Hamparan sawah di Trienggadeng kabupaten Pidie Jaya mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.(foto:Medianad_muslem)
MEDIANAD.COM, TRINGGADENG – Akibat kemarau dan kekeringan yang melanda wilayah kabupaten Pidie Jaya, ada beberapa daerah diperkirakan gagal panen. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya air yang bisa dialiri.
Hal ini karena para petani diwilayah tringgadeng hanya memanfaatkan air irigasi cobo. Namun saat ini debit irigasi di Krueng cobo tidak mencukupi untuk mengairi beberapa wilayah yakni Coet Matang, Meunasah Raya, Meunasah paya serta kampung mesjid Tringgadeng.
Padahal, dikawasan kemukiman Peuduk Tunong itu ada tempat penyimpanan air, seperti waduk Aludrin, Bendungan Lhok Pisang serta Embung Paya Pii ( Paya Seupat) peuduk tunong namun kondisi ketiga tempat penyimpanan air ini dalam kondisi rusak.
Sedangkan Paya Pii atau Paya Seupat itu dalam kondisi dangkal alias sudah lama tidak ada pengerukan dan ini luput dari pantauan baik dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi.
Padahal, Kalau Paya Pii atau Paya Seupat Peuduk Tunong itu rutin dilakukan penggurukan, kemungkinan besar hal ini dapat teratasi atas Krisis air yang untuk disebab sudah lama tidak ada yang mau peduli terhadap paya pii.
Initersebut padahal embung itu ada akibat kerja sama masyarakat tringgadeng bergotong royong untuk membuat sebuah embung tersebut pada saat camat Abdullah cut memimpin camat tringgadeng dimasa itu.
namun sampai saat ini paya pii tersebut dibiarkan rusak dan dangkal padahal embung tersebut mampu mengairi sampa kekemukiman pangwa.
Masyarakat Tringgadeng M.Jafar mengharapkan pada pemerintah Pidie jaya dan pemerintah provinsi untuk segera memperbaiki embung paya pii tersebut apa lagi pemerintah saat ini sedang giat giat kampanyour tentang ketahanan pangan .apa lagi baru baru ini pemerintah pusat telah membantu berbagai peralatan.
Berbagai bantuan seperti troktor untuk pengolahan tanah dan pompa air. adi pemerintah kabupaten maupun provinsi dalam hal ini dinas terkait seperti dinas sumber daya air dan dinas pertanian harus turun langsung meninjau kelokasi bendung atau waduk waduk yang selama ini rusak untuk diperbaiki .
“Ironis memang sungguh, kitakenayangkan petani modal banyak habis untuk pengolahan tanah dan ongkos tanam serta tenaga dan junga termasuk pupuk cukuplah banyak ditanggung beban kerugian oleh petani”.kata M.jafar.
maka kita mengharapkan pada pemerintah dan intadi terkait untuk segera memperbaiki embung yang sudah ada .bila embung ini nanti bisa menyimpan air untuk keperluan petani disaat saat terjadi kekeringan dan debit air sungai tidak ada lagi maka bisa mengairi air di⁵ terbut untuk mengatasi kekeringan tanaman padi masyarakat.(m’l)