Kadispora Aceh, T Banta Nuzullah (baju putih) yang juga mewakili Wagub Fadhlullah, SE diabadikan bersama usai membuka Kongres biasa PSSI Aceh, Sabtu (03/10/2026) pagi di Hotel Safira, Kota Sigli, serta tampak dalam foto master tersebut Wakil ketua I DPR Aceh, Yahfud Saifuddin Muhammad, serta foto Exco PSSI, Juli Rahman. (foto/istimewa) Laporan kontributor medianad.com, hermansyah-Pidie dan Pijay.

MEDIANAD.COM,SIGLI:Kongres Biasa PSSI Aceh untuk pemilihan Ketua periode 2026–2030 resmi dibuka oleh Pemerintah Aceh di Aula Utama, Hotel Safira, Sigli Kabupaten Pidie, Sabtu (3/10/2026) pagi.

Dimana, Pembukaan Kongres dilakukan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh, T Banta Nuzullah, yang mewakili Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah serta berlangsung sukses dan langsung dibawah pengawasan Exco PSSI Pusat, yang juga hajatan itu menjadi momentum penting bagi PSSI Aceh dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan prestasi sepakbola Aceh ke label nasional, seperti PON, dari juara Porwil 2018, medali perak PON Papua 2020/21 bisa tembus juara nantinya dilevel nasional ajang tersebut tahun 2028 NTB-NTT dan Jakarta.

Harap Wagub Fadhlullah, SE melalui Kadispora Aceh T Banta Nuzullah, S.Pd M.Pd saat membuka Kongres dimaksud, serta menambahkan.

Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada PSSI Aceh atas terselenggaranya Kongres sebagai bagian dari proses organisasi dan pembinaan sepak bola di Aceh, seksligus pemerintah Aceh berharap seluruh rangkaian kongres dapat berlangsung secara demokratis, tertib, sportif, transparan, serta mengedepankan semangat persaudaraan.

“Perbedaan pilihan dan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun persatuan dan kepentingan kemajuan sepak bola Aceh harus tetap menjadi prioritas”.

Setelah seluruh proses selesai, yang harus kita kedepankan adalah kepentingan yang lebih besar, yaitu kemajuan sepak bola Aceh, pesan Wakil Gubernur Aceh dikesempatan tersebut.

Sekaligus Pemerintah Aceh mengharapkan kepengurusan PSSI Aceh periode 2026–2030 kedepan diharapkan mampu menghadirkan tata kelola organisasi yang lebih baik, memperkuat pembinaan sepak bola usia dini dan usia muda, meningkatkan kualitas kompetisi, serta memperluas kesempatan bagi talenta-talenta lokal untuk berkembang.

Menurutnya, pembinaan sepak bola harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek. Penguatan ekosistem sepak bola perlu dimulai dari sekolah sepak bola, klub, kompetisi usia muda, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, hingga pembinaan atlet menuju level nasional.

Aceh dinilai memiliki banyak talenta sepak bola yang perlu ditemukan, dibina, dan diberikan ruang untuk berkembang.

Untuk mewujudkan hal tersebut, sinergi antara PSSI Aceh, KONI Aceh, pemerintah daerah, klub, sekolah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi hal yang penting

Pemerintah Aceh juga berharap siapa pun yang nantinya memperoleh amanah sebagai Ketua PSSI Aceh periode 2026–2030 dapat menjalankan tanggung jawab dengan baik, merangkul seluruh elemen sepak bola, serta menjadikan kepentingan sepak bola Aceh sebagai prioritas bersama.

Harap Wagub dalam Pembukaan kongres tersebut, yang juga turut dihadiri perwakilan Exco PSSI Pusat, Juli Rahman, Wakil Pimpinan DPR Aceh, Saifuddin Muhammad, Ketua Badan Legislasi DPR Aceh, Irfansyah, Kapolres Pidie yang diwakili Wakapolres, Dandim Pidie, anggota DPRK Pidie, serta perwakilan Bupati Pidie.

Kongres Biasa PSSI Aceh periode 2026–2030 diharapkan menghasilkan kepemimpinan dan keputusan organisasi yang mampu memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pembinaan, serta mendorong kemajuan sepak bola Aceh di masa mendatang.

Exco PSSI Pusat: Kongres PSSI Aceh Sesuai Statuta

Sementara itu, Polemik soal keabsahan Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Aceh periode 2026–2030 mendapat penegasan dari PSSI pusat. Exco PSSI Pusat Juni Rahman.

Secara tegas menyatakan, Kongres yang digelar di Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu (3/10/2026), telah berjalan sesuai statuta organisasi.

Pernyataan itu disampaikan Juni saat memberikan sambutan dalam pembukaan kongres. Menurut dia, pelaksanaan kongres telah memenuhi ketentuan yang berlaku di PSSI.

“Menurut penilaian saya sebagai Exco PSSI Pusat, sudah sesuai dengan statuta. Dalam rangka kongres ini bisa berjalan dengan tertib dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun,” kata Juni.

Juni meminta seluruh peserta menjaga suasana kongres tetap kondusif. Perbedaan pandangan maupun pilihan dalam pemilihan, kata dia, merupakan bagian dari dinamika organisasi.

Semangat football family atau kekeluargaan, menurut Juli, harus tetap menjadi pijakan. Jangan sampai perbedaan pilihan justru berkembang menjadi perpecahan di tubuh sepak bola Aceh.

PSSI Pusat juga mengingatkan soal independensi organisasi. *Statuta PSSI melarang intervensi dari pihak mana pun yang dapat mengganggu jalannya organisasi. Jika ketentuan tersebut dilanggar, konsekuensinya dapat berupa sanksi dari asosiasi yang lebih tinggi*

“Harapan kita kongres ini bisa berjalan dengan lancar sampai selesai dan tidak ada kendala apa pun,”

Juni juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Pidie, serta seluruh peserta kongres, ujarnya yang juga mengikuti seluruh rangkaian agenda Kongres PSSI Aceh tersebut secara daring hingga selesai.

Dan diakhir Kongres juga mengatakan, “pemilihan kepemimpinan PSSI Aceh sudah berjalan baik dan menghasilkan ketua yang didukung secara penuh oleh 33 voters dari 40 yang berhak memilih.

PSSI Pusat Harus mendukung usaha KP dan Voters yang asli

Sementara itu, Voters dari PSSI Kabupaten/Kota dan Klub yang sah menghadari Kongres biasa untuk pemilihan ketum periode 2026/30 mengharapkan. PSSI Pusat jangan mengakomodir laporan-laporan palsu dan tidak berlandaskan stastuta juga PO PSSI 2025 dari barisan sakit hati, yakni mengatasnamakan voters dan tokoh sepakbola Aceh yang bergetayangan dalam satu bulan belakangan. semua itu tak ada asal usul dan statuta juga PO yang dilanggar oleh Komite Pemilihan (Panpel) PSSI Aceh di tahapan Kongres tersebut.

Kalau memang kubu tersebut ingin menjadi ketum PSSI Aceh, “kenapa gak mendaftar jagoannya saat tahapan Kongres berjalan hampir sebulan di Sekretariat PSSI Aceh, Banda Aceh dan membawa dukungan dari voters sebagai pengusung, dan janganlah berprasangka negetif untuk orang lain dikarenakan kita tidak terpenuhi apa yang kita inginkan dari orang-orang yang telah bekerja ikhlas untuk prestasi sepakbola Aceh”.

Dinilai PSSI Aceh yang segala kekurangan keuangan dan bantuan pemerintah selama ini tetap sudah bekerja maksimal dan tuai prestasi membanggakan.

Yakni medali emas PORWIL Bengkulu 2018, perak PON 2020/21 Papua dan medali perunggu sepakbola PON 2024

Ujar Ketua PSSI Aceh Timur sekaligus voter Kongres PSSI Aceh, Muhammad Adam disela-sela Kongres tersebut kepada awak media.

Sekaligus mengajak seluruh pihak menjaga persatuan dan kondusivitas sepak bola Aceh di tengah pelaksanaan Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Aceh periode 2026–2030.

Muhammad Adam mengatakan pelaksanaan kongres telah berjalan sesuai dengan Statuta PSSI yang menjadi dasar penyelenggaraan organisasi.

“Alhamdulillah, hari ini telah terlaksana kongres PSSI Aceh sesuai dengan Statuta PSSI. Sudah kita jalankan”.

M Adam dan seluruh voters juga berharap PSSI Pusat dapat turut menjaga situasi sepak bola Aceh agar tetap kondusif dan tidak memperuncing perbedaan yang ada di internal sepak bola Aceh.

“Kita meminta kepada Erick Thohir sebagai PSSI Pusat untuk tidak mengadu domba kami rakyat Aceh, Pak,” ujarnya.

Dimana Aceh memiliki karakter dan kondisi yang berbeda dengan daerah lain. Karena itu, setiap persoalan organisasi sepak bola di Aceh diharapkan dapat diselesaikan dengan mengedepankan aturan yang berlaku dalam Statuta PSSI.

“Ini yang paling kami tegaskan, Aceh berbeda dengan daerah lain. Mohon kepada Bapak untuk menjalankan Statuta PSSI. Jangan dirubah-rubah lagi, Pak,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan mencari solusi bersama sehingga perbedaan pandangan terkait pelaksanaan kongres tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Muhammad Adam menyatakan para voter PSSI Aceh siap berdialog langsung dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir apabila diperlukan untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan sepak bola Aceh.

“Jangan membuat pertikaian di Aceh. Mohon saya sebagai voter, mewakili rekan-rekan dari Aceh. Kalau memang perlu harus jumpa dengan Bapak, kami siap menghadap,” ujarnya yang juga mendapat dukungan penuh dari teman-teman 32 voters lainnya dikesempatan tersebut.

HASIL PEMILIHAN, KETUA TERPILIH UNGGUL TELAK.

Calon Ketum nomor urut 3 H Nazir Adam, SE,MM yang juga mantan Wabup Pidie 2012-2017

terpilih sebagai Ketua PSSI Aceh periode 2026–2030 setelah meraih 33 suara dalam Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Aceh di Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Mantan ketua Pengcab PSSI Pidie yang berhasil membawa sepakbola PORA Pidie meraih medali emas pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) XII 2014 Idi Rayeuk, Aceh Timur itu berhasil meraih 33 suara dari total 40 voter yang memiliki hak pilih. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini