Foto bersama seluruh peserta dengan pemateri usai kegiatan pelatihan penulisan karya inovasi dan karya ilmiah yang berlangsung di ruang literasi perpustakaan UBBG, Rabu(30/09/2026)

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM – Pusat Perpustakaan Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) menggelar Pelatihan Penulisan Karya Inovasi dan Karya Ilmiah dengan tema “Solusi Lulus Tepat Waktu: Mengatasi Hambatan Metodologi dalam Penyusunan Skripsi”.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Literasi Perpustakaan UBBG, Rabu (30/9/2026), tersebut diikuti oleh 76 peserta yang berasal dari mahasiswa UBBG dan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Ketua Pelaksana, Syifa Andina, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Perpustakaan UBBG Tahun 2026 yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai proses penyusunan karya ilmiah dan karya inovasi.

“Pemahaman mengenai bagaimana sebuah karya dirancang secara sistematis sangat penting, mulai dari menentukan permasalahan, memilih pendekatan penelitian, menetapkan metode pengumpulan data, hingga melakukan analisis data. Peserta juga diharapkan mampu memahami cara mengatasi berbagai hambatan metodologis dalam penyusunan skripsi maupun karya inovasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan UBBG, Ashabul Kahfi, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari kegiatan literasi yang secara rutin dilaksanakan oleh tim pustakawan Perpustakaan UBBG sesuai dengan program kerja tahun 2026.

Menurutnya, terlaksananya berbagai kegiatan literasi di lingkungan UBBG tidak terlepas dari dukungan pimpinan universitas terhadap pengembangan budaya akademik dan literasi mahasiswa.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan karya inovasi dan karya ilmiah yang berkualitas, sistematis, kreatif, serta sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah di UBBG. Hal yang tidak kalah penting adalah meningkatkan keterampilan peserta dalam menentukan topik, merumuskan masalah, serta menyusun tujuan dan metode penelitian,” kata Ashabul Kahfi.

Ia menambahkan, peserta juga didorong untuk menghasilkan karya inovasi yang dapat diterapkan serta memberikan manfaat bagi institusi maupun masyarakat.

“Pelatihan ini tidak berhenti pada pertemuan hari ini. Pendampingan akan dilanjutkan melalui grup WhatsApp dan kelas berikutnya untuk membedah karya yang dipersiapkan oleh masing-masing peserta,” tambahnya.

Pelatihan menghadirkan dua pemateri yang membahas karya inovasi dan penulisan karya ilmiah dari perspektif yang berbeda.

Pemateri pertama, Zahraini, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Karier dan Inovasi UBBG, menyampaikan materi tentang penulisan karya inovasi yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing melalui penyusunan karya yang berkualitas.

Dalam pemaparannya, Zahraini menjelaskan bahwa pengembangan karya inovasi dapat berangkat dari ide yang sudah ada, kemudian dikembangkan dengan memberikan nilai tambah pada fungsi, konteks, metode, maupun teknologi sehingga menghasilkan suatu kebaruan yang dapat dibuktikan.

Ia menjelaskan bahwa proses lahirnya karya inovatif umumnya dimulai dari identifikasi masalah, pengembangan ide dan unsur kebaruan, pembuatan prototipe, pengujian, hingga tahap evaluasi dan penyempurnaan.

“Karya inovasi yang dihasilkan juga dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendapatkan perlindungan Kekayaan Intelektual maupun paten melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum Republik Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, pemateri kedua, Rita Novita, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Inovasi UBBG, menyampaikan materi mengenai aturan dan standar penulisan karya ilmiah yang berlaku di lingkungan UBBG.

Rita menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memahami pedoman penulisan karya ilmiah yang telah ditetapkan universitas. Pedoman tersebut dapat diakses dan diunduh melalui akun OpenSIMKA masing-masing mahasiswa dalam bentuk digital.

Ketentuan tersebut juga disesuaikan dengan keputusan terbaru Rektor UBBG mengenai perubahan kebijakan persyaratan kelulusan dan perolehan predikat dengan pujian bagi program sarjana dan magister.

“Hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa karya ilmiah merupakan karya akademik yang harus ditulis dengan struktur dan bahasa ilmiah. Data yang disajikan harus bersumber dari sumber ilmiah dan bukan sekadar opini. Penggunaan kutipan serta format penulisan juga harus mengikuti pedoman yang berlaku di UBBG,” ujarnya.

Menurut Rita, pemahaman terhadap pedoman penulisan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menghasilkan luaran akademik maupun karya inovatif yang berkualitas, sekaligus meminimalkan berbagai kendala dalam penyelesaian tugas akhir.

“Dengan memahami proses dan aturan penulisan sejak awal, mahasiswa memiliki peluang yang lebih besar untuk menyelesaikan karya ilmiahnya dengan baik dan lulus tepat waktu sesuai target yang telah direncanakan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Perpustakaan UBBG berharap mahasiswa tidak hanya semakin memahami metodologi dan sistematika penulisan ilmiah, tetapi juga mampu mengembangkan ide menjadi karya inovatif yang memiliki nilai akademik, manfaat praktis, serta berpotensi memperoleh perlindungan Kekayaan Intelektual.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini