Tuan rumah kena sanksi Komdis PSSI, pertandingan “jilid tiga” Liga2 Pengadaian Championship 2025/26 antara tuan rumah Persiraja vs PSMS Medan, Sabtu (02/05) sore di Stadion H Dimurthala positif digelar tanpa penonton. (foto/dok mo persiraja)
MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Tak seperti biasanya laga ‘home’ Persiraja Banda Aceh di Liga2 2025/26 selalu berlangsung malam hari (kick off ba’da shalat insya), namun pada pertandingan pamungkas menghadapi PSMS Medan, Sabtu (02/05) juga berlangsung di sore hari mulai pukul 16.15 Wib (kick off-nya)
Serta laga ‘derby’ dua tim asal pulau Sumatera tersebut harus berjalan tanpa penonton akibat tuan rumah Persiraja Banda Aceh positif kena Sanksi PSSI melalui Komite Disiplin (Komdis) terkait insiden pasca pertandingan dengan Garudayaksa FC, Minggu (19/4) malam di Stadion H Dimurthala (SHD) Banda Aceh.
“Siaran Pers MO tim yang diterima awak media liputan Persiraja di Banda Aceh, Kamis (30/) siang”. Dimana, Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja, Rahmat Djailani menjelaskan. “Berdasarkan salinan keputusan Komdis PSSI tertanggal 25 April 2026 yang diterima media, Persiraja dinyatakan melanggar Kode Disiplin PSSI 2025 setelah terjadi penyerangan dan pemukulan terhadap perangkat pertandingan oleh oknum suporter usai laga yang digelar di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, pada 19 April 2026”.
Benar, kami sudah menerima salinan surat tersebut, dan tentu saja itu mengejutkan karena hukumannya terlalu berat tambah Rahmat Djailani.
Sembari menerangkan,
Dalam putusannya di surat tersebut dituliskan, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berupa larangan menggelar pertandingan dengan penonton sebanyak satu kali saat Persiraja bertindak sebagai tuan rumah. Sanksi ini berlaku pada laga terdekat.
Dengan demikian, pertandingan kandang Persiraja kontra PSMS Medan dipastikan akan berlangsung tanpa kehadiran penonton di stadion pada Sabtu, 2 Mei 2026 mendatang.
Selain sanksi tanpa penonton, Persiraja juga dikenai denda sebesar Rp30 juta. Komdis turut mengingatkan bahwa pelanggaran serupa di masa mendatang dapat berujung pada hukuman yang lebih berat.
PSSI juga membuka ruang banding atas keputusan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Kode Disiplin. “Kita tidak melakukan banding lagi, karena jaraknya sangat dekat dari keputusan sanksi ke pertandingan terdekat,” sambungnya. (non/**)








