MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Seluruh panglima laut seluruh kabupaten/kota se aceh mengikuti musyawarah panglimat laut SE Aceh di hotel Lading Banda Aceh Sabtu,(11/10/2025), musyawarah ini bertujuan untuk membangun kekompakan antar sesama panglima laut yang ada di kabupaten kota juga untuk memikirkan tentang nasip petani dan nelayan yang selama ini banyak yang mengganggur.

Dalam acara tersebut, turut hadir PLH kadis DKP Aceh yang diwakili oleh kepala bidang Tangkap T.Samsul Bahri. Dalam acara musyawarah tersebut pihak panglima laut banyak mengeluarkan tuntutannya yang disampaikan kepada Kabit bidang Tangkap T.Samsul Bahri, tentang permasalahan yang saat ini dihadapi oleh para nelayan seluruh Aceh.

Mereka berharap pada gubernur Aceh Muzakir Manaf (mualem)/Dekfad untuk memikirkan pemberdayaanb terhadap para nelayan yang selama ini mereka banyak mengnganggur kata panglima laut Aceh besar M,Zaini.

“Karena saat ini, sekitar 200 ribu nelayan yang tersebar di seluruh kabupaten/kita se aceh hampir 30 persen para nelayan tidak ada pekerjaan atau pengangguran,  maka ini pak gubernur mualem/ dekfat harus fokus terhadap kesejahteraan nelayan, karena selama ini pemerintah Aceh kurang perhatian terhadap kesejahteraan para nelayan, malah tuntukan yang pernah mereka sampaikan dulu diabaikan begitu saja oleh pemerintah Aceh padahal yang nelayan haya meminta seperti muara yang dangkal harus di keruk, malah ini tidak ada yang gubris, sehingga boat yang pulang dari laut tidak bisa masuk ketempat pelelangan ikan akibat dangkalnya muara ( Kuala)”.

Maka, kata Zaini dengan dilantiknya T,Samsul Bahri sebagai Kabit tangkap mungkin kedepan untuk memperhatikan nasip nelayan yang selama ini mengnganggur dan ini memang yang kami inginkan dan yang kami harapkan, jadi dengan hadirnya kabit tangkap DKP Aceh ditempat acara kami ini maka bisa kami sampaikan semua persoalan yang dialami oleh nelayan dikabupaten /kota karena mereka sangat membutuhkan kepedulian dari pemerintah Aceh.

Kadang-kadang ada bantuan dari DKP Aceh namun tidak pernah diberitahukan kepada panglima laut setempat seperti kami panglima laut tidak dihargai, yang sebenarnya bila ada bantuan untuk nelayan itu harus diinformasikan kepada panglima laut siapa saja yang mendapat bantuan ini kami tidak tahu, maka kedepan kami mengharapkan untuk dapat bekerja sama antara pemerintah Aceh dengan panglima laut sekabupaten / kota di Aceh.

Karena saat ini para nelayan menjerit terhadap derita yang mereka alami karena tidak ada kepedulian dari pemerintah, dengan adanya pertemuan ini semua kami sudah puas dan bangga bisa menyampaikan aspirasi nelayan kepada pihak DKP Aceh yang didengan langsung oleh kabit tangkap Samsul Bahri terhadap ke inginan nelayan, termasuk untuk membangun pelabuhan tempat pelelangan ikan, kami mengharapkan untuk kedepan supaya diprioritaskan tentang kesejahteraan nelayan kecil, seperti rumpun, pukat Aceh, serta coolbox dan boet kecil untuk melaut centus Zaini.

Dan kami panglima laut SE Aceh sangan mendukung penuh kabit tangkap DKP Aceh yang baru dan beliau punya kemampuan dan mampu menjalankan tugasnya untuk mensejahterakan nelayan kecil di Aceh, menurut kabit perikanan tangkap pada acara musyawarah panglima laut se kabupaten/ kota apa yang mereka sampaikan dan tuntutan mereka kami tampung semua dan ini menjadi pertimbangan kami di TKP Aceh dalam penentuan kebijakan dan akan kami sampaikan tuntutan ini kepada pak gubernur Aceh Muzakir Manaf( mualem) Dekfad dan kami komit akan memperjuangkan hak hak nelayan ucap Ampon senuddon.(ml)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini