BANDA ACEH, MEDIANAD.COM : Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) terus memperkuat komitmen dalam membangun budaya mutu dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Komitmen tersebut tercermin melalui pelaksanaan asesmen lapangan akreditasi Program Studi S1 Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UBBG, yang berlangsung pada 3–4 November 2026.

Kegiatan asesmen lapangan ini menghadirkan dua asesor, yakni Prof. Dr. Ramdan Pelana, M.Or. dan Prof. Dr. Iis Marwan, Drs., S.H., M.Pd. Pelaksanaan asesmen menjadi momentum penting bagi UBBG untuk menunjukkan berbagai capaian, kinerja, serta komitmen pengembangan Program Studi Pendidikan Jasmani dalam menjawab tantangan pendidikan dan perkembangan dunia olahraga.

Pembukaan asesmen lapangan berlangsung di Aula Mini Kampus A UBBG, Selasa (3/11/2026), dengan melibatkan jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, lembaga penjaminan mutu, tim akreditasi, dosen, tenaga kependidikan, serta unsur terkait lainnya.

Rektor UBBG, Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa pelaksanaan asesmen lapangan merupakan momentum penting bagi universitas untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

“Akreditasi bukan semata-mata tentang pencapaian predikat atau peringkat, tetapi merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memastikan bahwa seluruh proses pendidikan berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. Melalui asesmen lapangan ini, kita mendapatkan kesempatan untuk mengevaluasi berbagai capaian, mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan,” ungkap Rektor.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan mutu perguruan tinggi bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan universitas atau program studi, melainkan tanggung jawab seluruh sivitas akademika.

“Harapan kami, asesmen ini tidak hanya menjadi agenda akreditasi, tetapi juga menjadi energi baru bagi seluruh sivitas akademika UBBG untuk terus berinovasi, memperkuat budaya mutu, meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin setiap program studi mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan memiliki daya saing serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Selama pelaksanaan asesmen, kedua asesor melakukan verifikasi dan konfirmasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi, meliputi tata kelola, sistem penjaminan mutu internal, sumber daya manusia, pendidikan dan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemahasiswaan, kerja sama, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.

Proses asesmen juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan universitas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni hingga pengguna lulusan. Keterlibatan stakeholder menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran mengenai relevansi kurikulum, kualitas layanan akademik, serta kontribusi lulusan Pendidikan Jasmani di tengah masyarakat.

Menariknya, asesmen tidak hanya berfokus pada pemeriksaan dokumen administrasi. Tim asesor juga melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas pembelajaran, laboratorium olahraga, ruang fitness, laboratorium microteaching, Outdoor Sport Center, perpustakaan, serta sejumlah fasilitas pendukung akademik lainnya.

Pada Rabu (4/11/2026), rangkaian asesmen dilanjutkan dengan diskusi bersama dosen dan tenaga kependidikan serta observasi praktik mengajar dosen. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada asesor untuk melihat secara langsung implementasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS), strategi pembelajaran, dan penerapan model pembelajaran inovatif di lingkungan Program Studi Pendidikan Jasmani.

Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani UBBG, Irwandi, M.Pd., AIFO, bersama Sekretaris Program Studi, Tawakal, M.Pd., menyampaikan kesiapan seluruh unsur program studi dalam mengikuti rangkaian asesmen lapangan. Persiapan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, dan stakeholder.

Pelaksanaan asesmen lapangan ini sekaligus menjadi ruang refleksi bagi program studi untuk mengidentifikasi kekuatan, mengevaluasi berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan, serta merumuskan langkah strategis pengembangan ke depan.

Bagi UBBG, akreditasi bukan semata-mata upaya memperoleh pengakuan formal terhadap kualitas program studi, melainkan bagian dari proses membangun sistem pendidikan tinggi yang akuntabel, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Program Studi Pendidikan Jasmani diharapkan terus berkembang dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi pedagogis dan profesional di bidang pendidikan jasmani, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan olahraga, kebugaran jasmani, serta pembinaan sumber daya manusia melalui aktivitas fisik dan olahraga.

Melalui asesmen lapangan ini, UBBG menegaskan bahwa peningkatan mutu merupakan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika. Semangat kolaborasi dan keterbukaan terhadap evaluasi menjadi modal penting dalam mewujudkan Program Studi Pendidikan Jasmani yang semakin berkualitas, kompetitif, dan berdaya saing.( Kal)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini