LHOKSEUMAWE, MEDIANAD.COM : Dua anggota Tim Teknologi Informasi (IT) Unit Pusat Komputer (Puskom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, berhasil mempertahankan tesis pada sidang Magister Teknologi Informasi Universitas Malikussaleh (Unimal), Lhokseumawe, Kamis (20/8/2026).
Keduanya adalah Husni Abda, S.Kom., M.Kom. dan Hermansyah, S.Kom., M.Kom. Keduanya merupakan peserta program pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang teknologi informasi yang dilaksanakan oleh Universitas Almuslim.

Sidang tesis tersebut menjadi momentum penting bagi keduanya dalam meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperkuat kapasitas profesional di bidang teknologi informasi, khususnya dalam mendukung pengembangan sistem dan infrastruktur IT di lingkungan Universitas Almuslim.
Tesis Husni Abda berjudul “Perbandingan Kinerja Jaringan Serat Optik P2P dan P2MP Menggunakan Parameter QoS dan AHP.”
Dalam penelitiannya, Husni mengungkapkan bahwa pesatnya pertumbuhan lalu lintas internet di Indonesia, termasuk di Provinsi Aceh, menuntut tersedianya infrastruktur jaringan serat optik yang efisien, andal, dan mampu memberikan kualitas layanan yang optimal.
Menurut Husni, dua arsitektur jaringan dasar, yakni Point-to-Point (P2P) dan Point-to-Multipoint (P2MP), memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing. Keduanya menawarkan pertimbangan trade-off antara kualitas layanan dan efisiensi biaya.
Penelitian tersebut dilakukan di bawah bimbingan Dr. Taufiq, S.T., M.T. dan Dr. Defry Hamdhana. Sementara itu, dalam sidang, Husni diuji oleh Dr. Muhammad Daud, M.T. dan Dr. Asrianda.
Husni menjelaskan bahwa penelitian yang menggabungkan pengukuran Quality of Service (QoS) dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk membandingkan kedua arsitektur jaringan tersebut masih relatif terbatas.
Berdasarkan hasil eksperimen, P2P dinilai sebagai arsitektur yang lebih optimal untuk penerapan yang mengutamakan kualitas layanan (QoS). Sementara itu, P2MP memiliki keunggulan ketika efisiensi biaya dan cakupan wilayah yang luas menjadi prioritas utama.
“Pemilihan arsitektur jaringan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas penerapannya, apakah lebih mengutamakan kualitas layanan atau efisiensi biaya dan cakupan,” ujar Husni.
Pada hari yang sama, Hermansyah, S.Kom., M.Kom. juga berhasil mempertahankan tesisnya yang berjudul “Comparative Analysis of Random Forest and Long Short-Term Memory for Predicting Optical Power Degradation in FTTH Networks.”
Penelitian Hermansyah membandingkan metode Random Forest (RF) dan Long Short-Term Memory (LSTM) dalam memprediksi kondisi jaringan Fiber to the Home (FTTH) yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu Normal, Warning, dan Critical. Penelitian tersebut juga dibimbing oleh Dr. Taufiq, M.T. dan Dr. Defry Hamdhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Random Forest (RF) mengungguli Long Short-Term Memory (LSTM) secara signifikan dalam memprediksi degradasi daya optik pada jaringan FTTH.
Hasil evaluasi pada masing-masing kelas juga menunjukkan bahwa metode Random Forest mampu memberikan kinerja yang sangat baik pada seluruh kondisi jaringan. Nilai precision dan recall berada di atas 99 persen untuk kategori Normal, di atas 94 persen untuk kategori Warning, serta di atas 90 persen untuk kategori Critical.
Keberhasilan Husni Abda dan Hermansyah menyelesaikan pendidikan magister tersebut diharapkan semakin memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi informasi di lingkungan Universitas Almuslim, khususnya dalam mendukung pengelolaan, pengembangan, serta inovasi infrastruktur teknologi digital kampus. (Kal/win)








