MEDIANAD.COM, SABANG: Imam besar Masjid Al-Falah Gampong Ujong Kareung, Kota Sabang, Tgk Muchtar mengimbau generasi muda dan masyarakat secara umum, tidak melupakan atau meninggalkan nilai-nilai ajaran agama saat menggunakan media sosial (bermensos)
“Silahkan bermedia sosial, namun perlu memperhatikan anjuran agama masing-masing,” ungkap Tgk. Muchtar Andhika, beberapa hari lalu.
sembari nenambahkan, jangan gunakan media sosial untuk memfitnah, menyebar kebencian, informasi hoax, dan adu domba.
Semua agama, termasuk Islam, tidak membenarkan atau sangat melarang umatnya untuk memfitnah, menyebar kebencian, memprovakasi, mengadu domba dan sebagainya yang berujung pada perpecahan dan pertikaian.
“Karena itu pengguna media sosial ketika menggunakan berbagai aplikasi media sosial harus sejalan dengan nilai-nilai Islam serta nilai-nilai agama lainnya, bagi masing-masing pemeluk agama,” ujarnya.
Imam masjid al falah kota sabang ini juga mengatakan. Pengguna media sosial termasuk kaum hawa yang beragama Islam juga jangan mengunggah foto-foto pribadi yang vulgar ke media sosial.
“Perempuan-perempuan utamanya umat Islam jangan memamerkan aurat, apalagi memamerkannya di media sosial. Mempertontonkan aurat hal itu tidak sejalan dengan anjuran agama Islam,” pintanya.
“Perempuan harus berhati-hati menggunakan teknologi termasuk media sosial. Namun, harus digunakan untuk kepentingan positif, serta tidak berdampak buruk terhadap keutuhan keluarga dan rumah tangga dan sejalan dengan anjuran agama”.
Tidak melarang perempuan utamanya yang Agama Islam untuk menggunakan media sosial sebagai sarana sosialisasi dan silaturahim. Namun, perlu memperhatikan supaya tetap menjaga adab.
Karena, salah satu faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan, perkelahian dalam rumah tangga bahkan perceraian disebabkan oleh hilangnya kontrol diri dalam bermensos.
“Tidak ada larangan menggunakan media sosial. Silahkan gunakan media sosial. Namun harus bijak menggunakannya. Misalkan, mengupload foto pribadi yang terkesan pertontonkan aurat, sebaiknya ini jangan. Begitu pula dengan perempuan yang telah menikah dan berumah tangga agar membatasi diri agar tidak berkomunikasi dengan lawan jenis lewat media sosial yang dapat berdampak negatif baik kepada diri sendiri, maupun keluarga dan rumah tangga,” ungkapnya.
RAMAIKAN MASJID Tgk Muchtar juga mengajak generasi muda Islam untuk bergerak meramaikan masjid, pengetahuan agama, menurutnya sangat penting khususnya dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin berat di era globalisas.
Dikatakan tgk muchtar, pemuda harus selalu meningkatkan kapasitas diri di bidang pengetahuan, yang tentunya juga harus dibarengi dengan pengetahuan agama. Sebab, era globalisasi beragam arus informasi tumbuh begitu cepat, yang berpengaruh terhadap pengetahuan juga nilai-nilai kehidupan.
Sekarang ini, godaan kehidupan sangat luar biasa. Baik bagi kita orangtua usia lanjut, terlebih untuk anak-anak muda. “Kasus narkoba kita tahu ini luar biasa perkembangannya, pergaulan bebas, tak mampu hanya aparat bertindak atau orangtua saja yang menasihati anaknya. Tapi semua harus kembali kepada diri kita, bagaimana keimanan kita, bagaimana takwa kita kepada Allah, sehingga takut dengan apa yang kita lakukan, karena kita tahu semua yang kita lakukan akan dimintai pertangungjawaban kelak,” jelasnya.
Yang juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai orang tua, tokoh agama, hingga aparatur desa, untuk turut berperan aktif dalam mendorong pemuda meramaikan masjid, khususnya pada waktu subuh.
“Jika pemuda kita dekat dengan masjid, maka lingkungan akan lebih aman, damai, dan terhindar dari berbagai tindakan negatif, tambahnya.
Ia berharap, ajakan ini dapat menjadi gerakan bersama, sehingga tercipta generasi muda yang tidak hanya cerda secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual, tutupnya. (non/**)








