Jamaah Shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Gampong Batee Shok, Kota Sabang, Tanggal 6 Maret 2026 serta Khutbah disampaikan Khatib, Tgk Mukhtar Andhika. (foto/ist)
MEDIANAD.COM, SABANG: Tgk Muchtar Andika isi Khutbah Jumat di Masjid Al-Ikhlas Gampong Batee Shok, Kota Sabang, Jumat (06/03) 2026.
Tgk Mukhtar dalam kesempatan tersebut menyampaikan kelebihan dan faedah di bulan mulia tersebut, yang juga bulan puasa 1447 H/2026 Masehi sebentar lagi segera berakhir, namun jejaknya tak boleh hilang, atau selalu ada dalam hati umat muslim yang namanya bulan suci Ramadhan.
“Perpisahan ini tidak seharusnya menjadi keresahan, melainkan perihal apa yang tersisa setelahnya, serta ada pelajaran yang semestinya tetap melekat, dan ada cahaya yang seharusnya tidak akan padam yang terpancar saat bulan mulia ini”.
Tidak terasa, bulan Ramadhan 1447 Hijriah akan segera meninggalkan kita, namun jejak dan kenangan. Seperti Ibadah serta kebaikan yang telah kita jalani selama sebulan penuh,
jangan sampai kepergiannya juga menghapus kebiasaan baik yang telah kita bangun selama bulan puasa, dimana shalat harus kita jaga, tilawah yang kita rutinkan, sedekah yang kita biasakan, semua itu jangan dibiarkan pergi bersama berlalunya bulan yang mulia ini. Sebab Ramadhan tidak hanya sekadar tamu yang datang dan pergi, tetapi ia adalah madrasah yang mendidik kita untuk terus berbuat baik sepanjang tahun.
Jika selama Ramadhan kita telah berusaha menjaga lisan, hati, dan perbuatan, maka setelah Ramadhan pun kita harus tetap menjaganya. Jangan biarkan kebiasaan baik ini berhenti seiring berlalunya bulan mulia ini. Justru, inilah saatnya bagi kita untuk membuktikan bahwa ibadah dan pengendalian diri yang telah kita latih selama sebulan penuh tidak hanya sekadar rutinitas sementara, tetapi bekal untuk hari-hari dan bulan-bulan berikutnya.
Oleh sebab itu, mari kita jadikan hari-hari setelah
Ramadhan nanti sebagai kelanjutan dari apa yang telah kita mulai dan kita jalani selama bulan mulia ini. Tetaplah menjaga semangat ibadah, memperkuat hubungan dengan Allah, dan menanamkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, hakikat keberhasilan Ramadhan tidak hanya perihal bagaimana kita menjalaninya, namun bagaimana kita tetap istiqamah setelahnya, ulas Khatib Mukhtar. (non/rel)








