Olahraga

Beranda Olahraga
Berita Olahraga

Banda Raya vs PSSI Kota awali Turnamen antar Kecamatan, Kamis Petang Dibuka Walikota Banda Aceh

0

Perwakilan tim, Panpel dan perangkat pertandingan Turnamen Sepak Bola Eksekutif antar Kecamatan se Kota Banda Aceh tahun 2026, foto bersama usai Manager Meeting di Hotel Rasamala, Rabu (5/8) sore. (foto:medianad.com_zulmahdi)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Skuad Kecamatan Banda Raya ‘versus’ Ps PSSI Kota Banda Aceh, dipastikan awali turnamen sepakbola Eksekutif U-45 antar Kecamatan se Kota Banda Aceh tahun 2026, yang berlangsung di Lapangan Lambung Meuraxa, Kecamatan Kutaraja, Kamis (06/08) sore.

Yang juga sebelum kick off laga perdana, Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’duddin Djamal membuka secara resmi turnamen yang diikuti 8 kesebelasan tersebut, usai rangkaian serimoni pembukaan di lapangan setempat, ujar Ketua panitia Turnamen, TM Khaidir, MM dalam Manajer Meeting di Hotel Rasamala, Seutui, Banda Aceh, Rabu (05/08) sore.

Sembari menjelaskan, Turnamen dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-81 tahun 2026 dimaksud diikuti 8 tim dan dibagi dua Pool.

Masing-masing Pool A dihuni PSSI kota Banda Aceh, Kecamatan Banda Raya, Kuta Alam dan Kutaraja.

Sementara Pool B bercokol Kecatan Meuraxa, Jaya Baru, Syiah Kuala dan Kecamatan Ulee Kareng.

Sebelumnya TM Khaidir menjelaskan, Turnamen berhadiah total Rp 10 juta ini akan diikuti tim Kecamatan ples Ps PSSI Banda Aceh U-45 berlangsung di Lapangan Ex PON Rugby, Lambung Meuraxa, serta “regulasi dan syarat mutlak (wajib) atau ketentuan usia pemain yang akan memperkuat tim Kecamatan, wajib berusia minimal 45 tahun per Tanggal 1 Januari 2026.

Kecuali, ‘Camat dan Pak Keuchik bebas batas usia yang didaftarkan sebagai pemain di turnamen antar Kecamatan tahun ini, jelas TM Khaidir.

Sekum Askot PSSI Banda Aceh tersebut juga menekankan, tiap pemain harus ber ktp Kecamatan setempat dan dibuktikan dengan alamat sesuai kecamatan yang akan dibela pemain bersangkutan.

“Dibuktikan secara sah KTP yang dikeluarkan minimal 1 Januari 2026 (bukan dikeluarkan sebelum tanggal tersebut dan masih aktif/berlaku)’.

Sementara regulasi lain turnamen dan penting diketehui oleh peserta, TM Khaidir membertahukan, Pergantian pemain bebas, bahkan yang sudah keluar (diganti) boleh masuk lagi bermain tentu saat saat bola sedang mati alias bukan sedang pertandingan berlangusung, dan pemain wajib memakai leejing penutup aurat, serta warnanya sesuai kesepakatan manajemen Club bersangkutan’.

“Keputusan wasit dan panitia bersifat mutlak alias tak dapat diganggu gugat”, tutupnya. (zm)

Kick Off Piala Soeratin U-15 dan U-13 Zona Aceh 2026 Tangga 20 Agustus di Stadion Blang Paseh

0

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: PSSI Aceh menetapkan _Kick Off_ Kompetisi Piala Soeratin zona Aceh U-15 dan U-13 Tahun 2026 mulai Tanggal 20 Agustus di Stadion Ex PON 2024 Blang Paseh, Kota Sigli hingga tuntas.

Kepastian jadwal tersebut telah disampaikan secara resmi kepada seluruh peserta melalui surat pemberitahuan Nomor 075/PSSI-ACEH/VIII-2026 tertanggal 4 Agustus 2026, ujar Sekum PSSI Aceh Nazaruddin, Rabu (04/08) pagi di Banda Aceh.

Kompetisi Piala Soeratin PSSI Aceh kategori U-15 dan U-13 Tahun 2026 akan berlangsung mulai tanggal 20 Agustus di Stadion Blang Paseh, Kota Sigli hingga kompetisi selesai.

Dimana surat pemberitahuan tersebut telah dikirim kepada seluruh peserta sebagai acuan dalam mempersiapkan tim, baik dari sisi administrasi maupun kesiapan teknis menjelang bergulirnya kompetisi.

PSSI Aceh, kata dia, berharap seluruh klub peserta dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk melakukan persiapan secara maksimal sehingga pelaksanaan kompetisi dapat berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Selain disampaikan kepada peserta kompetisi, surat tersebut juga ditembuskan kepada Ketua Umum PSSI Aceh, Wakil Ketua dan Anggota Komite Eksekutif PSSI Aceh sebagai bagian dari koordinasi pelaksanaan kompetisi, jelasnya singkat. (**)

“Jabat COO Tim Profesional”, Bos ARI 98 FC Nanda: Mohon Dukungan dan Sport dari Pecinta Persiraja

0

Presiden Persiraja Nazaruddin Dek Gam dan COO anyar tim, Ari Nanda diharapkan Lambungkan kembali tim Berjulukan Laskar Rencong tersebut ke Liga papan atas tanah air. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Presiden Club Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam resmi menunjuk pengusaha muda, Ari Nanda sebagai Chief Operating Officer (COO) Persiraja Banda Aceh untuk memperkuat struktur manajemen dan pemunuhan regulasi tim profesional dalam menghadapi kompetisi Liga2 Pegadaian Championship 2026/2027.

Dimana ‘BOS’ tim sepak bola ARI 98 FootBall Club (FC) dimaksud, “yang juga sudah tak asing lagi dikalangan publik pecinta sepak bola dalam menaikkan popularitas ARI 98 FC juga

bukan sosok asing di dunia sepak bola Aceh, yakni dikenal sebagai pendiri sekaligus pemilik Club ARI 98 FC yang gancor ambil bagian dalam sejumlah turnamen di Aceh selama ini”, sangat dinantikan kiprahnya kedepan.

Namun demikian, jabatan COO tim profesional dipastikan ada sisi berbeda dalam penanganannya dengan era tim sebelumnya dan dipastikan Ari Nanda akan bertanggung jawab mengawal operasional klub, mulai dari koordinasi internal, pengelolaan organisasi, hingga memastikan seluruh aktivitas tim berjalan sesuai target yang telah ditetapkan manajemen.

Sementara itu, Ari Nanda juga merasa “terhormat dalam ranah sepakbola Pro”, setelah Presiden tim Persiraja Dek Gam mempercayakan dirinya masuk dijajaran penting distrukturan kepengurusan tim yang berjulukan Laskar Rencong dimaksud.

Serta bersyukur atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi bagian dari manajemen Persiraja.

Merupakan amanah besar menjadi bagian tim Persiraja, yang juga klub kebanggaan masyarakat Aceh, juga dikenal memiliki sejarah panjang.

“Saya siap bekerja keras bersama seluruh jajaran manajemen agar Persiraja dapat berkembang lebih baik dan mencapai target yang telah ditetapkan,” pinta Ari, seperti dilansir lewat siaran Pers MO tim Persiraja, Sabtu (01/08) 2026.

Sembari berharap seluruh elemen, mulai dari manajemen, pemain, pelatih, hingga suporter, dapat terus bersinergi dalam membawa Laskar Rencong meraih prestasi pada musim ini.

Disisi lain, penunjukan Ari Nanda sebagai COO melengkapi upaya pembenahan yang terus dilakukan Persiraja, baik dari sisi organisasi maupun kekuatan tim.

Sebelumnya, tim yang berjulukan lain lantak laju itu juga aktif mendatangkan sejumlah pemain baru dan sekarang sudah mulai bergerak melakukan persiapan tim dalam menghadapi Liga tahun 2026/27 di hombase nya Dimurthala Stadion, Lampineung Banda Aceh, dan dibawah komando head coach sarat pengalaman, Jaya Hartono. (zm/**)

Magister Pendidikan Jasmani Pascasarjana UBBG Gelar “Teras Bermain” Bersama KPOTI Aceh, Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di Tengah Era Digital

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Program Studi Magister Pendidikan Jasmani Sekolah Pascasarjana Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) berkolaborasi dengan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Provinsi Aceh menggelar kegiatan “Teras Bermain” sebagai luaran Mata Kuliah Multidisipliner Permainan Tradisional. Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kuliah, tetapi juga terjun langsung mengedukasi masyarakat melalui beragam permainan tradisional yang sarat nilai budaya, pendidikan, dan karakter. Permainan-permainan tersebut menjadi media untuk menanamkan sportivitas, kerja sama, kreativitas, sekaligus mendorong gaya hidup aktif di tengah derasnya arus digitalisasi.

Mata kuliah ini diampu oleh Dr. Zikrur Rahmat, M.Pd. dan Dr. Sahabul Adri AR, M.Pd., yang menekankan pentingnya mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa didorong menjadi agen pelestari budaya yang mampu mengembangkan, mengimplementasikan, serta mengampanyekan permainan tradisional sebagai bagian penting dari pendidikan jasmani masa kini.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Sekolah Pascasarjana UBBG Prof. Dr. Bansu Irianto Ansari, M.Pd., Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UBBG Dr. Didi Yudha Pranata, M.Pd., Ketua Program Studi S1 Pendidikan Jasmani UBBG Irwandi, S.Pd., M.Pd., AIFO., serta Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar Dr. Mayang Sari, M.Pd. Kehadiran para pimpinan dan sivitas akademika menjadi bukti kuat dukungan institusi terhadap pelestarian permainan rakyat sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.

Antusiasme masyarakat Kota Banda Aceh terlihat begitu luar biasa. Sejak kegiatan dimulai, lokasi penyelenggaraan dipadati keluarga yang datang bersama putra-putrinya untuk merasakan kembali keceriaan permainan tradisional. Tawa anak-anak, semangat kebersamaan, dan interaksi antargenerasi mewarnai setiap sudut kegiatan, memperlihatkan bahwa permainan tradisional masih memiliki daya tarik yang kuat meskipun masyarakat hidup di tengah perkembangan teknologi digital.

Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UBBG, Dr. Didi Yudha Pranata, M.Pd., menyampaikan bahwa Teras Bermain merupakan bukti bahwa proses pembelajaran di Pascasarjana UBBG tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran di Magister Pendidikan Jasmani tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga menghasilkan inovasi dan aksi nyata di lapangan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen Sekolah Pascasarjana UBBG dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui pelestarian budaya serta penguatan pendidikan jasmani,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPOTI Provinsi Aceh, Dr. Zikrur Rahmat, M.Pd., menilai sinergi antara perguruan tinggi dan KPOTI merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan permainan tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dominasi permainan digital.

“Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi mengandung nilai-nilai pendidikan, budaya, kebersamaan, dan pembentukan karakter. Melalui sinergi dengan Magister Pendidikan Jasmani UBBG, kami berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal, mencintai, serta melestarikan permainan tradisional sebagai identitas budaya bangsa,” ungkapnya.

Salah seorang peserta, Titik Isnaini Lestari, mengaku sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Teras Bermain menjadi ruang yang sangat positif bagi anak-anak untuk belajar, bergerak, dan bersosialisasi melalui permainan yang mulai jarang dijumpai.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Mereka bisa bermain sambil belajar, mengenal permainan tradisional yang mulai jarang ditemui, sekaligus berinteraksi dengan teman-teman seusianya. Kami berharap kegiatan seperti Teras Bermain dapat dilaksanakan secara rutin karena memberikan pengalaman yang positif bagi keluarga,” tuturnya.

Melalui Teras Bermain, Sekolah Pascasarjana UBBG bersama KPOTI Aceh kembali menegaskan komitmennya menghadirkan kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat. Program ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian permainan rakyat sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada solusi nyata.

Lebih dari sekadar kegiatan akademik, Teras Bermain menjadi gerakan bersama untuk menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai ruang belajar, ruang budaya, dan ruang kebersamaan bagi generasi masa depan. Di tengah derasnya arus digitalisasi, UBBG dan KPOTI Aceh mengirimkan pesan kuat bahwa warisan budaya tidak boleh sekadar dikenang, tetapi harus terus dimainkan, diwariskan, dan dibanggakan.(kal)

Bek Jangkung asal Brazil Alemão Positif ke Persiraja, ‘Ini Alasannya dan Target untuk Tim”‘

0

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Bek tengah asal Brazil, Daniel Alemão yang dipastikan jatuh kepelukan bonden Liga2 asal Aceh, Persiraja Banda Aceh dalam menghadapi Pengadaian Championship 2026/27. Terinspirasi berbuat yang terbaik demi prestasi tim yang berjulukan “Laskar Rencong tersebut” di kompetisi kali ini, ujar Daniel Alema’o, seperti dirilis lewat siaran Pers MO tim Persiraja, Sabtu (01/08/2026) pagi di Banda Aceh.

Pemain berusia 27 tahun ini juga menuturkan, selain memiliki target pribadi, “namun kepentingan tim tetap menjadi prioritas utama saat kompetisi berlangsung”, dimana saya dan rekan-rekan harus banyak memenangkan pertandingan dan terus berada dipapan atas klasmen untuk memenuhi target tim musim ini.

KELEBIHAN TIM PERSIRAJA
Keputusan Alema’o menerima pinangan Persiraja bukan tanpa alasan. Menurutnya, bonden yang berjulukan lain Lantak Laju itu merupakan klub dengan sejarah panjang, target besar serta selalu didukungan suporter fanatik dan luar biasa.

“Ada beberapa faktor yang membuat saya memilih Persiraja. Ini adalah klub besar dengan sejarah yang luar biasa dan memiliki target tinggi, yaitu selalu bermain untuk meraih kemenangan. Selain itu, Persiraja memiliki suporter yang luar biasa dan Aceh adalah tempat yang indah,” pintanya.

Daniel berharap pengalaman yang dimilikinya selama berkarier di Asia maupun Eropa dapat membantu Persiraja mencapai target pada musim ini. Ia siap memberikan kontribusi maksimal untuk menjaga kokohnya lini belakang tim asuhan Jaya Hartono.

Bek asal Brasil itu juga menyampaikan komitmennya kepada seluruh pendukung Persiraja dan berjanji selalu tampil maksimal saat dipercayakan head coach bertanding.

Selain itu ia juga secara kusus mengatakan untuk suporter tim, saya ingin mengatakan bahwa “S Akan memberikan segalanya di lapangan dan selalu berusaha menampilkan permainan terbaik di setiap pertandingan, tentu bisa mewakili kecintaan fans, sehingga kita semua dapat menikmati sepak bola dan merasakan kebahagiaan bersama sepanjang kompetisi”.

Ambisi Daniel kini ditunggu fans Persiraja dan pecinta sepakbola Aceh dari permainan pesepakbola profesional yang bertinggi badan 1,93 meter tersebut.

Serta mentas di Persiraja dengan membawa pengalaman bermain di berbagai kompetisi Asia juga Eropa, bahkan pernah merasakan atmosfer Liga Champions Asia, bekal positif untuk kekokohan pertahanan Persiraja dalam mengarungi Liga2 26/27 yang dipastikan semakin kompetitif, bahkan ada klub Liga2 kali ini, “bujet pembelanjaan pemain melebihi beberapa tim Liga1”. (non/**)

‘Putaran Nasional Piala Soeratin September’, Kesempatan wakil Aceh Persada Abdya U-17 Berbenah

0

Ketua DPR Aceh, Zulfadhli ‘Abang Samalanga’ saat serimoni penyerahkan trofhi kepada juara Piala Soeratin zona Aceh U-17 2026, Persada Abdya di RTH Cot Gapu, Bireuen beberapa hari yang lalu, juga ketua DPRA didampingi Wakil ketua I, Saifuddin Muhammad (yah fud), Bupati Abdya, Safaruddin, Ketua dan Wakil ketua PSSI Aceh, Nazir Adam and Dek Pan Irfansyah, Sekum Nazaruddin, Exco, pengurus juga ketua beserta pengurus PSSI Bireuen. (foto:medianad.com-zuelmahdi)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Juara Kompetisi Piala Soeratin U-17 regional Aceh tahun 2026, Persada Abdya dibawah usia 17 tahun, memiliki waktu panjang dalam melakukan persiapan tim sebelum kompetisi putaran nasional kelompok umur dimaksud berlangsung.

Menurut informasi dari ketua PSSI Aceh, H Nazir Adam, SE,MM, “untuk tuan rumah putaran nasional, baik kelompok umur U-17, 15 dan U-13 memang masih belum ditentukan, namun kick off kemungkinan seputar sebulan lagi, yakni September tahun 2026″, ujar Nazir Adam lewat siaran Pers yang diterima awak media, Kamis (30/07) siang.

Sembari mengharapkan secara kusus untuk tim Persada Aceh Barat Daya (Abdya) remaja dapat mempersiapkan tim secara maksimal setelah memastikan diri menjadi juara Piala Soeratin U-17 2026 dan berhak mewakili Aceh ke putaran nasional.

Mengingat, ‘tantangan dan lawan-lawan yang akan dihadapi pada pusingan nasional jauh lebih berat dibandingkan kompetisi zona provinsi”.

Dengan demikian pembenahan harus dilakukan sejak sekarang agar tim dari Kabupaten berjulukan Breuh Sigupai Persada remaja tampil konstisten saat berhadapan dengan tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia, “bukan

hanya teknik permainan juga mental dan fisik Muhammad Zaki,cs harus berada dalam top-peforma terbaik saat putaran nasional”.

Pinta ketua umum pssi aceh Nazir Adam, yang juga menjelaskan. Lisen pelatih yang menangani tim di putaran nasional Piala Soeratin U-17 paling rendah bersetifikat Head Coach B PSSI. (non/**)

PSSI Banda Aceh Gelar Turnamen Sepak Bola Eksekutif antar Kecamatan, ‘Pendaftaran hingga 2 Agustus’

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-81 tahun 2026, pengurus PSSI Kota Banda Aceh akan gelar Turnamen Sepak Bola level Eksekutif U-45 antar Kecamatan se Banda Aceh.

Turnamen berhadiah total Rp 10 juta ini akan diikuti tim 9 Kecamatan ples Ps PSSI Banda Aceh U-45 berlangsung di Lapangan Ex PON Rugby, Lambung Meuraxa, minggu kedua bulan Agustus, jelas ketua PSSI Banda Aceh, Heri Julius, melalui koordinator pertandingan TM Khaidir, Rabu (29/07/2026) siang.

Sembari menambahkan, “regulasi dan syarat mutlak (wajib) atau ketentuan usia pemain yang akan memperkuat tim Kecamatan, wajib berusia minimal 45 tahun per Tanggal 1 Januari 2026.

Kecuali, ‘Camat dan Pak Keuchik bebas batas usia yang didaftarkan sebagai pemain di turnamen antar Kecamatan tahun ini, jelas TM Khaidir.

Sekum Askot PSSI Banda Aceh tersebut juga menekankan, tiap pemain harus ber ktp Kecamatan setempat dan dibuktikan dengan alamat sesuai kecamatan yang akan dibela pemain bersangkutan.

“Dibuktikan secara sah KTP yang dikeluarkan minimal 1 Januari 2026 (bukan dikeluarkan sebelum tanggal tersebut dan masih aktif/berlaku)’, serta persyaratan wajib foto copy ktp seluruh pemain harus direkap oleh bagian perlengkapan tim dan dilampirkan saat mendaftar, serta verifikasi akhir data pemain dilakukan saat technical meeting (H-1 even)”.

Sementara regulasi lain turnamen dan penting diketehui oleh peserta, TM Khaidir membertahukan, Pergantian pemain bebas, _bahkan yang sudah keluar (diganti) boleh masuk lagi bermain_ tentu saat saat bola sedang mati alias bukan sedang pertandingan berlangusung, dan pemain wajib memakai leejing penutup aurat, serta warnanya sesuai kesepakatan manajemen Club bersangkutan’.

