Olahraga

Beranda Olahraga Halaman 2
Berita Olahraga

Opanindo Banda Aceh Lolos ke Putaran Nasional, Usai Raih Juara LFN di Meulaboh

0

Ketua KONI Aceh Barat, Teuku Adian Makmur Rizqullah menyerahkan piala kepada kapten tim Opanindo yang menjadi juara LFN 2026 Tingkat Aceh di GOS Meulaboh, Aceh Barat, Minggu (18/10/2026) malam. (foto/dok afa)

MEDIANAD.COM,MEULABOH: Opanindo Banda Aceh sukses merebut gelar juara Liga Futsal Nusantara (LFN) 2026 tingkat Provinsi Aceh.

Titel skuad Kutaraja itu direngkuh setelah mengalahkan tuan rumah Bosque Aceh Barat pada laga penentuan di Gelanggang Olahraga dan Seni (GOS) Meulaboh, Aceh Barat, Minggu (18/10/2026) malam.

Kemenangan tersebut memastikan Opanindo menjadi wakil Aceh untuk berlaga pada LFN tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober hingga November 2026.

Laga penentuan ini menjadi puncak persaingan dalam turnamen yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 Oktober 2026.

Pertemuan Opanindo dengan Bosque menyita perhatian karena kedua tim sama-sama berambisi menutup kompetisi dengan gelar juara.

Bosque yang tampil di hadapan pendukung sendiri berupaya memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah.

Sementara itu, Opanindo datang dengan tekad membawa pulang trofi dan mengamankan tiket ke putaran nasional.

Suasana pertandingan di GOS Meulaboh pun menjadi bagian dari penentuan tim terbaik pada kompetisi futsal tingkat provinsi tersebut.

Kedua tim berjuang memanfaatkan peluang dan menjaga permainan agar dapat mengungguli lawan.

Setelah melewati persaingan di lapangan, Opanindo akhirnya berhasil mengatasi perlawanan Bosque dengan skor akhir 5-1, dan memastikan diri sebagai kampiun.

Usai pertandingan, LFN 2026 tingkat Provinsi Aceh secara resmi ditutup oleh Ketua KONI Kabupaten Aceh Barat periode 2026–2030, Teuku Adian Makmur Rizqullah.

Teuku Adian sekaligus menyerahkan trofi kepada tim Opanindo Banda Aceh sebagai juara.

“Siaran Pers Asosiasi Futsal Aceh (AFA) yang diterima Redaksi Online ini, Senin (19/10) pagi”. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asosiasi Futsal Aceh (AFA), Dr Irwandi, SP, MP, melalui Sekretaris Umum (Sekum) AFA, Saifullah, ST, menyampaikan ucapan selamat kepada Opanindo atas keberhasilan menjuarai LFN 2026 tingkat Aceh.

Ia meminta tim asal Banda Aceh tersebut segera melakukan persiapan secara lebih matang sebelum menghadapi persaingan di tingkat nasional.

“Segera persiapkan tim secara lebih matang karena persaingan di putaran nasional sangat ketat,” ucap Saifullah.

Menurutnya, kesempatan mewakili Aceh pada putaran nasional harus dimanfaatkan dengan baik. Opanindo diharapkan mempersiapkan diri agar dapat tampil maksimal saat menghadapi tim-tim dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain memberikan apresiasi kepada sang juara, Sekum AFA juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Aceh Barat yang telah dengan sukses menyelenggarakan LFN 2026 tingkat Provinsi Aceh.

Sedangkan Ketua AFK Aceh Barat, Rezki Rianda mengungkapkan, rasa syukur karena seluruh rangkaian pelaksanaan LFN 2026 Tingkat Aceh di GOS Meulaboh berlangsung lancar dan sukses.

“Alhamdulillah, LFN 2026 tingkat Aceh berjalan sukses. Terima kasih kepada semua peserta yang telah bertanding secara sportif dan fair play,” tuturnya.

Rezki juga mengapresiasi seluruh tim yang berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

Menurutnya, sportivitas dan semangat fair play menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pertandingan yang baik.

