Olahraga

Beranda Olahraga Halaman 3
Berita Olahraga

Meski Menang atas Sriwijaya, ‘Performa’ Skuad Persiraja Menurun, “Sang Penentu Kemenangan Omid, Rentan Waktu 48 Jam Tampil Dua Kali

0

Pemain asing Persiraja asal Afghanistan, Omid Popalzay tampil dua laga dalam rentan waktu 48 jam, dimana membela Timnas Negaranya pada Pra Piala Asia (PPA) versus Timnas Myanmar, Tanggal 26 Maret dan langsung terbang ke Aceh dari Myanmar untuk membela timnya Persiraja Banda Aceh, 28 Maret 2026 malam. (foto-persiraja official dan ig opopalzay)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Skuad Persiraja Banda Aceh berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Sriwijaya FC dalam pertandingan Liga2 Pegadaian Championship 2025/2026 yang berlangsung di Stadion H. Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, Minggu (28/3) malam.

Berkat gol ‘center back’ muda Ariel Kurung dan sepakan penalti pemain yang baru saja bergabung (hanya 3 jam sebelum bentrok dengan Sriwijaya) legiun asing dan kapten tim nasional negara Afghanistan, Omid Popalzay, sekaligus gol penentu kemenangan dalam laga sengit tersebut.

Sementara satu gol balasan tim tamu yang juga sudah dipastikan terdegradasi ke Liga3 musim depan, disumbangkan lewat hentakan pemain pengganti
Sehabudin Ahmad.

Meskipun menang dalam laga tersebut, kelihatan penampilan M Revan, cs jauh menurun dibandingkan laga pekan-pekan sebelumnya, “titik lemah yang jelas-jelas terlihat konstribusi pemain pelapis yang menggantikan talenta utama akibat cedra jauh dari harapan”.

Serta kesalahan mendasar kerap terjadi, kerjasama antar lini dan faktor kebugaran usai rehat pasca lebaran juga masih sangat sakrar dan secepatnya harus dibenahi oleh Coach Jaya Hartono,

sebelum menjamu tim papan atas Sumsel United, pada sabtu (04/04) malam di SHD.

Tiba Jelang Kick-Off dari Myanmar, Omid Popalzay Jadi Penentu Kemenangan Persiraja

Waktu bukan penghalang bagi Omid Popalzay untuk tetap tampil maksimal. Dalam rentang kurang dari 48 jam, gelandang Persiraja Banda Aceh itu menjalani dua pertandingan di dua level berbeda, dan sama-sama meninggalkan jejak penting.

Siaran Pers MO tim, yang diterima awak media liputan Persiraja di Banda Aceh, Minggu kemarin sore. Dimana, Kamis 26 Maret Omid masih berseragam Timnas Afghanistan sekaligus kapten tim dalam laga Kualifikasi Piala Asia melawan Myanmar. Ia tampil penuh selama 90 menit dan bahkan mencetak satu gol. Namun, namun sayang, hasil akhir tak berpihak setelah Afghanistan harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 2-1.

Tak punya banyak waktu untuk beristirahat, Omid langsung bertolak kembali ke Indonesia. Perjalanan panjang itu membawanya tiba di Banda Aceh pada Sabtu (28/3) pukul 17.40 WIB, hanya sekitar tiga jam sebelum pertandingan Persiraja melawan Sriwijaya FC dimulai pukul 20.30 WIB.

“Aku seharusnya tiba di Banda Aceh jam 8 pagi (hari pertandingan), tapi karena penerbangan pertama (dari Myanmar) delay aku jadi ketinggalan flight lanjutan,” kata Omid usai lagam Sabtu malam.

Sembari menambahkan, “semua penerbangan lainnya penuh, jadi total perjalananku sampai 20 jam. Transit 8 jam di Bangkok dan 6 jam di Kuala Lumpur. Akhirnya tiba di Banda Aceh jam 17.40 WIB,”.

Situasi tersebut membuatnya tidak langsung masuk dalam susunan pemain utama. Namun keadaan berubah cepat. Pada menit ke-25, Omid diturunkan menggantikan Juan Mera yang mengalami cedera.

Otomatis dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, namun lewat profesional dan berjuang sepenuh hati untuk tim juga pantang menyerah, Omid mampu memberikan kontribusi nyata, apalagi dalam situasi Persiraja kesulitan menembus pertahanan rapat Sriwijaya FC, kehadirannya membawa energi baru dalam permainan.

Puncaknya terjadi di momen krusial jelang akhir laga. Omid yang dipercaya sebagai eksekutor penalti sempat gagal pada percobaan pertama setelah ditepis kiper lawan. Namun dengan sigap, ia memanfaatkan bola rebound dan mengkonversi menjadi gol, “bahkan dalam kondisi seakan-akan publik SHD sudah pasrah dengan hasil apapun yang terjadi”, usai melihat kubu lawan bertarung “mati-matian” dalam usaha mencuri poin didepan publik setia Persiraja.

Namun fakta berkata lain, “meskipun menjelang laga itu dalam temu media, head coach Sriwijaya FC, *Iwan Setiawan* menuturkan sudah mengantongi kekuatan tim yang berjulukan Laskar Rencong/Persiraja dan “SHD tak begitu angker lagi”.

Namun sesudah laga semuanya jadi kenyataan dan anak-anak sudah berjuang serta sepenuhnya menjalankan strategi yang di- harapkan, namun ada satu dan dua kesalahan kecil terjadi tim kita gagal mencuri poin di SHD, cetus pelatih asal Sabang Aceh tersebut dalam konferensi usai laga.

Sekaligus dalam tiga pertemuan musim ini, “Sriwijaya FC jadi ladang kemenagan bagi persiraja seperti ditoreh atas Persikad Depok full tiga kali”

Dimana, masing-masing away di Palembang pada putaran pertama, Fitra Ridwan dan kolega menang 2-3, home di SHD putaran dua juga unggul lewat angka mencolok 5-0. (zulmahdi/**)

Sriwijaya FC Tak Punya Jersey Away’, Laga Sabtu Malam di SHD Persiraja Terpaksa Pakai Kostum Biru

0

SEKUM Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani. (foto dok pribadi)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh dipastikan tidak akan mengenakan jersey kebanggaan mereka berwarna oren saat menjamu Sriwijaya FC pada pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (28/3/2026) malam.
Situasi ini terjadi bukan tanpa alasan. Dalam Match Coordination Meeting (MCM) yang digelar Jumat (27/3/2026) pagi di Muraya Hotel Aceh, terungkap bahwa Sriwijaya FC hanya membawa satu set jersey berwarna kuning.

Keputusan pun diambil oleh match commissioner dan perangkat pertandingan. Warna oren milik Persiraja dinilai terlalu mirip dengan kuning yang digunakan tim tamu, sehingga berpotensi menyulitkan wasit dalam memimpin pertandingan—terutama karena laga digelar malam hari di bawah pencahayaan lampu stadion.

Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah menunggu solusi dari Sriwijaya FC.

“Match commissioner sudah memberikan waktu hingga malam ini untuk kepastian jersey alternatif Sriwijaya FC selain kuning, tapi tidak ada solusi. Akhirnya kita sebagai tuan rumah yang harus mengalah dengan menggunakan jersey away (biru) di kandang,” ujarnya.

Kondisi ini tentu menjadi situasi yang tidak ideal bagi Persiraja yang berstatus sebagai tuan rumah. Namun demi kelancaran pertandingan, keputusan tersebut tetap harus dijalankan.

Lebih lanjut, Rahmat juga menyinggung soal regulasi kompetisi yang mewajibkan setiap tim membawa lebih dari satu set jersey untuk mengantisipasi benturan warna.

“Dalam regulasi sudah jelas bahwa tim tamu harus membawa lebih dari satu jersey. Pasti ada sanksi atau denda karena hanya membawa satu,” tambahnya.

Meski demikian, pergantian warna jersey ini tidak diharapkan memengaruhi performa Persiraja di lapangan. Laskar Rencong tetap membidik kemenangan di hadapan publik sendiri, meski harus tampil dengan warna berbeda di Lampineung.

Persiraja Banda Aceh kembali menjalani laga kandang pada pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/26. Tim berjuluk Laskar Rencong itu akan menjamu Sriwijaya FC di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (28/3/2026) pukul 20.30 WIB.

Laga ini menjadi momentum penting bagi Persiraja untuk menjaga posisi di papan atas klasemen, sekaligus membalas keraguan terhadap performa mereka di kandang sendiri. Di sisi lain, Sriwijaya FC datang dengan motivasi tinggi meski sudah dipastikan terdegradasi, dan bertekad memberi perlawanan sengit di Lampineung. (**)

Persiraja vs Sriwijaya, Pelatih Jaya Hartono Waspadai Motivasi Pemain Lawan dan Coach Iwan Setiawan: SHD tak Angker Lagi

0

Pelatih dan pemain Persiraja serta Sriwijaya FC dalam Konferensi Pers menjelang laga kedua tim tersebut, Sabtu (28/03) malam di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh. (foto:medianad.com_zulmahdi)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh dan Sriwijaya FC Palembang dipastikan bentrok di Stadion H Dimurthala (SHD) Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (28/03) malam dalam pertandingan pekan ke-22 Liga2 Pengadaian Championship 2025/2026.

Dimana dalam Konferensi Pers menjelang laga tersebut, Jumat (26/03) pagi di Kyriat Muraya, Hotel Banda Aceh, kedua Head Coach (pelatih kepala) Jaya Hartono kubu tuan rumah Persiraja dan Iwan Setiawan tim tamu Sriwijaya FC sama-sama optimis raih angka maksimal.

Khususnya arsitek Jaya Hartono, sambil mewanti-mewanti motivasi dan semangat juang pemain muda kubu lawan, namu kita ‘wajib’ memenangkan pertarungan penting, Sabtu malam di home sendiri.

Optimis mantan pelatih Persib Kang Jaya, yang juga didampingi kapten tim Fitra Ridwan Salam dalam temu media dimaksud.

Sembari menegaskan, meskipun persiapan menjelang laga dengan Sriwijaya sedikit kurang optimal dan tak bisa menurunkan 4 andalannya akibat Cedra (Conor), Muja, Yasvani dan Muamar.

Namun pemain pengganti 4 talenta yang berhalangan tampil sudah siap memeran tugas masing-masing dan bertekat memenangkan laga didepan publik sendiri, ‘yang dipastikan mendukung langsung dan mendoakan perjuangan M Revan dan kolega di SHD.

Sementara itu, “dalam temu Pers sesi kedua”. Pelatih Sriwijaya FC Iwan Setiawan sesumber mencuri poin dihome Persiraja, satu bahkan tiga poin mengapa tidak.
“Mengingat SHD (Stadion Lampineung) tak seangker lagi seperti beberapa tahun belakangan untuk tim Persiraja, bahkan di Liga2 2025/26 beberapa seterunya bisa mendulang poin di SHD baik satu bahkan tim tamu berhasil meraih kemenangan”.

Dengan demikian, keangkeran Stadion Lampineung yang sudah mulai meredup berpeluang besar anak-anak membuat kejutan dalam laga dimaksud nanti.

Apalagi, Joko S dan kawan-kawan dipastikan turun tanpa beban di laga tersebut, dimana dengan kekuatan talenta muda serta motivasi tinggi adalah modal berharga bagi pemain kami berbuat yang terbaik di Aceh.

Tentu ada yang terpenting lagi, yakni, ‘demi kebanggaan individu pemain, untuk tim dan keluarganya dalam menuntaskan 6 laga sisa di Liga2 2025/26, tukas Head Coach asal Sabang, Aceh itu, yang juga didampingi anak asuhnya, Iwan Bagus dikesempatan tersebut. (zm)

Babinsa Krueng Raya Komsos dengan Kader Posyandu dan Ahli Gizi, Dukung Kesehatan Ibu dan Anak

MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa 04 Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Sertu Hendra, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama ibu-ibu kader Posyandu dan ahli gizi dari Puskesmas di Jurong Batu Singa Berfakta, Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Senin (16/03/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan silaturahmi antara Babinsa dengan masyarakat, khususnya para kader kesehatan yang selama ini berperan aktif dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di lingkungan gampong.

Dalam kegiatan Komsos tersebut, Babinsa bersama kader Posyandu dan ahli gizi melakukan pendataan terhadap balita, ibu hamil, serta ibu menyusui yang ada di wilayah Gampong Krueng Raya.

Pendataan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat serta memudahkan pemantauan terhadap tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu.

Sertu Hendra mengatakan bahwa kegiatan komunikasi sosial ini merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah yang dilakukan Babinsa guna menjalin kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendukung berbagai program kesehatan di desa binaan.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara Babinsa dengan kader Posyandu serta tenaga kesehatan, sehingga dapat bersama-sama mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di wilayah,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kerja sama antara aparat kewilayahan, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan dapat terus terjalin dengan baik demi terciptanya masyarakat yang sehat dan sejahtera di Gampong Krueng Raya.(man)

Budiman Yunus Tangani Persiraja U-19, 1 April Kick Off EPA U-19 Liga2

0

Foto: Instagram Persib

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh resmi menunjuk Budiman Yunus sebagai pelatih kepala tim akademi Persiraja Banda Aceh U-19 untuk menghadapi kompetisi Elite Pro Academy U-19 Championship musim 2026.

Penunjukan Budiman diharapkan mampu membawa pengalaman dan prestasi yang dimilikinya untuk mengembangkan potensi pemain muda Laskar Rencong. Pelatih kelahiran Lembang, Bandung, 5 Agustus 1972 itu dikenal memiliki rekam jejak yang cukup mentereng dalam pembinaan sepak bola usia muda.

Karier kepelatihan Budiman Yunus dimulai saat menangani klub Bandung FC pada 2011. Kemampuannya dalam meracik strategi dan membina pemain muda membuatnya dipercaya menukangi tim akademi Persib Bandung U-21 pada 2015.

Dua tahun berselang, Budiman kembali mendapat kepercayaan untuk menangani Persib Bandung U-19 pada periode 2017 hingga 2018. Di bawah kepemimpinannya, Persib U-19 berhasil meraih prestasi gemilang dengan menjuarai Elite Pro Academy Liga 1 U-19 2018.

Kesuksesan tersebut menjadi salah satu capaian terbaik dalam karier kepelatihan Budiman dan semakin mengukuhkan reputasinya sebagai pelatih spesialis pembinaan pemain muda.

Berkat catatan positif itu pula, Budiman kemudian dipercaya menjadi asisten pelatih tim senior Persib Bandung pada 2020.

Saat ini, Budiman juga tengah mempersiapkan skuad Timnas Pelajar Indonesia U-17 untuk tampil pada ajang Mikasa U-17 International Youth Cup 2026 yang akan berlangsung di Bangkok pada 23–28 Maret 2026.

Dengan pengalaman melatih di berbagai level dan keberhasilan mengantarkan tim muda meraih gelar juara, manajemen Persiraja berharap Budiman Yunus mampu membawa Persiraja U-19 tampil kompetitif serta melahirkan talenta muda potensial bagi masa depan sepak bola Aceh.

CEO EPA Persiraja U-19, Subagja, menjelaskan bahwa komposisi pemain yang disiapkan untuk kompetisi musim ini merupakan hasil seleksi ketat yang dilakukan tim pelatih.

“Pemain yang didaftarkan terdiri dari sekitar 50 persen pemain asal Aceh dan selebihnya merupakan pemain hasil seleksi oleh tim pelatih yang terdiri dari head coach Budiman Yunus, asisten pelatih Yudi Sulriatna, dan pelatih kiper Haryono,” ujarnya.

Sementara itu, Persiraja Elite Pro Academy (EPA) U-19 Liga Championship bergabung dalam Grup A, bersama PSPS Pekanbaru, Sumsel United, PSS Sleman dan Persiba Balikpapan.

Serta kick off berlangsung mulai 1 April hingga 6 Mei 2026 secara terfokus di Akademi Sepakbola Garudayaksa. (*/non)

Persiapan FIFA Matchday dan PPA, Pemain Persiraja, Omid Dipanggil Timnas Afghanistan

0

“Gelandang kreatif Persiraja”, Omid Popalzay (kiri), dipanggil memperkuat Timnas Afghanistan national football team pada agenda FIFA Matchday sekaligus rangkaian Kualifikasi Piala Asia AFC yang digelar akhir bulan ini. (foto dok/mo persiraja)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Kabar membanggakan datang dari skuad Persiraja Banda Aceh. Gelandang kreatif mereka, Omid Popalzay, resmi dipanggil memperkuat Afghanistan national football team pada agenda FIFA Matchday sekaligus rangkaian Kualifikasi Piala Asia /Pra Piala Asia (PPA) AFC yang digelar akhir Maret 2026, yang juga surat resmi pemanggilan pemain tersebut telah diterima manajemen Persiraja pada Rabu (11/3).

Siaran Pers MO tim, yang diterima awak media liputan Persiraja di Banda Aceh, Rabu malam. Sekum Rahmat Djailani menyebutkan, Omid dijadwalkan memperkuat timnas Afghanistan dalam dua pertandingan internasional melawan Myanmar national football team dan Syria national football team.

“Kita sudah menerima surat pemanggilan Omid untuk pertandingan FIFA Matchday. Sebagai tim tentu saja kita bangga memiliki pemain yang berlabel tim nasional aktif,” kata Rahmat Djailani.

Menurut Rahmat, pemanggilan ini menjadi bukti kualitas pemain Persiraja mampu bersaing di level internasional. Ia berharap pengalaman bermain bersama timnas dapat memberikan dampak positif bagi performa Omid ketika kembali memperkuat Laskar Rencong di kompetisi.

Omid Popalzay sendiri merupakan salah satu pemain penting di lini tengah Persiraja musim ini yang didatangkan pada paruh musim kedua. Kemampuannya mengatur tempo permainan serta visi menyerang yang tajam membuatnya menjadi andalan tim dalam sejumlah pertandingan Pegadaian Championship 2025/26.

Manajemen Persiraja pun memastikan akan memberikan dukungan penuh kepada sang pemain untuk menjalankan tugas negara bersama timnas Afghanistan. Klub berharap Omid dapat tampil maksimal serta membawa pulang pengalaman berharga yang nantinya bisa membantu Persiraja dalam menjalani sisa kompetisi musim ini. (**)

Jadi Sponsorship Terdepan, BSN Nilai Persiraja Sudah Dikelola secara Profesional, Akhyar juga Hadir di Bukber Persiraja

0

Buka puasa bersama, BSN dan Persiraja Banda Aceh. Serta penandatanganan naskah kerjasama (sponsorship) antara Managemen Bank Syariah Nasional (bsn) dengan Manajemen Persiraja, Minggu (8/3) 2026 di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh. (foto/mo persiraja)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Direktur Risk Management Bank Syariah Nasional (BSN) Beki Kanuwa menilai, Club Persiraja Banda Aceh sudah dikelola secara profesional, lewat manajemen yang solit dan terlihat komit melakukan pembinaan pemain secara berjenjang serta Persiraja, satu-satunya tim profesional di Aceh, yang juga didukung oleh seluruh pecinta sepak bola Aceh.

‘Dengan label Persiraja dan rantingnya yang tergolong tinggi, meskipun berkompetisi di Liga kasta kedua sepak bola Indonesia, tentu ikatan kerja sama antara BSN dengan tim yang berjulukan Laskar Rencong tersebut, dipastikan saling menguntungkan kedua belah pihak, baik segi bisnis, UMKM serta bidang lainnya.

Jelas Beki Kanuwa, kepada awak media, usai buka puasa bersama BSN dan Persiraja, Minggu (8/3) 2026 di permukaan lapangan Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh.