“Keputusan wasit dan panitia bersifat mutlak alias tak dapat diganggu gugat”, ujar koordinator pertandingan TM Khaidir, sembari menjelaskan.

Pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 25 Juli hingga 2 Agustus 2026 dan jadwal tetatf kick off akan disampaikan Panpel hari berikutnya. (zm)

Ilham Udin, Winger Timnas Seangkatan, Evan Dimas dan Zulfiandi Merapat ke Persiraja, Pernah Main di SHB Tahun 2014′

0

ILHAM Udin Armaiyn (kiri) Zulfiandi dan Iputu Gede (kanan) saat berkostum Timnas U-19 serta secara mengejutkan pemain penuh determinasi, Ilham Udin diperkenalkan Persiraja Banda Aceh dalam menghadapi Liga2 Championship 2026/27. (foto/dok pssi pusat)

MEDIANAD.COM: Winger Timnas bertenaga “kuda” dan penuh talenta berusia 30 tahun, Ilham Udin Armaiyn dipastikan merapat ke Stadion H Dimurthala, Lampineung untuk berkostum Persiraja Banda Aceh di Liga2 Pengadaian Championship 2026-2027.

Pemain yang memiliki kecepatan dan kekuatan kaki-kiri tersebut juga akan memakai nomor punggung (20) di skuad tim yang berjulukan Lasjar Rencong dimaksud, yang juga nomor pungung “keramat” sang pemain saat menjuarai Piala AFF U-19 tahun 2013.

Serta saat prestasi tersebut Sianak baik Ilham Uldin bahu membahu berjuang dilapangan bersama Ivan Dimas Darmono, Dimas Derajat, Hansamu Yama Pranata serta tiga remakanya dari Aceh, yakni Zulfiandi, Hendra Sandi Gunawan dan Miftahul Hamdi.

Namun Hamdi saat Piala AFF bergulir dibawah pelatih Indra Sjafri saat itu tidak masuk dalam tim inti akibat bermasalah dengan kebugaran.

Akan tetapi usai Piala AFF Hamdi kembali dipanggil untuk persiapan Timnas menggadapi Piala Asia U-20 Arab Saudi akhir tahu 2014, yang juga Ilham Udin, Hamdi, Zulfiandi, Hendra Sandi, dkk sempat ke Aceh awal tahun 2014 mekakukan uji coba dengan Aceh Celection. di Stadion Harapan Bangsa (SHB) Banda Aceh.

“Dimana uji coba label nasional dan bertajuk “blusukan nusantara” yang dilaksanakan Asprov PSSI Aceh serta disaksikan hingga melebehi kapasitas SHB (40 ribu) penoton dan Ismed Sofyan, cs harus mengakui keunggulan Timnas U-19 lewat skor 4-1″

Seperti dirilis lewat siaran Pers MO Persiraja, minggu sore kemarin dan menggambarkan perjalanan karir Ilham Udin. Persiraja Banda Aceh kembali memperkuat skuad untuk menghadapi kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027. Kali ini, Laskar Rencong resmi mendatangkan mantan pemain Timnas Indonesia, Ilham Udin Armaiyn, guna menambah daya gedor di lini serang.

Kehadiran Ilham menjadi tambahan penting bagiku Persiraja yang tengah membangun tim di bawah arahan pelatih Jaya Hartono. Pemain berusia 30 tahun itu dikenal memiliki kecepatan, pengalaman, serta mental bertanding yang matang setelah malang melintang bersama sejumlah klub papan atas Indonesia maupun luar negeri.

Sepanjang karier profesionalnya, Ilham pernah memperkuat PSM Makassar, Arema FC, Barito Putera, Bhayangkara FC, hingga Selangor FC di Liga Super Malaysia. Dari ratusan penampilannya, ia juga mencatatkan kontribusi gol dan assist yang menjadikannya salah satu pemain depan berpengalaman di sepak bola Indonesia.

Ilham mengaku bersyukur mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian dari Persiraja musim ini. Ia juga mengungkapkan bahwa meski sempat mendapat tawaran dari klub lain, hatinya akhirnya memilih bergabung dengan tim kebanggaan masyarakat Aceh.

“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Presiden, Wakil Presiden, manajemen, dan tim pelatih yang sudah percaya dan menerima saya bergabung dengan keluarga besar Persiraja musim ini. Tentunya saya sangat senang bisa bergabung dengan Persiraja,” kata Ilham, Minggu (26/7).

“Soal tertarik bermain di Persiraja, sebenarnya sudah ada beberapa tim yang menghubungi saya. Tapi mungkin memang rezeki saya di Persiraja, sehingga hati saya memilih Persiraja,” lanjutnya.

Mantan penggawa Timnas Indonesia itu menegaskan target utamanya bersama Laskar Rencong adalah membawa tim promosi ke Liga 1. Selain itu, ia juga ingin menorehkan prestasi bersama Persiraja pada musim ini.

“Target utama tentu membawa Persiraja promosi ke Liga 1. Saya juga punya target untuk berprestasi bersama Persiraja,” ujarnya.

Di akhir pesannya, Ilham mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk terus memberikan dukungan kepada tim sepanjang musim.

“Jangan bosan-bosan mendukung kami. Ayo ramai-ramai datang ke stadion untuk memberikan dukungan. Jangan lupa juga doakan kami, karena doa dan dukungan masyarakat Aceh adalah motivasi besar bagi kami untuk memberikan yang terbaik,” tutupnya. (zm/**)

Pengurus Futsal Aceh Gelar Raker, Bahas sejumlah Regulasi FFI dan Linus

0

PENGURUS Asosiasi Futsal Aceh (AFA) bersama peserta Rapat Kerja (Raker), foto bersama dengan Wakil ketua KONI Aceh dan Exco, usai serimoni pembukaan, di Aula Lantai II Sekretariat PWI Aceh, seputar Simpang-5, Banda Aceh, Minggu (26/7/) 2026. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Pengurus Asosiasi Futsal Aceh (AFA) menggelar rapat kerja (Raker) di Aula Kantor PWI Aceh, Simpang Lima, Banda Aceh, Minggu (26/7/2026) sehari penuh.

“Yang juga Raker tersebut diagendakan secara kusus untuk mensosialisasikan regulasi Federasi Futsal Indonesia (FFI) yang dikeluarkan saat Rakernas belum lama ini di Jakarta”, dan penting harus disosialisasikan secepatnya untuk anggota AFA, yakni AFK kabupaten dan kota, Club dan pengurus AFA, ujar Sekum Futsal Aceh, Saifullah Waido, ST dalam laporan singkatnya saat serimoni pembukaan.

Sembari menambahkan, Rapat ini momentum konsolidasi organisasi untuk mempersiapkan pembinaan dan prestasi futsal Aceh menuju Pra PON 2027 dan PON 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) serta putaran Liga Nusantara (Linus) 2026.

_Raker yang dilaksanakan secara hybrid tersebut diikuti 30 peserta yang hadir langsung di Banda Aceh serta perwakilan dari 19 Asosiasi Futsal Kabupaten/Kota (AFK) melalui Zoom Meeting_

Disisi lain, Raker ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi organisasi dan penyamaan persepsi seluruh pengurus futsal di Aceh dalam menyambut berbagai agenda nasional maupun daerah,” pinta Saifullah yang juga pengurus SIWO PWI Aceh tersebut singkat.

Sementara itu,Pelaksana Tugas (Plt) Ketua AFA yang diwakili Exco AFA, Mawardi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Ia berharap sinergi seluruh pengurus dapat terus terjalin demi kemajuan futsal Aceh.

“Terima kasih atas kehadiran seluruh peserta. Kami berharap semua pihak dapat terus mendukung dan membantu pengembangan Futsal Aceh agar semakin berprestasi di tingkat nasional,” kata Mawardi.

DIBUKA KETUA KONI ACEH

Sedangkan ketua KONI Aceh, Saiful Bahri, yang diwakili Wakil Ketua I T Rayuan Sukma, S.Sos, sekaligus membuka secara resmi Raker sehari penuh itu mengatakan. Kabupaten Aceh Jaya siap menjadi tuan rumah PORA mendatang. Hal itu disampaikannya setelah meninjau langsung sejumlah venue pertandingan di daerah tersebut dan Jangan pernah mengatakan Aceh Jaya tidak siap. Venue yang tersedia sudah memadai dan terus dipersiapkan dengan baik.

Rayuan juga menegaskan pentingnya pelaksanaan PORA sesuai jadwal yang telah direncanakan agar tidak mengganggu program pembinaan atlet. Menurutnya, atlet memiliki target puncak performa yang harus disesuaikan dengan jadwal pertandingan.

Ia menambahkan, KONI Aceh menargetkan mampu menembus 10 besar pada PON mendatang dengan raihan minimal 30 medali emas. Karena itu, seluruh cabang olahraga, termasuk futsal, diharapkan mampu memberikan kontribusi prestasi bagi Aceh.

“Selain itu, KONI Aceh juga mendorong adanya standar kelayakan lapangan futsal di Aceh untuk menunjang pembinaan atlet secara berkesinambungan. (non/**)

PSSI Banda Aceh Berbagi Angka Sama Kuat 5-5 dengan Pemko Sabang di Laga Uji Coba

0

Foto bersama Pemain Pemko Sabang dengan PSSI Banda Aceh, sebelum pertandigan uji coba di stadion Sabang Maroke, Sabtu (25/07) sore. (foto/ist)

MEDIANAD.COM, SABANG: Laga latih tanding antara skuad PSSI Banda Aceh versus Pemerintah Kota (Pemko) Sabang yang berlangsung menghibur, penuh dramah serta terjadi 10 gol di Stadion Sabang Maroke, Sabtu (25/7/2026) sore, menjadi catatan menarik bagi kedua tim level eksekutif tersebut.

Dimana kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang dengan skor 5-5 dalam laga yang berlangsung menarik sejak menit awal.

Terlebih dahulu, tim Pemko Sabang mampu tampil lebih agresif pada babak pertama dan beberapa kali merepotkan lini pertahanan PSSI Kota Banda Aceh.

Gol pembuka berhasil dicetak Fitriadi pada menit ke-8 yang membawa Pemko Sabang unggul 1-0, bahkan keunggulan bertambah di menit ke-23, kewat jasa Fitriadi.

Bahkan menjelang turun minum, Khairol memperbesar keunggulan tuan rumah lewat gol pada menit ke-40 sehingga babak pertama ditutup dengan keunggulan Pemko Sabang 3-0.

Pada paruh kedua, giiliran skuad PSSI Banda Aceh bermain menekan, namun ketatnya pertagaban kubu tuan rumah, belum mampu memperkecil ketertinggalan, bahkan Khairo asabang yang berhasil mehambah keunggulan timnya pada menit ke-58 untuk menjadi 4-0.

Tim tamu akhirnya membuka asa melalui gol Rahmad, pemain yang pernah memperkuat PSMS Medan, pada menit ke-59. ternyata kran gol pertama, memompa semangat dukadera- sukadera PSSI Kota Banda Aceh untuk terus menekan.

Hanya berselang lima menit, Zulkifli Alfat, legenda Persiraja Banda Aceh, sukses mencetak gol pada menit ke-64 sehingga skor menjadi 4-2.

PSSI Kota Banda Aceh semakin percaya diri setelah Khaidir TM memperkecil ketertinggalan menjadi 4-3 pada menit ke-70.

Tidak lama kemudian, kegend Persiraja Muslihat kembali berhasil menjebol gawang Pemko Sabang di menit ke-72 dan skor imbang 4-4 pun terjadi.

Laga semakin seru ketika Khairol mencetak gol ketiganya atau hattrick pada menit ke-77 untuk membawa Pemko Sabang kembali unggul 5-4.

Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga akhir pertandingan.

Pada menit ke-83, Deo, pemain yang disebut pernah berkarier di Eropa, berhasil mencetak gol penyama kedudukan sekaligus memastikan laga berakhir dengan skor 5-5. (**)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Jaboi Aktif Laksanakan Komsos, Pererat Kedekatan TNI dengan Warga Binaan

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat, Babinsa Gampong Jaboi Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Serda M. Imron melaksanakan komunikasi sosial (komsos) bersama...