MEDIANAD.COM,BANDA ACEH- Atlet putra dan putri Angkat Besi Aceh yang turun dalam sejumlah nomor pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PT-Pupuk Iskandar Indonesia (PT-PII) yang berakhir pada hari Minggu, 19 April 2026 di Jakarta meraih prestasi membanggakan.

Dimana, “para pejuang dipanggung olahraga yang juga dibawah Pengprov Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Aceh berhasil mendulang 4 medali emas 1 perak dan medali 3 perunggu.

Sekaligus prestasi tinggi yang diraih Zul Ilmi dan kawan-kawan diajang tersebut menjadi kran positif dalam menghadapi event-event penting lainnya, seperti Pra PON tahun depan dan puncak event penting, yakni PON NTT-NTB tahun 2028.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PABSI Aceh, Drs HT Rayuan Sukma lewat rilis pengprov Cabor dimaksud menuturkan. “Torehan prestasi atlet PABSI Aceh pada Kejurnas tahun 2026 berkat kerja keras dan konstisten berlatih selama ini, meskipun regulasi kelas pada Kejurnas kali ini berbeda, sehingga kompetisi makin ketat dan berat”.

Namun para lifter telah tampil sangat maksimal dan membuktikan komitment mereka untuk tetap memberikan yang terbaik bagi Aceh,” imbuhnya.
Sembari menambahkan, Secara lokal kita akan saling unjuk kemampuan untuk masuk line up Aceh menuju Pra PON dan PON, melalui ajang PORA tahun 2027 tukas pengurus harian KONI Aceh yang akrap disapa Pak Rayuan dimaksud.

Sementara itu, Pelatih Kepala PABSI Aceh, Efendi Eria dikesempatan terpisah membocorkan, dengan pola baru dalam pembagian kelas yang mengacu dengan regulasi internasional dan baru diterapkan pada Kejurnas 2026, tentu. “Seluruh Lifter/ tim butuh penyesuaian tambahan baik program latihan dan regulasi, mengingat persaingan semakin ketat”.

Seperti pada nomor kelas atas yang disatukan, sehingga terjadi persaingan yang sangat alot di antara para atlet.
Hal itu terbukti pada hari terakhir, ketika Aceh menurunkan dua atlet kawakan mereka, Nurul Akmal atau Amel mantan atlet Olimpiade di kelas 69+ serta mantan atlet SEA Games M Zul Ilmi di kelas 85+.

Di kelas gabungan dari beberapa kelas sebelumnya, Amel yang tampil di lot 75 hanya sukses meraih satu emas lewat angkatan snacth 98 kg. Medali perak diraih oleh Ambarwati (Kalsel) dan perunggu oleh Syafitri dari Jambi.
Amel gagal meraih medali di nomor clean and jerk setelah hanya tersangkut di peringkat 4. Namun meraih perunggu di angkatan total seberat 214.

Sementara emas dkjantongi Ambarwati (Kalsel) 223 Kg dan perak oleh Syafitri (Jambi) 222 kg. Perjuangan lebih berat dilakoni Zul Ilmi di kelas 85Kg+. Tampil dengan lot 71, Zul hanya meraih perunggu di nomor snatch dengan angkatan 142 kg, semengtara emas disabet Setia Dharma (NTB) 155 Kg dan medali perak oleh Aldi Sapuitra (Jateng) 143 Kg.

Zul masih tetap dengan medali perunggu di nomor clean and jerk dengan angkatan 183 kg, sedangkan emas oleh Ramadhan (Jambi) 187 Kg dan perak oleh Aldi Saputra (Jateng) 143.

Namun di angkatan total, akhirnya Zul Ilmi meraih perak dengan marka 325 Kg, sedangkan emas disabet oleh Aldi Saputra 328 (Jateng) dan medali perunggu Ramadhan (Jambi) 324 Kg.

Praktis di nomor puncak ini, terjadi persaingan ketat antara Zul Ilmi, Aldi Saputra dan Ramadhan, trio kompetitor kuat di kelas atas angkat besi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, tutupnya.(non/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini