MEDIANAD.COM, SABANG – Tradisi “Meugang” atau memasak daging sebagai bentuk syukur menjelang hari raya adalah momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat Aceh, termasuk di Kota Sabang. Namun, tingginya permintaan seringkali berpotensi memicu kenaikan harga yang tidak wajar. Menyikapi hal tersebut, Sertu Darwis, Babinsa 07/Gampong Kuta Barat dari Koramil 02/Sukakarya, Kodim 0112/Sabang, turun langsung ke lapangan untuk memantau harga daging sapi.

Kegiatan pemantauan yang berlangsung pada Senin (25/3) ini bertempat di pusat perdagangan di Jurong Perdagangan, Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya. Sertu Darwis mengunjungi beberapa lapak penjual daging sapi untuk mengecek harga jual terkini dan memastikan tidak ada pedagang yang melakukan spekulasi harga atau menimbun stok demi keuntungan sepihak.

“Saat hari-hari biasa saja, kebutuhan daging sudah tinggi, apalagi menjelang hari raya seperti Idul Adha 1447 H nanti atau tradisi Meugang ini. Saya hadir di sini untuk memastikan bahwa harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan momentum ini untuk meraup untung berlebihan,” tegas Sertu Darwis saat berdialog dengan para pedagang.

Dalam pantauannya, Sertu Darwis juga menghimbau kepada para pedagang agar tetap jujur dalam timbangan dan menjaga kualitas daging yang dijual. Sebaliknya, ia juga mengajak warga untuk bijak dalam berbelanja dan melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran harga atau kualitas.

Para pedagang menyambut baik kehadiran Babinsa. Mereka menyatakan komitmen untuk menjual daging dengan harga wajar sesuai ketentuan pasar, serta mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan oleh aparat kewilayahan.

“Alhamdulillah, ada pengawasan dari Bapak Babinsa. Ini membuat kami juga lebih disiplin menjaga harga dan kualitas. Pembeli jadi lebih tenang berbelanja,” ujar salah satu pedagang daging di lokasi tersebut.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0112/Sabang menunjukkan kepeduliannya terhadap aspek ekonomi kerakyatan. Stabilitas harga pangan, khususnya komoditas strategis seperti daging sapi, menjadi kunci kenyamanan masyarakat dalam menjalani tradisi dan ibadah. Kehadiran Babinsa di tengah pasar menjadi simbol bahwa TNI selalu siap melindungi kepentingan rakyat dari segala bentuk ketidakadilan ekonomi.(man)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini