Ghufran Zainal Abidin
MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Anggota Komisi V DPR RI asal Aceh, Ghufran Zainal Abidin mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk bertanggung jawab penuh terhadap penanganan para korban, sekaligus mengusut tuntas penyebab kecelakaan yang terjadi saat kegiatan praktik pendidikan tersebut.
Dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026), yang juga telah dilansir Online Rakyat Aceh. Ghufran mengatakan peristiwa itu menjadi duka mendalam bagi masyarakat Aceh. Berdasarkan informasi yang diterimanya, saat kejadian sebanyak 16 taruna bersama seorang dosen tengah mengikuti kegiatan praktik pendidikan di ruang mesin bantu yang berada di dalam lambung kapal.
Ini adalah kabar duka dari Aceh. Musibah yang menimpa anak-anak kita, para taruna Politeknik Pelayaran Malahayati, menjadi perhatian serius. Mereka sedang mengikuti kegiatan edukasi dan praktik pendidikan di ruang mesin bantu bersama seorang dosen ketika musibah itu terjadi, Ujar politisi PKS dimaksud.
Sembari menambahkan, “ledakan yang terjadi di tengah kegiatan praktik harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan dalam proses pembelajaran vokasi, khususnya pada praktik lapangan yang memiliki risiko tinggi”.
Ia menegaskan, keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama. Karena itu, setiap kegiatan praktik wajib dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), dilengkapi pengawasan yang ketat, serta didukung sistem mitigasi risiko dan peralatan keselamatan yang memadai.
“Kejadian ini harus dievaluasi secara menyeluruh. Jangan sampai peristiwa yang sama terulang kembali. Korban yang ditimbulkan dalam musibah ini terlalu banyak dan harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan vokasi di bidang pelayaran,” jelasnya,
Selain meminta investigasi yang transparan dan menyeluruh, Gufran juga mendesak Kementerian Perhubungan memberikan perhatian maksimal kepada para korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka, termasuk pendampingan kepada keluarga mereka.
Ia juga meminta seluruh prosedur keselamatan di institusi pendidikan pelayaran dievaluasi secara menyeluruh agar setiap kegiatan praktik benar-benar memenuhi standar keamanan sebelum dilaksanakan.
“Saya berharap ada perhatian penuh dari pihak kementerian terhadap adik-adik kita yang menjadi korban dalam musibah ini. Mereka adalah generasi muda yang sedang dipersiapkan menjadi sumber daya manusia unggul di sektor pelayaran. Negara harus hadir memberikan perlindungan dan memastikan tragedi seperti ini tidak pernah terulang lagi,”1 pintanya.
Di akhir pernyataannya, Ghufran menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban. Ia mendoakan agar para taruna yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan tersebut, Ujarnya.
“Semoga saudara-saudara kita yang telah berpulang ke rahmatullah diterima segala amal ibadahnya, diampuni dosa-dosanya, dan ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran, keikhlasan, dan ketabahan”, Amin. (**)








