Olahraga

Beranda Olahraga
Berita Olahraga

Berlangsung Sabtu Sore di SHD dan Sanksi Komdis, Laga Persiraja vs PSMS Positif Tanpa Penonton

0

Tuan rumah kena sanksi Komdis PSSI, pertandingan “jilid tiga” Liga2 Pengadaian Championship 2025/26 antara tuan rumah Persiraja vs PSMS Medan, Sabtu (02/05) sore di Stadion H Dimurthala positif  digelar tanpa penonton. (foto/dok mo persiraja)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Tak seperti biasanya laga ‘home’ Persiraja Banda Aceh di Liga2 2025/26 selalu berlangsung malam hari (kick off ba’da shalat insya), namun pada pertandingan pamungkas menghadapi PSMS Medan, Sabtu (02/05) juga berlangsung di sore hari mulai pukul 16.15 Wib (kick off-nya)

Serta laga ‘derby’ dua tim asal pulau Sumatera tersebut harus berjalan tanpa penonton akibat tuan rumah Persiraja Banda Aceh positif kena Sanksi PSSI melalui Komite Disiplin (Komdis) terkait insiden pasca pertandingan dengan Garudayaksa FC, Minggu (19/4) malam di Stadion H Dimurthala (SHD) Banda Aceh.

“Siaran Pers MO tim yang diterima awak media liputan Persiraja di Banda Aceh, Kamis (30/) siang”. Dimana, Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja, Rahmat Djailani menjelaskan. “Berdasarkan salinan keputusan Komdis PSSI tertanggal 25 April 2026 yang diterima media, Persiraja dinyatakan melanggar Kode Disiplin PSSI 2025 setelah terjadi penyerangan dan pemukulan terhadap perangkat pertandingan oleh oknum suporter usai laga yang digelar di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, pada 19 April 2026”.

Benar, kami sudah menerima salinan surat tersebut, dan tentu saja itu mengejutkan karena hukumannya terlalu berat tambah Rahmat Djailani.
Sembari menerangkan,

Dalam putusannya di surat tersebut dituliskan, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berupa larangan menggelar pertandingan dengan penonton sebanyak satu kali saat Persiraja bertindak sebagai tuan rumah. Sanksi ini berlaku pada laga terdekat.

Dengan demikian, pertandingan kandang Persiraja kontra PSMS Medan dipastikan akan berlangsung tanpa kehadiran penonton di stadion pada Sabtu, 2 Mei 2026 mendatang.

Selain sanksi tanpa penonton, Persiraja juga dikenai denda sebesar Rp30 juta. Komdis turut mengingatkan bahwa pelanggaran serupa di masa mendatang dapat berujung pada hukuman yang lebih berat.

PSSI juga membuka ruang banding atas keputusan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Kode Disiplin. “Kita tidak melakukan banding lagi, karena jaraknya sangat dekat dari keputusan sanksi ke pertandingan terdekat,” sambungnya. (non/**)

Penegasan PSSI Aceh dalam Tiap Turnamen, Tim Wajib Ditangani Pelatih Berlisen D, Kuota Pemain Muda dan Berrekom PSSI

0

Penegasan tersebut, “Tertuang dalam surat edaran nomor: 023/PSSI-ACEH/IV-2026 yang ditandatangani Sekretaris Umum PSSI Aceh, Nazaruddin”. (ilustrasi foto)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Sebagai wadah pembinaan pemain dalam menghadapi even tingkat nasional, seperti PORWIL/Pra PON, PON, pengembangan skil, jam terbang dan mentaliti pemain muda serta kebutuhan talenta berkualitas untuk PORA bagi PSSI Kabupaten dan Kota kedepan.

Dimana mulai tahun 2026 tiap kalangan masyarakat baik yang didukung sporsorship dari kalangan swasta, anggaran APBA/APBK serta talangan dana individu tiap turnamen sepakbola juga Tarkam sekalipun yang digelar di Kabupaten dan Kota di Aceh.

PSSI Aceh menegaskan, “tiap tim yang ambil bagian pada even (turnamen) diwajibkan tim dilatih sekurang-kurangnya ‘head coach’ (pelatih kepala) sudah bersetifikat (Lisen D PSSI), harus memasukkan satu kuota pemain muda kelahiran tahun 2007-2010 dalam *Starting lin-up (susunan 11 pemain/inti)* saat pertandingan serta diluar itu harus ada rekomendasi dari PSSI Aceh atau PSSI Kabupaten dan Kota.

Dimana ketegasan dan himbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 023/PSSI-ACEH/IV-2026 yang ditandatangani oleh Sekretaris Umum PSSI Aceh, Nazaruddin serta ditegaskan PSSI Aceh. Dua poin penting yang wajib dijalankan tiap panitia yang menggelar kompetisi, kejuaraan maupun turnamen di Kabupaten dan Kota mulai tahun 2026, jelas Sekum PSSI Aceh, Nazaruddin kepada wartawan, Senin kemarin.

Sembari merincikan, “Tiap Club yang akan berlaga di turnamen wajib ditangani oleh head coach minimal berlisen D-PSSI dan menurunkan satu pemain muda sejak menit awal, jika memang diganti juga harus dengan kuota penmin muda, yakni medio kelahiran 1 Januari 2007 hingga 30 Desember 2010”.

Wadah tersebut diambil untuk meningkatkan kualitas pemain muda, jam terbang dan mental bertanding talenta muda, sekaligus wadah dan jenjang pembinaan atlet sepak bola Aceh lewat kompetisi dan secara berjenjang, tutup SEKUM PSSI Aceh singkat. (zm)

Kapolres Sabang Resmi Buka Liga Bhayangkara Polres Sabang 2026, Garda Meutuah FC dan Karya FC Raih Kemenangan Perdana

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kapolres Sabang AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, resmi buka Liga Bhayangkara Polres Sabang Tahun 2026, turnamen sepak bola antar satuan fungsi di lingkungan Polres Sabang, yang berlangsung di Stadion Sabang Merauke, Jln.KH. Agus Salim, Gp.Ie Meulee, Kec. Sukajaya Kota Sabang, Senin (27/04/2026).

Pembukaan turnamen berlangsung meriah dengan dihadiri Wakapolres Sabang Kompol Teuku Muhammad, SH, para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek jajaran, personel Polres Sabang, serta masyarakat Kota Sabang yang turut memadati stadion.

Dalam sambutannya, Kapolres Sabang menyampaikan bahwa Liga Bhayangkara merupakan ajang untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan soliditas, serta menumbuhkan semangat sportivitas di antara personel Polres Sabang.

“Melalui Liga Bhayangkara ini, kita bangun kekompakan, semangat kebersamaan, serta jiwa sportivitas antar personel. Jadikan turnamen ini sebagai sarana mempererat persaudaraan dan menjaga kebugaran dalam menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar AKBP Sukoco.

Pada laga pembuka, pertandingan pertama mempertemukan Garda Meutuah FC melawan Meutuah United. Garda Meutuah FC tampil impresif dan berhasil meraih kemenangan dengan skor meyakinkan 2-0.
Sementara itu, pada partai kedua, Karya FC sukses menaklukkan Jaya FC dengan skor tipis 2-1 setelah pertandingan berlangsung sengit dan penuh semangat.

Antusiasme penonton begitu terasa sepanjang pertandingan, menambah semarak pembukaan Liga Bhayangkara Polres Sabang Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung hingga 7 Mei 2026.

Kapolres Sabang berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk memperkuat soliditas internal sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Dengan semangat olahraga, kita wujudkan personel yang sehat, solid, dan profesional. Semoga seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman, lancar, dan sukses,” tutup Kapolres Sabang.(man)

Dalam Keterbatasan Pemain, Persiraja Curi Poin di Home Persekat, Sabtu Malam Bersua PSMS di Laga Pamungkas

0

Penyerang andalan Persiraja Banda Aceh “berpaspor Inggris” Connor Wylie Flynn, berhasil menyalamatkan Persiraja dari kekalahan atas tuan rumah Persekat Tegal, dalam laga pekan ke_26 Pengadaian Liga2 Championship 2025/26 yang berlangsung di Stadion Tri Sanja, Tegal, Minggu kemarin sore. (foto/mo persiraja)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh yang hanya menyertakan 15 pemain ke Tegal pada laga pekan ke-26 putaran ketiga Pengadaian Championship 2025/2026 dengan Persekat Tegal FC Jawa Tengah, Minggu (26/04) kemarin di Stadion Tri Sanja, Tegal.

Berhasil membawa pulang satu poin ke Aceh, setelah bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah, yang juga tuan rumah sempat unggul 1-0. Setelah wasit Hendi Rohaendy menghukum Persiraja dengan tendangan penalti, “usai menilai salah satu pemain yang berjulujan Laskar Rencong itu tersentuh bola ketangan di kotak terlarang”.

Pemain impor tuan rumah, Pendro Matos yang maju sebagai algojo berhasil menjalankan tugasnya, meskipun penjaga gawang Andrias Francisco berhasil menebak tendangan Pendro, namun bola sangat deras gagal diantisifasi oleh kiper tim tamu Persiraja.

Namun keuggulan bagi tuan rumah hanya bertahan hingga menit ke-47, setelah penyerang andalan tim Lantak Laju, Connor Mckinnon Wylie Flynn Gillespie mengeluarkan jurus mautnya di menit ke-48 untuk menggoyahkan jala gawang tuan rumah yang dikawal Dimas Fani Firmansyah. Gol penyamaan kedudukan 1-1 tersebut juga bertahan hingga laga 2×45+8 menit tuntas.

Usai pertandingan kepada awak media, pelatih Persiraja, Jaya Hartono bersama pemainnya Aditya Angga mengatakan. “Faktor kelelahan dan keterbatasan dalam merotasi pemain sedikit terkendala anak- anak dalam mengembangkan permainan secara maksimal, namun satu poin di laga away dengan keterbarasan pemain yang berangkat ke Tegal, wajib disyukuri’.

Yang juga menjadi modal penting saat menjamu PSMS Medan pada laga pamungkas/pekan ke-27 Pengadaian Liga2 2025/2026, Sabtu (2/5) malam di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh. (zulmahdi)

Meskipun ‘Pintu’ Promosi Sudah Tertutup, Persiraja tetap Incar Kemenangan di Tegal, ‘Tuan Rumah Positif Jalani Play Off Degradasi”‘

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh akan melakoni laga pekan ke-26 putaran ketiga Pengadaian Championship 2025/2026 dengan Persekat Tegal FC Jawa Tengah, Minggu (26/04) petang di Stadion Tri Sanja, Tegal.

“Meskipun langkah anak asuhan Jaya Hartono sudah aman di Liga2 dan jalan promosi sudah tertutup, “gengsi tetap harus dijaga dalam dua laga sisa, termasuk menghadapi tuan rumah Persekat dan tetap tampil dengan kekuatan penuh (full time) untuk meraih angka maksimal, sekaligus mengontrol posisi di papan atas hingga akhir Kompetisi,” ujar head coach Persiraja, Jaya Hartono dalam sesi jumpa media, kemarin.

Sementara Persekat Tegal yang sudah dipastikan menjalani babak Play Off degradasi juga menjamu Persiraja butuh poin tambahan, sekaligus dapat mengamankan posisi sebagai tuan rumah play off dengan tim peringkat 9 Grup Timur. (non)

Kejurnas Angkat Besi, Lifter Aceh Borong 4 Emas,1 Perak dan 3 Medali Perunggu

0

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH- Atlet putra dan putri Angkat Besi Aceh yang turun dalam sejumlah nomor pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PT-Pupuk Iskandar Indonesia (PT-PII) yang berakhir pada hari Minggu, 19 April 2026 di Jakarta meraih prestasi membanggakan.

Dimana, “para pejuang dipanggung olahraga yang juga dibawah Pengprov Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Aceh berhasil mendulang 4 medali emas 1 perak dan medali 3 perunggu.

Sekaligus prestasi tinggi yang diraih Zul Ilmi dan kawan-kawan diajang tersebut menjadi kran positif dalam menghadapi event-event penting lainnya, seperti Pra PON tahun depan dan puncak event penting, yakni PON NTT-NTB tahun 2028.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PABSI Aceh, Drs HT Rayuan Sukma lewat rilis pengprov Cabor dimaksud menuturkan. “Torehan prestasi atlet PABSI Aceh pada Kejurnas tahun 2026 berkat kerja keras dan konstisten berlatih selama ini, meskipun regulasi kelas pada Kejurnas kali ini berbeda, sehingga kompetisi makin ketat dan berat”.

Namun para lifter telah tampil sangat maksimal dan membuktikan komitment mereka untuk tetap memberikan yang terbaik bagi Aceh,” imbuhnya.
Sembari menambahkan, Secara lokal kita akan saling unjuk kemampuan untuk masuk line up Aceh menuju Pra PON dan PON, melalui ajang PORA tahun 2027 tukas pengurus harian KONI Aceh yang akrap disapa Pak Rayuan dimaksud.

Sementara itu, Pelatih Kepala PABSI Aceh, Efendi Eria dikesempatan terpisah membocorkan, dengan pola baru dalam pembagian kelas yang mengacu dengan regulasi internasional dan baru diterapkan pada Kejurnas 2026, tentu. “Seluruh Lifter/ tim butuh penyesuaian tambahan baik program latihan dan regulasi, mengingat persaingan semakin ketat”.

Seperti pada nomor kelas atas yang disatukan, sehingga terjadi persaingan yang sangat alot di antara para atlet.
Hal itu terbukti pada hari terakhir, ketika Aceh menurunkan dua atlet kawakan mereka, Nurul Akmal atau Amel mantan atlet Olimpiade di kelas 69+ serta mantan atlet SEA Games M Zul Ilmi di kelas 85+.

Di kelas gabungan dari beberapa kelas sebelumnya, Amel yang tampil di lot 75 hanya sukses meraih satu emas lewat angkatan snacth 98 kg. Medali perak diraih oleh Ambarwati (Kalsel) dan perunggu oleh Syafitri dari Jambi.
Amel gagal meraih medali di nomor clean and jerk setelah hanya tersangkut di peringkat 4. Namun meraih perunggu di angkatan total seberat 214.

Sementara emas dkjantongi Ambarwati (Kalsel) 223 Kg dan perak oleh Syafitri (Jambi) 222 kg. Perjuangan lebih berat dilakoni Zul Ilmi di kelas 85Kg+. Tampil dengan lot 71, Zul hanya meraih perunggu di nomor snatch dengan angkatan 142 kg, semengtara emas disabet Setia Dharma (NTB) 155 Kg dan medali perak oleh Aldi Sapuitra (Jateng) 143 Kg.

Zul masih tetap dengan medali perunggu di nomor clean and jerk dengan angkatan 183 kg, sedangkan emas oleh Ramadhan (Jambi) 187 Kg dan perak oleh Aldi Saputra (Jateng) 143.

Namun di angkatan total, akhirnya Zul Ilmi meraih perak dengan marka 325 Kg, sedangkan emas disabet oleh Aldi Saputra 328 (Jateng) dan medali perunggu Ramadhan (Jambi) 324 Kg.

Praktis di nomor puncak ini, terjadi persaingan ketat antara Zul Ilmi, Aldi Saputra dan Ramadhan, trio kompetitor kuat di kelas atas angkat besi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, tutupnya.(non/**)

Persiraja Optimis Menang atas Garudayaksa Minggu Malam, Dek Gam Minta Pemain Kompak

0

MEDIANAD.COM, ƁANDA ACEH: Pelatih Persiraja Banda Aceh, Jaya Hartono tidak memandang siapa lawan yang dihadapi dan posisi di klasmen, sekarang fokus berjuang disisa tiga laga Pengadaian Championship dan anak-anak harus tampil maksimal, guna mendulang angka mutlak tiap laga sisa.

Termasuk yang terdekat menjamu Runner up Grup I Garudayaksa FC pada pekan ke-25 Liga2 Pengadaian Championship 2025/26, Minggu (19/04) malam di Stadion H Dimurthala, Lampineung Banda Aceh.
Kita optimis menang dan mohon doa serta dukungan secara langsung dari fans agar dapat meraih angka maksimal, ujar Jaya Hartono dalam temu media, Sabtu sore.

‘Harapan Pres Dek Gam” dimana Persiraja Banda Aceh akan menghadapi Garudayaksa FC dalam laga lanjutan Championship 2025/26. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam (18/4) di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh.

Menghadapi Garudayaksa FC, Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam, menegaskan bahwa laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ia menyebut duel tersebut sebagai pertaruhan harga diri tim berjuluk Laskar Rencong.

“Ini bukan hanya soal tiga poin, tapi soal harga diri Persiraja. Saya minta seluruh pemain tampil habis-habisan dan menunjukkan semangat juang tinggi di depan masyarakat Aceh,” ujar Dek Gam.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan penuh dari para suporter yang diharapkan memadati Stadion H. Dimurthala. Menurutnya, atmosfer kandang harus menjadi kekuatan tambahan bagi tim untuk menekan lawan sejak menit awal.

“Bermain di kandang sendiri harus dimaksimalkan. Dukungan suporter akan menjadi energi besar bagi pemain. Kita ingin melihat Persiraja tampil agresif dan percaya diri,” tambahnya.

Secara persiapan, tim pelatih memastikan kondisi skuad dalam keadaan siap tempur. Evaluasi dari laga sebelumnya telah dilakukan, termasuk memperbaiki lini pertahanan dan meningkatkan efektivitas serangan.

Laga melawan Garudayaksa FC diprediksi berlangsung sengit, mengingat kedua tim sama-sama mengincar poin penuh untuk memperbaiki posisi di klasemen. Namun, Persiraja diyakini memiliki motivasi lebih besar untuk meraih kemenangan di hadapan publik sendiri.

Dengan tekad kuat dan dukungan penuh dari suporter, Persiraja diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut dan mengamankan tiga poin penting di kandang. (**)

Coach Eka Pantau Langsung Seleksi Pemain Timnas Futsal U-17 di Aceh Barat, ‘Ratusan Pemain Mendaftar’

0

Pelatih Timnas Futsal, Eka Sanjaya dipastikan memantau langsung proses seleksi pemain Timnas kelompok umur dibawah usia 17 tahun wilayah Aceh, yang dilaksanakan di Aceh Barat, Rabu (15/04) 2026. foto_ig (@eka_san- jaya18)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Meski mengaku masih lelah usai mendampingi Head Coach, Hector Souto pada piala AFF Futsal 2026 di Thailand, Namun pelatih Tmnas Eka Sanjaya tetap bersemangat menjalankan tugasnya di Aceh untuk memantau langsung sekaligus menyeleksi pemain dalam Program Pencarian Bakat (Talent Detection) Timnas Futsal U-17.

“Kami berharap melalui program ini akan lahir pemain-pemain asal Aceh yang mampu lolos seleksi daerah dan bersaing di tingkat nasional,” tukasnya.

Serta staf kepelatihan Head Coach Souto dalam dua tahun belakangan ini Coach Eka juga mengatakan. “pentingnya peran Asosiasi Futsal di daerah dalam meningkatkan kualitas pemain, salah satunya dengan memperbanyak kompetisi antarkelompok umur. “Saya sudah berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia, dan ini merupakan kunjungan kedua saya ke Aceh,” ujar Coach Eka.

“Saya melihat setiap daerah memiliki pemain potensial, termasuk Aceh. Tinggal bagaimana mereka mendapatkan lebih banyak kesempatan tampil dalam kompetisi resmi,” ujar coach Eka Sanjaya, lewat siaran Pers AFA yang diterima online, Selasa malam.

Sementara itu, Sekretaris Umum AFA, Saifullah Waido menyampaikan, apresiasi dan terima kasih kepada Coach Eka Sanjaya yang telah bersedia hadir di Aceh. Ia menyebutkan, seleksi tersebut yang merupakan bagian dari persiapan Timnas Indonesia menghadapi Kejuaraan Futsal Internasional yang akan berlangsung di Spanyol pada Juni 2026 mendatang, bisa menjadi wadah bagi pemain Aceh menembus level nasional.

Adapun kegiatan seleksi dijadwalkan berlangsung pada Rabu (15/4/2026) pagi, di Gedung Olahraga Serbaguna (GOS) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

“Berdasarkan data yang masuk, ratusan pemain telah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi ini,” terang Saiful Walido. “Kami berharap semakin banyak pemain asal Aceh yang lolos dalam Program Pencarian Bakat Timnas Futsal U-17,” tutupnya. (**)

PSSI Aceh Perjuangkan Juara Tiga bisa Lolos ke Putaran Nasional”, PSAP dan AlFARLAKY usung Target Promosi ke Liga3

0

Dari kiri ke kanan, Ketua umum PSSI Aceh, Nazir Adam, Sekum Nazaruddin, Ketum PSAP, M Yusri Syamaun “Amat Tong”, Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, Bupati Atim, Iskandar Usman Alfarlaky, Waketum PSSI Aceh/Anggota DPRA, Dek Pan Irfansyah dan Wabup Pidie, Alzaizi dalam penyerahan trofhi dan medali kepada para juara Liga4 zona Aceh 2025/26 di Stadion Blang Paseh, Kota Sigli, Sabtu (11/04) malam.(foto/medianad.com-zulmahdi)

MEDIANAD.COM, SIGLI: Usai pertandingan final Liga4 2025/26 di Stadion Blang Paseh, Kota Sigli, Sabtu (11/04) malam. Ketua umum PSSI Aceh, H Nazir Adam,SE,MM kepada awak media mengatakan, Juara dan Runner-up Liga4 regional Aceh 2025/26 PSAP bersama ALFARLAKY FC dipastikan lolos keputaran nasional, “namun yang masih tanda tanya? apakah juara tiga akan lolos seperti kuota Liga4 tahun 2024/25 kemarin.

Terus dinantikan PSSI Aceh dan perwakilan Klub PSGL Gayo Lues, ‘mudah-mudahhan, lewat ketekatan dan semangat berkompetisi/ambil bagian di lanjutan (babak 8 besar) Liga4 zona Aceh, meskipun baru saja daerahnya terjadi musibah banjir dahsyat juga tanah longsor yang menganga hingga meluluhlan- takkan 18 Kabupaten dan Kota di Aceh”.

Salah satunya yang terdampak wilayah _homebase_ PSGL yakni Kabupaten Gayo Lues, bahkan hampir saja menepi tampil pada fase 8 besar jika dilihat keadaan Gayo lues pasaca musibah, namun ketekatan manajemen tim, pengurus dan dukungan Pemerintah setempat, seperti Bupati juga DPRK. Lewat semangat tanding, PSGL ambil inisatif berangkat ke Sigli lewat jalan Darat dan terjal, melewati “lintasan Gayo Lues-Takengon Beuner Meriah dan Bireuen yang masih dipastikan sarana juga prasarana, seperti jembatan dan ruas jalan dilintasan tersebut masih banyak tantangan juga rintangan”.

Dimana harus menempuh jarak lewat waktu puluhan jam untuk sampai ke Sigli. Namun, ‘ketekatan dan perjuangan manajemen tim PSGL juga menggebu-gebu ingin membangkitkan kembali roh PSGL kekancah nasional tetap ikut kompetisi”.

Mudah-mudahhan PSSI Pusat dapat mempertimbangkan, PSGL mendapat tiket ke putaran nasional Liga4 2025/26, setelah keluar sebagai juara tiga, lewat kerja keras dan tampil kosntisten sepanjang kompetisi, tambah ketua PSSI Aceh Nazir Adam. “Yang juga dikesempatan tersebut, didampingi Sekum Nazaruddin, Waketum, Dek Pan Irfansyah dan dua Exco, Hasbi bersama Mustafa”.

Sementara dua tim amatir kekuatan Aceh 2025 /2026, yakni bonden legendaris PSAP Sigli serta debutan Liga4 /Runner up ALFARLAKY FC Aceh Timur, lewat kedua ‘Awner-nya’, M Yusri Syamaun alis Amat Tong ‘Geumpang’ (PSAP) dan Iskandar Usaman Alfarlaky (Alfarlaky Fc)
Keduanya disela-sela serimoni pembagian medali dan trofhi kepada para juara, Sabtu, tanggal 11 malam tersebut mengatakan. Kesempatan tidak akan datang dua kali, perjuangan selanjutnya meskipun lebih berat dibandingkan regional daerah, “pemain dan manajemen tim sudah mengusung tekat bulat tahun ini tim harus melangkah lebih jauh dan promosi ke Liga3′, ujar Amat Tong Geumpang dan Alfarlaky. (zulmahdi)

Tanggal 15 April di GOS Meulaboh, AFA Gelar Seleksi Pemain Timnas Kelompok Umur 17 Tahun dan Langsung Dipandu Pelatih Timnas

0

Plt Ketua Asosiasi Futsal Aceh (AFA), Irwandi, SP, MP

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Federasi Futsal Indonesia (FFI) kembali menunjuk Asosiasi Futsal Aceh (AFA) untuk program seleksi pemain Timnas level usia muda, dimana dalam program pencarian Bakat (Talent Detection) Tim Nasional (Timnas) Futsal U-17 yang juga bagian dari persiapan Timnas Indonesia menghadapi Kejuaraan Futsal Internasional di Spanyol pada Juni 2026 mendatang.

Dalam surat resmi bernomor 013/AFA-Aceh-IV-2026, Plt Ketua Umum AFA, Irwandi, SP, MP lewat siaran Pers AFA yang diterima awak media di Banda Aceh, Minggu tadi malam mengatakan. Seleksi akan berlangsung pada Rabu, 15 April 2026, di Gedung Olahraga Serbaguna (GOS) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. “Seleksi ini juga akan dipandu langsung oleh pelatih Timnas yang ditugaskan Federasi Futsal Indonesia (FFI),” pinta Irwandi.

Sembari menambahkan, adapun ketentuan seleksi meliputi: Peserta wajib merupakan pemain kelahiran tahun 2009 ke atas dengan bukti identitas resmi. Seleksi terbuka bagi pemain futsal maupun sepakbola dengan usia yang sama. Setiap Asosiasi Futsal Kabupaten/Kota (AFK) diminta merekomendasikan dan mengirimkan pemain terbaiknya.

Irwandi mengungkapkan, program ini diharapkan menjadi wadah bagi talenta muda Aceh untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus berkesempatan memperkuat Timnas U-17. AFA menekankan pentingnya dukungan penuh dari seluruh AFK kabupaten/kota agar seleksi berjalan lancar dan menghasilkan pemain berkualitas.

“Seleksi ini bukan hanya ajang mencari pemain terbaik, tetapi juga kesempatan bagi anak-anak Aceh untuk berkiprah di level internasional,” tuturnya. “Kami berharap setiap AFK dapat menindaklanjuti pemberitahuan ini dengan penuh tanggung jawab,” tukas Irwandi.

Dengan adanya program Talent Detection ini, AFA optimis Aceh mampu melahirkan generasi futsal yang berprestasi dan siap bersaing di panggung dunia. Seleksi di GOS Meulaboh akan menjadi momentum penting bagi para pemain muda untuk membuktikan diri dan mengharumkan nama daerah serta bangsa.(non/**)

Popular Posts

My Favorites

From Morning To Night

0
Remember, a Jedi can feel the Force flowing through him. I can't get involved! I've got work to do! It's not that I like...