LFN Regional Aceh 2026 diikuti empat tim, yakni Bosque dan Atadroe FC dari Aceh Barat, Rameune dari Nagan Raya, serta Opanindo dari Banda Aceh.

Keempat tim bersaing selama tiga hari untuk memperebutkan gelar juara dan kesempatan mewakili Aceh di putaran nasional.

Dengan berakhirnya turnamen tersebut, Opanindo kini memiliki tugas berikutnya untuk mempersiapkan tim menghadapi LFN tingkat nasional.

Persiapan yang matang diharapkan dapat membantu wakil Aceh itu bersaing dalam kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober hingga November 2026. (non/**)

Mahasiswa Penjas UBBG Raih Gelar Juara Liga Futsal Nusantara Regional Aceh Bersama Opanindo Solong Aceh

0

Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Muhammad Farid Wilkam (kiri) dan Surya Hidayat (kanan).

ACEH BARAT, MEDINAD.COM : Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Surya Hidayat dan Muhammad Farid Wilkam, sukses merengkuh gelar juara Liga Futsal Nusantara Regional Aceh bersama klub Opanindo Solong Aceh.

Keberhasilan tersebut diraih setelah Opanindo Solong Aceh tampil impresif dalam pertandingan final yang berlangsung di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aceh Barat. Dalam laga penentuan gelar juara tersebut, Opanindo Solong Aceh berhasil menaklukkan Bosque Academy dengan skor telak 5–1.

Kemenangan meyakinkan ini menjadi bukti kualitas, kerja keras, dan semangat juang tim dalam menghadapi persaingan kompetisi Liga Futsal Profesional 2 (LFP 2). Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar UBBG, khususnya Program Studi Pendidikan Jasmani, yang terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi di bidang olahraga.

Prestasi Surya Hidayat dan Muhammad Farid Wilkam juga menunjukkan bahwa mahasiswa Penjas UBBG mampu menyeimbangkan pengembangan kompetensi akademik dengan pencapaian di dunia olahraga. Keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi tingkat regional menjadi pengalaman berharga untuk mengasah keterampilan, kedisiplinan, kerja sama tim, serta mental bertanding.

Rektor Universitas Bina Bangsa Getsempena, Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua mahasiswa tersebut bersama Opanindo Solong Aceh.

“Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih Surya Hidayat dan Muhammad Farid Wilkam bersama Opanindo Solong Aceh. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi UBBG sekaligus bukti bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk berkembang dan berprestasi melalui bidang yang mereka tekuni. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berusaha, menjaga disiplin, dan mengharumkan nama universitas melalui prestasi akademik maupun nonakademik.”

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani UBBG, Irwandi, S.Pd., M.Pd., AIFO, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan kedua mahasiswa tersebut. Menurutnya, prestasi di bidang olahraga merupakan salah satu bentuk implementasi kemampuan, kedisiplinan, dan pembinaan karakter yang menjadi bagian penting dalam pendidikan jasmani.

“Prestasi Surya Hidayat dan Muhammad Farid Wilkam merupakan capaian yang membanggakan bagi Program Studi Pendidikan Jasmani UBBG. Keberhasilan meraih gelar juara Liga Futsal Nusantara Regional Aceh bersama Opanindo Solong Aceh menunjukkan pentingnya kerja keras, konsistensi latihan, sportivitas, dan kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim. Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa Penjas lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani bersaing dalam berbagai kompetisi olahraga.”

Keberhasilan Opanindo Solong Aceh meraih gelar juara setelah mengalahkan Bosque Academy dengan skor 5–1 menjadi momentum positif bagi perkembangan futsal di Aceh. Di sisi lain, capaian yang diraih Surya Hidayat dan Muhammad Farid Wilkam semakin memperkuat semangat UBBG dalam mendukung mahasiswa untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kompetensi, dan berkontribusi bagi kemajuan olahraga.

Prestasi ini diharapkan menjadi awal dari pencapaian-pencapaian berikutnya, sekaligus memotivasi mahasiswa Universitas Bina Bangsa Getsempena untuk terus berkarya dan membawa nama baik kampus di tingkat regional maupun nasional. Kal

Jamu Adhyaksa FC, Persiraja harus Kembalikan Marwah SHD

0

Pelatih dan Pemain Persiraja M Ridwan-Daniel Henrique, usai menyampaikan keterangan Pers di Kryad Muraya Hotel, Jumat (16/10/2026) petang juga menjelang laga dengan Adhyaksa FC Bekasi City, Sabtu malam besok. (foto:medianad.com_zuelmahdi)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Modal kemenangan atas tuan rumah PSIS Semarang pada pekan ke-5 Liga Pengadaian Champioship 2026/27 semakin memompa semangat skuad Persiraja Banda Aceh dalam menghadapi laga-laga berikutnya.

Terdekat, Sabtu (17/10) malam, Muharir dan kolega akan menjamu tim dari pulau Jawa Adhyaksa FC Bekasi Caty di Stadion H Dimurthala (SHD) Lampineung Banda Aceh, yang juga laga penting yang harus dimenangkan oleh anak asuhan Coach Muhammad Ridwan.

“Tak ada tawar-menawar terhadab laga dengan Bekasi City, wajib tuai angka sempurna. Selain tambahan poin demi poin juga kesempatan mengembalikan marwah SHD yang telah tuai dua kekalahan awal Liga musim ini”.

Dalam temu media, Jumat (16/10) petang, Pelatih M Ridwan mengakui. Menjamu FC Bekasi City sudah mempersiapkan skuadnya secara maksimal dan sudah siap tempur, sekaligus menggait angka sempurna.

Optimis M Ridwan yang juga dalam kesempatan itu didampingi pemainnya Daniel Henrique.

Sementara itu, pelatih FC Bekasi City Widyantoro menjelaskan, seluruh pemain yang terbang ke Banda Aceh siap tempur dan berjuang mencuri poin di home Persiraja, Sabtu minggu malam nanti.

Sama seperti Persiraja yang baru raih kemenangan perdana pada pekan ke-5, “Namun kami menang di laga home atas PSGC 4-0, yang juga modal penting bagi semangat anak asuhannya untuk meraih hasil positif didepan publik Persiraja Banda Aceh, pintanya. (non)

PSIS vs PERSIRAJA 1-3, Diluar Prediksi, “Pasukan Laskar Rencong Garang di Semarang”

0

Penyerang muda Persiraja Banda Aceh, M Risky Safri (19 th) meluapkan kegembiraannya usai menciptakan gol dimenit ke-8 dalam pertandingan dengan PSIS di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (09/10) malam. (foto/mo-persiraja)

MEDIANAD.COM, SEMARANG: “Sebelum laga pekan ke-5, pasukan dibawah Presiden tim dan Wapres Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam-

Arinanda98 diprediksikan dan paling tinggi hanya bisa mencuri satu poin di “home” PSIS Stadion Jatidiri Semarang dalam laga Jumat malam kemarin”.

Namun diluar prediksi, Muharir dan kolega memperlihatkan karakter permainan tim yang berjulukan Laskar Rencong tersebut secara shahih juga tanpa celah.

Setelah laga 2×45+8 dijawab secara spontan oleh, Ridha Umami,cs dengan jantan dihadapan seribuan pasang mata pendukung setia PSIS tadi malam. ‘Tanpa ampun, pasukan satu-satunnya yang mentas di Liga pro asal Aceh tersebut berhasil membungkam kekuatan Miftahul Hamdi, A Noviandani dan rekan langsung 3-1 dalam pertandingan pekan kelima Liga Championship 2026/2027, Jumat (9/10/2026 tadi malam di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah (Jateng)

Berkat gol indah dan cepat _penyerang ganteng_ Muhammad Risky Safri di menit ke-8, lesakan penalti gelandang kreatif asal Uruguay, Martin Nicolas Chavez Garcia pada menit 40 dan tendangan mematikan pemain muda lainnya, Rangga Bolang di menit ke_57.

Hasil sempurna dan permainan garang di Semarang and Stadion Jatidiri pada pekan ke-5 juga asa penting bagi anak asuhan Coach Muhammad Ridwan dalam memangkas -1 (minus satu poin) sejak bergulirnya Liga2 2026/27.

Sekaligus Daniel Henrique,cs melesak satu tingkat ke posisi 8 klasmen Grup Barat dengan dua poin diatas Adhyaksa FC Bekasi City dan Persiku Kudus, “serta modal penting bagi Dayus Hariono, dkk dalam menatap 4 laga berikutnya terlebih dahulu di putaran pertama Liga2 Championship 2026/27 secara konstisten untuk mengantongi poin demi poin, baik away apalagi home. (zuelmahdi)

PSIS vs Persiraja, Fokus Lini Bawah dan Duel Udara Skuad Laskar Rencong

0

MEDIANAD.COM: Skuad Laskar Rencong Persiraja Banda Aceh yang sedang melempem hingga pekan ke-4 akan menghadapi tim tangguh lainnya PSIS Semarang pada pekan kelima Liga Championship 2026/2027 pada Jumat (9/10/2026) malam ini di Stadion Jatidiri, Semarang.

Tentu jika ingin meraih poin di home Miftahul Hamdi, Fitra Ridwan dan kolega, para punggawa Persiraja harus bermain disiplin dan fokus sepanjang pertandingan, serta berani duel udara dengan penyerang lawan.

Mengingat dari kelemahan secara menyeluruh yang dialami anak asuhan Coach M Ridwan selama 4 laga, “kedisiplinan lini pertahanan dan kelemahan duel bola udara alaram utama deretan kekalahan yang dialami Aditiya Angga,cs wajib diperbaiki saat kontra dengan PSIS.

Sementara pelatih Persiraja, M Ridwan dalam temu media, Kamis pagi kemarin mengatakan, laga dengan PSIS momentum bangkit dan penting bagi Persiraja untuk menghentikan tren buruk sekaligus meraih poin perdana musim ini.

“Duel dengan PSIS Jumat, (09/10) malam dijadikan momentum untuk mematahkan rekor buruk tersebut, tentu menargetkan anak asuhnya dapat mencuri poin dari markas Mahesa Jenar, optimisnya. (non)

Pererat Kedekatan dengan Generasi Muda, Babinsa Cot Abeuk Ajak Siswa SMP-9 Bermain Voli Bersama

0

MEDIANAD.COM, SABANGg – Dalam upaya mempererat hubungan dengan generasi muda, Babinsa Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Serka Muliyono, mengajak para siswa SMP Negeri 9 Sabang berolahraga bola voli bersama di wilayah binaannya, Gampong Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan olahraga bersama ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat. Melalui permainan bola voli, Serka Muliyono berbaur dengan para siswa sekaligus mendorong mereka untuk membiasakan pola hidup sehat dan aktif dalam kegiatan positif.

Selain menjaga kebugaran jasmani, olahraga bersama tersebut menjadi sarana menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja sama tim, serta sikap saling menghargai. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan para siswa, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Serka Muliyono mengatakan, kedekatan antara TNI dan generasi muda perlu terus dibangun melalui kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan. Dengan komunikasi yang baik, para pelajar diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, menjaga kesehatan, serta memiliki karakter yang kuat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Babinsa dalam melaksanakan pembinaan teritorial di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah pelajar tidak hanya untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah air sejak usia dini.

Melalui kegiatan sederhana seperti olahraga bersama, Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang terus berupaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, termasuk kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan tumbuh sehat, berprestasi, berkarakter, dan memiliki semangat persatuan.(man)

Hadapi Persita dan Dewa United di League Cup 2026/27, Begini Tanggapan Wapres Persiraja

0

ARI Nanda98, Wakil Presiden Persiraja dan dua pemainnya. (foto/mo persiraja)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Persiraja Banda Aceh menyambut antusias hasil drawing League Cup 2026/27. Laskar Rencong tergabung di Grup C bersama dua klub Super League, Dewa United dan Persita Tangerang.

Hasil drawing tersebut berlangsung di Jakarta, Rabu (7/10), dan langsung mendapat sambutan positif dari manajemen Persiraja. Pertemuan dengan dua tim kasta tertinggi dinilai menjadi kesempatan berharga bagi Persiraja untuk mengukur kekuatan sekaligus memberikan pertandingan menarik bagi masyarakat Aceh.

Siaran Pers MO tim, Rabu (07/10/2026), wakil Presiden Persiraja, Ari Nanda98 mengatakan. “hasil drawing tersebut justru menjadi kesempatan bagus bagi timnya untuk menghadapi lawan dengan level kompetisi yang lebih tinggi”.

Harapannya memang bisa main di Aceh, untuk dapat menghibur rakyat Aceh. Ketika drawing berlangsung, saya sedang bersama Presiden Dek Gam di Jakarta, dan Pak Presiden sangat antusias terhadap hasil drawing ini.

Menurut Ari, Persiraja tidak ingin menjadikan League Cup sekadar turnamen pelengkap. Klub akan tetap mempersiapkan diri secara serius dan berusaha memberikan penampilan terbaik ketika menghadapi Dewa United maupun Persita.

“Soal hasil nanti kita lihat, tentu saja kita tetap menganggap Piala Liga ini sebagai turnamen serius,” pintanya.

Keinginan Persiraja untuk memainkan laga kandang di Aceh sekaligus menghadirkan tantangan tersendiri. Ari mengaku salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah kapasitas Stadion H. Dimurthala, Lampineung, yang selama ini menjadi kandang Persiraja.

“Kekhawatiran saya cuma satu, takutnya Stadion H. Dimurthala Lampineung tidak muat. Jadi saya akan minta arahan Presiden dan segera berkoordinasi dengan pihak keamanan menyangkut ini,” ujarnya.

League Cup 2026/27 akan menggunakan format pertandingan kandang dan tandang. Setiap tim akan menjalani dua pertandingan di fase grup, masing-masing satu laga kandang dan satu laga tandang.

Persiraja dijadwalkan mulai menjalani pertandingan League Cup pada awal November 2026. Kehadiran Dewa United dan Persita di Grup C membuat turnamen tersebut sekaligus menjadi panggung bagi Laskar Rencong untuk menunjukkan kualitasnya menghadapi tim-tim Super League. (non/rel)

Pemerintah Aceh Buka Kongres PSSI, PSSI Pusat Akui Kongres Legal dan Sah

0

Kadispora Aceh, T Banta Nuzullah (baju putih) yang juga mewakili Wagub Fadhlullah, SE diabadikan bersama usai membuka Kongres biasa PSSI Aceh, Sabtu (03/10/2026) pagi di Hotel Safira, Kota Sigli, serta tampak dalam foto master tersebut Wakil ketua I DPR Aceh, Yahfud Saifuddin Muhammad, serta foto Exco PSSI, Juli Rahman. (foto/istimewa) Laporan kontributor medianad.com, hermansyah-Pidie dan Pijay.

MEDIANAD.COM,SIGLI:Kongres Biasa PSSI Aceh untuk pemilihan Ketua periode 2026–2030 resmi dibuka oleh Pemerintah Aceh di Aula Utama, Hotel Safira, Sigli Kabupaten Pidie, Sabtu (3/10/2026) pagi.

Dimana, Pembukaan Kongres dilakukan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh, T Banta Nuzullah, yang mewakili Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah serta berlangsung sukses dan langsung dibawah pengawasan Exco PSSI Pusat, yang juga hajatan itu menjadi momentum penting bagi PSSI Aceh dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan prestasi sepakbola Aceh ke label nasional, seperti PON, dari juara Porwil 2018, medali perak PON Papua 2020/21 bisa tembus juara nantinya dilevel nasional ajang tersebut tahun 2028 NTB-NTT dan Jakarta.

Harap Wagub Fadhlullah, SE melalui Kadispora Aceh T Banta Nuzullah, S.Pd M.Pd saat membuka Kongres dimaksud, serta menambahkan.

Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada PSSI Aceh atas terselenggaranya Kongres sebagai bagian dari proses organisasi dan pembinaan sepak bola di Aceh, seksligus pemerintah Aceh berharap seluruh rangkaian kongres dapat berlangsung secara demokratis, tertib, sportif, transparan, serta mengedepankan semangat persaudaraan.

“Perbedaan pilihan dan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun persatuan dan kepentingan kemajuan sepak bola Aceh harus tetap menjadi prioritas”.

