Perwakilan tim, Panpel dan perangkat pertandingan Turnamen Sepak Bola Eksekutif antar Kecamatan se Kota Banda Aceh tahun 2026, foto bersama usai Manager Meeting di Hotel Rasamala, Rabu (5/8) sore. (foto:medianad.com_zulmahdi)
MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Skuad Kecamatan Banda Raya ‘versus’ Ps PSSI Kota Banda Aceh, dipastikan awali turnamen sepakbola Eksekutif U-45 antar Kecamatan se Kota Banda Aceh tahun 2026, yang berlangsung di Lapangan Lambung Meuraxa, Kecamatan Kutaraja, Kamis (06/08) sore.
Yang juga sebelum kick off laga perdana, Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’duddin Djamal membuka secara resmi turnamen yang diikuti 8 kesebelasan tersebut, usai rangkaian serimoni pembukaan di lapangan setempat, ujar Ketua panitia Turnamen, TM Khaidir, MM dalam Manajer Meeting di Hotel Rasamala, Seutui, Banda Aceh, Rabu (05/08) sore.
Sembari menjelaskan, Turnamen dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-81 tahun 2026 dimaksud diikuti 8 tim dan dibagi dua Pool.
Masing-masing Pool A dihuni PSSI kota Banda Aceh, Kecamatan Banda Raya, Kuta Alam dan Kutaraja.
Sementara Pool B bercokol Kecatan Meuraxa, Jaya Baru, Syiah Kuala dan Kecamatan Ulee Kareng.
Sebelumnya TM Khaidir menjelaskan, Turnamen berhadiah total Rp 10 juta ini akan diikuti tim Kecamatan ples Ps PSSI Banda Aceh U-45 berlangsung di Lapangan Ex PON Rugby, Lambung Meuraxa, serta “regulasi dan syarat mutlak (wajib) atau ketentuan usia pemain yang akan memperkuat tim Kecamatan, wajib berusia minimal 45 tahun per Tanggal 1 Januari 2026.
Kecuali, ‘Camat dan Pak Keuchik bebas batas usia yang didaftarkan sebagai pemain di turnamen antar Kecamatan tahun ini, jelas TM Khaidir.
Sekum Askot PSSI Banda Aceh tersebut juga menekankan, tiap pemain harus ber ktp Kecamatan setempat dan dibuktikan dengan alamat sesuai kecamatan yang akan dibela pemain bersangkutan.
“Dibuktikan secara sah KTP yang dikeluarkan minimal 1 Januari 2026 (bukan dikeluarkan sebelum tanggal tersebut dan masih aktif/berlaku)’.
Sementara regulasi lain turnamen dan penting diketehui oleh peserta, TM Khaidir membertahukan, Pergantian pemain bebas, bahkan yang sudah keluar (diganti) boleh masuk lagi bermain tentu saat saat bola sedang mati alias bukan sedang pertandingan berlangusung, dan pemain wajib memakai leejing penutup aurat, serta warnanya sesuai kesepakatan manajemen Club bersangkutan’.
“Keputusan wasit dan panitia bersifat mutlak alias tak dapat diganggu gugat”, tutupnya. (zm)








