Ketua Umum Wadokai Katate-Do Indonesia Provinsi Aceh, Hasballah, dewan pembina dan pengurus harian, Intruktur (dewan juri) foto bersama dengan 300 peserta, disela-sela usai kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di Hall Serbaguna Stadion Harapan Bangsa (SHB) Banda Aceh, Minggu (25/01/2026) pagi. (foto/kiriman panitia)
MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: DOJO Karate-do dari berbagai perguruan Wadokai Karate-Do Indonesia Provinsi Aceh ikut Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), yang berlangsung di Hall Indoor Serbaguna Stadion Harapan Bangsa (SHB) Banda Aceh, Minggu (25/01/2026) pagi.
“UKT awal tahun 2026 tersebut diikuti 300 peserta perwakilan DOJO/karatedo Kabupaten dan Kota di Aceh”, serta dibuka langsung oleh Ketua Umum Wadokai Karate-Do Aceh, Hasballah, S.Ag.
Sekaligus mengatakan, ujian kenaikan tingkat, merupakan
Agenda ruttin dan berjenjang bagi Cabang Olahraga (Cabor) Wadokai Aceh juga sebagai ajang pembinaan secara terstruktur dari akar rumput, untuk evaluasi kemampuan, serta peningkatan kualitas teknik dan karakter dojo/ karateka, ujar ketua Hasballah, yang juga anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh (PA).

Sembari menambahkan, “UKT digelar juga untuk pembentukan karakter dan mental para atlet. Ia menekankan pentingnya konsistensi latihan, kedisiplinan, serta menjunjung tinggi nilai dan azas persaudaraan dalam setiap proses pembinaan serta berorganisasi”.
Mengingat para atlet/karatedo yang melakukan persiapan dan latihan rutin di perguruan-
perguruan, dalam perjalanannya tidak hanya berkembang secara teknis, namun memiliki sikap mental yang tangguh, serta berprestasi, tutup Hasballah yang juga akrab disapa Cut Apa.
Disisi lain, ketua majelis sabuk hitam Wadokai Aceh, Fauzi dikesempatan tersebut menjelaskan, para penguji (penilai) yang ditugaskan dalam UKT ini, yakni instruktur berpengalaman dan bersertifikat nasional. “Sehingga proses penilaian pertandingan berjalan profesional dan transparan”, juga kami mengharapkan atlet/ para karateka yang lulus ujian tiap UKT terus meningkatkan kemampuan, sehinga dapat bersaing dengan atlet-atlet label nasional, maupun internasional saat tampil diberbagai even kedepan, sekaligus tuai prestasi, sehingga dapat membawa nama baik Wadokai Aceh, tukasnya.
Serta menjelaskan, dojo/atlet yang mengikuti UKT tidak semberangan peserta diperbolehkan mendaftar, namun sesuai dengan regulasi Wadokai Indonesia, dimana berdasarkan jenjang sabuk masing-masing. Diantaranya, dimulai dari kenaikan tingkat sabuk putih, menuju sabuk kuning, sabuk kuning ke sabuk hijau, sabuk hijau terus ke sabuk biru, sabuk biru menuju sabuk coklat, serta sabuk coklat menuju sabuk hitam
Yang juga, seluruh tahapan ujian dilaksanakan dengan standar penilaian normal, ketat serta objektif. “Meliputi pergerakan dan penguasaan teknik dasar, sikap mental dan disiplin”. (zm)








