Pemerintah

Beranda Pemerintah Halaman 2
Berita Pemerintahan

PT Bank Aceh Syariah Terbaik Didunia

0

MEDIANAD.COM,  BANDA ACEH – PT Bank Aceh Syariah masuk dalam daftar Bank terbaik dunia tahun 2026 versi Forbes juga kembali tercatat sejarah mendapat prestasi yang sangat gemilang karena bank Aceh mampu menembus daftar world’s banks tahun 2026, dan ini hasil relisan Forbes bekerja sama dengan lembaga riset global stastita.

Pengakuan tersebut mengukuhkan posisi bank Aceh syariah sebagai salah satu terbaik di Indonesia dan itu menurut penilaian langsung nasabah, bank Aceh syariah menempati urutan ke 11 nasional, dari total 18 Bank di Indonesia yang masuk katagori tersebut.

Selain itu, Bank Aceh menjadi salah satu dari tiga bank bank pembangunan daerah ( BPD) yang meraih nilai predikat terbaik pengakuan internasional bersanding dengan bank nagari dan bank Sumut.

Tim riset melakukan surve indenpenden kepada dari lebih 54 ribu responden di 34 negara untuk menentukan peringkat tersebut penilaian ini mencakup beberapa aspek utama mulai dari tingkat kepercayaan nasabah hingga kualitas layanan digital yang tersedia.

Selain itu para responden juga mengevaluasi kemudahan akses layanan kualitas layanan nasabah serta efektifitas solusi keuangan yang diberikan oleh bank .direktur utama Bank Aceh syariah Fadhil Ilyas mengapresiasi kepercayaan masyarakat dan dukungan para pemangku kepentingan.

Menurutnya, stranformasi menurutnya stranformasi layanan yang konsisten menjadi kunci keberhasilan Bank Aceh syariah jadi keberhasilan ini menjadi memotifasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan Bank Acehb juga kami terus memperkuat stranformasi digital agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat ujar Dirut utama Bank Aceh syariah Fadhil Ilyas.

Jadi percapaian ini membuktikan kemampuan bank daerah bersaing di level global ino basi dan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan seluruh nasabah yang menjadi modal utama Bank Aceh dalam berkopentisi.(lem/*)

Gubernur Mualem: Pergub JKA Dicabut, Rakyat Aceh Berobat Seperti Biasa

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengintruksikan mencabut Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesahatan Aceh (JKA). “Semua rakyat Aceh bisa berobat seperti biasa,” kata Mualem di Banda Aceh (18 Mei 2026).

Melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi, Mualem mengatakan pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 ini adalah menampung aspirasi masyarakat Aceh. “Kita menampung aspirasi berbagai komponen masyarakat Aceh, termasuk dari ulama dan kalangan akademisi,” kata Mualem.

Nurlis menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Aceh juga sudah menerima masukan dari DPR Aceh. “Begitu juga adik-adik mahasiswa yang berunjukrasa maupun FGD, kita jadikan bahan masukan untuk Pergub ini,” kata Mualem.

Karena itu, Mualem meminta seluruh rakyat Aceh dapat berobat seperti biasanya ke rumah sakit sebagaimana biasanya. “Pembiayaan akan ditanggung oleh JKA untuk orang yang sakir dalam skema JKA,” kata Mualem. “Jadi tidak tidak ada pembatasan desil.”(*)

Tinjau Langsung Kondisi Jalan, Wagub Aceh: Infrastruktur Ini Akses Penting bagi Masyarakat Tamiang

0

MEDIANAD.COM, TAMIANG – Wakil Gubernur Aceh meninjau sejumlah ruas jalan di kawasan Alur Manis, Simpang 5 Rantau dan Bukit Suling, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (12/5/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat setempat.

Selain itu, Wakil Gubernur juga meninjau Perusahaan Air Minum milik pemerintah daerah di kawasan pinggir sungai Kabupaten Aceh Tamiang.

Dari hasil peninjauan diketahui kondisi sarana dan prasarana perusahaan mengalami kerusakan parah sehingga operasional layanan air bersih berjalan terbatas.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Aceh didampingi Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, S.E.I dan Sekda Drs. Syuibun Anwar. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap adanya dukungan Pemerintah Aceh untuk membantu percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan air bersih bagi masyarakat. (*)

Kak Na: Konsumsi Ikan Penting untuk Tumbuh Kembang Otak Anak

0

MEDIANAD.COM, SABANG,– Kandungan protein pada ikan sangat penting untuk tumbuh kembang otak anak. Oleh karena itu, para orang tua harus rutin memberi asupan ikan kepada buah hati di rumah.

Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Aceh Marlina Muzakir, usai membagikan paket alat tulis dan paket makanan makanan serba ikan kepada para siswa TK Negeri 11, SD Negeri 20 dan SD Negeri 22 Kota Sabang, yang berada di Gampong Aneuk Laot Kecamatan Sukakarya, Senin (11/06/2026) pagi.

“Protein dan nutrisi dalam ikan, terutama asam lemak omega-3, sangat penting untuk tumbuh kembang otak anak. Rutin mengonsumsi ikan akan sangat mendukung pembentukan jaringan saraf, fungsi kognitif, daya ingat, dan konsentrasi, serta meningkatkan imunitas,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.

“Selain itu, sifat Asam amino pada ikan yang mudah dicerna, menjadikannya sumber gizi ideal untuk mendukung kecerdasan anak. Jadi, kami menyarankan kepada para orang tua untuk rutin memberi asupan ikan kepada anak-anak kita di rumah,” sambung Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh itu.

Istri Gubernur Aceh itu juga Menyebutkan, Aceh, khususnya Sabang yang merupakan daerah kepulauan dan dikelilingi lautan tentu akan lebih mudah mendapatkan ikan-ikan segar untuk dikonsumsi.

“Tidak perlu ikan-ikan impor seperti salmon yang mahal, karena dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa ikan kembung, tuna, sarden, bandeng dan lele juga memiliki kandungan protein dan nutrisi yang cukup tinggi,” kata Kak Na.

Selaku Ketua Forikan Aceh, Kak Na berkomitmen untuk terus mengkampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) agar anak-anak Aceh menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria dan erdaya saing global.

“Memberi asupan makanan sehat dan bergizi kepada ananda kita, khususnya ikan, akan membawa kita dijalur yang tepat dalam upaya mewujudkan Generasi Indonesia Emas pada tahun 2045. Jika upaya ini tercapai, maka di masa mendatang Indonesia akan memiliki generasi yang tidak hanya sehat tetapi juga cerdas dan berdaya saing global,” ujar Marlina.

Sebelumnya Kak Na juga sempat berinteraksi dengan para siswa. Dengan ramah dan senyum khasnya, Kak juga sempat bermain kuis dengan pertanyaan-pertanyaan ringan serta menguji hafalan surat-surat pendek untuk siswa.

Marlina mengaku salut, karena para bocah TK dan SD sudah memiliki hafalan surat-surat pendek yang cukup baik. “Anak-anak Bunda di Sabang keren-keren hafalan surat pendeknya bagus.” Ucap Kak Na menyemangati para bocah.(man)

Sekda M Nasir Lemparkan Opsi, ‘PORA Digelar Tahun Depan’, KONI Aceh: Akan Diputuskan dalam Rakerprov

0

Sekum KONI Aceh, Akhyar, ketua Pon Yahya Saiful Bahri, Sekda M Nasir, Kadispora, T Banta Nuzullah dan Waketum I KONI Aceh, T Rayuan Sukma diabadikan bersama usai serimoni pembukaan Rakerprov, di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, Jumat (08/05) malam. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir Syamaun, S,.IP, MPA yang juga mewakili Gubernur, H Muzakir Manaf, Jumat (08/05/2026) malam di Banda Aceh, secara resmi membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Aceh Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut Sekda M Nasir, yang juga mantan Sekretaris Umum (Sekum) KONI Aceh dua periode tersebut, dan sebelum menyampaikan sambutan Gubernur Mualem.

Memberi opsi tentang gelaran Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke-15 Aceh Jaya. Yang akan digelar akhir bulan November tahun ini, sebaiknya digeser ke tahun 2027 (tahun depan).

Dengan dua pertimbangan yang harus dirembuk kembali, yakni. “Beberapa Kabupaten dan Kota baru saja tertimpa musibah banjir dan tanah longsor, tentu membutuhkan waktu rehab dan rekons secara memupuni”.

Yang juga musibah tersbut dipastikan berimbas terhadap persiapan para atlet yang berdomisili di daerah pasca bencana. Seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues yang terdapak cukup parah akibat banjir November 2025.

Masyarakat dan kususnya para atlet membutuhkan _Recovery_ (pemulihan) lebih dari satu tahun, serta faktor ketersediaan anggaran di tahun 2026 juga diharapkan Sekda. KONI Aceh dapat mempertimbangkan kegiatan PORA di geser tahun depan.

Namun mantan Kadispora dan Asisten I Setda Aceh tersebut menuturkan, “keputusannya ada ditangan KONI Aceh dan angotanya tentang kesiapan tiap even, termasuk PORA kedepan”.

Disisi lain dan dikesempatan yang sama, Ketum KONI Aceh, “Pon Yahya” Saiful Bahri mengatakan. “Mengingat pentingnnya kesiapan atlet menghadapi even nasional tahun 2027 , seperti PORWIL, Pra PON dan persiapan PON NTB-NTT tahun 2028, pelaksanaan PORA akan digelar tepat waktu, namun semua keputusan diputuskan dalam Rakerprov KONI Aceh secara umum, selama tiga hari di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh.

Sementara itu, dalam sambutan Gub Mualem yang disampaikan Sekda M Nasir, antara lain menjelaskan. “Pemerintah Aceh menaruh perhatian besar terhadap pembangunan olahraga sebagai bagian penting dalam penguatan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing”.

Serta Rakerprov menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian sekaligus merumuskan arah pembinaan olahraga Aceh ke depan. Ia menilai olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga instrumen penting dalam membangun karakter generasi muda dan memperkuat persatuan, pintanya.

“Olahraga adalah instrumen penting dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat persatuan, serta mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,”

Sekda juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi olahraga yang baik, pembinaan atlet yang berkelanjutan, serta dukungan anggaran yang efektif dan tepat sasaran guna melahirkan atlet-atlet Aceh yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Denfan demikian, melalui Rakerprov tersebut, Pemerintah Aceh menharapkan, KONI Aceh dapat menyusun program kerja yang lebih terukur, realistis, dan berorientasi pada prestasi. Menurutnya, sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga harus terus diperkuat demi menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan di Aceh.

Selain itu, Sekda mengingatkan seluruh cabang olahraga agar terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet sejak usia dini hingga mencapai prestasi puncak. Ia berharap Aceh mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, dan semangat juang yang tinggi.

Pada kesempatan itu, Sekda turut menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana atas terselenggaranya Rakerprov KONI Aceh Tahun 2026 dengan baik. Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara serius, aktif, dan konstruktif demi menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan olahraga Aceh.

Sebelumnya, Ketua Panitia Rakerprov Drs HT Rayuan Sukma mengatakan. “Peserta Raker berjumlah 250 orang terdiri dari 68 perwakilan Pengprov, KONI Derah, peninjau dan pengurus KONI Aceh”.

Sedangkan agenda utama Rakerprov itu bukan hanya evaluasi dan perencanaan program kerja, namun juga mrencakup evaluasi dan kajian terhadap usulan anggota baru KONI Ace dan permohonan benar benar sesuai regulasi, “terutama AD/ART KONI, hingga tak menjadi masalah dan preseden buruk di masa mendatang,” pintanya. (non/**)

Didampingi Wagub Aceh, Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

0

MEDIANAD.COM, ACEH TAMIANG — Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, SE, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno, serta Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menyerahkan secara simbolis bantuan perbaikan rumah rusak bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi siklon senyap tahap II di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa, 21 April 2026.

Penyerahan bantuan yang berlangsung pada pagi hingga siang hari tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya melalui dukungan rehabilitasi rumah warga terdampak.

Dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Fadlullah menegaskan sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dan pemerintah kabupaten menjadi kunci penting dalam memastikan penanganan dampak bencana berjalan efektif, tepat sasaran, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Kehadiran Menko PMK dan Mendagri bersama Pemerintah Aceh di lokasi penyerahan bantuan sekaligus menunjukkan komitmen negara dalam memberikan perhatian serius terhadap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana.

Usai agenda penyerahan bantuan, Wakil Gubernur Aceh turut mendampingi Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, serta unsur Muspida mengikuti makan siang bersama praja IPDN Tahap III di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan semangat kebersamaan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para praja sebagai calon aparatur pemerintahan yang dipersiapkan menjadi bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan di masa mendatang.

Wakil Gubernur Fadlullah menyampaikan, Pemerintah Aceh terus mendukung langkah-langkah percepatan pemulihan pascabencana, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar seluruh program penanganan dan rehabilitasi dapat berjalan optimal.

Rangkaian kunjungan kerja Menko PMK dan Mendagri di Aceh Tamiang ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi pusat dan daerah, baik dalam penanganan bencana maupun penguatan kapasitas kelembagaan pemerintahan.(*) 

Kapolda Marzuki: Mari Bangun Aceh, Kompak dan Bersatu

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Dua lembar foto menarik beredar di media sosial. Salah satunya foto salam komando empat elit Aceh, yaitu Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, Ketua DPR Aceh Zulfadhli, dan Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir Syamaun.

Paling menarik satu foto lagi. Salam kompak Kapolda Irjen Marzuki, Ketua DPRA Zulfadhli, dan Sekda Nasir. Pertanyaannya siapa yang mensetting pertemuan ini. Tentu tulunjuk tertuju pada sosok Kapolda Marzuki.

Kapolda Marzuki tidak menampik disebut sebagai orang yang mengajak mereka berfoto bersama. “Sebetulnya, di antara kita tidak ada sekat. Tetap bisa diskusi, membahas mengenai Aceh dan masa depan Aceh,” kata Kapolda Marzuki.

Dijelaskan juga bahwa dua foto itu dijepret di tengah acara pelepasan haji kloter pertama di Asrama Haji, Selasa (5 Mei 2026) pukul 15.00. “Memang inisiatifnya dari saya. Itu bahasa tubuh yang berisi pesan bersama-sama membangun Aceh,” kata Kapolda.

“Mari sama-sama kita wujudkan visi dan misi Mualem-Dek Fadh, yaitu Aceh Islami, Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” kata Kapolda Marzuki. “Kuncinya adalah kompak dan Bersatu.”

Kapolda menjelaskan bahwa sebagai Kapolda Aceh, ia akan mendukung seluruh program Pembangunan Aceh. “Saya bertugas menciptakan keamanan dan kenyaman agar program Pembangunan Pemerintah Aceh dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Kapolda mengatakan tugasnya menjamin berjalannya fungsi eksekutif dan legislatif berjalan dengan baik. “Eksekutif yang menjalankan perintah undang-undang untuk melaksanakan tata kelola pemerintahan. Legislatif dengan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan,” katanya.

Selain itu, Kapolda Marzuki berkeyakinan pihak Pemerintah Aceh dan DPR Aceh bersungguh-sungguh membangun Aceh pada peran yang berbeda. Dia juga berpesan, agar rakyat Aceh untuk mendukung mereka. “Jangan memprovokasi, mari berjalan di alur yang benar dan berpikir positif.”(*)

Seluler Sekda Hingga Jubir Disebar, Nurlis: Itu Doxing, Tujuannya Intimidasi

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Flyer berlogo Pemerintah Aceh berjudul Pengumuman mengenai diberlakukannya Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Bahkan dicantumkan sejumlah nomor telepon seluler sebagai tempat pengaduan mengenai kendala pelayanan BPJS.

Tidak tanggung-tanggung, nomor telepon yang dicantumkan adalah atas nama Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir Syamaun, Asisten I Setda Aceh M Syakir, Kadis Kesehatan Aceh Ferdiyus, serta Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh Teuku Kamaruzzaman dan Dr Nurlis Effendi.

Menurut Nurlis, flyer itu adalah perbuatan orang tak bertanggungjawab. “Itu doxing, hoax, dan sudah beredar sejak beberapa hari lalu. Kami harapkan masyarakat tak mudah mempercayai hal-hal yang begitu,” kata Nurlis. “Untuk pelayanan kendala JKA, Pemerintah Aceh sudah menyiapkan petugas di seluruh rumah sakit pemerintah.”

Nurlis tak mengetahui motiv penyebar hoax tersebut. “Entah apa maksudnya. Pastinya dalam beberapa hari ini, ramai pesan whatsapp tak dikenal yang menghubungi saya. Termasuk menanyakan posisi saya, dan bicara soal kendala BPJS,” katanya.

Nurlis menambahkan, beberapa pesan whatsapp yang masuk isinya mirip-mirip. “Hanya diedit saja sedikit. Jadi konten untuk whatsapp telah disiapkan oleh operatornya, dan kemudian beberapa orang mengirimnya ke seluler saya,” kata Nurlis lagi.

Dalam keterangannya, Nurlis menyampaikan bahwa menyebarkan nomor seluler tanpa sepengetahuan atau izin pemiliknya merupakan tindakan ilegal dan dapat dijerat dengan sanksi pidana. “Nomor telepon masuk dalam kategori data pribadi yang dilindungi oleh hukum,” katanya.

Ia mencontohkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UUPDP), pada Pasal 67 ayat (2) disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja mengungkap data pribadi yang bukan miliknya dikenai sanski pidana penjara 4 tahun dan denda sampai Rp 5 miliar. “Kalau UU ITE lebih berat lagi hukumannya, mencapai 6 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar,” katanya.

Nurlis menjelaskan bahwa membocorkan data pribadi seseorang itu termasuk tindakan berbahaya. “Selain melanggar hukum, doxing itu bertujuan untuk mengintimidasi, membungkam, balas dendam, dan pelecehan. Juga itu privasi dan terancam dengan aksi penipuan,” kata Nurlis.(*)

Hari ini Di Hadapan Pendemo, Sekda Aceh Tegaskan Pergub JKA tak Mengurangi Hak Warga Miskin untuk Berobat

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Mahasiswa yang menamakam diri Aliansi Rakyat Aceh menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Aceh, Senin, 4 Mei 2026.

Kedatangan aktivis mahasiswa tersebut diterima langsung oleh Sekda Aceh, M. Nasir.

Aliansi Rakyat Aceh menyampaikan protes terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

‎Mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan yang berfokus pada kekhawatiran terhadap implementasi kebijakan JKA terbaru, khususnya terkait akses layanan kesehatan dan potensi kendala administratif di lapangan.

‎Tak lama setelah mahasiswa dan massa aksi menyampaikan orasi, M. Nasir bersama sejumlah asisten serta pejabat eselon II dan Juru Bicara Pemerintah Aceh turun langsung menemui para demonstran.

Sekda memberikan penjelasan terkait Pergub Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh sekaligus meredam kekhawatiran yang berkembang.

‎Dalam keterangannya, M. Nasir meminta masyarakat untuk memberikan waktu kepada pemerintah dalam menjalankan kebijakan tersebut.

Menurutnya, sebuah regulasi membutuhkan proses implementasi sebelum dapat dinilai secara utuh.

‎“Kami meminta diberikan waktu kepada pemerintah untuk menjalankan Pergub ini. Kita harus jalankan terlebih dahulu, baru bisa melihat apakah diperlukan evaluasi atau penyesuaian,” ujar M. Nasir di hadapan massa aksi.

‎Dalam penjelasan lebih lanjut kepada awak media di sela aksi demonstrasi, Sekda Aceh menjelaskan bahwa Pergub Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA baru berjalan selama empat hari sejak diberlakukan.

Dalam kurun waktu tersebut, pemerintah terus melakukan pemantauan dan evaluasi, terutama di sejumlah rumah sakit.

‎“Hingga saat ini, dari hasil evaluasi awal di sebagian besar rumah sakit, tidak ditemukan kendala terkait penerimaan pasien. Artinya, layanan kesehatan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

‎Sekda menegaskan bahwa selama ini masyarakat Aceh telah mendapatkan pembiayaan layanan kesehatan dari berbagai skema, termasuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) hingga jalur mandiri.

Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk memastikan kesinambungan layanan tersebut tanpa mengurangi hak masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu.

‎M. Nasir juga mengakui bahwa proses penyempurnaan data masih terus dilakukan, mengingat validitas data menjadi faktor penting dalam menjamin ketepatan sasaran program.

Namun demikian, ia memastikan bahwa tidak akan ada masyarakat miskin yang ditolak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

‎Aksi demonstrasi tersebut berlangsung tertib di bawah pengawalan petugas keamanan. Dialog antara pemerintah dan massa diharapkan dapat menjadi jembatan dalam membangun pemahaman bersama terkait implementasi kebijakan kesehatan di Aceh. (*)

KPP Pratama Banda Aceh Layani Wajib Pajak di Warkop, ‘Berlangsung Hingga Tanggal 30 April

0

Petugas KPP Pratama Banda Aceh, “layani warga bayar pajak di Warung Kopi (Warkop)” serta program tersebut berlangsung hingga 30 April 2026. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Pelayanan wajib pajak disejumlah Warung Kopi (Warkop) sudah berlangsung sejak tanggal 21 hingga 30 April 2026, setiap hari, mulai jam 09.00 -15.00 Wib, bahkan hari Sabtu dan Minggu juga tetap dilayani (dibuka) ungkap kepala KPP Pratama Banda Aceh, Asrifal Handri Rangkuti, “lewat siaran Pers, yang diterima awak media, Senin (27/4/2025) pagi”.

Sembari merincikan antara lain, Warkop dan alamat yang menjadi pusat aktivitas masyarakat yang juga telah berlangsung selama satu minggu belakangan, diantaranya dan bisa membayar pajak: di D’Kupi Keudah, Warkop Cut Zein-Beurawe, Ali Kopi Lampaseh, Solong Coffee Pango dan Sentral Kopi Lambhuk.

Yang juga layanan mudah tersebut bagi warga sebagai langkah penting Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banda Aceh yang menghadirkan inovasi pelayanan publik dengan menggelar layanan pelaporan pajak di sejumlah Warkop.

Selain itu, Program tersebut juga “upaya jemput bola untuk memberikan kemudahan kepada wajib pajak dalam melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan serta melakukan aktivasi Coretax’.

Melalui kegiatan dimaksud, Kepala KPP Pratama Asrifal juga menjelaskan, Pihaknya. ‘Ingin mendekatkan layanan perpajakan kepada masyarakat. ‘Serta warung kopi dipilih karena sudah menjadi bagian dari kultur masyarakat Aceh”, sehingga diharapkan masyarakat lebih nyaman dan mudah dalam mengakses layanan pajak.

Layanan di Warkop terbuka terhadap wajib pajak, baik orang pribadi maupun badan usaha secara umum, tentu masyarakat yang membaya pajak di Warkop tetap dibantu secara langsung proses pelaporan SPT Tahunan serta memberikan edukasi terkait sistem Coretax yang saat ini tengah dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Pelayanan prima tersebut tentu diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak, sekaligus mengurangi kendala teknis yang sering dihadapi saat pelaporan secara mandiri oleh warga, pinta Asrijal Hendri.
Sekaligus menjelaskan, untuk pelaksanaan di lapangan, KPP Pratama Banda Aceh menugaskan sejumlah tim di tiap lokasi. Semisal di Warkop Solong Coffee Pango, kegiatan dikoordinir oleh Asrul Hadi bersama anggota tim Rifani Maulida.

Respon positif masyarakat
Lewat inovasi mudah ini, “KPP Pratama Banda Aceh berharap tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban pajak semakin meningkat, sekaligus memperkuat hubungan antara otoritas pajak dan masyarakat”.

Menempatkan petugas layanan pajak di Warkop dan telah berlangsung beberapa hari mendapat respon positif dari masyarakat, tutup Asrifal. (**/zm)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Koramil 02/Sukakarya Dampingi Program Pangan Murah untuk Warga di Gampong...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Upaya menjaga stabilitas pangan terus dilakukan di wilayah Kota Sabang. Babinsa 01 Gampong Iboh, Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Serka Mawardi, turut...