Pemerintah

Beranda Pemerintah Halaman 2
Berita Pemerintahan

Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Menyerahkan 5 Rumah Layak Huni Pada Penerima Manfaat

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal baru baru ini menyerahkan 5 yunit rumah layak huni kepada masyarakat penerima manfaat di Kampung Mulia Kuta Alam Banda Aceh, Rabu 8 April 2026.

Afdhal pada saat penyerahan rumah mengatakan, bahwa bantuan tersebut merupakan dari para Muzakki untuk membangun rumah layak huni kepada warga yang tidak mampu dan diserahkan langsung kepada penerima yaitu Rosidah jalan Kuta Lampana Kampung Mulia.

Penerima ke dua, Rukiyah jalan T. Lamsana lorong Kuala Bate kampung mulia, Penerima ke tiga Saiful Bahri lorong Delima 12 kampung Lambaro Skep, penerima ke empat Fadli Gampoeng Asoe Nanggroe dan penerima ke lima Qhalilullah jalan Sultan Malikul Saleh Gampoeng Lhong Raya Banda Aceh.

“Ini adalah bantuan dari Muzakki yang telah di percayakan sama pemerintah kota Banda Aceh untuk disalurkan kepada sipenerima manfaat”, ujar Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal.

Pada saat menyerahkan bantuan rumah Afdhal mengharapkan pada sipenerima manfaat bahwa dengan adanya bantuan rumah layak huni maka kedepan peningkatan kehidupan ekonomi juga harus terus ditingkatkan.

Dan kedepan bantuan serupa akan terus berlanjut kepada warga yang tidak mampu lainnya, maka sebut Afdhal pihak Muzakki terus melakukan perkumpulan dana demi membangun rumah layak huni kepada warga masyarakat kota Banda Aceh yang kurang mampu dan ini akan terus kita laksanakan supaya warga kota Banda Aceh sejahtera semua.(lem/*)

Kasatgas PRR, Safrizal: Pembangunan Huntap untuk Korban Banjir Terkendala Lahan

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) wilayah Aceh, Saffizal ZA dalam kegiatan media gathring Selasa (07/04) siang di Banda Aceh mengatakan. Pembangunan Hunian Tetap (HUNTAP) yang juga salah satu program utama Rehab dan Rekons untuk korban banjir dan tanah longsor Aceh terkendala persediaan lahan yang tepat dan tidak berpotensi banjir juga longsor setelah dibangun huntap.

Pemerintah terus mencari solusi dan lahan yang tepat untuk pembangunan huntap bagi warga korban bencana yang tersebar di 13 Kabupaten/Kota, “Salah satu opsi adalah di lahan milik pemerintah juga di lokasi Hak Guna Usaha (HGU), tentu harus di musyawarahkan terlebih dahulu jika lahan tersebut millik pihak swasta”.
Dua opsi tersebut dikira sangat tepat, pembangunan Huntap bagi warga korban banjir yang tidak memiliki tanah (lahan), jelas Safrizal.

Yang juga mantan Pj Gubernur Aceh medio 2024 tersebut menambahkan. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Aceh menunjukkan perkembangan positif setelah berjalan selama empat bulan.
Pemerintah melalui satuan tugas Percepatan PRR Wilayah Aceh memastikan, “penanganan darurat hingga masa transisi berlangsung lancar dan sesuai target”.

Seperti pembangunan Huntara, pendidikan, sosial dan sektor yang terpenting dan utama, yakni pemenuhan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat terdampak lewat Jadup, jauh-jauh hari sudah disalurkan.

Sementara tentang rehabilisasi pembangunan fisik lainnya, seperti sarana jalan, jembatan dan normalisasi sungai juga sawah masyarakat terus diupayakan denban berbagai opsi yang ditawarkan pemerinrah bagi masyarakat yang lahan serta sawahnya tertimbun.

“Namun untuk sawah yang tertibun lebih dari satu meter, dikira normalisasi membutuhkan waktu lama dan perencanaan matang”, tutupnya. (zulmahdi)

DPRA Gelar Paripurna LKPJ Gubernur Aceh TA 2025 dan Bentuk Pansus Evaluasi

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025. Sidang yang berlangsung di Gedung Utama DPRA, Senin (6/4) pukul 14:00 WIB ini sekaligus menetapkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap capaian kinerja Pemerintah Aceh sepanjang tahun lalu.

Dalam pidatonya, Ketua DPRA Zulfadhli menyampaikan bahwa penyampaian LKPJ merupakan kewajiban konstitusional kepala daerah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019. Laporan ini menjadi instrumen penting bagi legislatif untuk menilai sejauh mana efektivitas pelaksanaan program dan kebijakan yang telah dijalankan oleh Pemerintah Aceh.

“Rapat Paripurna ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari fungsi pengawasan DPR Aceh untuk memastikan bahwa tata kelola pemerintahan dan pembangunan di Aceh berjalan sesuai dengan RKPA dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Ketua DPRA dalam sidang tersebut.

Sebagai tindak lanjut, DPRA secara resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025. Pansus ini memiliki tugas utama untuk membedah dokumen LKPJ, melakukan peninjauan lapangan, serta menyusun rekomendasi kritis yang nantinya akan disampaikan kembali kepada Pemerintah Aceh dalam sidang paripurna mendatang.

Ketua DPRA juga menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif demi percepatan pembangunan di Aceh. Beliau berharap proses evaluasi ini dapat berjalan objektif dan konstruktif guna memperbaiki kekurangan yang ada pada tahun anggaran sebelumnya.

Dalam kesempatan ini juga Ketua DPRA menyerahkan Laporan Reses DPRA Tahun 2026 kepada Gubernur Aceh.

Rapat Paripurna ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan anggota DPRA, Gubernur Aceh, jajaran unsur Forkopimda, serta para kepala SKPA di lingkungan Pemerintah Aceh.(*/lem)

Penyampaian LKPJ 2025: Pemerintah Aceh Fokus pada Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Ekonomi

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Gedung Utama DPRA, Senin (6/4) pukul 14.00 WIB kemarin. Sidang ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi kinerja pembangunan serta langkah penanganan dampak bencana besar yang melanda Aceh di penghujung tahun 2025.

Dalam pidatonya, Gubernur menyampaikan duka mendalam atas bencana hydrometeorologi pada 26 November 2025 yang melanda 18 kabupaten/kota. Bencana tersebut menyebabkan 594 orang meninggal dunia dan kerugian infrastruktur serta materiil yang diperkirakan mencapai 138 triliun rupiah lebih. Kondisi ini menyebabkan kemantapan jalan provinsi menurun dari 80,54% menjadi 65,56% akibat kerusakan masif.

Capaian Makro dan Keuangan
Meski menghadapi tantangan berat, Pemerintah Aceh mencatat sejumlah capaian positif sepanjang 2025:

Pendapatan Daerah: Terealisasi sebesar 10,69 triliun rupiah atau 100,07% dari target.
Kemiskinan: Persentase penduduk miskin turun dari 14,23% (Maret 2024) menjadi 12,23% (Maret 2025), meskipun diproyeksikan akan kembali terdampak akibat bencana banjir.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Meningkat dari 75,36 pada tahun 2024 menjadi 76,23 pada tahun 2025.

Investasi: Realisasi investasi mencapai 9 triliun rupiah lebih untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pembangunan Sosial dan Pendidikan
Pemerintah Aceh tetap memprioritaskan sektor sosial dengan membangun 1.457 unit rumah layak huni bagi masyarakat miskin. Di sektor pendidikan, beasiswa telah disalurkan kepada 87.184 siswa yatim/piatu dengan total anggaran 118 miliar rupiah. Selain itu, premi Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tetap terjamin bagi 1,74 juta jiwa penduduk.

Penghargaan Nasional
Kerja keras pemerintah juga membuahkan apresiasi di tingkat nasional, termasuk penghargaan Gold Award UB Halal Metric 2025 dan pengakuan sebagai Provinsi Open Defecation Free (ODF) pertama di Sumatera.

Selain penghargaan yang telah disebutkan diatas, masih banyak prestasi lainnya yang diterima baik secara perorangan, kelompok, sekolah, dan SKPA namun tidak lagi dirincikan, karena sudah tercantum dalam Buku LKPJ.

Di akhir pidatonya, Gubernur mengajak pimpinan dan anggota DPRA serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Mari kita bersinergi melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas demi mewujudkan Aceh yang Islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*/lem)

Ketua Pira Gerindra DPC Aceh Besar Menyerahkan Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama

0

ACEH BESAR, MEDIANAD.COM – Pira Aceh besar menyerahkan santunan anak yatim dan buka puasa bersama pada hari Minggu 15 Maret 2026.

Hal ini dilaksanakan dalam rangka meringankan dan membantu anak yatim pada saat lebaran, Kata ketua Pira Gerindra Aceh Besar Cut Hera Wati pada media ini.

Menurutnya, kita selalu melakukan kepedulian terhadap anak yatim di saat bulan suci ramadhan demi meringankan beban mereka apa lagi ini adalah tanggung jawab kita bersama.

Pada saat penyerahan bantuan paket santunan juga sekaligus malaksanakan buka puasa bersama dengan anak yatim. Ini adalah sebuah kebahagiaan bagi kami Pira Gerindra bisa buka puasa bersama dengan anak yatim dan kami sangat terharu pada saat anak yatim tersenyum semua, dan hal ini kedepan terus kami lanjutkan untuk menyantuni anak yatim, karena membatu anak yatim itu tanggung jawab kita semua,. Apa lagi pada saat saat mau lebaran seperti ini .(lem)

Babinsa Krueng Raya Komsos dengan Kader Posyandu dan Ahli Gizi, Dukung Kesehatan Ibu dan Anak

MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa 04 Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Sertu Hendra, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama ibu-ibu kader Posyandu dan ahli gizi dari Puskesmas di Jurong Batu Singa Berfakta, Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Senin (16/03/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan silaturahmi antara Babinsa dengan masyarakat, khususnya para kader kesehatan yang selama ini berperan aktif dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di lingkungan gampong.

Dalam kegiatan Komsos tersebut, Babinsa bersama kader Posyandu dan ahli gizi melakukan pendataan terhadap balita, ibu hamil, serta ibu menyusui yang ada di wilayah Gampong Krueng Raya.

Pendataan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat serta memudahkan pemantauan terhadap tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu.

Sertu Hendra mengatakan bahwa kegiatan komunikasi sosial ini merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah yang dilakukan Babinsa guna menjalin kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendukung berbagai program kesehatan di desa binaan.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara Babinsa dengan kader Posyandu serta tenaga kesehatan, sehingga dapat bersama-sama mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di wilayah,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kerja sama antara aparat kewilayahan, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan dapat terus terjalin dengan baik demi terciptanya masyarakat yang sehat dan sejahtera di Gampong Krueng Raya.(man)

Rp 205,7 Miliar THR ASN Pemerintah Aceh Dicairkan, Gub Mualem: “Dapat Membawa berkah dan Memperkuat Daya Beli Warga

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Pemerintah Aceh mulai mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Aceh, sejak Jumat (13/3/2026) serta pemerintah Aceh berharap, penyaluran THR tersebut dapat membawa berkah bagi masyarakat disegala sektor dan memperkuat daya beli menjelang hari raya idul fitri 1447 H.

Sebelumnya dirincikan, Pencairan tersebut mencakup Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta PPPK paruh waktu.
“Seperti telah dirilis sejumlah media online lokal Aceh kemarin”.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengatakan pencairan THR tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 9 Tahun 2026 tanggal 12 Maret 2026 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji Ketiga Belas.

“Sejak 13 Maret 2026 Pemerintah Aceh mulai melakukan proses pencairan atau pembayaran THR kepada ASN di lingkungan Pemerintah Aceh,” kata pria yang akrab disapa Mualem itu.

Mualem menjelaskan, total ASN yang menerima THR tersebut mencapai 41.410 orang yang terdiri dari PNS, PPPK, serta PPPK paruh waktu.

Secara keseluruhan, jumlah dana THR yang disalurkan diperkirakan mencapai Rp205.755.392.114 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2026.

