Sekum KONI Aceh, Akhyar, ketua Pon Yahya Saiful Bahri, Sekda M Nasir, Kadispora, T Banta Nuzullah dan Waketum I KONI Aceh, T Rayuan Sukma diabadikan bersama usai serimoni pembukaan Rakerprov, di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, Jumat (08/05) malam. (foto/istimewa)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir Syamaun, S,.IP, MPA yang juga mewakili Gubernur, H Muzakir Manaf, Jumat (08/05/2026) malam di Banda Aceh, secara resmi membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Aceh Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut Sekda M Nasir, yang juga mantan Sekretaris Umum (Sekum) KONI Aceh dua periode tersebut, dan sebelum menyampaikan sambutan Gubernur Mualem.

Memberi opsi tentang gelaran Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke-15 Aceh Jaya. Yang akan digelar akhir bulan November tahun ini, sebaiknya digeser ke tahun 2027 (tahun depan).

Dengan dua pertimbangan yang harus dirembuk kembali, yakni. “Beberapa Kabupaten dan Kota baru saja tertimpa musibah banjir dan tanah longsor, tentu membutuhkan waktu rehab dan rekons secara memupuni”.

Yang juga musibah tersbut dipastikan berimbas terhadap persiapan para atlet yang berdomisili di daerah pasca bencana. Seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues yang terdapak cukup parah akibat banjir November 2025.

Masyarakat dan kususnya para atlet membutuhkan _Recovery_ (pemulihan) lebih dari satu tahun, serta faktor ketersediaan anggaran di tahun 2026 juga diharapkan Sekda. KONI Aceh dapat mempertimbangkan kegiatan PORA di geser tahun depan.

Namun mantan Kadispora dan Asisten I Setda Aceh tersebut menuturkan, “keputusannya ada ditangan KONI Aceh dan angotanya tentang kesiapan tiap even, termasuk PORA kedepan”.

Disisi lain dan dikesempatan yang sama, Ketum KONI Aceh, “Pon Yahya” Saiful Bahri mengatakan. “Mengingat pentingnnya kesiapan atlet menghadapi even nasional tahun 2027 , seperti PORWIL, Pra PON dan persiapan PON NTB-NTT tahun 2028, pelaksanaan PORA akan digelar tepat waktu, namun semua keputusan diputuskan dalam Rakerprov KONI Aceh secara umum, selama tiga hari di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh.

Sementara itu, dalam sambutan Gub Mualem yang disampaikan Sekda M Nasir, antara lain menjelaskan. “Pemerintah Aceh menaruh perhatian besar terhadap pembangunan olahraga sebagai bagian penting dalam penguatan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing”.

Serta Rakerprov menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian sekaligus merumuskan arah pembinaan olahraga Aceh ke depan. Ia menilai olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga instrumen penting dalam membangun karakter generasi muda dan memperkuat persatuan, pintanya.

“Olahraga adalah instrumen penting dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat persatuan, serta mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,”

Sekda juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi olahraga yang baik, pembinaan atlet yang berkelanjutan, serta dukungan anggaran yang efektif dan tepat sasaran guna melahirkan atlet-atlet Aceh yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Denfan demikian, melalui Rakerprov tersebut, Pemerintah Aceh menharapkan, KONI Aceh dapat menyusun program kerja yang lebih terukur, realistis, dan berorientasi pada prestasi. Menurutnya, sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga harus terus diperkuat demi menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan di Aceh.

Selain itu, Sekda mengingatkan seluruh cabang olahraga agar terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet sejak usia dini hingga mencapai prestasi puncak. Ia berharap Aceh mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, dan semangat juang yang tinggi.

Pada kesempatan itu, Sekda turut menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana atas terselenggaranya Rakerprov KONI Aceh Tahun 2026 dengan baik. Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara serius, aktif, dan konstruktif demi menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan olahraga Aceh.

Sebelumnya, Ketua Panitia Rakerprov Drs HT Rayuan Sukma mengatakan. “Peserta Raker berjumlah 250 orang terdiri dari 68 perwakilan Pengprov, KONI Derah, peninjau dan pengurus KONI Aceh”.

Sedangkan agenda utama Rakerprov itu bukan hanya evaluasi dan perencanaan program kerja, namun juga mrencakup evaluasi dan kajian terhadap usulan anggota baru KONI Ace dan permohonan benar benar sesuai regulasi, “terutama AD/ART KONI, hingga tak menjadi masalah dan preseden buruk di masa mendatang,” pintanya. (non/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini