BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, mahasiswa Program Studi Keperawatan melaksanakan kegiatan simulasi kebencanaan berupa gempa bumi dan kebakaran. Kegiatan berlangsung di area kampus setempat, Selasa (28/4/2026).  Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran pada mata kuliah Keperawatan Bencana sekaligus sebagai upaya mendukung visi dan misi program studi serta pelaksanaan program kerja yang berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa.

Simulasi dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta tim pemadam kebakaran. Kegiatan ini dirancang menyerupai kondisi nyata di lapangan, mulai dari proses evakuasi, triase korban, penanganan cedera, hingga koordinasi antar tim dalam situasi darurat.

Ketua Prodi S1 Keperawatan UBBG, Ns. Gadis Halizasia, S.Kep., M.Kep, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, khususnya bagi mahasiswa dan dosen keperawatan. Ia menegaskan bahwa simulasi ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran praktis agar peserta mampu merespons kondisi darurat secara tepat. Gadis menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana, khususnya di kalangan mahasiswa keperawatan.

“Melalui simulasi ini, mahasiswa dilatih untuk tanggap, sigap, dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kondisi krisis,” ujarnya.

Dosen pengampu mata kuliah Keperawatan Bencana juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari pembelajaran berbasis praktik.

“Tidak hanya memahami teori, mahasiswa juga dituntut mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi yang mendekati kondisi sebenarnya,” jelasnya.

Dekan Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan (FSTIK) UBBG Ully Muzakir, M.T., dalam pernyataannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai simulasi kebencanaan merupakan langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan kampus.

“Kegiatan ini sangat penting untuk membekali civitas akademika dengan kemampuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat. Kami berharap seluruh peserta dapat memahami prosedur keselamatan dan mampu bertindak cepat, tepat, serta terkoordinasi saat bencana terjadi,” ujarnya.

Salah satu peserta, Tari, mahasiswa Prodi Keperawatan, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menyebut simulasi ini memberikan pengalaman langsung yang tidak didapatkan hanya melalui pembelajaran di kelas.

“Kami jadi lebih memahami langkah evakuasi, cara memberikan pertolongan pertama, serta bagaimana tetap tenang saat menghadapi situasi bencana. Ini sangat membantu kami sebagai calon tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Kolaborasi dengan tim K3 dan pemadam kebakaran memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi. Hal ini sejalan dengan tujuan program studi dalam menghasilkan lulusan yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi berbagai tantangan di bidang kesehatan, khususnya dalam situasi kebencanaan. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa keperawatan semakin siap dan tangguh dalam menghadapi bencana, serta mampu berkontribusi secara optimal dalam upaya penyelamatan dan penanganan korban di masyarakat.(kal)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini