Berita Utama

Beranda Berita Utama Halaman 118
Berita Utama

Padusi Tapa: Ketangguhan Seorang Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Di balik kesuksesan sebuah usaha kecil yang tumbuh dari potensi lokal, selalu ada sosok perempuan tangguh yang bekerja dengan hati. Dialah Sinar Hayani, perempuan yang tak hanya setia mendampingi pengabdian suami sebagai prajurit TNI AD, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi ekonomi kreatif melalui usaha berbasis sereh wangi di Tapaktuan, Aceh Selatan.

Lahir dengan nama kecil Sinar Hayani, ia menikah dengan Sertu Sutrisno Wijoyo (NRP 31040237530384) pada 30 Maret 2007. Saat awal pernikahan, sang suami masih berpangkat Pratu dan bertugas sebagai Bak Duk Pok Koki Kipan C Yonif 115/ML Rem 012/TU. Kini, dengan amanah sebagai Babinsa Koramil 01 Tapaktuan Kodim 0107/Asel, perjalanan pengabdian suami turut menjadi bagian dari dinamika kehidupan yang ia jalani sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107/Asel Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda.

Belajar Kuat dari Kehidupan Persit
Menjadi seorang anggota Persit bukanlah peran yang mudah. Ada kebanggaan, tetapi juga pengorbanan.

Sinar Hayani merasakan betul hangatnya kekeluargaan dalam lingkungan Persit. Baginya, kebersamaan di asrama, saling mendukung dalam kegiatan organisasi, serta kesempatan untuk ikut berkontribusi adalah kebahagiaan tersendiri. Ia bangga bisa mendampingi suami dalam setiap penugasan sekaligus tetap berkarya.

Namun di balik itu, ada duka yang harus dijalani dengan lapang dada. Seorang anggota Persit harus selalu siap ditinggal tugas, membatasi ruang gerak, serta menahan rindu demi tugas negara.

Perubahan peran setelah menikah menuntutnya untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, mandiri, dan kreatif.
Padusi Tapa: Warisan Keluarga yang Dikembangkan dengan Inovasi
Semangat itulah yang kemudian ia tuangkan dalam usaha Padusi Tapa, sebuah UMKM berbasis keterampilan olahan sereh wangi.

Usaha ini sebenarnya merupakan warisan keterampilan dari keluarga, namun melalui sentuhan kreativitas dan dukungan organisasi Persit, ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih modern dan bernilai ekonomi.

Sejak tahun 2020, ia mulai memasarkan minyak sereh wangi agar komoditas lokal Aceh Selatan memiliki nilai tambah. Proses produksinya tetap mempertahankan cara tradisional — merebus 7–8 kilogram sereh selama sekitar 12 jam hingga menghasilkan minyak berkualitas.

Tak berhenti pada satu produk, inovasi terus dilakukan. Kini Padusi Tapa menghadirkan berbagai varian, di antaranya minyak sereh wangi, lilin aromaterapi, sabun aromaterapi, pembersih lantai berbahan sereh, sabun cuci piring sereh, roll-on sereh.

Produk-produk tersebut dikenal bukan hanya karena aromanya yang segar dan menenangkan, tetapi juga manfaat alaminya, seperti membantu mengusir nyamuk dan aman di tangan.

Menggerakkan Ekonomi Lingkungan
Usaha yang beralamat di Tapaktuan, Aceh Selatan ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar melalui kelompok usaha.
Dalam tiga bulan terakhir, penjualan mencapai sekitar 120 produk dengan omzet Rp4–5 juta. Produk Padusi Tapa juga telah mengantongi izin P-IRT sejak 2023 dan terus berproses menuju perizinan BPOM.

Pemasarannya masih berfokus di wilayah Tapaktuan melalui jaringan Persit, mitra Kodim, instansi pemerintah, perbankan, serta media sosial.

Makna Nama “Padusi Tapa”
Nama Padusi Tapa memiliki filosofi yang kuat. Dalam bahasa Aceh, “Padusi” berarti perempuan. Nama ini terinspirasi dari legenda tentang Tuan Tapa yang menyelamatkan putri Aceh Selatan — simbol kekuatan, keberanian, dan peran perempuan dalam kehidupan.

Bagi Sinar Hayani, nama ini adalah representasi para istri prajurit yang tetap berkarya, mandiri, dan produktif tanpa meninggalkan peran utama dalam keluarga.
Perempuan, Persit, dan Kemandirian
Keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan, termasuk event Persit Bisa, menjadi bukti bahwa anggota Persit mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif.

Perjalanan Ny.Sinar Hayani menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkembang, tradisi bisa menjadi kekuatan ekonomi jika diolah dengan inovasi, perempuan memiliki peran besar dalam mendukung ketahanan keluarga.

Dengan semangat yang terus menyala, ia berharap Padusi Tapa dapat menembus pasar yang lebih luas dan membawa nama Aceh Selatan dikenal melalui produk sereh wanginya.

Menjadi Inspirasi
Kisah Sinar Hayani adalah tentang kesetiaan, ketangguhan, dan kreativitas. Tentang bagaimana seorang perempuan mampu menjalankan peran sebagai istri prajurit, anggota organisasi, ibu, sekaligus pelaku UMKM yang memberdayakan lingkungan.

Dari Tapaktuan, ia membuktikan bahwa anggota Persit tidak hanya mendampingi — tetapi juga menginspirasi dan menggerakkan.(man)

Kasab, Cinta dan Pengabdian : Dedikasi Istri Prajurit untuk Budaya Aceh

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Di Desa Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, deretan benang emas yang tersusun rapi di atas kain beludru bukan sekadar hiasan. Di tangan Ema Mutiara Deka, sulaman kasab menjelma menjadi karya bernilai seni tinggi sekaligus sumber penguatan ekonomi bagi banyak keluarga.

Perempuan yang akrab disapa Ema ini merupakan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda. Ia menikah dengan Koptu Didik Sulistyo Budi (NRP 31050191151086) pada 10 Oktober 2010, yang kini bertugas sebagai Ta Provost Dim 0105/Aceh Barat. Sejak menjadi seorang Persit, Ema menjalani dua peran sekaligus — mendampingi suami dalam pengabdian kepada negara dan menjadi penggerak ekonomi kreatif melalui usaha Mutiara Kasab.

Warisan Keterampilan yang Menjadi Jalan Pengabdian
Keterampilan menyulam kasab bukanlah hal baru bagi Ema. Keahlian itu ia peroleh secara turun-temurun dari orang tuanya yang juga pengrajin kasab Aceh. Berbekal kecintaan terhadap budaya daerah dan keinginan membantu ekonomi keluarga, ia mulai merintis usaha ini.

Baginya, kasab bukan sekadar kerajinan tangan. Setiap motif yang disulam memiliki makna dan identitas budaya Aceh. Motif seperti Pucok Rebung, Pinto Aceh, hingga Sulubayung khas Aceh Barat menjadi simbol harapan, kehangatan, dan keindahan kehidupan.

Proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional — dimulai dari menggambar motif di atas kain, memasang kain pada meja kayu, hingga menyulam dengan tangan secara teliti. Waktu pengerjaannya bisa mencapai satu minggu hingga satu bulan, tergantung tingkat kerumitan.

Dari tangannya lahir berbagai produk bernilai tinggi, seperti pelaminan adat Aceh, perlengkapan peusijuek, busana dan songket, tas dan hiasan dinding, tempat tisu, dan cinderamata. Produk-produk ini dipasarkan di tingkat lokal hingga luar daerah.

Semangat Pemberdayaan dari Lingkungan Sekitar
Salah satu kebahagiaan terbesar bagi Ema adalah kemampuannya mengajak ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya untuk ikut menyulam kasab. Melalui Mutiara Kasab, ia membuka peluang bagi para perempuan sekitar untuk memperoleh penghasilan tambahan dan membantu perekonomian keluarga.

Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan. Dengan saling belajar dan mendukung, mereka tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemandirian ekonomi.

Namun, perjalanan usaha tidak selalu mulus. Tantangan terbesar yang ia rasakan adalah penjualan yang kadang menurun, yang menuntut kreativitas dan kesabaran untuk terus bertahan serta berinovasi.

Melestarikan Budaya, Menguatkan Ekonomi
Usaha Mutiara Kasab bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang pelestarian warisan budaya. Di tengah arus modernisasi dan berkurangnya minat generasi muda terhadap kerajinan tradisional, Ema tetap konsisten menjaga keaslian proses dan nilai-nilai kasab.

Melalui pameran budaya, promosi media sosial, dan kegiatan Persit seperti event Persit Bisa, ia memperkenalkan kasab Aceh kepada masyarakat yang lebih luas dengan tampilan yang lebih modern tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Kehadiran usahanya juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar dengan terbentuknya kelompok pengrajin yang membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

Perempuan yang Menyatukan Peran
Sebagai seorang istri prajurit, Ema memahami betul dinamika kehidupan militer. Disiplin, kesabaran, dan kesiapan dalam segala situasi menjadi bagian dari keseharian. Namun, semua itu tidak menghalanginya untuk tetap berkarya.

Ia membuktikan bahwa perempuan Persit mampu mendampingi suami dengan penuh kebanggaan, menjaga budaya daerah, serta menjadi penggerak ekonomi keluarga dan lingkungan.

Inspirasi dari Desa Kuala Bubon
Dari desa kecil di Kabupaten Aceh Barat, Ema Mutiara Deka menunjukkan bahwa karya besar bisa lahir dari ketekunan dan kecintaan pada tradisi.

Melalui benang-benang kasab yang disulam dengan penuh kesabaran, ia tidak hanya menciptakan keindahan, tetapi juga harapan bagi banyak perempuan untuk mandiri dan berdaya.(man)

Dandim 0112/Sabang Bersama Forkopimda Kota Sabang Sidak Pasar dan Gudang Bulog, Pastikan Harga dan Stok Sembako Terkendali

0

MEDIANAD.COM, SABANG — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sabang melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk dan Gudang Bulog, Rabu (29/4), guna memantau perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat tetap aman dan stabil.

Kegiatan diawali sejak pagi hari dengan menyasar Pasar Induk Kota Sabang yang berlokasi di Gampong Kuta Timu, Kecamatan Sukakarya. Dalam sidak tersebut, Dandim 0112/Sabang bersama unsur Forkopimda turun langsung ke lapangan untuk mengecek harga serta ketersediaan sejumlah komoditas penting di tingkat pedagang.

Komandan Kodim 0112/Sabang, Letkol Kav Edi Purwanto, S.I.P., turut hadir dan melakukan peninjauan secara langsung. Kehadirannya merupakan wujud sinergi TNI bersama pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok di wilayah.

Berdasarkan hasil pemantauan di pasar, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai merah, cabai hijau, tomat, dan kentang. Namun demikian, secara umum ketersediaan bahan pokok masih dalam kondisi cukup dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau Gudang Bulog Sabang untuk memastikan ketersediaan stok pangan strategis. Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa persediaan beras dan minyak goreng masih mencukupi dan dalam kondisi aman untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Kegiatan sidak ini merupakan langkah antisipatif dalam mengendalikan potensi lonjakan harga serta memastikan tidak terjadi hambatan distribusi di lapangan. Selain itu, sidak juga bertujuan untuk mencegah adanya praktik penimbunan maupun kecurangan yang dapat merugikan masyarakat.

Melalui kegiatan pemantauan rutin seperti ini, diharapkan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di Kota Sabang dapat terus terjaga, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan aman dan terjangkau.(man)

Sekda Sabang Dorong Pengembangan Jagung Pipil, Panen Perdana BUMG Tahareukat Capai Dua Ton

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, mendorong penguatan sektor pertanian berbasis gampong sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri panen perdana jagung pipil yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Tahareukat Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, dengan hasil mencapai sekitar dua ton dari lahan seluas satu hektare.

Menurut Andri Nourman, hasil panen tersebut menjadi awal yang baik bagi pengembangan komoditas jagung pipil di Kota Sabang, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bahan baku pakan ternak yang terus meningkat.

“Hari ini kita melihat hasilnya cukup baik walaupun belum maksimal, namun ini menjadi langkah awal yang positif bagi petani dan tidak berhenti sampai di sini. Kebutuhan pakan ternak cukup tinggi, dan Pemerintah Kota Sabang akan terus memberikan dukungan melalui bantuan bibit serta kolaborasi dengan berbagai pihak,” kata Andri Nourman, Selasa (28/04).

Ia berharap pengembangan komoditas jagung pipil dapat terus berlanjut dengan hasil yang lebih optimal, melalui dukungan berkelanjutan serta keterlibatan aktif masyarakat, guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian petani di daerah.

Panen perdana ini merupakan bagian dari program pengembangan ekonomi masyarakat yang diinisiasi oleh BUMG Tahareukat Gampong Balohan. Pengelolaan lahan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat sejak tahap pembukaan hingga penanaman, dengan melibatkan sekitar 20 orang warga setempat.

Keuchik Gampong Balohan, Abdullah Imum, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif.

“Untuk lahan yang dipanen saat ini kurang lebih sekitar satu hektare. Hasilnya memang belum maksimal karena ini merupakan pengalaman pertama, namun seluruh tanaman tumbuh dengan baik. Ke depan akan kita evaluasi agar hasilnya dapat lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, Ketua BUMG Tahareukat, Deni Asmarizal, menjelaskan bahwa masa tanam jagung pipil berlangsung sekitar empat bulan dengan hasil panen diperkirakan mencapai dua ton. Ia mengungkapkan kendala utama selama proses tanam hingga panen adalah serangan hama monyet, khususnya pada malam hari.

“Kendala utama selama proses tanam hingga panen adalah hama monyet. Ke depan, kami akan memperbaiki pola dan jarak tanam agar sesuai standar sehingga hasil dapat lebih maksimal,” ujarnya.

Hasil panen jagung pipil tersebut selanjutnya akan dipasok kepada penampung untuk diolah menjadi pakan ternak dengan kisaran harga sekitar Rp11.000 per kilogram.(man)

Sat Reskrim Polres Sabang Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Olah TKP Karhutla Tahun 2026

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Sat Reskrim Polres Sabang gelar Sosialisasi dan Pelatihan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di halaman bangunan baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Sabang, Gp.Ujong Kareung, Kec.Sukajaya Kota Sabang, Selasa (28/04/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Sabang AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, Kasat Reskrim Polres Sabang Iptu Irvan MA, SH, KBO Satreskrim Polres Sabang, Kapolsek Sukajaya, perwakilan Dandim 0112 Sabang, perwakilan Danlanud Maimun Saleh Sabang, Kepala BPBD Kota Sabang, Kasatpol PP Kota Sabang, Direktur RSUD Sabang, Direktur PDAM, serta tamu undangan lainnya.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel Polri dan instansi terkait dalam menangani kejadian kebakaran hutan dan lahan, khususnya dalam proses olah TKP, penanganan awal, hingga koordinasi lintas sektoral saat terjadi Karhutla.

Kapolres Sabang AKBP Sukoco menegaskan bahwa kesiapsiagaan seluruh unsur sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kota Sabang.

“Karhutla merupakan ancaman serius yang harus diantisipasi bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh personel dan stakeholder terkait memiliki kemampuan, kesiapan, dan sinergitas yang baik dalam melakukan penanganan, mulai dari pencegahan, pemadaman, evakuasi hingga proses penyelidikan di lokasi kejadian,” ujar AKBP Sukoco.

Usai pelaksanaan sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan. Simulasi tersebut melibatkan Personel Satreskrim Polres Sabang, Petugas Pemadam Kebakaran Kota Sabang, BPBD Kota Sabang, Satpol PP Kota Sabang, Petugas Medis RSUD Kota Sabang, serta Tim Dokkes Polres Sabang.

Dalam simulasi tersebut, peserta memperagakan tahapan penanganan Karhutla secara terpadu, mulai dari penerimaan laporan, pemadaman api, evakuasi korban, pemberian pertolongan medis, hingga pelaksanaan olah TKP sesuai standar operasional prosedur.

Kapolres berharap, melalui kegiatan ini, koordinasi antarinstansi semakin solid sehingga penanganan Karhutla di Kota Sabang dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan profesional.

“Sinergi adalah kunci utama. Dengan latihan bersama seperti ini, kita dapat meminimalisir risiko, melindungi masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” tutupnya.(*/man)

Penegasan PSSI Aceh dalam Tiap Turnamen, Tim Wajib Ditangani Pelatih Berlisen D, Kuota Pemain Muda dan Berrekom PSSI

0

Penegasan tersebut, “Tertuang dalam surat edaran nomor: 023/PSSI-ACEH/IV-2026 yang ditandatangani Sekretaris Umum PSSI Aceh, Nazaruddin”. (ilustrasi foto)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Sebagai wadah pembinaan pemain dalam menghadapi even tingkat nasional, seperti PORWIL/Pra PON, PON, pengembangan skil, jam terbang dan mentaliti pemain muda serta kebutuhan talenta berkualitas untuk PORA bagi PSSI Kabupaten dan Kota kedepan.