Setelah seluruh proses selesai, yang harus kita kedepankan adalah kepentingan yang lebih besar, yaitu kemajuan sepak bola Aceh, pesan Wakil Gubernur Aceh dikesempatan tersebut.

Sekaligus Pemerintah Aceh mengharapkan kepengurusan PSSI Aceh periode 2026–2030 kedepan diharapkan mampu menghadirkan tata kelola organisasi yang lebih baik, memperkuat pembinaan sepak bola usia dini dan usia muda, meningkatkan kualitas kompetisi, serta memperluas kesempatan bagi talenta-talenta lokal untuk berkembang.

Menurutnya, pembinaan sepak bola harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek. Penguatan ekosistem sepak bola perlu dimulai dari sekolah sepak bola, klub, kompetisi usia muda, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, hingga pembinaan atlet menuju level nasional.

Aceh dinilai memiliki banyak talenta sepak bola yang perlu ditemukan, dibina, dan diberikan ruang untuk berkembang.

Untuk mewujudkan hal tersebut, sinergi antara PSSI Aceh, KONI Aceh, pemerintah daerah, klub, sekolah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi hal yang penting

Pemerintah Aceh juga berharap siapa pun yang nantinya memperoleh amanah sebagai Ketua PSSI Aceh periode 2026–2030 dapat menjalankan tanggung jawab dengan baik, merangkul seluruh elemen sepak bola, serta menjadikan kepentingan sepak bola Aceh sebagai prioritas bersama.

Harap Wagub dalam Pembukaan kongres tersebut, yang juga turut dihadiri perwakilan Exco PSSI Pusat, Juli Rahman, Wakil Pimpinan DPR Aceh, Saifuddin Muhammad, Ketua Badan Legislasi DPR Aceh, Irfansyah, Kapolres Pidie yang diwakili Wakapolres, Dandim Pidie, anggota DPRK Pidie, serta perwakilan Bupati Pidie.

Kongres Biasa PSSI Aceh periode 2026–2030 diharapkan menghasilkan kepemimpinan dan keputusan organisasi yang mampu memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pembinaan, serta mendorong kemajuan sepak bola Aceh di masa mendatang.

Exco PSSI Pusat: Kongres PSSI Aceh Sesuai Statuta

Sementara itu, Polemik soal keabsahan Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Aceh periode 2026–2030 mendapat penegasan dari PSSI pusat. Exco PSSI Pusat Juni Rahman.

Secara tegas menyatakan, Kongres yang digelar di Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu (3/10/2026), telah berjalan sesuai statuta organisasi.

Pernyataan itu disampaikan Juni saat memberikan sambutan dalam pembukaan kongres. Menurut dia, pelaksanaan kongres telah memenuhi ketentuan yang berlaku di PSSI.

“Menurut penilaian saya sebagai Exco PSSI Pusat, sudah sesuai dengan statuta. Dalam rangka kongres ini bisa berjalan dengan tertib dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun,” kata Juni.

Juni meminta seluruh peserta menjaga suasana kongres tetap kondusif. Perbedaan pandangan maupun pilihan dalam pemilihan, kata dia, merupakan bagian dari dinamika organisasi.

Semangat football family atau kekeluargaan, menurut Juli, harus tetap menjadi pijakan. Jangan sampai perbedaan pilihan justru berkembang menjadi perpecahan di tubuh sepak bola Aceh.

PSSI Pusat juga mengingatkan soal independensi organisasi. *Statuta PSSI melarang intervensi dari pihak mana pun yang dapat mengganggu jalannya organisasi. Jika ketentuan tersebut dilanggar, konsekuensinya dapat berupa sanksi dari asosiasi yang lebih tinggi*

“Harapan kita kongres ini bisa berjalan dengan lancar sampai selesai dan tidak ada kendala apa pun,”

Juni juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Pidie, serta seluruh peserta kongres, ujarnya yang juga mengikuti seluruh rangkaian agenda Kongres PSSI Aceh tersebut secara daring hingga selesai.

Dan diakhir Kongres juga mengatakan, “pemilihan kepemimpinan PSSI Aceh sudah berjalan baik dan menghasilkan ketua yang didukung secara penuh oleh 33 voters dari 40 yang berhak memilih.

PSSI Pusat Harus mendukung usaha KP dan Voters yang asli

Sementara itu, Voters dari PSSI Kabupaten/Kota dan Klub yang sah menghadari Kongres biasa untuk pemilihan ketum periode 2026/30 mengharapkan. PSSI Pusat jangan mengakomodir laporan-laporan palsu dan tidak berlandaskan stastuta juga PO PSSI 2025 dari barisan sakit hati, yakni mengatasnamakan voters dan tokoh sepakbola Aceh yang bergetayangan dalam satu bulan belakangan. semua itu tak ada asal usul dan statuta juga PO yang dilanggar oleh Komite Pemilihan (Panpel) PSSI Aceh di tahapan Kongres tersebut.

Kalau memang kubu tersebut ingin menjadi ketum PSSI Aceh, “kenapa gak mendaftar jagoannya saat tahapan Kongres berjalan hampir sebulan di Sekretariat PSSI Aceh, Banda Aceh dan membawa dukungan dari voters sebagai pengusung, dan janganlah berprasangka negetif untuk orang lain dikarenakan kita tidak terpenuhi apa yang kita inginkan dari orang-orang yang telah bekerja ikhlas untuk prestasi sepakbola Aceh”.

Dinilai PSSI Aceh yang segala kekurangan keuangan dan bantuan pemerintah selama ini tetap sudah bekerja maksimal dan tuai prestasi membanggakan.

Yakni medali emas PORWIL Bengkulu 2018, perak PON 2020/21 Papua dan medali perunggu sepakbola PON 2024

Ujar Ketua PSSI Aceh Timur sekaligus voter Kongres PSSI Aceh, Muhammad Adam disela-sela Kongres tersebut kepada awak media.

Sekaligus mengajak seluruh pihak menjaga persatuan dan kondusivitas sepak bola Aceh di tengah pelaksanaan Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Aceh periode 2026–2030.

Muhammad Adam mengatakan pelaksanaan kongres telah berjalan sesuai dengan Statuta PSSI yang menjadi dasar penyelenggaraan organisasi.

“Alhamdulillah, hari ini telah terlaksana kongres PSSI Aceh sesuai dengan Statuta PSSI. Sudah kita jalankan”.

M Adam dan seluruh voters juga berharap PSSI Pusat dapat turut menjaga situasi sepak bola Aceh agar tetap kondusif dan tidak memperuncing perbedaan yang ada di internal sepak bola Aceh.

“Kita meminta kepada Erick Thohir sebagai PSSI Pusat untuk tidak mengadu domba kami rakyat Aceh, Pak,” ujarnya.

Dimana Aceh memiliki karakter dan kondisi yang berbeda dengan daerah lain. Karena itu, setiap persoalan organisasi sepak bola di Aceh diharapkan dapat diselesaikan dengan mengedepankan aturan yang berlaku dalam Statuta PSSI.

“Ini yang paling kami tegaskan, Aceh berbeda dengan daerah lain. Mohon kepada Bapak untuk menjalankan Statuta PSSI. Jangan dirubah-rubah lagi, Pak,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan mencari solusi bersama sehingga perbedaan pandangan terkait pelaksanaan kongres tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Muhammad Adam menyatakan para voter PSSI Aceh siap berdialog langsung dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir apabila diperlukan untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan sepak bola Aceh.

“Jangan membuat pertikaian di Aceh. Mohon saya sebagai voter, mewakili rekan-rekan dari Aceh. Kalau memang perlu harus jumpa dengan Bapak, kami siap menghadap,” ujarnya yang juga mendapat dukungan penuh dari teman-teman 32 voters lainnya dikesempatan tersebut.

HASIL PEMILIHAN, KETUA TERPILIH UNGGUL TELAK.

Calon Ketum nomor urut 3 H Nazir Adam, SE,MM yang juga mantan Wabup Pidie 2012-2017

terpilih sebagai Ketua PSSI Aceh periode 2026–2030 setelah meraih 33 suara dalam Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Aceh di Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Mantan ketua Pengcab PSSI Pidie yang berhasil membawa sepakbola PORA Pidie meraih medali emas pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) XII 2014 Idi Rayeuk, Aceh Timur itu berhasil meraih 33 suara dari total 40 voter yang memiliki hak pilih. (**)

Persiraja vs Sumsel United, Pembuktian Coach M Ridwan Jumat Malam di SHD

0

Pelatih Persiraja Muhamnad Ridwan (kanan) dan pemainnya Aditya Angga usai menyampaikan keterangan Pers di Kyriad Hotel, Banda Aceh, Kamis (01/10) sore (foto:medianad.com_zulmahdi)

MEDIANAD.COM,BANDA ACEH: Strategi dan perubahan permainan Persiraja Banda Aceh pasca melempem di tiga awal laga Liga Pengadaian Championship 2026/27 akan dinantikan dibawah sentuhan

Pelatih anyar Persiraja Muhammad Ridwan dalam laga dengan Sumsel United, Jumat (02/10) nanti malam di Stadion H Dimurthala, Lampineung Banda Aceh.

Pembuktian sentuhan Head Coach M Ridwan dan staf kepelatihannya atas kebangkitan tim kesayangan masyarakat Aceh tersebut akankah menjadi kenyataan, ‘atau semakin terpuruk seandainya Muharir dan kolega kembali tak berdaya di laga pekan ke-4″.

Memang keoptimisan terpancar diaura pelatih M Ridwan selama beberapa hari memoles Ridha Umami,cs dalam tiap sisi latihan, bahkan Coach M Ridwan yang juga mantan skuad Timnas seangkatan Ismed Sofyan tersebut melihat seluruh pemain Persiraja tak sabar menanti laga berikutnya di Liga2.

Tentu semangat anak-anak dan dukungan ribuan publik SHD menjadi modal terdepan dalam menghadapi laga penting dengan Sumsel United, serta kita wajib meraih hasil maksimal, ujar Coach M Ridwan dalam sesi jumpa media, Kamis sore kemarin di Banda Aceh. (zm)

Pelatih Anyar Persiraja M Ridwan Optimis Skuad Laskar Rencong akan Bangkit

0

Pelatih Anyar Persiraja Banda Aceh (tengah) Muhammad Ridwan, dipastikan menangani Muharir dan kolega di lanjutan Liga Pengadaian Championship 2026/27. (foto:medianad.com/mopersiraja)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Pelatih anyar Persiraja Banda Aceh, Muhammad Ridwan mengakui tertantang menangani tim besar sekelas Persiraja Banda Aceh, yang juga memiliki fans dan ranting tinggi diantara Club Liga Pengadaian Champioship 2026/2027.

Meskipun dalam tiga laga awal musim ini masih dalam kepayahan, namun kami jajaran pelatih melihat kekuatan Persiraja sekarang berpotensi bangkit di laga-laga berikutnya, “serta akan finish diurutan terbaik diakhir kompetisi nanti”, optimis Coach M Ridwan yang juga berbaju Timnas seangkatan Ismed Sofyan dan kawan-kawan.

Pelatih muda yang lama berseragam tim Persib Bandung ini juga berharap seluruh pecinta Persiraja mendukung kami jajaran dikepelatihannya dan manajemen tim dalam melakukan persiapan dalam menghadapi kompetisi secara penuh.

Mudah-mudahhan semua kesulitan yang dialami Persiraja dalam tiga laga, akan menjadi titik balik kebangkitan dan aura keberuntungan terus menghampri Muharir dan kolega di laga-laga berikutnya, baik home maupun saat bertanding di kandang lawan (away), “ujar Coach M Ridwan yang juga memiliki ciri khasnya tersendiri berjenggot lebat”, kepasa awak media usai memimpin latihan perdana, Senin (28/09) sore di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh. (zulmahdi)

Popular Posts

My Favorites

Usai Syiah Kuala Menang atas Jaya Baru, Persaingan Grup B Semakin...

0
PEMAIN dan ofisial Kecamatan Syiah Kuala FootBall Club (SKFC) sebelum laga dengan Jaya Baru (JBFC), Selasa sore kemarin. (foto/ist) MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Kecamatan Syiah Kuala...