BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Program Studi Magister Pendidikan Jasmani Sekolah Pascasarjana Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) berkolaborasi dengan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Provinsi Aceh menggelar kegiatan “Teras Bermain” sebagai luaran Mata Kuliah Multidisipliner Permainan Tradisional. Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kuliah, tetapi juga terjun langsung mengedukasi masyarakat melalui beragam permainan tradisional yang sarat nilai budaya, pendidikan, dan karakter. Permainan-permainan tersebut menjadi media untuk menanamkan sportivitas, kerja sama, kreativitas, sekaligus mendorong gaya hidup aktif di tengah derasnya arus digitalisasi.

Mata kuliah ini diampu oleh Dr. Zikrur Rahmat, M.Pd. dan Dr. Sahabul Adri AR, M.Pd., yang menekankan pentingnya mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa didorong menjadi agen pelestari budaya yang mampu mengembangkan, mengimplementasikan, serta mengampanyekan permainan tradisional sebagai bagian penting dari pendidikan jasmani masa kini.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Sekolah Pascasarjana UBBG Prof. Dr. Bansu Irianto Ansari, M.Pd., Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UBBG Dr. Didi Yudha Pranata, M.Pd., Ketua Program Studi S1 Pendidikan Jasmani UBBG Irwandi, S.Pd., M.Pd., AIFO., serta Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar Dr. Mayang Sari, M.Pd. Kehadiran para pimpinan dan sivitas akademika menjadi bukti kuat dukungan institusi terhadap pelestarian permainan rakyat sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.
Antusiasme masyarakat Kota Banda Aceh terlihat begitu luar biasa. Sejak kegiatan dimulai, lokasi penyelenggaraan dipadati keluarga yang datang bersama putra-putrinya untuk merasakan kembali keceriaan permainan tradisional. Tawa anak-anak, semangat kebersamaan, dan interaksi antargenerasi mewarnai setiap sudut kegiatan, memperlihatkan bahwa permainan tradisional masih memiliki daya tarik yang kuat meskipun masyarakat hidup di tengah perkembangan teknologi digital.
Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UBBG, Dr. Didi Yudha Pranata, M.Pd., menyampaikan bahwa Teras Bermain merupakan bukti bahwa proses pembelajaran di Pascasarjana UBBG tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran di Magister Pendidikan Jasmani tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga menghasilkan inovasi dan aksi nyata di lapangan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen Sekolah Pascasarjana UBBG dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui pelestarian budaya serta penguatan pendidikan jasmani,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPOTI Provinsi Aceh, Dr. Zikrur Rahmat, M.Pd., menilai sinergi antara perguruan tinggi dan KPOTI merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan permainan tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dominasi permainan digital.
“Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi mengandung nilai-nilai pendidikan, budaya, kebersamaan, dan pembentukan karakter. Melalui sinergi dengan Magister Pendidikan Jasmani UBBG, kami berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal, mencintai, serta melestarikan permainan tradisional sebagai identitas budaya bangsa,” ungkapnya.
Salah seorang peserta, Titik Isnaini Lestari, mengaku sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Teras Bermain menjadi ruang yang sangat positif bagi anak-anak untuk belajar, bergerak, dan bersosialisasi melalui permainan yang mulai jarang dijumpai.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Mereka bisa bermain sambil belajar, mengenal permainan tradisional yang mulai jarang ditemui, sekaligus berinteraksi dengan teman-teman seusianya. Kami berharap kegiatan seperti Teras Bermain dapat dilaksanakan secara rutin karena memberikan pengalaman yang positif bagi keluarga,” tuturnya.
Melalui Teras Bermain, Sekolah Pascasarjana UBBG bersama KPOTI Aceh kembali menegaskan komitmennya menghadirkan kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat. Program ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian permainan rakyat sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada solusi nyata.
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, Teras Bermain menjadi gerakan bersama untuk menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai ruang belajar, ruang budaya, dan ruang kebersamaan bagi generasi masa depan. Di tengah derasnya arus digitalisasi, UBBG dan KPOTI Aceh mengirimkan pesan kuat bahwa warisan budaya tidak boleh sekadar dikenang, tetapi harus terus dimainkan, diwariskan, dan dibanggakan.(kal)








