MEDIANAD.COM- Sejumlah aset Masjid Raya Baiturrahman disebut belum sepenuhnya diserahterimakan kepada imum chik yang baru, meskipun pelantikan dan serah terima jabatan dari imum chik lama telah dilakukan pada 13 Agustus 2025 lalu.
Sumber internal Masjid Raya Baiturrahman Sabtu (17/1/2026) menyebutkan bahwa Pemerintah Aceh menginginkan pengelolaan dan pemanfaatan aset masjid dilakukan secara akuntabel dan transparan guna menghindari munculnya persepsi negatif di tengah umat.
Menurut sumber tersebut, berdasarkan laporan audit yang dilakukan auditor independen dari Kantor Akuntan Publik Suryadi dan M. Rizal Yahya, laporan keuangan periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 mencatat saldo sebesar Rp1.579.872.734. Kondisi ini, kata dia, menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak terkait penggunaan pendapatan yang berasal dari pengelolaan berbagai aset Masjid Raya Baiturrahman.

Ia menyebutkan, aset Masjid Raya Baiturrahman antara lain berupa 10 kapling tanah dengan total luas sekitar 58.000 meter persegi, 10 unit toko, 10 unit rumah, satu unit sekolah, serta Radio Baiturrahman.
Selain itu, sumber tersebut juga mempertanyakan keberadaan Yayasan Baiturrahman Peduli Umat, yang diketahui mengalami perubahan kepengurusan pada 18 Maret 2025.
Berdasarkan lampiran Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0000729.AH.01.05 Tahun 2025, yayasan tersebut didirikan oleh Prof. Dr. Azman Ismail, MA dan Thantawi Ishak, SH, MH.
Dalam dokumen tersebut tercantum nama-nama pembina yayasan, yakni Prof. Dr. Azman Ismail, MA selaku ketua, Drs. T. Setia Budi, serta Prof. Dr. Al Yasa Abubakar, MA.
Sementara itu, jajaran pengurus terdiri atas Drs. Hamdan Syamsuddin sebagai ketua, Dr. Badrul Munir, MA sebagai sekretaris, Naisaburi Ilyas sebagai wakil sekretaris, dan Dr. Hafas Furqani, M.Ec sebagai bendahara. Adapun pengawas yayasan diketuai oleh Idrus Hayat, SE, dengan anggota Junaidi, S.Sos, Teuku Zainul Arifin Panglima Polem, serta Drs. M. Jamil Ibrahim.
Hingga berita ini diturunkan, pihak imum chik lama maupun pengelola Masjid Raya Baiturrahman belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut.(**)








