MEDIANAD.COM, SABANG – Suasana bahagia menyelimuti hamparan ladang di Jurong Lhok Drien, Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, pada Senin pagi (25/5). Untuk pertama kalinya, lahan tersebut menggelar panen raya Padi Gogo, sebuah varietas padi gajah yang tahan terhadap kondisi lahan kering. Momen bersejarah ini dihadiri oleh perwakilan lintas elemen, mulai dari aparat keamanan hingga akademisi muda.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.45 WIB ini dipimpin langsung oleh Sertu Hendra (Babinsa 04/Gampong Krueng Raya, Koramil 02/Sukakarya), bersama Bhabinkamtibmas, Babinter AU, serta mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Al-Aziziyah Sabang. Mereka bergandengan tangan dengan petugas Dinas Pertanian (Distan) Kota Sabang dan Ibu Penyuluh Pertanian untuk mendampingi Bapak Zainuddin, pemilik lahan, dalam proses pemanenan.
Keberagaman peserta dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk mewujudkan ketahanan pangan di tingkat lokal. Sertu Hendra menekankan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk dukungan moral dan fisik bagi petani.
“Panen perdana ini adalah bukti bahwa lahan di Krueng Raya memiliki potensi besar. Dengan melibatkan mahasiswa dan berbagai instansi, kami ingin menanamkan semangat bahwa pertanian adalah masa depan. Kami juga membantu proses panen untuk meringankan beban Bapak Zainuddin,” ujar Sertu Hendra sambil ikut memotong batang padi.
Ibu Penyuluh Pertanian dari Distan Kota Sabang memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. Ia juga memberikan himbauan teknis kepada petani agar tetap menjaga kualitas hasil panen pasca-panen, seperti pengeringan dan penyimpanan yang benar, agar harga jual tetap tinggi.
“Kami berharap petani bisa memanfaatkan lahan secara optimal. Padi Gogo ini sangat cocok untuk kondisi kita. Dengan pendampingan dari Babinsa dan teman-teman mahasiswa, semangat petani pasti meningkat,” jelasnya.
Salah satu mahasiswa STIS Al-Aziziyah yang hadir mengungkapkan kebahagiaannya bisa belajar langsung dari lapangan. “Ini pengalaman berharga. Kami tidak hanya belajar teori di kelas, tapi melihat langsung bagaimana perjuangan petani dan peran TNI-Polri dalam mendukung pangan nasional,” katanya.
Bagi Bapak Zainuddin, kehadiran para pendamping menjadi motivasi luar biasa. “Alhamdulillah, panen pertama ini berjalan lancar. Terima kasih kepada Babinsa, polisi, adik-adik mahasiswa, dan ibu penyuluh yang sudah membantu. Hasilnya Insya Allah akan berkualitas baik,” ucapnya dengan wajah berseri.
Melalui kegiatan ini, Kodim 0112/Sabang beserta mitra terkait berhasil membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, akademisi, dan masyarakat adalah kunci sukses program ketahanan pangan. Panen perdana di Jurong Lhok Drien menjadi awal yang menjanjikan bagi pengembangan pertanian Padi Gogo di wilayah Sukakarya.(man)