Serta disore minggu tersebut, dilakukan penandatanganan domain kerja sama antara Management BSN dengan Manajemen Persiraja, sekaligus BSN dalam kesempatan itu langsung mengkucurkan anggaran Rp 5 Milyar.

Yang juga label sponsorship tersebut, lanjutan dari Bank Konvensional Bank Tabungan Negara (BTN) sebelumnya, yang berubah kesistem oprasional BSN. “Sekaligus BSN menyantuni anak yatim dan ceramah singkat oleh ustazd muda diluar serangkaian kegiatan serimoni lainnya diacara bukber dimaksud”.

Sementara itu, Direktur Keuangan Persiraja, Razami Dek Cut, mengucapkan terima kasih kepada management BSN secara keseluruhan, yang telah mendukung perjalanan tim Persiraja dalam bentuk sponsor ship terdepan dan dukungannya juga dalam bentuk finansial.

Tentu dukungan BSN secara penuh, akan menambah motivasi pemain saat berjuang di lapangan serta semakin menguatkan manajemen tim dan keoptimistis Persiraja mampu berbuat yang terbaik di Pengadaian Championship 2025/26, ujar Dek Cut.

Disisi lain dan disela-sela buka puasa bersama tersebut juga terlihat, pelatih Persiraja sebelumnya, Akhyar Ilyas duduk berdampingan semeja dengan pelatih saat ini, Jaya Hartono, bersama pelatih kiper M Yasir, asisten pelatih, Wahyu AW, Feri Ferdinan dan Wapres Bos Yudi.

Bahkan melihat Coach Akhyar datang, seluruh pemain Persiraja bangun menyalami mantan pelatihnya itu, seperti ciri khasnya coach Akhyar, berjegot dan memakai peci haji. (zm)

“Membanggakan”, Talenta EPA U-19 Persiraja Perkuat Timnas Pelajar 2026

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Kabar membanggakan datang dari Aceh. Suhada, remaja asal Bireuen yang kini terdaftar sebagai pemain Elite Pro Academy (EPA), terpilih memperkuat Timnas Pelajar Indonesia U-17 yang akan berlaga pada ajang Mikasa Cup U17 dan Volt11 Eleven International 2026 di Bangkok, Thailand, 23–29 Maret mendatang.

Suhada terpantau berkat penampilan impresifnya saat mengikuti seleksi Elite Pro Academy (EPA) Persiraja U-19 di Stadion H. Dimurthala Lampineung. Kemampuannya dalam mengontrol bola serta karakter agresif sebagai striker mencuri perhatian tim pelatih.

Pelatih Kepala Timnas Pelajar Indonesia U-17, Budiman Yunus—mantan pemain Persija Jakarta dan Persib Bandung—mengaku melihat potensi besar dalam diri pemain kelahiran 2009 tersebut. Ia pun memutuskan membawa Suhada untuk memperkuat skuad Garuda Muda di turnamen sepak bola pelajar Asia tersebut.

Sebelum bertolak ke Thailand, Suhada bersama puluhan pemain lainnya akan mengikuti pemusatan latihan (training camp) di Cirebon, Jawa Barat, pada 9–15 Maret.

Siaran Pers manajemen Persiraja yang diterima awak media liputan tim yang berjulukan Laskar Rencong dimaksud, Sabtu siang.

Presiden Club, H Nazaruddin Dek Gam mengharapkan, Suhada dapat mengikuti jejak para seniornya asal Aceh seperti Ismed Sofyan, Zulfiandi, hingga pemain jebolan Persiraja lainnya yang telah menembus level lebih tinggi.
Dek Gam menyambut positif pemanggilan Suhada.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa seleksi EPA Persiraja U-19 berjalan efektif dalam menjaring talenta muda potensial. “Semoga Suhada dapat menorehkan prestasi gemilang di Thailand dan membanggakan masyarakat Aceh serta Indonesia,” ujarnya.

Sebagai penyerang, Suhada diharapkan mampu menjadi goal getter dan menambah daya gedor Timnas Pelajar Indonesia U-17. Di ajang tersebut, Indonesia akan menghadapi tim tuan rumah Chonburi FC—juara Nusantara Open 2025—serta tim undangan asal Jepang, Nagoya FC. (*)

“Arti Tiga Poin Penting Persiraja atas Persikad Sebelum Jeda Kompetisi”

0

Al-Muzani Mujen, Connor Flynn, Juan Mera dan kawan-kawan semakin optimis menjalani 6 laga sisa Kompetisi Liga2 Pengadaian Championship 2025/26 usai Hari Raya Idul Fitri, 1447 Hijriah/2026 Masehi. (foto/ist)

MEDIANAD.COM:Persiraja Banda Aceh berhasil memenuhi ambisinya menang di kandang Persikad Depok dalam laga pekan ke-21 putaran ketiga Pengadaian Championship 2025/26, yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/02) malam (usai shalat tarawih waktu pulau jawa).

Sekaligus memperpanjang tren kemenangan yang diraih Fitra Ridwan,cs pada putaran satu dan dua dengan skor identik 1-0 atas tim yang sekarang ditangani mantan pelatih Persiraja rahun 2024 Achmad Zulkifli.

Bahkan pada putaran ketiga, anak asuhan Jaya Hartono melumat tuan rumah 3-2 dalam laga dan saling membalas gol tersebut.
Aktornya dua pemain berpaspor luar Negeri tim yang berjulukan lantak laju Persiraja yang ditakuti Coach Persikad, Ahcmad Azul.

Yakni Connor Flynn dan Juan Mera yang menjadi mimpi buruk bagi skuad Persikad, dimana Flynn berhasil menciptakan dua dan Mera satu gol dalam laga sengit tersebut, serta satu drama kartu merah untuk Frank Sokoy Persiraja.

Hasil manis tersebut juga raihan poin penuh dalam tiga laga putaran3 dibawah pelatih anyar Jaya Hartono, membuka asa lanjutan bersaing dipapan atas grup barat, serta kemenangan penting menjelang jeda kompetisi, sisa hari bulan puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. (zm)

Persiraja Incar Kemenangan atas Tuan Rumah Persikad

0

Pemain Persiraja Banda Aceh optimis dapat meraih poin atas tuan rumah Persikad Depok. (foto/mo persiraja)

MEDIANAD.COM: Persiraja Banda Aceh incar kemenangan ketiga atas Persikad Depok dalam laga pekan ke-21 Pengadaian Championship 2025/26, yang akan berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/02) malam (usai shalat tarawih waktu pulau jawa).

Sekaligus menjaga tren kemenangan yang diraih Fitra Ridwan,cs pada putaran satu dan dua dengan skor identik 1-0 atas tim yang sekarang ditangani mantan pelatih Persiraja rahun 2024 Achmad Marzuki.

Persikad yang saat ini satu tingkat dibawah Persiraja, lewat koleksi 26 poin pada klasmen Grup Barat bisa saja mengkudeta posisi anak asuhan Jaya Hartono, jika berhasil meraih poin penuh dalam pertandingan penting, Sabtu minggu malam nanti.

Namun tak mudah, mengingat tim tamu asal Aceh Persiraja. “Jauh-jauh hari sudah memasang tekat raihan poin sempurna dalam laga tersebut”.

Sekaligus menghapus kekecewaan, Ariel Kurung dan kolega atas hasil minor saat dijamu Bekasi City pada pekan ke-20 dan kehilangan dua poin home dari PSPS pada laga perdana putaran ketiga dua pekan lalu, serta mengakhiri laga dengan hasil positif sebelum jeda Liga Championship, selama sisa bulan puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026.

Tukas pelatih Persiraja, Jaya Hartono kepada awak media, Jumat kemarin di Jabar, sekaligus mengingatkan anak asuhannya tetap mewaspadai pergerakan seluruh pemain Persikad sepanjang pertandingan. (zm)

Popular Posts

My Favorites

Wujud Nyata Kepedulian TNI, Babinsa Bantu Petani Bersihkan Lahan Perkebunan di...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam upaya mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, Babinsa Gampong Iboih Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Serma Mawardi, melaksanakan pendampingan kepada...