miliar atau sekitar 17,8 persen dari total pagu Rp824,82 miliar.

Ia menjelaskan, anggaran tersebut dialokasikan untuk 766 paket kegiatan penanganan, di mana sebanyak 353 paket (46,1 persen) di antaranya telah resmi memasuki pengerjaan fisik di lapangan.

“Melalui desk bersama 10 Kementerian/Lembaga pada 22–23 Juli 2026, teridentifikasi kebutuhan 2.537 paket kegiatan bernilai sekitar Rp5 triliun. Saat ini, realisasi pendanaan yang berjalan mencapai Rp2,07 triliun (41,48%),” kata Nasir.

Pemerintah Aceh, kata Nasir, mengajukan tiga usulan strategis kepada pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan dan pembangunan daerah.

“Kita membutuhkan penguatan anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) untuk menutup kesenjangan alokasi dana agar berbagai program prioritas dapat segera dieksekusi di lapangan,” ujarnya.

Selain dukungan anggaran, Nasir menambahkan, Pemerintah Aceh juga mendorong pemulihan konektivitas dan efektivitas koordinasi antarlembaga.

“Kami mengusulkan penanganan 10 ruas jalan prioritas nasional yang tersebar di 10 kabupaten/kota terdampak demi memulihkan akses ekonomi masyarakat,” katanya.

Usulan tersebut mencakup 10 ruas jalan prioritas yang tersebar di Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Besar, Aceh Jaya, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur.

“Ruas-ruas ini merupakan akses vital yang menghubungkan pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan permukiman, serta jalur distribusi barang dan jasa,” kata Nasir.

Pemerintah Aceh, kata Nasir, berharap usulan tersebut dapat menjadi bagian dari prioritas pembangunan nasional.

“Sehingga proses rehabilitasi tidak hanya memulihkan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memperkuat konektivitas wilayah,” ujarnya.

“Efeknya akan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta memperkuat ketahanan Aceh terhadap risiko bencana di masa mendatang.”

Nasir juga menyarankan pembentukan sistem koordinasi terpadu melalui penunjukan Person in Charge (PIC) di setiap K/L agar setiap kendala teknis di lapangan dapat diselesaikan secara cepat dan akuntabel.

“Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus menjadi mitra aktif Pemerintah Pusat dalam mengawal setiap tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan, agar seluruh program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.(*)

 

 

HUT Ke-3 Forum Pemred Multimedia: Mualem Terima Pena Emas, Sekda Nasir dan Dirut BAS Raih Award

0

MEDIANAD.COM, YOGYAKARTA – Malam ini, Sabtu 18 Juli 2026, Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem), menerima Anugerah PENA EMAS dari Forum Pemimpin Redaksi Multimedia Indonesia atau Forum Pemred Multimedia Indonesia di Hotel Alana Yogyakarta.

Selain itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir menerima Mitra Pers Terbaik Award sedangkan Dirut Bank Aceh Fadhil Ilyas meraih Corporate Leadership The Best Comunication Bidang Komunikasi dan Informasi Publik.

Termasuk dari unsur legislatif dan eksekutif seperti, Dr. H. M. Nasir Djamil, M.Si., Anggota Komisi III DPR RI; H. Ali Basrah, S.Pd., M.M. (Wakil Ketua DPRA); Abdul Mucthi, S.I.Kom., (Ketua DPRK Aceh Besar); serta Dr. Musriadi Aswad, S.Pd., M.Pd., Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh. Sedangkan dari unsur eksekutif, ada nama Bupati Aceh Utara H. Ismail A.Jalil dan Wali Kota Sabang Zulkifli Adam.

Penganugerahan Pemred Award 2026 menjadi agenda utama HUT ke-3 Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia, yang dipusatkan di Yogyakarta, sebagai bentuk apresiasi kepada para pemimpin nasional dan daerah, yang dinilai memiliki komitmen dalam membangun komunikasi publik, menjunjung tinggi keterbukaan informasi, serta memperkuat kemitraan yang sehat dengan insan pers.

Sebelumnya, atau pada peringatan HUT ke-2 Forum Pimred di Kota Serang, Provinsi Banten, Gubernur Aceh Mualem juga menerima penghargaan atau award, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensinya dalam membangun komunikasi publik, mendukung keterbukaan informasi, dan menjalin kemitraan yang harmonis dengan insan pers di Aceh.

Ketua Forum Pimred Multimedia Aceh, Muhammad Saleh, S.E, S.H, M.M menjelaskan, penerimaan sejumlah penghargaan tersebut setelah tim seleksi mempelajari secara seksama dari sejumlah nama yang masuk ke panitia seleksi.

“Ya, dari sejumlah nama yang kita kirim atau ajukan, tim seleksi mempelajarinya, baru kemudian diputuskan siapa saja penerimanya. Jadi, keputusan tim seleksi itu sangat ketat,” jelas Shaleh, begitu dia disapa.

Menurut Shaleh, panitia melibatkan dewan juri independen yang dipimpin Yogi Hadi Ismanto, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers Dewan Pers. Diperkuat tokoh pers dan akademisi, yakni Hendry Ch Bangun, Helmy Halim, Dr. Asep Setiawan, Iqbal Irsyad, Syamsudin Hadi Sutarto, Dr. Budi Nugraha, dan Nurjaman Muchtar.

“Nah, dari 124 nominasi yang masuk, dewan juri menetapkan 67 tokoh sebagai penerima penghargaan berdasarkan rekam jejak kepemimpinan, keterbukaan informasi publik, hubungan yang konstruktif dengan media, serta kontribusi dalam membangun komunikasi publik yang berkualitas.

Ketua Umum Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia, Bernadus Wilson Lumi, Sabtu 17 Juli 2026, mengatakan Pimred Award bukan sekadar ajang pemberian penghargaan, tetapi menjadi wujud apresiasi kepada para pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pers nasional dan membangun komunikasi yang terbuka dengan media.

“Pimred Award kami hadirkan sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin yang mampu membangun komunikasi publik secara terbuka, menghargai kebebasan pers, dan menjadikan media sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Kami berharap penghargaan ini semakin memperkuat sinergi antara insan pers dengan pemerintah, legislatif, dunia usaha, serta seluruh elemen bangsa demi terwujudnya ekosistem informasi yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab,” ujar Bernadus Wilson Lumi.

Selain malam penganugerahan 2026, rangkaian HUT ke-3 Forum Pimpred Multimedia Indonesia yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026, juga diisi dengan gala dinner, wisata jurnalistik ke Candi Prambanan, pameran UMKM serta kegiatan 3 Fun yang diikuti pimpinan media dari berbagai provinsi di Indonesia.

“Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara insan pers dan para pemangku kepentingan dalam menjaga kebebasan pers, meningkatkan kualitas jurnalistik, serta memperkokoh demokrasi Indonesia,” demikian Ketua Forum Pimpred Multimedia Aceh, Muhammad Saleh.(*)

Gubernur Aceh Hadiri Raker APPSI, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

0

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menghadiri Rapat Kerja Gubernur selaku Anggota Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Aruna Senggigi Resort & Convention, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/7/2026). Foto: Humas Aceh.

MEDIANAD.COM, LOMBOK BARAT – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menghadiri Rapat Kerja Gubernur selaku Anggota Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Aruna Senggigi Resort & Convention, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/7/2026).

Rapat kerja tersebut menegaskan pentingnya penguatan koordinasi, integritas, dan kepemimpinan daerah dalam mengawal program prioritas nasional serta mempercepat pembangunan di daerah.

Gubernur Aceh mengikuti rapat kerja didampingi Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA., Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, serta sejumlah Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait.

Rapat kerja dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Dalam arahannya, Bima meminta para gubernur terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, menjaga integritas penyelenggaraan pemerintahan, serta menghadirkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan pembangunan melalui inovasi, kolaborasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) APPSI yang membahas agenda kelembagaan organisasi.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengatakan, APPSI merupakan forum strategis untuk memperkuat komunikasi, menyelaraskan kebijakan, dan membangun kolaborasi antarpemerintah provinsi dalam mendukung pembangunan nasional.

