BANDA ACEH, MEDIANAD.COM -Pelaku Usaha Mikro Kecil dan menengah ( UMKM) pengrajin usaha ikan kayu (kemamah) Lampulo silaturrahmi dengan ibu Marlina Muzakir Manaf di pendopo gubernur Aceh pada tgl (4/11/2025).
Dalam acara silaturrahmi tersebut pengrajin pengolahan ikan kayu atau keumamah, mereka membicarakan tentang pengembangan usahanya selama ini di Lampulo Banda Aceh pada ibu Marlina Muzakir Manaf.
Mereka melaporkan tentang cara pengolahan dengan cara yang moderen jadi bahan bakunya dari ikan tongkol yang telah dikeringkan dan ini standar dengan katsuobudhi jepang nan khas Aceh tidak akan hilang.
Dan proses secara moderen ini tidak ada kimia sedikitpun, jadi kedepan keumamah katsuobushi akan dikembangkan di Aceh melalui UMKM yang selama ini kami kembangkan, dan ini akan menjadi oleh oleh untuk tamu pariwisata dari luar yang berkunjung ke Aceh.
Kak Ana menyambut baik terhadap hasil kinerja putra-putra Aceh yang telah membuka usaha ikan kayu atau keumamah secara moderen Tanpa alat pengawet. Melalui UMKM mikro kecil dan menengah dan ini adalah usaha yang bisa menggerakkan ekonomi rakyat kak ana juga menyampaikan pemerintah Aceh berkomitmen untuk membina UMKM di seluruh daerah di Aceh tentang UMKM pengembangan ikan kayu( keumamah).
Dengan usaha seperti ini, maka ekonomi rakyat akan tumbuh ini juga adalah sebuah lapangan kerja yang luar biasa dan cepat maju,apa lagi selama ini tidak semua masyarakat punya peluang untuk bekerja di perusahaan besar, bila UMKM diberdayakan maka mereka menjadi penggerak ekonomi keluarga.
Kak ana berpesan supaya usaha seperti ini harus diperkuat manajemennya dan juga kemasan yang bagus khas Aceh, kalau manejemen bagus dan kemasan juga bagus makan ini akan menjadi suvenir bagi masyarakat dari luar Aceh yang ingin berwisata ke provinsi Aceh pasti mereka akan membawa pulang keumamah hasil ulahan UMKM kita, karena ikan keumamah Aceh memang sangat bagus dan lembut semua orang sangat suka terhadap keumamah Aceh apalagi diolah secara moderen, centus kak Ana.(lem)








