Foto bersama para peserta, pemateri dan kepala Dinas Perpustakaan dna Kearsipan Aceh Timur usai pembukaan acara(21/09/2026) di aula dinas setempat
ACEH TIMUR, MEDIANAD.COM : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Timur menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan Perpustakaan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelola perpustakaan dalam melakukan pendataan secara sistematis dan akurat guna memperoleh Nomor Pokok Perpustakaan (NPP).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 21–22 September 2026, bertempat di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Timur tersebut diikuti oleh pengelola dan tenaga perpustakaan dari berbagai sekolah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta Perpustakaan Desa.
Ketua pelaksana kegiatan, Suryadi, S.Sos, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek ini berlangsung selama enam hari yang terbagi dalam tiga gelombang. Setiap gelombang diikuti oleh 50 peserta, sehingga total peserta mencapai 150 orang.
“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya pendataan perpustakaan, jenis data yang perlu dihimpun, mekanisme pengisian data, serta tata cara pengelolaan dan pemutakhiran data perpustakaan. Setelah kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperoleh Nomor Pokok Perpustakaan (NPP),” ujar Suryadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Timur, drh. Muhammad Mahdi, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa Bimtek ini bertujuan untuk memberikan legalitas serta memastikan perpustakaan sekolah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan Perpustakaan Desa memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam bentuk e-sertifikat.
Menurutnya, pendataan perpustakaan yang akurat dan valid sangat penting untuk mengetahui jumlah serta kondisi nyata perpustakaan di daerah. Selain itu, NPP menjadi salah satu komponen dalam proses akreditasi perpustakaan serta menjadi dasar untuk memperoleh bantuan dan pembinaan dari Perpustakaan Nasional.
“Perpustakaan saat ini bukan hanya sebagai tempat menyimpan koleksi buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat informasi yang dapat diakses masyarakat sekaligus menjadi motor penggerak budaya literasi untuk kemajuan bangsa,” ungkap Muhammad Mahdi.
Pada kegiatan tersebut, Ashabul Kahfi, S.IP, selaku pemateri pertama menyampaikan materi mengenai urgensi pendataan perpustakaan dan pengenalan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP). Ia menjelaskan bahwa pendataan bertujuan agar keberadaan perpustakaan dapat teridentifikasi secara resmi serta memiliki NPP sebagai dasar memperoleh prioritas dalam pembinaan dan pengembangan perpustakaan.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai alur pendaftaran NPP, termasuk cara melakukan pencarian keberadaan perpustakaan melalui laman data.perpusnas.go.id. Pada hari kedua, materi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pemutakhiran dan validasi data perpustakaan.
Pemateri kedua, Lutfi Arkan, S.IP, memberikan materi terkait dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan untuk diunggah melalui laman data.perpusnas.go.id, serta tata cara registrasi pengajuan NPP. Peserta juga mengikuti simulasi pendataan dan penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi saat proses pengunggahan data.
Melalui kegiatan Bimtek ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Timur berharap seluruh perpustakaan yang ada di wilayah tersebut mampu melakukan pendataan secara mandiri, memiliki legalitas melalui NPP, serta terus berkembang sebagai pusat literasi dan informasi bagi masyarakat. (Kal)