Dimana mulai tahun 2026 tiap kalangan masyarakat baik yang didukung sporsorship dari kalangan swasta, anggaran APBA/APBK serta talangan dana individu tiap turnamen sepakbola juga Tarkam sekalipun yang digelar di Kabupaten dan Kota di Aceh.

PSSI Aceh menegaskan, “tiap tim yang ambil bagian pada even (turnamen) diwajibkan tim dilatih sekurang-kurangnya ‘head coach’ (pelatih kepala) sudah bersetifikat (Lisen D PSSI), harus memasukkan satu kuota pemain muda kelahiran tahun 2007-2010 dalam *Starting lin-up (susunan 11 pemain/inti)* saat pertandingan serta diluar itu harus ada rekomendasi dari PSSI Aceh atau PSSI Kabupaten dan Kota.

Dimana ketegasan dan himbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 023/PSSI-ACEH/IV-2026 yang ditandatangani oleh Sekretaris Umum PSSI Aceh, Nazaruddin serta ditegaskan PSSI Aceh. Dua poin penting yang wajib dijalankan tiap panitia yang menggelar kompetisi, kejuaraan maupun turnamen di Kabupaten dan Kota mulai tahun 2026, jelas Sekum PSSI Aceh, Nazaruddin kepada wartawan, Senin kemarin.

Sembari merincikan, “Tiap Club yang akan berlaga di turnamen wajib ditangani oleh head coach minimal berlisen D-PSSI dan menurunkan satu pemain muda sejak menit awal, jika memang diganti juga harus dengan kuota penmin muda, yakni medio kelahiran 1 Januari 2007 hingga 30 Desember 2010”.

Wadah tersebut diambil untuk meningkatkan kualitas pemain muda, jam terbang dan mental bertanding talenta muda, sekaligus wadah dan jenjang pembinaan atlet sepak bola Aceh lewat kompetisi dan secara berjenjang, tutup SEKUM PSSI Aceh singkat. (zm)

Monitoring Posyandu, Babinsa Pastikan Pelayanan Kesehatan Warga Berjalan Lancar dan Maksimal

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus ditunjukkan oleh aparat teritorial. Pada Selasa (28/04/2026), Babinsa 08 Gampong Paya Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Sertu Junaidi, melaksanakan monitoring kegiatan Posyandu yang berlangsung di Gampong Paya, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang.

Kegiatan posyandu tersebut diselenggarakan oleh petugas Puskesmas kecamatan dengan dukungan aktif kader Posbindu Gampong Paya. Berbagai layanan kesehatan diberikan kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga pelayanan kesehatan bagi para lansia.

Sertu Junaidi mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program kesehatan masyarakat di wilayah binaan. Selain memantau jalannya kegiatan, Babinsa juga turut memberikan motivasi kepada warga agar rutin memanfaatkan layanan posyandu.

“Posyandu memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dengan kegiatan yang rutin, diharapkan warga dapat lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta mendapat antusiasme dari masyarakat setempat. Diharapkan, sinergi antara aparat kewilayahan, tenaga kesehatan, dan kader posyandu dapat terus terjalin demi meningkatkan kualitas kesehatan warga di Gampong Paya.

Dengan adanya kegiatan posyandu secara rutin, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan sejahtera.(man)

Motivasi dari Babinsa, Petani Krueng Raya Kian Optimis Tingkatkan Hasil Panen Kacang Panjang

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat kembali terlihat dalam upaya mendukung sektor pertanian. Pada Selasa (28/04/2026), Babinsa 04 Gampong Krueng Raya Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Sertu Hendra, turun langsung ke lapangan mendampingi petani sayuran kacang panjang di Jurong Batu Singa Berfakta, Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Hendra bersama warga binaan ikut serta mendampingi sekaligus memberikan semangat kepada petani yang tengah mengelola lahan mereka. Komoditas kacang panjang yang dibudidayakan warga menjadi salah satu potensi pertanian yang cukup menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Menurut Sertu Hendra, pendampingan ini merupakan bagian dari peran aktif Babinsa dalam membantu dan mendorong para petani agar lebih produktif serta mampu mengembangkan hasil pertanian mereka.

“Kami hadir untuk memberikan motivasi sekaligus memastikan kegiatan pertanian berjalan dengan baik. Harapannya, hasil panen nantinya bisa lebih maksimal dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Kegiatan pendampingan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah. Selain itu, kehadiran Babinsa diharapkan dapat memberikan rasa aman dan semangat bagi para petani dalam mengelola lahan pertanian mereka.

Dengan adanya keterlibatan langsung aparat kewilayahan, diharapkan sektor pertanian di Gampong Krueng Raya terus berkembang dan mampu menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di tingkat desa.(man)

Wujud Kebersamaan, Babinsa Koramil 01/Sukajaya Ikut Andil Perbaiki Perahu Warga

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kedekatan TNI dengan masyarakat kembali terlihat melalui aksi nyata di lapangan. Babinsa 06 Gampong Beurawang Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Serda M. Khadafi, turun langsung membantu warga binaannya yang sedang memperbaiki perahu di Jurong Meurloh, Gampong Beurawang, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (28/04/2026). Tanpa ragu, Serda Khadafi ikut bergotong royong bersama warga, membantu proses perbaikan perahu yang menjadi sarana penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat pesisir.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian terhadap kesulitan warga di wilayah binaan.

“Kehadiran kami di tengah masyarakat diharapkan bisa meringankan beban warga sekaligus mempererat hubungan kebersamaan,” ujarnya.

Perahu yang diperbaiki tersebut merupakan salah satu alat utama warga dalam mencari nafkah, khususnya bagi nelayan setempat. Dengan adanya bantuan dari Babinsa, proses perbaikan dapat berjalan lebih cepat dan ringan.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, sinergi antara TNI dan masyarakat semakin kuat. Diharapkan, hubungan harmonis tersebut terus terjaga demi menciptakan lingkungan yang solid, aman, dan sejahtera di wilayah binaan.(man)

Babinsa Kuta Ateuh Ikut Bangun Ruko Warga, Bukti Nyata TNI Hadir untuk Rakyat

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Aktivitas pembangunan di Gampong Kuta Ateuh tampak lebih hidup dengan adanya kebersamaan antara warga dan aparat kewilayahan. Di tengah kesibukan tersebut, Babinsa 08 Gampong Kuta Ateuh Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Pelda Syafrial, terlihat ikut ambil bagian membantu pembangunan rumah toko (ruko) milik warga, di wilayah Jurong M. Nur Hasan, Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/04/2026) tersebut menjadi bukti bahwa peran Babinsa tidak hanya sebatas pembinaan wilayah, tetapi juga hadir dalam setiap aktivitas masyarakat, termasuk pembangunan sarana usaha warga.

Di lokasi, Pelda Syafrial tampak berbaur bersama warga, ikut membantu pekerjaan pembangunan mulai dari tahap awal hingga proses pengerjaan berjalan lancar. Kehadirannya pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.

Menurut Pelda Syafrial, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan seperti ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan dengan warga binaan.

“Kami ingin selalu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan membantu seperti ini, diharapkan dapat meringankan pekerjaan warga sekaligus memperkuat kebersamaan,” ungkapnya.

Pembangunan ruko tersebut direncanakan menjadi salah satu sarana usaha warga untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk Babinsa, menjadi penyemangat tersendiri bagi pemiliknya.

Warga pun mengaku terbantu dengan kehadiran Babinsa yang tidak segan turun langsung membantu pekerjaan. Kebersamaan yang terjalin di lapangan menjadi cerminan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan hubungan harmonis antara aparat kewilayahan dan warga terus terjaga, sekaligus mendorong tumbuhnya semangat gotong royong dalam membangun lingkungan yang lebih maju dan sejahtera.(man)

Popular Posts

My Favorites

Babinsa Gampong Koramil 02/Sukakarya Bersama Bhabinkamtibmas dan PPL Dukung Kelompok Tani...

0
MEDIANAD.COM, SABANG - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Babinsa Gampong Kuta Timu Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Serma Sutrisno, bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas...