Tawakal MPd
(Dosen Pendidikan Jasmani Universitas Bina Bangsa Getsempena)

BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Banyak orang beranggapan kalau bermain futsal itu bikin pemain sepakbola jadi kaku dan tidak berkembang, karena kontrol (menghentikan bola) wajib dengan sole atau yang sering dikatakan menghentikan bola menggunakan telapak kaki. Padahal, masalahnya bukan pada futsal itu sendiri, melainkan pada pendekatan pelatihan yang dogmatis.

Dengan tipe lapangan yang lebih kecil, ruang bagi setiap pemain menjadi lebih sempit, dan tempo permainan pun menjadi lebih cepat jika dibandingkan dengan sepakbola.

Hal itu menuntut teknik, skill, dan visi bermain yang lebih bagus dari setiap pemainnya. Control, passing dan support adalah teknik-teknik yang sangat ditekankan dalam futsal.

Futsal secara dominan menggunakan kontrol menggunakan telapak kaki/sole, tekanan lawan yang cepat dan kebutuhan menghentikan bola instan.

Di futsal, seorang pemain harus memiliki kontrol bola yang sangat bagus, karena jika kontrol seorang pemain futsal tidak terlalu bagus, dengan jarak lawan yang sangat dekat, akan membuat bola dengan mudah direbut oleh lawan.

Di futsal juga tipe passing yang sering digunakan adalah passing cepat. Karena jika operan lambat akan membuat operan dengan mudah dapat dipotong lawan. Selain itu, tipe passing datar juga lebih sering digunakan dibandingkan dengan umpan lambung, karena umpan datar akan lebih mudah dikontrol pemain.

Di samping kedua aspek ini, ada satu aspek lain yang juga sangat diperlukan dalam futsal, yaitu support atau dukungan yang berupa pergerakan tanpa bola. Dengan lapangan yang kecil, ruang yang tercipta dalam futsal juga menjadi lebih sempit. Selain itu ruang-ruang yang tercipta sering dengan cepat ditutup lawan.

Hal itu membuat sekecil apapun ruang dalam futsal, harus bisa dimaksimalkan dengan cepat. Maka, yang diperlukan bukan sekadar kontrol dan umpan yang bagus dari pemain yang memegang bola, tetapi dukungan dari pemain-pemain lainnya dalam mencari ruang juga sangat menentukan.

Karena jika support-nya telat, ruang jadi tertutup, dan bola dengan mudah dapat direbut. Hal ini pada akhirnya menyebabkan counter attack dari lawan, di mana kebanyakan gol-gol yang tercipta dalam futsal berawal dari serangan balik.

Banyak pemain sepakbola profesional dunia menganggap futsal penting untuk pengembangan teknik mereka, sehingga futsal berfungsi sebagai sarana pelatihan yang efektif untuk sepakbola.

Beberapa di antaranya adalah Sergio Busquets, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Xavi Hernadez, Ronaldinho, hingga Neymar dan bahkan pelatih sekaliber seperti Josep (Pep) Guardiola pun mengatakan bahwa ia terinspirasi dari permainan futsal.

Meskipun berbeda, keduanya adalah bentuk dari permainan sepakbola yang sama. Futsal melengkapi sepakbola dengan menyediakan lingkungan yang ideal untuk mengembangkan aspek permainan yang tidak selalu dapat diasah dalam pertandingan sepakbola modern sekarang ini.

Perbedaan spesifik antara futsal dan sepakbola baru benar-benar terasa setelah usia pubertas. Pada fase anak-anak, futsal justru bisa membantu memperkaya koordinasi, kontrol bola, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Setelah pubertas, barulah perbedaan karakter permainan (ruang, intensitas, transisi, dan jenis kontrol) semakin menonjol. Disinilah pentingnya bridging training supaya pemain bisa menyesuaikan diri antara futsal dan sepakbola.

Jika dilatih dengan pendekatan yang fleksibel, futsal justru memberi banyak keuntungannya bagi pemain sepakbola. Adaptasi lebih cepat di bawah tekanan. Fondasi decision-making yang kuat untuk transisi ke sepakbola.

Bukan futsal yang menghambat sepakbola. Tapi cara kita mengajarkan dan membatasi (kalau sudah latihan sepakbola, lebih baik jangan lagi latihan futsal) yang sering jadi masalah.

Mari kita ubah mindset (cara berpikir). Gunakan futsal sebagai alat bantu pembinaan sepakbola yang artinya futsal pelengkap dari sepakbola, bukan sebagai kambing hitam mengganggu perkembangan sepakbola.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini