BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Jasmani, Sekolah Pascasarjana Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), melaksanakan kunjungan akademik ke DPRK Kota Banda Aceh, Senin (6/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai hubungan antara dunia akademik, kebijakan publik, dan pembangunan pendidikan.

Kunjungan yang didampingi dosen pengampu mata kuliah, Dr. Zikrur Rahmat, M.Pd. dan Dr. Irfandi, M.Or., diterima langsung oleh Wakil Ketua II DPRK Kota Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, S.Pd., M.Pd. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan membahas berbagai isu strategis, mulai dari kebijakan pendidikan, pengembangan olahraga, hingga pelestarian permainan tradisional Aceh sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai pendidikan.
Kegiatan mengusung tema “Implementasi Pembelajaran Mata Kuliah Program Pascasarjana Universitas Bina Bangsa Getsempena dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas dan Berorientasi pada Capaian Pembelajaran.”
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami proses penyusunan kebijakan publik sekaligus melihat peluang kontribusi perguruan tinggi melalui penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa menyampaikan berbagai gagasan mengenai pentingnya permainan tradisional sebagai media pembelajaran Pendidikan Jasmani. Selain mampu meningkatkan keterampilan gerak peserta didik, permainan tradisional juga dinilai efektif dalam menanamkan nilai sportivitas, membangun karakter, memperkuat interaksi sosial, serta melestarikan budaya lokal.
Wakil Ketua II DPRK Kota Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui kajian ilmiah yang berkualitas.
“Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga legislatif perlu terus diperkuat agar setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar berbasis pada kebutuhan masyarakat dan didukung oleh hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” ujarnya.
Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Zikrur Rahmat, M.Pd., menjelaskan bahwa kunjungan akademik merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang dirancang untuk memperkaya pengalaman mahasiswa di luar kelas.
“Kompetensi lulusan tidak hanya dibangun melalui penguasaan teori, tetapi juga melalui pengalaman berdialog dengan para pemangku kebijakan. Dengan demikian, mahasiswa memiliki kemampuan menganalisis persoalan pendidikan sekaligus menawarkan solusi berbasis ilmiah,” katanya.
Sementara itu, Dr. Irfandi, M.Or., menilai permainan tradisional Aceh memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai inovasi pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah.
“Melalui penelitian dan pengembangan model pembelajaran, permainan tradisional tidak hanya dapat dilestarikan, tetapi juga menjadi media pendidikan yang efektif dalam membangun karakter, meningkatkan kemampuan gerak, dan menanamkan nilai-nilai budaya kepada peserta didik,” ujarnya.
Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Bina Bangsa Getsempena, Prof. Dr. Bansu Irianto Ansari, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kunjungan akademik menjadi salah satu bentuk implementasi visi Pascasarjana UBBG dalam menghasilkan lulusan yang unggul, inovatif, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
“Kami berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep akademik, tetapi juga membangun kemampuan mahasiswa memahami persoalan nyata di masyarakat. Kegiatan seperti ini memperkuat kompetensi lulusan, memperluas jejaring kemitraan, dan menumbuhkan budaya akademik yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Sekolah Pascasarjana UBBG, Dr. Didi Yudha Pranata, M.Pd. Menurutnya, pembelajaran berbasis pengalaman merupakan strategi yang efektif untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan pada jenjang magister.
Melalui kunjungan akademik ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami proses penyusunan kebijakan publik sekaligus menghubungkan teori, hasil penelitian, dan praktik di lapangan.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menyusun rekomendasi kebijakan, menghasilkan inovasi pembelajaran Pendidikan Jasmani, serta berkontribusi terhadap pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal Aceh.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Program Studi Magister Pendidikan Jasmani Sekolah Pascasarjana Universitas Bina Bangsa Getsempena dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta menghasilkan lulusan yang profesional dan mampu berkontribusi bagi kemajuan pendidikan, olahraga, dan pelestarian budaya Indonesia. (Kal)