Kata Mualem, pencairan THR ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para ASN, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Mualem berharap THR tersebut dapat membantu para ASN dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadhan hingga menjelang perayaan Idul Fitri bersama keluarga.
Selain itu, Gubernur Aceh juga berharap peredaran dana THR tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

“Dengan mulai cairnya THR ini kita berharap tidak hanya membantu kebutuhan ASN dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri, tetapi juga dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Aktivitas belanja tentu akan meningkat sehingga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha dan perekonomian daerah,” ujarnya.

Mualem juga mengimbau seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Aceh agar memanfaatkan THR secara bijak, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus memperbanyak berbagi kepada sesama di bulan suci Ramadhan. (**)

Jalan Pusat Pasar Ulekareng Phak Luyak Belum Ada Tanda Tanda Di Perbaiki Oleh Pemerintah Aceh.

0

6MEDIANAD.COM, BANDA ACEH –  Jalan Pusat Pasar Ulee Kareng Banda Aceh, Sudah lama dalam kondisi phak luya alias berlobang dan sering berlangganan dengan korban jatuh kelobang tersebut.

Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki oleh pihak instansi terkait.  Yang anehnya yang melintas di atas jalan tersebut itu berbagai elemen masyarakat mulai dari petinggi pemerintah Aceh para kadis kadis juga para wakil rakyat serta sampai masyarakat bawah.

Namun yang menjadi tanda tanya, mereka-mereka disaat melintas di atas badan jalan tersebut kenapa tidak terlihat ada Lobang atau memang pura-pura tidak nampak ada lobang di atas badan jalan.

Masyarakat yang melintas dijalan tersebut apa lagi dibulan puasa itu sungguh sangat padat setiap sore hari untuk berbelanja makanan untuk berbuka puasa, yang sangat kita sayangkan para ibu ibu yang mengendarai roda dua sering jatuh didalam lobang tersebut,.

Masyarakat sekitar Ulee Kareng Banda Aceh mengharapkan pada pemerintah Aceh atau dinas terkait untuk segera memperbaikinya.sebelum terjadi kecelakaan jatuhnya korban yang lebih banyak serta mengakibatkan korban jiwa, akibat jalan berlobang dan phak luyak.(lem)

Panglima KPA Abdya: Sekda M Nasir Sosok ASN Pekerja Keras dan Tulus Bekerja untuk Pembangunan Aceh

0
Panglima Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Barat Daya (Abdya), Abdurahman (Panglima Do).

MEDIANAD.COM: Panglima Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Barat Daya (Abdya), Abdurahman, alias Panglima Do merespon berbagai tudingan dan fitnah belakangan ini santer disematkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, SIP, MPA.

Dimana, ‘​Panglima Do’ menilai, serangan berupa framing negatif yang berupaya menjatuhkan karakter Sekda Aceh selama ini sudah sangat tidak sehat dan ditunggangi oleh kepentingan kelompok tertentu?

Dikira tudingan yang salah alamat, “mengingat sosok Sekda Aceh M Nasir ASN pekerja keras, disiliplin dan totalitas bekerja membantu Gubernur Muzakir Manaf untuk percepatan pembangunan Aceh’.

Namun dalam perjalanan dan tak lama bertugas sebagai Sekda, “terjadi musibah dahsyat banjir hingga meluluhlantakkan 18 Kabupaten dan Kota di Aceh, dikira siapa saja Sekda jika dalam kondisi darurat mahadasyat sulit mengkafer seluruh persoalan, tentu butuh proses serta jangan cepat-cepat divonis Sekda gagal dan tak mampu bekerja”.

PILIHAN PRIBADI MUALLEM, Sebagaimana dirlis online putaran.id Sekda M Nasir yang juga pilihan pribadi Gubernur Mualem, “kelihatan tidak pernah sibuk mengklarifikasi atau membantah berbagai framing negatif terhadapnya. Hal ini karena Mualem sudah mengenal kepribadian M. Nasir lebih dari 15 tahun lamanya, jauh sebelum ia bergabung di KONI Aceh,” tegas Ketua KPA sekaligus Ketua DPW Partai Aceh (PA) Abdya tersebut.

Hubungan antara Gubernur Mualem dan M. Nasir didasari atas kepercayaan dan rekam jejak yang panjang pasca damai Aceh. Ia menjelaskan bahwa Mualem membutuhkan sosok pejabat utama di posisi Sekda yang memiliki loyalitas tinggi, dedikasi, serta tanggung jawab penuh untuk membangun Aceh di bawah kepemimpinan Mualem-Dek Fadh.

​Eks pimpinan GAM Abdya, Panglima Do juga mencium adanya agenda terselubung di balik serangan bertubi-tubi kepada Sekda Aceh. Ia menduga ada upaya sistematis untuk merusak citra internal pemerintahan dengan cara menyerang kinerja pejabat nomor satu dijajaran eksekutif Aceh, atau orang kepercayaan utama Mualem di pemerintahan secara personal.

​” Fitnah yang menyasar M. Nasir ini sudah ditunggangi kepentingan jahat. Tujuannya bukan saja ingin menyingkirkan beliau dari posisi Sekda, melainkan untuk merusak citra Gubernur Mualem dari dalam. Framing busuk ini dilakukan dengan berbagai cara, termasuk isu personal hingga aksi demo yang disinyalir ditunggangi kelompok lawan maupun internal yang ingin mengganggu jalannya roda pemerintahan ,” ungkapnya.

​Lebih lanjut, Panglima Do mencontohkan kegagalan politik kotor sebelumnya yang mencoba memfitnah Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) terkait isu pemangkasan anggaran BPJS/JKA. Namun, hal tersebut telah terbantahkan dengan sendirinya di publik.

​Ia mengingatkan kepada pihak-pihak yang mencoba menggoyang posisi Sekda Aceh bahwa upaya tersebut akan sia-sia. Sebab, M. Nasir merupakan pilihan langsung Mualem yang telah melalui pertimbangan matang.

​” Nasir itu pilihan Mualem, tidak mudah dijatuhkan dengan fitnah dan framing jahat. Itu pekerjaan sia-sia. Kami dari jajaran KPA dan Partai Aceh Kabupaten Abdya mendukung penuh Sekda Aceh untuk mengawal kepemimpinan Mualem-Dek Fadh. Kami tidak ragu sedikitpun atas pilihan Mualem. Beliau adalah sosok yang bekerja tulus untuk rakyat dalam mengimplementasikan visi, misi, dan janji Gubernur ,” tukasnya. (non/**)

DPMPTSP Aceh Ikuti Safari Ramadhan Pemerintah Aceh di Pidie Jaya

0

MEDIANAD.COM, PIDIE JAYA – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh Marwan Nusuf,B.HS.c, MA, turut mendampingi Tim Safari Ramadhan Pemerintah Aceh dalam kunjungan silaturahmi ke Masjid Madinah, Gampong Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, (3/3/2026).

Kegiatan Safari Ramadhan ini dipimpin oleh Drs. syakir, M.Si, Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, serta diikuti oleh Direktur Rumah Sakit Jiwa dan Biro Organisasi Pemerintah Aceh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Pemerintah Aceh dalam mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan masyarakat di kabupaten/kota selama bulan suci Ramadhan 1447 H.

Rangkaian kegiatan diawali dengan buka puasa bersama masyarakat setempat, dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Maghrib, Isya dan Tarawih berjamaah. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan sambutan pemerintah serta tausiyah Ramadhan yang mengangkat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat membangun daerah.

Kehadiran Pemerintah Aceh bersama jajaran dalam Safari Ramadhan ini menjadi wujud komitmen untuk terus menjalin komunikasi yang harmonis dengan masyarakat, sekaligus mendukung program-program Pemerintah Aceh dalam membangun daerah yang religius, maju, dan sejahtera.(*/lem)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa 03 Gampong Anoi Itam Bersama Bhabinkamtibmas dan Perangkat Gampong Tinjau...

0
MEDIANAD.COM, SABANG — Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan dan dukungan terhadap program pembangunan serta penanggulangan potensi bencana alam di wilayah binaan, Babinsa 03 Gampong...