MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Aceh bekerja sama dengan Konsul Pelancongan Konsulat Jenderal Malaysia di Medan menggelar seminar destinasi bertajuk Discover Malaysia.

“Seminar tersebut sebagai memperluas wawasan pelaku industri pariwisata Aceh mengenai berbagai potensi destinasi wisata di Malaysia,” ungkap Ketua Astindo Aceh Umar Macthub di Banda Aceh, Kamis (24/9/2026).

Seminar dihadiri para pelaku industri pariwisata dari Aceh dan Malaysia. Seminar menghadirkan pemaparan produk-produk pariwisata di negeri jiran tersebut.

Menurut Umar Macthub, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelaku usaha perjalanan wisata, agen perjalanan, serta pemangku kepentingan pariwisata untuk mendapatkan informasi mengenai destinasi unggulan, produk wisata, serta peluang kerja sama pariwisata antara Aceh dan Malaysia.

“Melalui seminar ini, Astindo Aceh mendorong pelaku industri perjalanan untuk terus memperkuat jaringan dan meningkatkan pengetahuan mengenai perkembangan destinasi wisata regional,” ujar dia.

Ketua Astindo Aceh mengatakan seminar destinasi Discover Malaysia diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku usaha pariwisata Aceh dan mitra di Malaysia.

“Kedekatan geografis serta hubungan masyarakat Aceh dengan Malaysia dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan pasar wisata kedua wilayah,” kata Umar Machtub.

Selain memberikan informasi destinasi, seminar juga diharapkan menjadi momentum memperkuat konektivitas pariwisata serta mendorong lahirnya paket-paket perjalanan yang menarik dan kompetitif bagi wisatawan.

“Kami berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan dengan menghadirkan berbagai destinasi potensial, sehingga industri perjalanan wisata di Aceh semakin berkembang dan mampu memberikan pilihan perjalanan yang lebih beragam bagi masyarakat,” pungkas Umar Machtub.

Konsul Pelancongan Konsulat Jenderal Malaysia di Medan Rosalina Abdul Rahim mengatakan seminar itu upaya Tourism Malaysia memperkenalkan destinasi pariwisata di negara semanjung tersebut.

“Kami terus mempromosikan pariwisata Malaysia. Promosi ini merupakan upaya kami menjadikan Malaysia sebagai destinasi wisata pilihan di Aceh,” kata dia.

Rosalina menyebutkan Aceh dipilih sebagai lokasi promosi karena ramai masyarakat dari daerah ini berkunjung ke Malaysia. Kunjungan tersebut yang mendatangi destinasi pilihan, ada juga yang berobat

“Banyak rumah sakit terbaik di Malaysia yang bisa didatangi. Selain rumah sakit, kami juga memiliki wisata kuliner terbaik, wisata di pusat perbelanjaan, dan lainnya. Kami mengajak masyarakat Aceh berkunjung ke Malaysia,” ujar Rosalina.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Ismail mengharapkan promosi pariwisata Malaysia tersebut memberi umpan balik terhadap peningkatan kunjungan wisatawan negeri jiran tersebut ke Aceh.

“Kami mengharapkan seminar destinasi wisata Malaysia ini juga berdampak terhadap pariwisata Aceh. Jadi, tidak hanya orang Aceh ke Malaysia, tetapi wisatawan juga berkunjung ke Aceh,” kata Ismail.

Ismail menyebutkan kunjungan wisatawan Malaysia ke Aceh merupakan yang tertinggi dibanding dari negara lain. Dan ini tentu menjadi peluang bagi agen perjalanan di Aceh menawarkan paket wisata di Malaysia.

“Dan ini tentu menjadi modal utama bagi Aceh meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara seperti dari Malaysia. Karena itu, kami terus mendorong pelaku pariwisata di Aceh membangun jaringan dengan berbagai negara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,” demikian Ismail. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini