KETUA PSSI Aceh Nazir Adam juga didampingi Exco _Yah Fud_ Saifuddin Muhammad saat serimoni penutupan Piala Soeratin U-15 di Stadion Blang Paseh, Kota Sigli, Sabtu (29/08) sore serta dalam berita dirilis juga foto Persada Abdya U-17 dan juara kelompok umur 13 tahun Tamiang United. (foto:medianad.com_zulmahdi)
MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Persada Abdya U-17, Talenta FA U-15 dan Tamiang United kelompok umur 13 tahun (U -13) yang akan berlaga pada putaran nasional diharapkan tampil maksimal dan penuh percaya diri, mengingat keberhasilan tiga tim tersebut tidak hanya menjadi capaian kompetitif, tetapi juga bagian dari proses pembinaan sepak bola usia muda di Aceh.
Menurut Nazir, panggung nasional harus dimanfaatkan para juara untuk menunjukkan bahwa Aceh memiliki talenta muda yang mampu bersaing di level lebih tinggi.

“Mereka bukan hanya membawa nama klub. Mereka membawa nama Aceh. Karena itu, kami mendorong ketiga tim ini mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi putaran nasional,” harap Nazir Adam melalui siaran Persnya yang diterima awak media, Senin (31/08) siang.

Ia menilai keberangkatan tiga juara Aceh ke tingkat nasional harus menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana pembinaan sepak bola usia muda di Aceh telah berkembang.
PSSI Aceh, kata dia, tidak ingin prestasi tersebut berhenti pada seremoni penyerahan trofi. Kompetisi usia dini harus menjadi bagian dari ekosistem pembinaan yang berkelanjutan, sehingga pemain-pemain muda memiliki jalur yang jelas untuk berkembang hingga jenjang senior.
“Juara itu penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita melahirkan pemain. Kalau setiap tahun ada kompetisi, tetapi tidak ada pemain yang naik ke level berikutnya, berarti pembinaan kita belum selesai,” ujarnya.
Nazir menegaskan PSSI Aceh akan terus mendorong klub, sekolah sepak bola, akademi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat pembinaan pemain usia muda.
Menurutnya, persaingan di tingkat nasional akan menjadi ujian sebenarnya bagi Tamiang United, Talenta Aceh FA, dan Persada Abdya. Ketiga tim tidak hanya dituntut mempertahankan performa, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan karakter permainan tim-tim terbaik dari berbagai daerah.
“Jangan puas karena sudah menjadi juara Aceh. Justru setelah menjadi juara, tantangannya semakin berat. Nasional adalah tempat untuk membuktikan kualitas,” kata Nazir.
Ia berharap para pemain, pelatih, dan manajemen ketiga tim dapat mempersiapkan diri secara serius, baik dari aspek teknis maupun mental.
PSSI Aceh juga mendorong agar pengalaman tampil di tingkat nasional tidak berhenti sebagai pengalaman bertanding. Para pemain muda diharapkan memperoleh jam terbang dan pengalaman kompetitif yang dapat menjadi modal untuk melanjutkan karier sepak bola mereka.
Dengan keberhasilan tersebut, Tamiang United U-13, Talenta Aceh FA U-15, dan Persada Abdya U-17 kini menjadi representasi Aceh pada ajang Piala Soeratin tingkat nasional sesuai kelompok umur.
Bagi PSSI Aceh, keberangkatan ketiga juara tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menguji hasil pembinaan sepak bola usia muda Aceh di panggung yang lebih kompetitif.
“Target kita bukan sekadar ikut nasional. Kita ingin mereka tampil berani, kompetitif, dan menunjukkan bahwa pemain muda Aceh punya kualitas untuk bersaing dengan daerah lain.” (non/**)








