MEDIANAD.COM. BIREUEN – Presiden Prabowo Subianto melantik dan mengambil sumpah Prof Dr Ir Arif Satria di Istana Negara Jakarta, Senin (10/11/2025), untuk menjabat Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menggantikan Laksana Tri Handoko.
Sang Rektor reformis dan akademisi kampus mendunia IPB University Bogor ini, dikenal memiliki pendidikan dan pengalaman yang cukup, selama ini beliau berkiprah panjang di bidang kelautan, perikanan, dan kebijakan publik.

Prof Arif, telah terbukti mempimpin kampus rakyat di Bogor selama tahun 2017 hingga saat ini. Beliau mengenam pendidikan S1 Penyuluhan Pertanian, dan S2 Sosiologi Pedesaan IPB, yang kemudian memperoleh doktor bidang Marine Policy dari Kagoshima University (2006).
Kemampuanya ini sudah tunjukkan di kampusnya, sehingga diangkat Guru Besar bidang Ekologi Politik di Fakultas Ekologi Manusia, sebelum menjabat Rektor di usia muda (46 tahun) pada 2017-2023, dan kembali dipercaya memimpin kampus kota Bogor tersebut untuk periode 2023–2028.
Rektor Universitas Almuslim, Dr Marwan MPd yang saat ini sedang kunjungan kerja di beberapa kampus di Padang Sumatera Barat, saat dihubungi via WA menyatakan selamat dan sukses pak Prof Arif. Menurut beliau, jabatan ini sangat pantas ditangani Prof Arif dengan kemampuan, di dukung pendidikan dan pengalaman beliau selama ini.
Banyak alumni IPB yang juga diantaranya anak didiknya, sukses menjadi pejabat di kampus Universitas Almuslim (Umuslim), ujar Dr Marwan, sebagaimana dirilis pada website https://umuslim.ac.id.
Tercatat, alumni IPB University yang berkiprah membangun kampus Waqaf Umuslim, Prof Dr Halus Satriawan (Direktur Pascasarjana), Muliari, SKel M.Si (mantan Warek III), Dr Elfiana MSi (Dekan Fak Pertanian), Dr. drh Yusrizal Akmal, M.Si (mantan Kepala LPPM), Syahirman, SP. M.Si (Wadek II Fak. Pertanian), Dr Cut Azizah (Dosen PPs), dan Ajmir Akmal, M.Si (mantan Wadek I Fak Pertanian, yang saat ini melanjutkan studi doktor di kampus tersebut), urai Dokter Manajemen Pendidikan ini.
Prof Arif akan membantu Presiden Prabowo memantapkan program ketahanan pangan dan kecukupan energo dari inovasi yang digarapkan bersumber atau sumbangan nyata kantor BRIN. Karena di BRIN ini difungsikan untuk menetapkan kebijakan riset dan inovasi nasional, mengoordinasikan program riset, mengintegrasikan lembaga riset, dan melaksanakan penelitian untuk mendukung pembangunan, khususnya dalam program besar presiden Prabowo adalah inovasi dalam ketahanan pangan, juga inovasi menjalan KMP (koperasi Merah Putih).
Sebagaimana diungkapkan Prof Arif Satria, pada saat komprensi pers kemarin; “Ya, pesan khusus presiden, kota fokuskan sektor pangan dan energi. Kita berkomitmen untuk memperkuat arah riset nasional yang sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo di berbagai bidang”, ujarnya.
“Ahamdulillah, beberapa yang penting, saya ditugaskan pada bidang yang memang sesuai dengan bidang yang selama ini saya geluti,” pungkas Prof Arif Satria. (WM)








