Pemain asing Persiraja asal Afghanistan, Omid Popalzay tampil dua laga dalam rentan waktu 48 jam, dimana membela Timnas Negaranya pada Pra Piala Asia (PPA) versus Timnas Myanmar, Tanggal 26 Maret dan langsung terbang ke Aceh dari Myanmar untuk membela timnya Persiraja Banda Aceh, 28 Maret 2026 malam. (foto-persiraja official dan ig opopalzay)
MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Skuad Persiraja Banda Aceh berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Sriwijaya FC dalam pertandingan Liga2 Pegadaian Championship 2025/2026 yang berlangsung di Stadion H. Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, Minggu (28/3) malam.
Berkat gol ‘center back’ muda Ariel Kurung dan sepakan penalti pemain yang baru saja bergabung (hanya 3 jam sebelum bentrok dengan Sriwijaya) legiun asing dan kapten tim nasional negara Afghanistan, Omid Popalzay, sekaligus gol penentu kemenangan dalam laga sengit tersebut.
Sementara satu gol balasan tim tamu yang juga sudah dipastikan terdegradasi ke Liga3 musim depan, disumbangkan lewat hentakan pemain pengganti
Sehabudin Ahmad.
Meskipun menang dalam laga tersebut, kelihatan penampilan M Revan, cs jauh menurun dibandingkan laga pekan-pekan sebelumnya, “titik lemah yang jelas-jelas terlihat konstribusi pemain pelapis yang menggantikan talenta utama akibat cedra jauh dari harapan”.
Serta kesalahan mendasar kerap terjadi, kerjasama antar lini dan faktor kebugaran usai rehat pasca lebaran juga masih sangat sakrar dan secepatnya harus dibenahi oleh Coach Jaya Hartono,
sebelum menjamu tim papan atas Sumsel United, pada sabtu (04/04) malam di SHD.
Tiba Jelang Kick-Off dari Myanmar, Omid Popalzay Jadi Penentu Kemenangan Persiraja
Waktu bukan penghalang bagi Omid Popalzay untuk tetap tampil maksimal. Dalam rentang kurang dari 48 jam, gelandang Persiraja Banda Aceh itu menjalani dua pertandingan di dua level berbeda, dan sama-sama meninggalkan jejak penting.
Siaran Pers MO tim, yang diterima awak media liputan Persiraja di Banda Aceh, Minggu kemarin sore. Dimana, Kamis 26 Maret Omid masih berseragam Timnas Afghanistan sekaligus kapten tim dalam laga Kualifikasi Piala Asia melawan Myanmar. Ia tampil penuh selama 90 menit dan bahkan mencetak satu gol. Namun, namun sayang, hasil akhir tak berpihak setelah Afghanistan harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 2-1.
Tak punya banyak waktu untuk beristirahat, Omid langsung bertolak kembali ke Indonesia. Perjalanan panjang itu membawanya tiba di Banda Aceh pada Sabtu (28/3) pukul 17.40 WIB, hanya sekitar tiga jam sebelum pertandingan Persiraja melawan Sriwijaya FC dimulai pukul 20.30 WIB.
“Aku seharusnya tiba di Banda Aceh jam 8 pagi (hari pertandingan), tapi karena penerbangan pertama (dari Myanmar) delay aku jadi ketinggalan flight lanjutan,” kata Omid usai lagam Sabtu malam.
Sembari menambahkan, “semua penerbangan lainnya penuh, jadi total perjalananku sampai 20 jam. Transit 8 jam di Bangkok dan 6 jam di Kuala Lumpur. Akhirnya tiba di Banda Aceh jam 17.40 WIB,”.
Situasi tersebut membuatnya tidak langsung masuk dalam susunan pemain utama. Namun keadaan berubah cepat. Pada menit ke-25, Omid diturunkan menggantikan Juan Mera yang mengalami cedera.
Otomatis dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, namun lewat profesional dan berjuang sepenuh hati untuk tim juga pantang menyerah, Omid mampu memberikan kontribusi nyata, apalagi dalam situasi Persiraja kesulitan menembus pertahanan rapat Sriwijaya FC, kehadirannya membawa energi baru dalam permainan.
Puncaknya terjadi di momen krusial jelang akhir laga. Omid yang dipercaya sebagai eksekutor penalti sempat gagal pada percobaan pertama setelah ditepis kiper lawan. Namun dengan sigap, ia memanfaatkan bola rebound dan mengkonversi menjadi gol, “bahkan dalam kondisi seakan-akan publik SHD sudah pasrah dengan hasil apapun yang terjadi”, usai melihat kubu lawan bertarung “mati-matian” dalam usaha mencuri poin didepan publik setia Persiraja.
Namun fakta berkata lain, “meskipun menjelang laga itu dalam temu media, head coach Sriwijaya FC, *Iwan Setiawan* menuturkan sudah mengantongi kekuatan tim yang berjulukan Laskar Rencong/Persiraja dan “SHD tak begitu angker lagi”.
Namun sesudah laga semuanya jadi kenyataan dan anak-anak sudah berjuang serta sepenuhnya menjalankan strategi yang di- harapkan, namun ada satu dan dua kesalahan kecil terjadi tim kita gagal mencuri poin di SHD, cetus pelatih asal Sabang Aceh tersebut dalam konferensi usai laga.
Sekaligus dalam tiga pertemuan musim ini, “Sriwijaya FC jadi ladang kemenagan bagi persiraja seperti ditoreh atas Persikad Depok full tiga kali”
Dimana, masing-masing away di Palembang pada putaran pertama, Fitra Ridwan dan kolega menang 2-3, home di SHD putaran dua juga unggul lewat angka mencolok 5-0. (zulmahdi/**)








