MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) wilayah Aceh, Saffizal ZA dalam kegiatan media gathring Selasa (07/04) siang di Banda Aceh mengatakan. Pembangunan Hunian Tetap (HUNTAP) yang juga salah satu program utama Rehab dan Rekons untuk korban banjir dan tanah longsor Aceh terkendala persediaan lahan yang tepat dan tidak berpotensi banjir juga longsor setelah dibangun huntap.

Pemerintah terus mencari solusi dan lahan yang tepat untuk pembangunan huntap bagi warga korban bencana yang tersebar di 13 Kabupaten/Kota, “Salah satu opsi adalah di lahan milik pemerintah juga di lokasi Hak Guna Usaha (HGU), tentu harus di musyawarahkan terlebih dahulu jika lahan tersebut millik pihak swasta”.
Dua opsi tersebut dikira sangat tepat, pembangunan Huntap bagi warga korban banjir yang tidak memiliki tanah (lahan), jelas Safrizal.

Yang juga mantan Pj Gubernur Aceh medio 2024 tersebut menambahkan. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Aceh menunjukkan perkembangan positif setelah berjalan selama empat bulan.
Pemerintah melalui satuan tugas Percepatan PRR Wilayah Aceh memastikan, “penanganan darurat hingga masa transisi berlangsung lancar dan sesuai target”.

Seperti pembangunan Huntara, pendidikan, sosial dan sektor yang terpenting dan utama, yakni pemenuhan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat terdampak lewat Jadup, jauh-jauh hari sudah disalurkan.

Sementara tentang rehabilisasi pembangunan fisik lainnya, seperti sarana jalan, jembatan dan normalisasi sungai juga sawah masyarakat terus diupayakan denban berbagai opsi yang ditawarkan pemerinrah bagi masyarakat yang lahan serta sawahnya tertimbun.

“Namun untuk sawah yang tertibun lebih dari satu meter, dikira normalisasi membutuhkan waktu lama dan perencanaan matang”, tutupnya. (zulmahdi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini