Berita Utama

Beranda Berita Utama Halaman 161
Berita Utama

Babinsa Koramil 01/Sukajaya Dampingi Petani Jagung di Gampong Ie Meulee

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Babinsa Gampong Ie Meulee dari Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Pelda Donny Saputra, turun langsung ke lapangan melaksanakan pendampingan kepada salah satu petani jagung setempat a.n. Sdra Indra, kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di kawasan Jurong Taqwa, Gampong Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, (25/5/2025).

Lahan yang dikelola oleh Sdr. Indra sebelumnya merupakan lahan kosong yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Melalui inisiatif bersama antara Babinsa dan warga, lahan tersebut kini ditanami jagung sebagai upaya pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia untuk meningkatkan perekonomian keluarga petani serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat gampong.

Pelda Donny Saputra menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan bukan hanya dalam bentuk bantuan tenaga atau pemantauan kegiatan pertanian, tetapi juga memberi motivasi serta arahan teknis mengenai pengolahan lahan, perawatan tanaman hingga masa panen. “Kami ingin memastikan bahwa setiap potensi pertanian di wilayah binaan dapat dimaksimalkan dengan baik. Selain membantu warga meningkatkan hasil pertaniannya, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata peran TNI dalam mendukung kesejahteraan rakyat,” ujar Pelda Donny.

Menurutnya, dengan pengelolaan yang baik, lahan kosong dapat disulap menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat. Program pemanfaatan lahan tidur ini juga merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan yang berkelanjutan, sejalan dengan arahan dari Komando Atas agar Babinsa aktif terlibat dalam setiap sektor kehidupan masyarakat, termasuk sektor pertanian.

Kegiatan pendampingan ini mendapat respon positif dari masyarakat sekitar. Banyak warga mulai tergerak untuk ikut mengelola lahan kosong yang mereka miliki agar dapat dimanfaatkan secara produktif. Hal ini menunjukkan bahwa peran Babinsa di lapangan tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun desa.

Diharapkan dengan adanya sinergi antara TNI dan warga, Gampong Ie Meulee dapat menjadi contoh dalam pengembangan ketahanan pangan berbasis masyarakat lokal, serta mampu menjadi inspirasi bagi gampong lainnya di wilayah Kota Sabang.(man)

UMKM Minta Pemko Banda Aceh Fasilitasi Penggilingan Bakso Halal

0

Ilustrasi foto

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bakso di Kota Banda Aceh meminta Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menyediakan fasilitas mesin penggilingan bakso yang memiliki sertifikasi halal.

Dimana, pelaku usaha bakso di Banda Aceh kesulitan mendapatkan mesin penggilingan bakso yang sudah memiliki sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika, Majelis Permusyawaratan Ulama (LPPOM MPU) Aceh maupun Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Penggilingan menjadi batu sandungan bagi pedagang bakso yang ingin mendapatkan sertifikat halal. Belum adanya penggilingan yang digunakan khusus untuk menggiling daging dan bahan-bahan halal menjadi penyebab utamanya. Hal ini dikatakan oleh Fauzan, seorang pegiat halal Aceh, dalam pernyataan resminya.
Fauzan meminta Walikota Banda Aceh untuk membantu menyediakan tempat dan mesin penggilingan bakso yang halal.

“Memang ada beberapa tempat penggilingan bakso di Banda Aceh dan sekitarnya, namun belum ada sertifikasi halal. Kalaupun ada, hanya terbatas milik pribadi dan tidak menerima jasa penggilingan bakso,” ujarnya.

Menurut Fauzan, yang juga pemenang Anugerah Wisata Halal kategori Penggiat Sertifikasi Halal tahun 2019, Provinsi Aceh. hal ini terungkap saat pihaknya memberikan konsultasi terkait sertifikasi halal kepada pengusaha bakso yang ada di Banda Aceh.

“Sebagian besar mereka memiliki mesin bakso dengan kapasitas kecil, seperti untuk pedagang keliling, namun bagi mereka yang berdagang bakso dalam jumlah besar, harus menggunakan jasa penggilingan bakso,” ujarnya.

Fauzan menambahkan bahwa untuk membeli mesin bakso membutuhkan dana yang besar, minimal sekitar Rp 15 juta untuk membeli mesin yang menghasilkan bakso dalam jumlah banyak. Kecuali untuk jumlah kecil, di bawah Rp 2 juta.

Penyelia halal bersertifikasi ini menjelaskan bahwa untuk membuat sertifikasi halal sebuah usaha bakso, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah pemilik usaha harus memiliki mesin penggilingan bakso sendiri atau menggunakan jasa penggilingan bakso yang sudah memiliki sertifikasi halal.

“Jika tidak ada, maka pihak LPPOM MPU Aceh dan BPJPH tidak akan melakukan sertifikasi halal produk bakso,” tegasnya.Penggilingan bakso yang bersertifikat halal memiliki beberapa manfaat penting, terutama dalam memastikan kehalalan produk dari hulu ke hilir. Beberapa keuntungannya adalah:

– Menjamin kehalalan produk
– Meningkatkan kepercayaan konsumen
– Meningkatkan daya saing usaha bakso

Pendamping halal ini menekankan bahwa penerapan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2016 tentang Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) sejalan dengan Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, Undang-Undang No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti, serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

“Penggilingan bakso memiliki peran yang sangat penting. Di Aceh, bakso telah menjadi makanan yang populer dan digemari masyarakat. Namun, hingga saat ini, banyak pelaku usaha yang belum berani melakukan sertifikasi halal karena masih terkendala pada aspek penggilingan,” ujar pendamping halal ini.

Fauzan berharap Pemko Banda Aceh dapat memberikan pendampingan bagi pelaku usaha sehingga bisnis mereka semakin berkembang. Jaminan kehalalan bakso juga perlu diperhatikan dari sisi distribusinya.

Saat ini, Banda Aceh “Kota Serambi Mekkah”, sehingga destinasi wisata dan kulinernya perlu ditingkatkan. Banyaknya peminat bakso menjadi peluang yang sangat tepat. (**)

Kepala BPKS Dan Wakilnya Membahas Anggaran BPKS Bersama Bappenas

0

MEDIANAD.COM, JAKARTA – Manajemen Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) yang dipimpin oleh Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnaen dan Wakil Kepala BPKS Abdul Manan, melaksanakan diskusi strategis bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas di Menara Bappenas, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/5.025).

Pertemuan tersebut membahas isu pendanaan, regulasi, dan kelembagaan yang tengah dihadapi BPKS dalam pelaksanaan program-program prioritas nasional.

Bahasan anggaran berlangsung di Ruang Rapat Papua, Lantai 5 Menara Bappenas, dipimpin langsung oleh Direktur Pembangunan Indonesia Barat, DR. RER. NET. Jayadi, S.Si, M.Se, M.A

Dalam kesempatan itu, Kepala BPKS menyampaikan berbagai tantangan dalam dua tahun terakhir akibat keterbatasan pendanaan yang dipengaruhi oleh kebijakan Automatic Adjustment Tahun Anggaran 2025.

“Alokasi pagu indikatif tahun 2026 bahkan lebih kecil dibandingkan tahun 2025, hal ini berdampak pada terhambatnya aktivitas pengembangan kawasan, khususnya dalam penyediaan infrastruktur penting seperti Pelabuhan Penyeberangan Balohan yang merupakan bagian dari kegiatan Prioritas Nasional,” ujar Iskandar.

BPKS juga menggarisbawahi pentingnya dukungan Bappenas dalam menjembatani koordinasi lintas kementerian guna menyelesaikan isu regulasi, kelembagaan, serta pendanaan.

Selain itu, Kepala BPKS Iskandar menyoroti putusnya rantai koordinasi Dewan Kawasan Sabang dengan Presiden sejak dibubarkannya Dewan Kawasan Nasional pada 2016 demi efisiensi birokrasi.

Menanggapi hal tersebut, DR. Jayadi menyarankan BPKS untuk lebih intensif berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan menyiapkan skenario optimis dan pesimis dalam menyikapi kondisi anggaran ke depan.

Bappenas juga menjadwalkan pertemuan trilateral antara BPKS, Bappenas, dan Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu pada 5 Juni 2025 mendatang. Dalam forum tersebut, Bappenas akan mendukung usulan penambahan anggaran, dengan syarat BPKS menyiapkan dokumen teknis yang lengkap dan komprehensif.

BPKS juga didorong untuk mulai mempertimbangkan alternatif pendanaan di luar sumber Rupiah Murni (RM). Dalam rangka penyusunan Rencana Strategis 2025–2029, BPKS disarankan juga untuk terlebih dahulu menyelesaikan persoalan regulasi dan kelembagaan yang selama ini menjadi hambatan mendasar.

Perwakilan dari Direktorat Pengembangan Regional Sumatera Utara, Bintang Rahmat Wananda, turut menambahkan bahwa untuk periode RPJMN 2025–2029, BPKS diharapkan menyiapkan dokumen usulan proyek individu maupun terintegrasi untuk diajukan melalui skema Pinjaman Luar Negeri (blue book).

“Kami akan membantu pengiriman petunjuk teknis terkait penyusunan dokumen persyaratan pengusulan tersebut,” ujarnya.

Dalam pertemuan ini, selain Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen, turut hadir Wakil Kepala Abdul Manan, Deputi Umum Fajran Zain, dan Kepala Biro Perencanaan Teuku Ardiansyah.( man ).

Bakti Sosial Berbagi Bersama Kejaksaan Negeri Sabang dan IAD Daerah Sabang

0

MEDIANAD.COM, SABANG- Kepala Kejaksaan Negeri Sabang Milono Raharjo, SH., MH didampingi para kasi, kasubagbin, dan seluruh pegawai serta anggota adhyaksa dharmakarini daerah sabang melaksanan bakti sosial berbagi bersama di kota sabang, jumat, 23 mei 2025 sekira pukul 09.30 wib.

Bahwa kegiatan bakti sosial berbagi bersama ini dilaksanakan di beberapa lokasi di kota sabang dengan memberikan bantuan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, anak yatim piatu, dan lansia.

Bahwa Kepala Kejaksaan Negeri Sabang Milono Raharjo, SH., MH., melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sabang Mohamad Rizky, SH., MH menyampaikan kegiatan ini bertujuan sebagai rasa syukur, kepedulian sesama serta bentuk mengimplementasikan program Kejaksaan RI peduli kepada masyarakat yg membutuhkan.

Bahwa kejaksaan negeri sabang dan ikatan adhyaksa dharmakarini daerah sabang sangat berharap bantuan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan membawa keberkahan bagi kita semua. Serta mengajarkan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama.

Bahwa dengan semangat kebersamaan, kegiatan bakti sosial berbagi bersama ini diharapkan dapat terus dilakukan di masa mendatang. Memperkuat hubungan antara kejaksaan negeri sabang dengan masyarakat, dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat kota sabang.( man ).

Tokoh Masyarakat Pidie Ucapkan Selamat atas Kenaikan Pangkat Brigjen Pol Drs. Nursyah Putra, M.Han

0

Brigjen Pol Drs Nur syahputra M.Han.

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Kabar gembira datang dari jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Salah satu putra terbaik Pidie Jaya, Drs. Nursyah Putra, M.Han., resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol), sebuah pencapaian yang membanggakan tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Aceh secara umum.

Drs. Isa Alima, seorang tokoh masyarakat dari Kabupaten Pidie, turut menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat atas kenaikan pangkat Brigjen Pol Nursyah Putra, yang merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991.

“Alhamdulillah, selamat atas kenaikan pangkat Brigjen Pol Drs. Nursyah Putra, M.Han., putra terbaik Pidie Jaya. Semoga dengan izin Allah SWT, beliau diberikan kekuatan dan kepercayaan mengemban amanah baru. Kami doakan agar ke depan beliau bisa dipercaya menjadi Kapolda Aceh,” ungkap Drs. Isa Alima.

Perlu juga diketahui bahwa sebelumnya beliau penah menjabat di Aceh antaran lain sebagai Waka Polres Pidie, subdit narkoba polda aceh kabid propam metro sekolah sesko TNI dan sekarang mendapat Brigjen Pol dan selanjutnya Jabatan terakhir sebagai Kabag yanma propam mabes polri, ujar Isa Alima mantan anggota DPRK Pidie ini.

Kenaikan pangkat ini menjadi bukti dedikasi, kerja keras, dan pengabdian Brigjen Pol Nursyah Putra dalam meniti karier di institusi kepolisian. Kehadirannya sebagai tokoh berprestasi dari Aceh menjadi teladan bagi generasi muda.

Masyarakat Pidie dan Pidie Jaya pun menyambut baik kabar ini dengan harapan bahwa Brigjen Pol Nursyah Putra dapat terus mengukir prestasi dan membawa harum nama daerah di tingkat nasional.(*/gw)

Digagas Ketua CI Dan Bus, Aceh Besar Siapkan 200 Hektare Lahan untuk Budidaya Jagung di Kuta Cot Glie

0

Jakfar, SP, M.Si (Kadis Pertanian Aceh Besar), Bustaman Juned (Dan Bus) Ketua Harian Commando Independen Aceh Besar, Ir. Saiful Anwar bersama Tim Ekonomi Aceh Besar, serta ahli pertanian Ivan Mirza dan Hidayat R (Cut Lem) meninjau lokasi persiapan lahan jagung di Gampong Bung Simet, Lampakuk, Aceh Besar, Sabtu (24/5/2025)

MEDIANAD.COM, ACEH BESAR: Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memulai langkah strategis di sektor pertanian melalui pembukaan lahan budidaya jagung seluas 200 hektare di Gampong Bung Simet, Kemukiman Lampakuk, Kecamatan Kuta Cot Glie.

Yang juga Program budidaya jagung dimaksud, bagian dari implementasi visi-misi Bupati H. Muharram Idris dan Wakil Bupati Drs. H. Syukri A. Jalil dalam mendorong ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Inisiatif pembukaan lahan ini digagas oleh Ketua Harian Commando Independen (CI) Aceh Besar, Bustaman Juned alias Dan Bus juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Sebagaimana siaran yang diterima Redaksi online ini, Sabtu (24/5/2025). Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar, SP, M.Si, bersama Ir. Saiful Anwar dan Tim Ekonomi Aceh Besar meninjau langsung lokasi pembukaan lahan di kawasan perbukitan Bung Simet. Turut hadir ahli pertanian Ivan Mirza dan Hidayat R (Cut Lem), serta Ketua Harian Commando Independen Aceh Besar, Bustaman Juned.

“Peninjauan ini merupakan bagian dari survei untuk memastikan kesiapan dan luas lahan yang akan dikembangkan. Data ini penting bagi calon mitra/investor yang akan menanamkan modal dalam pengembangan jagung di Aceh Besar,” jelas Jakfar.

a menambahkan bahwa budidaya jagung akan dikelola oleh investor swasta dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja dan mitra. Pemerintah daerah akan berperan sebagai fasilitator dan penyedia dukungan teknis.

Sementara itu, Bustaman Juned menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari realisasi janji politik pasangan kepala daerah saat Pilkada 2024. “Kemitraan ini adalah titik awal mewujudkan ketahanan pangan yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ketua Tim Ekonomi Aceh Besar, Ir. Saiful Anwar, menyebutkan lokasi Bung Simet dipilih sebagai pilot project setelah dilakukan survei di berbagai wilayah Aceh Besar.

“Ke depan, program ini akan diperluas ke daerah lain. Targetnya, Aceh Besar menjadi sentra jagung terbesar di Aceh untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkapnya. (**)

Babinsa Koramil 01/Sukajaya Bersama Warga Gotong Royong Bantu Persiapan Hajatan Warga di Gampong Paya

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga binaan dan untuk mempererat tali silaturahmi, Babinsa Pos 08 Koramil 01/Sukajaya, Kodim 0112/Sabang, Sertu Junaidi turut serta membantu warga dalam kegiatan gotong royong mempersiapkan acara hajatan di Jurong Cot Preh, Gampong Paya, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, (24/5/2025).

Acara hajatan tersebut merupakan pesta keluarga dari Bapak Amiruddin yang akan menikahkan anaknya. Dalam suasana penuh kebersamaan, Sertu Junaidi bersama warga bahu membahu memasang tenda, menata kursi untuk tamu undangan, serta menyiapkan berbagai fasilitas lain yang dibutuhkan untuk kelancaran acara.

“Kehadiran kami sebagai Babinsa bukan hanya untuk menjalankan tugas pengamanan dan pembinaan teritorial, tetapi juga untuk turut serta dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Gotong royong seperti ini adalah tradisi luhur bangsa yang harus kita jaga dan lestarikan,” ujar Sertu Junaidi di sela-sela kegiatan.

Ia juga memberikan semangat dan himbauan kepada warga agar terus memelihara dan memperkuat nilai-nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kekompakan dan kebersamaan adalah modal utama dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan sejahtera.

“Nilai-nilai kebersamaan ini sangat penting, terlebih di zaman sekarang. Mari kita terus pertahankan tradisi gotong royong agar hubungan sosial antar warga tetap erat dan kehidupan bermasyarakat menjadi lebih solid,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat tetap terjaga, sekaligus memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dan warga binaannya.(man)

Babinsa Koramil 02/Sukakarya Bantu Warga Binaan Bersihkan Tanaman Nenas di Gampong Batee Shoek

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Wujud nyata kepedulian kepada masyarakat, Babinsa Gampong Batee Shoek, Koramil 02/Sukakarya, Kodim 0112/Sabang, Sertu Budi Syahputra. Dalam kegiatan yang berlangsung di Jurong Sirui, Gampong Batee Shoek, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, Babinsa turut serta menyambangi sekaligus membantu salah satu warga binaannya, Sdr. Indra, yang sedang melakukan perawatan tanaman buah nenas, (24/5/2025).

Kehadiran Babinsa tidak hanya sekadar untuk memantau kondisi wilayah, tetapi juga sebagai bentuk dukungan langsung terhadap kegiatan pertanian warga. Pada kesempatan ini, Sertu Budi membantu Sdr. Indra dalam membersihkan pelepah atau daun-daun tua dari tanaman nenas. Pembersihan ini bertujuan agar pertumbuhan dan hasil panen buah nenas dapat lebih maksimal, sesuai harapan petani.

“Tanaman nenas perlu perawatan yang rutin agar hasil buahnya optimal. Dengan membersihkan pelepah atau daun-daun yang mengering, tanaman akan lebih sehat dan produktif. Ini bagian dari upaya kami untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan dukungan nyata, sekecil apa pun itu,” ujar Sertu Budi Syahputra.

Selain membantu kegiatan pertanian, kehadiran Babinsa juga memiliki makna yang lebih luas, yakni menjalin dan mempererat tali silaturahmi serta menjaga kekompakan dan keharmonisan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara Babinsa dan warga bisa semakin erat. Kita ingin masyarakat merasakan bahwa TNI hadir bukan hanya saat ada kegiatan formal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari mereka,” tambahnya.

Sdr. Indra selaku warga yang dibantu menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian dan keterlibatan Babinsa. Menurutnya, bantuan sekecil apa pun sangat berarti, terlebih dalam pekerjaan pertanian yang membutuhkan tenaga dan perhatian ekstra.

“Terima kasih kepada Pak Babinsa yang sudah menyempatkan waktu untuk datang dan membantu. Ini bukan hanya membantu secara fisik, tapi juga memberikan semangat bagi kami sebagai petani,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Babinsa di jajaran Kodim 0112/Sabang dalam membina wilayah teritorialnya. Melalui pendekatan humanis dan kemitraan dengan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, produktif, dan harmonis.(man)

Babinsa Koramil 01/Sukajaya Dampingi Kegiatan Pemberian Makanan Tambahan bagi Anak Stunting di Gampong Balohan

0

MEDIANAD.COM, SABANG– Dalam upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting, Babinsa Pos 04 Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Sertu Taufiq, turut ambil bagian dalam kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak-anak yang terindikasi mengalami stunting. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Keuchik Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, (24/5/2025)

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara kader posyandu, ibu-ibu PKK, serta aparat komando kewilayahan (Apkowil) dalam mewujudkan kepedulian terhadap generasi masa depan yang sehat dan kuat. Pemberian makanan tambahan ini merupakan Tahap I (satu) dari program Rumah Desa Sehat (RDS), yang difokuskan pada balita yang mengalami masalah gizi atau berisiko stunting.

Babinsa Sertu Taufiq menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab sebagai aparat teritorial yang mendampingi masyarakat, khususnya dalam program-program peningkatan kesejahteraan dan kesehatan warga.

“Stunting adalah persoalan serius yang dapat menghambat masa depan anak-anak kita. Oleh karena itu, kami dari jajaran TNI, khususnya Babinsa, akan terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat untuk membantu menekan angka stunting di wilayah binaan,” ujar Sertu Taufiq.

Menu yang disajikan tidak hanya mengandung nilai gizi yang tinggi, tetapi juga diupayakan untuk menarik selera anak-anak agar mereka lebih bersemangat dalam mengonsumsi makanan sehat.

Dalam arahannya kepada kader posyandu dan ibu-ibu PKK, Babinsa Sertu Taufiq juga memberikan himbauan agar menu makanan yang diberikan kepada anak-anak balita selalu divariasikan. Hal ini bertujuan agar anak-anak tidak merasa bosan dan tetap antusias dalam mengonsumsi makanan yang disediakan.

“Variasi menu penting agar anak-anak tidak cepat bosan. Selain memperhatikan kandungan gizinya, kita juga harus memastikan bahwa makanan yang diberikan menarik dan disukai oleh mereka,” tegasnya.

Diharapkan, dengan adanya kegiatan seperti ini secara rutin dan berkelanjutan, anak-anak yang terindikasi stunting dapat mengalami perbaikan kondisi gizi, serta tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usia mereka.(man)

Pemko Sabang Tanda Tangani MoU Bidang Perdata Dan Tata Usaha Negara ( TUN ) Dengan Kejari Sabang

0

MEDIANAD.COM, SABANG -1 Pemerintah Kota Sabang melakukan penandatangan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Sabang dalam bidang perdata dan tata usaha negara.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pulau Klah Kantor Wali Kota Sabang, yang turut disaksikan Kepala OPD terkait, pada Selasa (22/05-2025).

Pj Wali Kota Sabang Andri Nourman mengatakan kerja sama ini dimaksud untuk membantu menyelesaikan Perkara Hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara baik di dalam pengadilan maupun di luar pengadilan, yang menyangkut kepentingan Pemerintah Kota Sabang dengan pihak lain.

Kemudian, juga untuk mengadakan kegiatan bersama dalam penyuluhan hukum dan penerangan hukum pada masyarakat maupun instansi pemerintah, dengan tujuan untuk saling mendukung pelaksanaan penegakan hukum dan pembangunan di wilayah Sabang sesuai dengan misi dan kode etik masing-masing pihak.

“MoU atau kerjasama ini adalah untuk memudahkan Pemko Sabang dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi, sesuai dengan kewenangan kita masing-masing. Sehingga kita bisa berjalan pada rel yang memang telah digariskan dan harus kita laksanakan demikian, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Pj Wali Kota Sabang turut meminta seluruh Kepala OPD agar dapat memanfaatkan kerja sama ini dengan sebaik-baiknya, tanpa ada keraguan dalam melaksanakan tugas, terutama jika menghadapi tuntutan.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Sabang Milono Raharjo, yang mengatakan bahwa MoU ini dapat dimanfaatkan stakeholder atau OPD untuk aktif melibatkan pihaknya dalam melakukan tindakan hukum, terutama dibidang perdata dan tata usaha negara.

“Ini merupakan kegiatan rutin antara Pemko Sabang dan Kejari Sabang, yang sudah terimplementasi dalam pelaksanaan pemerintahan daerah dengan baik selama ini. Untuk itu, Kami juga mengimbau kepada kepala OPD di jajaran Kota Sabang untuk pro aktif melakukan konsultasi atau pendampingan hukum dalam segala kegiatan,” kata Milono.

Dengan begitu, Pemko Sabang dapat memaksimalkan kegiatan dalam hal pekerjaan pembangunan fisik maupun kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan hukum. Sehingga, pihaknya bisa memberikan payung hukum dalam setiap kegiatan yang legal pada setiap kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Sabang.

“Jadi jangan ragu untuk melakukan konsultasi atau pendampingan hukum kepada jajaran Kejari. Kita sama-sama berjalan di koridor hukum yang sudah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan, sehingga nanti dalam pelaksanaan kegiatan kita bisa saling mengontrol dan saling mengingatkan,” tambahnya.(man).

Popular Posts

My Favorites

DPRA Gelar Paripurna LKPJ Gubernur Aceh TA 2025 dan Bentuk Pansus...

0
MEDIANAD.COM, BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2025....