BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Komunitas Read Aloud Anak Banda Aceh berkolaborasi dengan Mobil Perpustakaan Keliling Pustaka Wilayah Aceh dan Read Aloud Banda Aceh menggelar kegiatan literasi bertema “Ibuku, Pahlawan Literasiku”. Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Putroe Phang, Banda Aceh, pada Minggu (25/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak berusia 3–8 tahun bersama para ibu. Program tersebut bertujuan menumbuhkan minat baca sejak usia dini sekaligus memperkuat peran ibu sebagai pendamping utama dalam memperkenalkan buku dan membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi membaca nyaring (read aloud) yang dibawakan oleh Nurmala Dewi, S.IP., Pustakawan Ahli Muda pada Pustaka Wilayah Aceh. Melalui sesi ini, anak-anak diajak menikmati cerita secara menyenangkan dan interaktif, dengan pendekatan yang sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Selanjutnya, Thaibatul Aini, S.IP., M.A., dari tim Read Aloud Banda Aceh memberikan pembekalan kepada para ibu mengenai teknik membaca nyaring. Dalam sesi tersebut, para ibu diperkenalkan pada cara membacakan buku dengan memanfaatkan ekspresi, intonasi, serta interaksi yang menarik agar anak lebih antusias dan terlibat dalam kegiatan membaca.
Antusiasme peserta semakin terlihat saat anak-anak mengikuti kegiatan berburu buku di mobil perpustakaan keliling. Mereka diberi kesempatan memilih buku berdasarkan minat dan ketertarikan masing-masing. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendekatkan anak dengan bahan bacaan sekaligus menciptakan pengalaman positif dalam mengenal dan mencintai buku sejak dini.
Tidak hanya mendapatkan materi, para ibu juga berkesempatan mempraktikkan langsung teknik membaca nyaring secara bergantian dalam kelompok masing-masing. Melalui praktik tersebut, para ibu belajar membangun interaksi dengan anak melalui cerita, ilustrasi, pertanyaan sederhana, dan ekspresi saat membacakan buku.
Ketua panitia, Titik Isnaini Lestari, S.TP., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi ibu dan anak untuk membangun kedekatan emosional melalui aktivitas membaca.
Tema “Ibuku, Pahlawan Literasiku” dipilih untuk menegaskan pentingnya peran ibu dalam memperkenalkan buku, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta membentuk kebiasaan literasi anak sejak usia dini. Menurutnya, keluarga memiliki peran mendasar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya minat baca anak.
Kolaborasi antara komunitas literasi dan layanan perpustakaan keliling ini juga menunjukkan pentingnya menghadirkan kegiatan literasi di ruang publik yang ramah anak. Taman Putroe Phang menjadi ruang bagi keluarga untuk belajar, berinteraksi, dan menikmati aktivitas literasi dalam suasana terbuka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak keluarga yang menjadikan membaca nyaring sebagai kebiasaan di rumah. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengenal huruf dan kata, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan imajinasi, memperluas wawasan, melatih kemampuan berbahasa, serta mempererat hubungan emosional antara ibu dan anak.
Semangat Sumpah Pemuda juga dapat diwujudkan melalui gerakan literasi sejak dini dengan melibatkan keluarga, komunitas, dan lembaga perpustakaan. Berawal dari keluarga yang dekat dengan buku, diharapkan tumbuh generasi muda yang gemar membaca, memiliki daya pikir kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Melalui semangat “Ibuku, Pahlawan Literasiku”, para ibu diajak menjadi garda terdepan dalam menumbuhkan budaya membaca, karena kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dapat dimulai dari rumah, melalui sebuah buku dan kebersamaan antara ibu dan anak. (Kal)








