Olahraga

Beranda Olahraga
Berita Olahraga

Prodi Penjas UBBG Adakan Kuliah Umum

0

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Puluhan mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani UBBG mengikuti kuliah umum Pendidikan Olahraga.

Kegiatan yang bertema “Membentuk Sikap Sportif bagi Mahasiswa Pendidikan Jasmani” berlangsung di aula kampus setempat, Rabu (7/5/2025).

Kegiatan ini menghadirkan pemateri Dr Hasriadi MKes, pakar olahraga dari Universitas Negeri Medan, sebagai pemateri utama. Dibuka langsung oleh Dekan FKIP UBBG, Dr Syarfuni MPd.

Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sportivitas sebagai nilai dasar yang harus dimiliki mahasiswa Pendidikan Jasmani.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh mahasiswa. Kita berharap Penjas berada di garda posisi terdepan. Dengan adanya acara ini, semoga nantinya mahasiswa lebih paham dan lebih memiliki sikap yang sportif dengan membentuk karakter diri yang lebih baik,” ujarnya.

Ketua Prodi Pendidikan Jasmani Irwandi MPd AIFO juga menyampaikan apresiasi kepada pemateri yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Dr Hasriadi. Saya berharap mahasiswa serius mengikuti kegiatan ini karena banyak ilmu yang bisa didapat. Jangan sia-siakan kesempatan ini,” harapnya.

Dalam paparannya, Dr Hasriadi Mkes menekankan, bahwa sportivitas tidak hanya relevan di dunia olahraga, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Sikap sportif bukan hanya soal menerima kemenangan atau kekalahan, tetapi juga tentang kejujuran, disiplin, dan menghargai lawan. Mahasiswa Pendidikan Jasmani harus menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai ini, baik di dalam maupun di luar lapangan. Karakter sportif yang kuat akan membentuk pribadi yang tangguh dan berintegritas di dunia pendidikan dan masyarakat,” ungkapnya.

Kuliah umum ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang antusias diikuti para mahasiswa.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal pembentukan karakter positif dan integritas bagi calon pendidik jasmani masa depan.

Turut hadir pada kegiatan itu dosen Penjas UBBG Dr Zikrurrahmat MPd, Dr Didi Yudha Pranata MPd, Dr Irfandi Mor dan Munzir MPd. (kal/*)

Kejuaraan FORKI Open Karate Championship Aceh 2025 Polres Sabang Mendapat Prestasi Gemilang

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Sebanyak lima personel dan dua atlet Dojo Polres Sabang berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang FORKI Open Karate Championship Aceh 2025 yang berlangsung pada tanggal 14-16 Februari 2025. Kejuaraan yang bertema “Unjuk Prestasi untuk Aceh Emas” ini diadakan di Hall Stadion Harapan Bangsa Kota Banda Aceh. Event ini diikuti oleh 45 kontingen dengan 1.700 atlet dari seluruh Aceh dalam berbagai kategori, dan dibuka oleh Ketua Umum Federasi Karate Do Indonesia (FORKI) Aceh, Sulaiman SE, Senin (17/02/2025).

Prestasi luar biasa diraih oleh personel dan atlet Polres Sabang yang berhasil merebut medali dalam kejuaraan tersebut. Adapun rincian peraih medali sebagai berikut:
Medali Perak: Cut Aulia Rahmadhani Sasmita – Kategori U21 Kumite -55 Kg Putri, Arsyila Dwi Ningrum – Kategori Usia Dini Kumite +25 Kg Putri, Medali Perunggu: Saddam Husein Al Bukhari – Kategori Senior Kumite -67 Kg Putra, Nanda Lidya Fifthianie – Kategori Senior Kumite -68 Kg Putri, Al Ghymnastiar Syahjehan – Kategori Senior Kumite -60 Kg Putra, Rasya Aditya Ray Nasution – Kategori U21 Kumite +84 Kg Putra, Tanisha Marinda Putri – Kategori Senior Kumite +68 Kg Putri

Keberhasilan ini membuktikan komitmen dan dedikasi para personel Polres Sabang dalam mengembangkan kemampuan dan membanggakan institusi kepolisian di bidang olahraga, khususnya karate. Semangat tinggi yang mereka tunjukkan selama pertandingan menjadi inspirasi bagi rekan-rekan sejawat dan masyarakat Sabang untuk terus berprestasi dan berkarya.

Kapolres Sabang, AKBP Erwan, SH, MH, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih oleh Personelnya. “Keberhasilan ini bukan hanya menunjukkan kemampuan dalam berolahraga, tetapi juga sebagai wujud dedikasi dan semangat pantang menyerah para personel Polres Sabang. Kami berharap prestasi ini bisa terus menginspirasi, baik di tingkat Polri maupun masyarakat Aceh,” ungkapnya.

Dengan raihan prestasi ini, Polres Sabang semakin membuktikan bahwa di tengah tugas utama sebagai abdi negara, para personel juga mampu berprestasi di bidang olahraga, sekaligus memajukan nama Sabang di ajang kejuaraan tingkat daerah, Selamat kepada seluruh peraih medali, semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus berlatih dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.(man)

Piala Soeratin U-17, PSAP, Ps Muda Sedia, Persas dan Juang FC Buru Tiket Final

0

MEDIANAD.COM,SIGLI: PSAP Sigli dipastikan bersua Ps Muda Sedia Tamiang pada pertandingan semifinal, Kompetisi Piala Soeratin U-17 zona Aceh tahun 2025 di Stadion Blang Paseh, Sigli, Minggu (24/08) sore.

Lolosnya anak asuhan Reza Fandi ke fase empat besar usai menang penalti 5-4 atas Lhokseumawe Fc dalam babak perempat final sore kemarin.

Serta Ps Muda Sedia melaju ke se- mifinal juga hasil kemenangan 2-0 atas Ps Mutiara Raya dan semifinal pertama 14.00 WIB, saling berhadapan Persas Sabang dengan Juang FC Bireuen.

Laga dipastikan berlangsung menarik dan ketat, setelah 4 tim unggulan turnamen mengejar titel juara zona Aceh, sekaligus nengamankan tikeet ke putaran nasional, yang akan bergulir mulai tanggal 2 September 2025. (non)

Ramadansyah Perwakilan Persiraja Eropa, ‘Dikukuhkan Presiden Dek Gam di Rumah Dinas Wadubes INA untuk Prancis’

0

MEDIANAD.COM: Penghujung lawatan Manajemen Persiraja Banda Aceh ke Eropa, Presiden Persiraja, H. Nazaruddin Dek Gam turut mengukuhkan Persiraja Perwakilan Eropa, di Rumah Dinas Wakil Duta Besar (Wadubes) Indonesia (INA) untuk Prancis, Minggu (27/4/2025) waktu Paris, Prancis.

Serta pemegang saham “mayoritas” Club asal Aceh yang berjulukan Laskar Rencong Dek Gam dikesempatan tersebut langsung menunjuk pemuda jangkung dan ganteng Ramadansyah Hasan sebagai perwakilan Persiraja untuk Eropa juga pengukuhan dimaksud disela-sela jamuan makan siang di Rumah Dinas Wadubes INA untuk Prancis, Ramadansyah.

‘Dalam siaran Pers MO tim dimaksud, yang diterima awak Media liputan Persiraja di Banda Aceh’. Presiden Dek Gam mengatakan, Pembentukan Persiraja Perwakilan Eropa ini bukan untuk gagah-gagahan, akan tetapi untuk menunjang dan meningkatkan Profesionalisme Persiraja berbagai bidang ke depan, baik Manajerial maupun kualitas pemain dan pelatih.
“Kita harus menangkap semua peluang yang ada, bekerja keras serta membuka jaringan yang luas, agar Persiraja mendapat dukungan, baik secara finansial maupun masukan teknis terhadap tim,” pinta politisi PAN tersebut.

“Buktinya sendiri sekarang lihat, ada seorang putra Aceh yang menjadi wakil duta Besar Indonesia di Prancis, ini kan kebanggaan kita semua,” jelas ketua BKD DPR-RI H Nazaruddin dalam nada optimis.

Sementara itu Ramadhansyah Hasan, yang juga Wakil Duta Besar Indonesia untuk Prancis merasa senang dan terhormat dapat bergabung dengan Persiraja Banda Aceh.

“Sebagai orang yang suka sepakbola tentu saja saya merasa sangat senang bisa terlibat dan bergabung di Persiraja ini, apalagi kemudian saya dipercayakan untuk menjadi Perwakilan Persiraja untuk Eropa,” pinta Ramadhan dalam hada ceria.

“Kita semua sebagai orang Aceh harus bangga dan harus berkontribusi untuk Persiraja, karena Persiraja sudah menjadi identias Aceh secara keseluruhan, dan harus kita dukung bersama-sama,” tambah Ramadhan yang menjabat sebagai Wakil Duta besar Indonesia Untuk Prancis sejak 8 Agustus 2023.

Ramadhansyah Hasan adalah Putra Aceh kelahiran Takengon, Aceh Tengah, dan sudah dua tahun menjabat sebagai Wakil Duta Besar Indonesia untuk Prancis.

Dalam acara pengukuhan tersebut juga dihadiri oleh beberapa Orang Aceh yang sudah menetap di Paris, termasuk Aliyullah Hasan Yusuf, yang juga penulis buku terkenal yang berjudul Penumpang Gelap. (zm/**)

Pelatih Kiper Tim Nasional Futsal Indonesia Berikan Coaching Clinik

0
Eka Sanjaya dan para pelatih futsal Aceh berfoto bersama seusai coaching clinik (foto: Adetama Opanindo)

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Eka Sanjaya pelatih kiper tim nasional (timnas) Indonesia berikan coaching clinik kepada pelatih futsal yang ada di Aceh. Kegiatan ini bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Jumat (02/05/2025).

Coach Eka sapaan pelatih kiper timnas Indonesia, mengatakan, diadakannya coaching clinik ini rutin dilaksanakan tiap series Pro Futsal League (PFL) atau Liga Futsal Profesional Indonesia. Kebetulan pada awal putaran kedua PFL ini, tim Sadakata United Aceh ditunjukan sebagai tuan rumah dari tanggal 3-4 Mei 2025.

Dikesempatan ini, Eka memberikan pemahaman teknik latihan dasar kiper futsal sampai ketika situasi bertanding (game situation). Sehingga para coaches ketika melatih balik dari sini bisa mengaplikasikan langsung kepada tim yang diasuh, apa lagi di Aceh akan ada kualifikasi pekan olahraga Aceh (Pra Pora) pada bulan Agustus mendatang.

Tawakal pelatih futsal level 1 nasional juga turut hadir dari Kabupaten Bireuen, menyatakan sungguh antusias dengan dilaksanakan agenda ini. Momentum ini tidak mungkin disiakan. Selain dapat ilmu, selama ini saya dan teman-teman hanya melihat coach Eka melalui media sosialnya ketika memberikan latihan kepada M Habibi, M Nizar, Albagir dkk ketika di timnas maupun di klub yang beliau bela.

“Semoga dengan hadirnya coach Eka, kedepannya ada kiper futsal dari Aceh yang bermain di PFL bahkan bisa membela timnas Indonesia. Yang selama ini kiper futsal Aceh paling tinggi jam terbang bertandingnya, hanya sampai Liga Nusantara (Linus) seri nasional dan Pekan Olahraga Nasional (PON) saja,” ucap Tawakal.(tim)

PSIM Jogja vs Persiraja, “Motifasi Corfe dalam Temu Media dan Optimis Cetak Gol Lagi”

0

MEDIANAD.COM-Pencetak gol terbanyak skuad Persiraja Banda Aceh yang sedang dibawah _freon (-penurunan performa_) dalam dua match babak 8 besar Liga2 2024- 2025, Deri Corfe langsung didatangkan mendampingi “Head Coach” Akhyar Ilyas dalam temu Media (pree-match press conference) Kamis (30/01) pagi di Yogjakarta, yang juga menjelang laga penting dengan tuan rumah PSIM.

Dengan harapan penyerang asal Brazil tersebut termotifasi dan kembali temukan sentuhan golnya, setelah dua laga fase 8 besar, gol pinalti sekalipun gagal dieksekusi Deri saat berhadapan dengan Deltras FC.

“Sehingga gancornya hingga 11 gol mengoyak gawang lawan pada babak penyisihan, diharapkan kembali kambuh saat menghadapi PSIM besok (Jumat petang-Red), yang memang Persiraja bertekat memenangkan laga tersebut”.

Dan pelatih Akhyar Ilyas yakin dengen tekat serta optimistis Corfe yang mewakili rekannya dalam temu media tersebut, “bisa membawa timnya tampil maksimal dan memeenuhi target di stadion Mandala Krida.

Seperti telah dilansir media online ini kemarin kekuatan Persiraja kemvali iiuji di Stadion Mandala Krida saat dijamu PSIM Jogja Jumat Petang.

Dimana skuad Persiraja Banda Aceh yang telah berada
dibukota Jogjakarta sejak Rabu siang kemarin, sebagai persiapan menghadapi  match ketiga babak 8 besar Liga 2 2024/25 dengan tuan rumah PSIM Jogjakarta di Stadion Mandala Krida, Jumat (31/01) petang serta kick off-Nya Jam 15.00 WIB.

Dipastikan bukan laga mudah yang harus dijalani, Andik Vermansah dan kolega, mengingat kubu tuan rumah juga sedang dalam tren positif di awal dua laga babak 8 besar, usai menang home 1-0 dengen Deltras FC dan mempermalukan tuan rumah PSPS Pekan Baru 0-1 lima hari yang lalu.

Otomatis skuad PSIM sekarang kokoh dipuncak klasmen Grup X dengan poin 6, “namun skuad Persiraja Banda Aceh yang juga sedang dalam kondisi prima dan kepercayaan tinggi sudah siap mengkudeta kekuatan PSIM dari pemuncak klasmen”, tentu Miftahul Hamdi,cs bertekat mendulang poin sempurna di Stadion Mandala Krida, Jumat petang.

‘Mental baja, keberuntungan dan kolektifitas permainan yang diperlihatkan Riski Yusuf, dkk saat menang away 2-3 dengan Deltras FC lima hari lalu, bekal dan tren positif dalam mengamankan poin penuh selanjutnya di kandang PSIM Jumat peteng. (zm)

PSAB Aceh Besar dan Ps Peureulak Raya Segel Tiket Semifinal Liga4 Regional Aceh

0
T Helza Rahmad. Pelatih PSAB Aceh Besar dan Riski Zulfitri, Pelatih Ps Peireulak Raya (pakai topi)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: PSAB Aceh Besar dan Ps Peureulak Raya, Aceh Timur buka peluang lolos keputaran nasional Liga4 2025, setelah memastikan diri maju ke semifinal kompetisi Liga4 zona Aceh.

Dimana anak asuhan T Helza/Mukhlis Nakata juga lolos ke 4 besar sebagai juara Grup E babak 8 besar, usai ditahan imbang skuad Ps Peureulak Raya 2-2 pada match terakhir babak 8 besar, yang berlangsung di Stadion mini USK Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (15/02) sore.

Laga yang berlangsung sengit kedua tim untuk menggait tiket semifinal itu, membuat wasit Heri Olo dari Pidie harus mengeluarkan tiga kartu kuning untuk pemain Ps Peureulak Raya.

Sedangkan 4 gol yang terjadi bagi kedua tim, masing-masing gol PSAB disumbangkan winger muda dan cekatan, Pitian Husni dimenit ke-10 dan 68, sedangkan gol Ps Peureulak Raya yang sempat berbalik unggul 2-1 pada menit ke-33 juga lewat brace pemain senior Ardiansyah yang mencatatkan namanya dipapan skor, saat menit ke-22 dan 33.

Sekaligus anak asuhan Riski Zulfitri yang juga Head Coach alumni Prodi Penjaskesrek FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh dimaksud, susul skuad PSAB Abes ke Semifinal.

Sementara hasil akhir laga Grup F yang berlangsung di Stadion Langsa untuk penentuan dua tim maju ke 4 besar, “hingga berita ini dilogin, Sabtu malam belum dikirim hasil oleh operator pertandingan Liga4 zona Aceh”. (heri/zm)

Tri Brata Bengkulu Juara Liga 4 dengan Skuad Muda Lokal, “Tim Aceh harus Lebih Siap Ikut Liga4 2025/26”

0

MEDIANAD.COM: Kompetisi kasta terbawah sepak bola nasional, Liga 4 2024-25 telah usai dan skuad lokal muda Tri Brata Rafflesia FC Bengkulu keluar sebagai juara, usai menang 3-2 atas Persika Karanganyar dalam pertandingan final yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (27/05/2025) sore.

Juga tim yang tak diunggulkan dan bukan nama besar dikancah sepakbola nasional asal Bengkulu berhasil menyabet juara Liga4 edisi pertama 2024/25 serta Tri Brata FC dengan skuad muda dan full pemain Bengkulu bisa juara

Semoga tim asal Aceh dapat melakukan persiapan lebih matang dan mengasah kemampuan muda secara maksimal dalam menghadapi Liga4 2025/26, ungkap ketua Asprov PSSI Aceh, Nazir Adam kepada wartawan beberapa waktu lalu di Banda Aceh.

“Kompetisi level ini yang memang tim diwajibkan menurunkan pemain kelahiran 2002 dan 5 senior, bahkan banyak yang menurunkan pemain kelahiran 2006 (masih berusia 18 tahun) seperti Tribata FC, membuktikan kekuatan tim di kompetisi juga harus diisi pemain muda yang me upuni untuk menopang kinerja tim secara keseluruhan”, jelas Nazir Adam.

PSSI PUSAT

Bahkan kedepan Liga4 tiap tim diwacanakan lebih dominan diperkuat pemain usia 18 sampai 23 untuk keberlanjutan dan naik level pemain dari kompetisi Suratin U-17 dan EPA lebih besar peluang merasakan aroma kompetisi di Liga4.

Ujar anggota Exco PSSI Pusat, Muhammad kepada awak media, disela-sela open serimoni penyerahan penghargaan kepada para juara Liga4 2024-2025 di Stadion Manahan Solo, selasa sore lalu.

Selain itu Muhammad menjelaskan, “terbuka peluang jenjang tim-tim Liga 4 akan dimulai dari kota atau kabupaten yang berlanjut ke regional lalu nasional”.

Pintanya, yang juga mengakui Liga4 edisi pertama 2024/25 berlangsung sukses, meski ada ples minusnya dan akan menjadi bahan evaluasi pada kompetisi Liga4 2025/26, tutupnya. (zm)

Play Off’ Degradasi Liga2, “PSMS, Persipura, Sriwijaya Fc serta Sejumlah Tim Besar Lain Terancam Turun Kasta ke Liga3

0

MEDIANAD.COM: “Pemangkasan tim secara besar-besarran yang dilakukan PSSI lewat jalur ‘play off’ degradasi, dan dinilai guliran Liga2 tahun 2024/25 tak adil oleh sejumlah pemilik Klub, tak terkecuali sejumlah tim yang memiliki nama besar dikancah sepak bola nasional selama ini terancam tergurus ke Liga3”.

Siapa yang tak kenal dengen Persipura, Papua induk, PSMS Medan, Sriwijaya FC Palembang yang pernah berjaya dilevel sepak bola nasional saat mentas di Liga Super dan Liga1, namun sayang kini harus menjadi tim pesakitan.

Seperti tim baru Promosi ke Liga2 semacam Persibo Bojonegoro, Persiku Kudus, Persikota, Dejan FC serta Club gurem lainnya yang sama-sama harus berjuang untuk bertahan di Liga2 lewat jalur ‘play off’ degradasi, usai gagal lolos kebabak 8 besar sebagai tangga titik aman tetap bertahan di Liga2 musim depan.

J”Bahkan dua tim “perserikatan” dan bernama besar yang memiliki puluhan ribu pendukung fanatik asal Pulau Sumatra, PSMS dan Sriwijaya FC sangat krusial dan harus berjuang pada babak play off yang berlangsung mulai, Minggu (19/01) 2025.

Bahkan kedua tim tersebut berada satu Grup di Grup H, “otomatis harus saling bunuh untuk selamat dari jurang pesakitan degradasi”, serta wajib menyikat dua seteru lainnya di Grup H, yakni Nusantara United dan Persikota Tangerang, “semoga dua bonden penting asal Sumatra, PSMS dan Sriwijaya FC juara dan runner up Grup H agar selamat dari jurang degradasi”. (zulmahdi)

Lantak Laju Beyond Cup, Enam Tim Diperkuat Pemain Asing dan Pelatih Minimal Memiliki Lisen D PSSI

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Turnamen sepakbola paling dinanti di Aceh, Lantak Laju Beyond Cup (LLBC) 2025, resmi akan digelar mulai Sabtu, 14 Juni hingga 4 Juli 2025, di Stadion H. Dimurthala (SHD) Banda Aceh, serta diperkuat tim-tim amatir perwakilan sejumlah kabupaten dan kota di Aceh, bahkan enam tim dilaporkan akan diperkuat pemain asing, serta 10 tim lainnya juga mendatangkan skuad berlabel bintang yang bermain di Liga1, 2 dan Liga3.

Tentu ajang ini menjadi magnet utama bagi pecinta sepak bola di Banda Aceh, Aceh Besar, dan sekitarnya sebelum bergulirnya kompetisi resmi Liga 1 dan Liga 2.

Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta maupun penonton. Panitia pelaksana menyebutkan, sudah ada enam tim yang memastikan akan menurunkan pemain asing mereka, yang langsung didatangkan dari negara asalnya seperti Nigeria, Chile, Brasil, hingga Argentina.

“Kami tidak menyangka turnamen ini akan mendapat sambutan seantusias ini dari para tim peserta. Enam tim sudah mengonfirmasi membawa pemain asing, bahkan langsung dari negaranya masing-masing. Ini tentu menjadi angin segar yang bisa kembali menggelorakan semangat sepak bola di Aceh,” ujar Ketua Panitia Turnamen, Ridha Mafdhul Gidong, lewat rilis humas Panpel yang diterima awak media di Banda Aceh, Kamis (12/06) malam.

Tak hanya itu, turnamen ini juga menjadi ajang unjuk kebolehan bagi para talenta lokal maupun nasional. Berdasarkan data yang dihimpun panitia, sedikitnya delapan tim juga telah mengonfirmasi keikutsertaan pemain berlabel Liga 1, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga hari pelaksanaan.

Sebanyak 16 tim terbaik dari berbagai penjuru Aceh siap memperebutkan total hadiah sebesar Rp150 juta. Rinciannya, juara pertama akan membawa pulang Rp75 juta, juara kedua Rp40 juta, sementara juara ketiga dan keempat masing-masing akan mendapatkan Rp12,5 juta.

Pertandingan perdana turnamen ini akan mempertemukan Arseco FC melawan L-Patra, yang dijadwalkan kick-off pukul 20.15 WIB pada Sabtu malam (14/6). Seluruh laga turnamen ini dirancang berlangsung pada malam hari, demi kenyamanan pemain dan antusiasme penonton yang lebih tinggi.

LLBC 2025 bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan, semangat olahraga, kebersamaan, dan profesionalisme yang semakin berkembang di Aceh.

Dengan partisipasi pemain lokal dan internasional, turnamen ini diharapkan menjadi tolak ukur baru bagi penyelenggaraan event sepak bola di Tanah Rencong.

Wajib Turunkan Pemain U-20, Hingga Pelatih Berlisensi D PSSI

Selain itu, Turnamen sepak bola Lantak Laju Beyond Cup (LLBC) 2025 yang akan digelar mulai akhir pekan juga tiap tim wajib menurunkan pemain U-20 1 atau lebih penuh 90 menit dan pelatih kepala minimal berlisensi D PSSI.

Hal tersebut ditegaskan dalam manager meeting yang berlangsung pada Selasa (10/6) di Hotel Kryad Muraya, Banda Aceh, dan telah disepakati oleh seluruh 16 tim peserta.

Dalam regulasi resmi yang dikeluarkan panitia pelaksana, setiap tim wajib menyertakan minimal tiga pemain U-20 (kelahiran maksimal 1 Januari 2005). Pemain U-20 harus bermain penuh selama 2×45 menit. Tidak ada toleransi: jika aturan ini dilanggar, tim langsung dinyatakan kalah Walk Out (WO) dengan skor 0-3.

“Jika pemain U-20 cedera dan tidak ada lagi pengganti U-20 yang tersedia, maka tim harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain,” tulis panitia dalam regulasi.

Selain itu, setiap tim juga wajib didampingi oleh pelatih yang memiliki lisensi minimal D PSSI. Kehadiran lisensi ini menjadi syarat mutlak agar kualitas dan standardisasi kepelatihan tetap terjaga sepanjang turnamen.

Turnamen ini juga memperlakukan sistem gugur dan hanya akan menggelar satu pertandingan setiap malam pukul 20.15 WIB, dengan kehadiran tim di lapangan minimal satu jam sebelum laga dimulai.

Keterlambatan lebih dari 15 menit akan dianggap kalah 1-0, dan keterlambatan hingga 45 menit dihukum WO.
Panitia juga menekankan profesionalisme dengan mengharuskan setiap klub menyertakan tim medis sendiri, serta menerapkan sistem sanksi dan denda yang tegas, termasuk denda kartu, larangan bermain setelah kartu merah, hingga ganti rugi bila klub tidak hadir.

Selain aspek kompetitif, turnamen ini juga menunjukkan kepedulian terhadap perlindungan pemain dengan mewajibkan pendaftaran ke BPJS Ketenagakerjaan selama turnamen berlangsung.

Dengan berbagai aturan yang ketat dan profesional, LLBC 2025 tak sekadar turnamen lokal, tetapi sebuah panggung pembinaan yang serius bagi talenta muda dan ajang uji kualitas bagi pelatih dan klub. (**)

Popular Posts

My Favorites

Jadwal pelantikan Wali Kota-Wakil Wali Kota Sabang diundur.

0
MEDIANAD.COM, SABANG-Pengambilan sumpah dan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang yang semula akan dilaksanakan pada Kamis 12 Juni 2025, dijadwalkan ulang menjadi...