“Forum ini menjadi wadah untuk bertukar pengalaman, memperkuat sinergi, dan merumuskan langkah bersama dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah akan semakin mempercepat terwujudnya pembangunan yang merata dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Muzakir Manaf.

Menurut Gubernur, Pemerintah Aceh akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah lainnya agar berbagai kebijakan dan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendorong peningkatan pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Keikutsertaan Pemerintah Aceh dalam Rapat Kerja APPSI merupakan wujud komitmen untuk terus memperkuat kerja sama antardaerah, mendukung agenda strategis nasional, serta menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (*)

Peringati Hari Anak Nasional, Wakil Wali Kota Sabang Ajak Semua Pihak Lindungi Hak Anak.

0

MEDIANAD.COM, SABANG -Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memenuhi hak anak dan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan demi terwujudnya generasi emas Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sabang saat membuka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kota Sabang Tahun 2026, di Aula Dinas Perpustakaan Daerah Kota Sabang, Sabang Fair, Kamis (16/7).

“Anak-anak bukan hanya calon pemimpin masa depan, tetapi juga bagian dari pembangunan hari ini. Karena itu, suara, ide, dan kreativitas mereka harus kita dengarkan dan libatkan,” kata Suradji.

Menurutnya, Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjamin hak-hak anak, mulai dari hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, memperoleh pendidikan yang layak, mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, hingga berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menjelaskan, tema Hari Anak Nasional Tahun 2026, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, mengandung pesan agar seluruh pihak memberikan kasih sayang, perlindungan, serta memastikan terpenuhinya hak anak atas pendidikan, kesehatan, dan pengembangan bakat sebagai bekal menyongsong masa depan.

Suradji menegaskan bahwa mewujudkan generasi emas merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap anak, mencegah perundungan, penyalahgunaan narkoba, serta perkawinan anak, sekaligus memberikan ruang partisipasi yang bermakna bagi anak-anak.

“Pemerintah Kota Sabang akan terus memperkuat berbagai program yang berpihak kepada anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sabang sebagai Kota Layak Anak. Kepada anak-anak Kota Sabang yang saya banggakan teruslah belajar dengan sungguh-sungguh, hormati orang tua dan guru, sayangi teman, jauhi narkoba dan perilaku negatif, serta memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Suradji juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sabang, Forum Anak Kota Sabang (FAKOSA), panitia, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya peringatan Hari Anak Nasional. Ia juga memberikan penghargaan kepada FAKOSA atas berbagai prestasi yang berhasil diraih di tingkat provinsi maupun nasional.

Sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional, turut digelar lomba berhitung cepat bagi siswa-siswi SD dan MI se-Kota Sabang. Kepada para peserta, Suradji berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Sekda Aceh Muhammad Nasir Dilantik Sebagai Ketua KORPRI Aceh

0

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Muhammad Nasir resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus KORPRI Aceh masa bakti 2025–2030 oleh Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Prof. Zudan Arif Fakrullah, di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (14/7/2026). Foto: Humas Aceh.

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH-  Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Muhammad Nasir resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus KORPRI Aceh masa bakti 2025–2030 oleh Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Prof. Zudan Arif Fakrullah, di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (14/7/2026).

Selain Muhammad Nasir, pada kesempatan yang sama juga dilantik seluruh jajaran pengurus KORPRI Provinsi Aceh serta 20 Ketua Dewan Pengurus KORPRI kabupaten/kota se-Aceh.

Dalam sambutannya, Muhammad Nasir menegaskan KORPRI memiliki posisi strategis sebagai organisasi yang menghimpun seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Karena itu, KORPRI harus menjadi penggerak lahirnya birokrasi yang adaptif, inovatif, responsif, serta mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang,” kata Nasir.

Ia mengatakan Pemerintah Aceh meyakini kualitas birokrasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Karena itu, ASN dituntut terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas dan netralitas, serta membangun budaya kerja yang kolaboratif, produktif, dan berorientasi pada hasil.

Menurut Nasir, semangat tersebut harus berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi identitas Aceh.

“Tujuan KORPRI adalah meningkatkan pengabdian dan mutu ASN. Jika ASN tidak mau mengembangkan diri maupun instansinya, maka tujuan tersebut belum tercapai. Padahal masih banyak hal yang dapat kita lakukan, hanya perlu sedikit sentuhan,” ujar Nasir.

Sementara itu, Ketua Umum DP KORPRI Nasional Prof. Zudan Arif Fakrullah menegaskan ASN merupakan salah satu pilar utama penyelenggaraan pemerintahan bersama TNI dan Polri.

“Ada tiga pilar penyelenggaraan pemerintahan Indonesia, yaitu ASN, TNI, dan Polri. Karena itu, pimpinan KORPRI harus mampu menggerakkan ASN sebagai wajah penyelenggara negara,” kata Prof. Zudan.

Ia menambahkan, sebagian besar pelaksanaan anggaran negara berada di tangan ASN sehingga perannya sangat sentral dalam menentukan keberhasilan pembangunan.

“Anggaran terbesar dieksekusi oleh para ASN. Ini adalah kekuatan yang dahsyat dan harus dioptimalkan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujar Prof. Zudan.

Prof. Zudan juga memaparkan empat program utama KORPRI yang menjadi fokus organisasi ke depan. Empat program tersebut meliputi peningkatan kualitas pelayanan publik dan digitalisasi birokrasi, penguatan ideologi dan karakter ASN, perlindungan karier serta bantuan hukum bagi ASN, dan peningkatan kesejahteraan ASN.

Ia menegaskan seluruh program tersebut bermuara pada satu tujuan besar, yakni menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

“Program besar kita adalah membangun kualitas layanan publik,” tutup Prof. Zudan.(*)

Wali Kota Sabang Imbau Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Menyambut hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 yang akan dimulai pada Senin, 13 Juli 2026, Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam mengimbau para ayah atau wali ayah di Kota Sabang untuk mengantar anak ke sekolah sebagai bentuk keterlibatan aktif keluarga dalam mendukung pendidikan dan tumbuh kembang anak.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Sabang Nomor 400.13/1911 tentang Himbauan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, sekaligus mendukung salah satu program Quick Wins Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Wali Kota Sabang mengatakan bahwa kehadiran seorang ayah pada momen hari pertama sekolah memiliki makna yang besar bagi anak. Selain memberikan dukungan emosional, kehadiran ayah juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan nyata terhadap proses pendidikan anak sejak dini.

“Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Kehadiran ayah saat mengantar anak di hari pertama sekolah merupakan bentuk perhatian, kasih sayang, sekaligus motivasi yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar anak,” kata Zulkifli, Minggu (12/7).

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut, Wali Kota Sabang juga meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sabang agar memberikan fleksibilitas waktu atau dispensasi jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus sebagai ayah atau wali ayah dan memiliki anak usia sekolah, sehingga dapat mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah.

Selain itu, seluruh kepala satuan pendidikan di Kota Sabang diimbau untuk menyambut kehadiran para ayah atau wali ayah dengan terbuka, serta menjadikan momentum tersebut sebagai sarana mempererat kemitraan antara sekolah dan keluarga dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.

Zulkifli berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah dapat menjadi budaya positif di Kota Sabang, serta mendorong semakin besarnya peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

“Saya mengajak seluruh ayah di Kota Sabang untuk meluangkan waktu mengantar putra-putrinya pada hari pertama sekolah. Langkah sederhana ini memiliki makna yang besar bagi tumbuh kembang anak dan menjadi wujud nyata bahwa pendidikan terbaik dimulai dari keluarga,” tutupnya.(man)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Aneuk Laot Kawal Pasar Murah Idul Adha, Warga Antusias Berburu...

0
MEDIANAD.COM,, Sabang – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar kegiatan Pasar Murah di Halaman Meunasah...