MEDIANAD.COM, JAKARTA – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, kembali melantik Prof Mujiburrahman sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk melanjutkan masa kepemimpinannya pada periode 2026–2030.
Pelantikan berlangsung di Operation Room Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis (6/8/2026) pukul 15.30 WIB.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Agama serta disaksikan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama.
Dengan pelantikan tersebut, Prof Mujiburrahman kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk periode kedua, yaitu 2026-2030.
Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi di lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang hadir untuk menyaksikan prosesi pengambilan sumpah jabatan.
Pelantikan ini menandai dimulainya masa kepemimpinan Prof Mujiburrahman sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh hingga 2030 mendatang, guna melanjutkan berbagai program tranformasi.
Sebelum penetapan oleh Menteri Agama, proses penjaringan calon Rektor UIN Ar-Raniry berlangsung melalui sejumlah tahapan di tingkat kampus.
Empat akademisi yang mengikuti proses tersebut yakni Prof. Dr. Muhammad Siddiq, MH, Ph.D., Prof. Dr. Saifullah, S.Ag., M.Ag., Prof. Dr. Inayatillah, S.Ag., M.Ag., dan Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.Ag.
Seluruh berkas calon kemudian diserahkan kepada Kementerian Agama RI untuk menjalani proses seleksi hingga akhirnya Menteri Agama menetapkan kembali Prof. Mujiburrahman sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh periode 2026–2030.
Ia pertama kali dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry pada 2022 dan memimpin berbagai program transformasi kampus, mulai dari penguatan tata kelola, digitalisasi layanan akademik, peningkatan akreditasi, hingga mendorong UIN Ar-Raniry menuju perguruan tinggi berkelas dunia.
Sebelum dipercaya menjadi Rektor pada 2022, Prof Mujiburrahman yang merupakan putra Aceh Besar ini menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry.(*)








