MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Fenomena kehadiran Bendera Alam Peudeung di sejumlah titik Kota Banda Aceh turut menarik perhatian sebagai simbol warisan sejarah, kebanggaan budaya, dan persatuan masyarakat Aceh.
Alam Peudeung mengingatkan kembali pada kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam di masa Sultan Iskandar Muda, ketika Aceh dikenal sebagai pusat perdagangan dan peradaban Islam yang berpengaruh di Asia Tenggara.
Simbol bersejarah ini juga menjadi pengingat perjuangan para pahlawan Aceh, seperti Sultan Iskandar Muda, Laksamana Malahayati, Teuku Umar, dan Cut Nyak Dhien, yang mewariskan semangat keberanian, kehormatan, dan persatuan.
Alam Peudeung bukan sekadar lambang kejayaan masa lalu, tetapi juga pengingat bahwa kekuatan Aceh terletak pada persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan masyarakatnya.
Di tengah beragam pandangan dan simbol identitas, perdamaian Aceh yang terwujud melalui MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 menjadi warisan berharga yang patut dijaga bersama.
Sejarah adalah kebanggaan, persatuan adalah kekuatan, dan perdamaian adalah masa depan Aceh.(*)








