Berita Utama

Beranda Berita Utama Halaman 302
Berita Utama

Turnamen U-16 Piala Wali Kota Banda Aceh, Talenta FA Gebuk SSB Barona 2-0

0

Skuad TALENTA Aceh FA di Turnamen U-16 Piala Walikota Banda Aceh tahun 2025. (foto/heri)

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Sekolah Sepak Bola (SSB) Talenta Aceh FA menang secara meyakinkan 2-0 atas SSB Barona pada pertandingan babak penyisihan turnamen sepakbola U-16 Piala Walikota, Banda Aceh, yang berlangsung di Lapangan Rugby, Kecamatan Meuraxa, Kota Dimaksud, Kamis (15/05/2025) petang.

Kemenangan pasukan remaja dibawah manajer tim Aswadi Abiet dan head coach Mukhlis Rasyid atas seterunya SSB Barona Banda Aceh, berkat gol Reyhan dimenit ke-18 dan gol penalti winger berbakat Ubay diawal laga babak kedua.

Dalam pertandingan seru dan sengit tersebut, namun anak-anak Talenta FA lebih jitu dalam memanfaatkan peluang padahal kekuatan dan pola permainan yang diperagakan kedua tim sangat menarik serta menghibur.

Namun tak ada gol balasan yang terjadi, setelah wasit menyudahi pertandingan dan untuk kemenangan Talenta FA 2-0, sekaligus modal besar Rayhan,cs dalam menatap laga berikutnya dengan SSB Lambuk, Jumat (16/05) petang. (hr)

Polres Sabang Tegaskan Komitmen Berantas Premanisme, Samapta Gencar Patroli

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Polres Sabang menunjukkan komitmen kuat dalam pemberantasan premanisme di wilayah hukumnya. Melalui Satuan Samapta yang dipimpin oleh Kanit Patroli Aiptu Opie Cs, personel terus mengintensifkan patroli malam hari demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat, Kamis (15/05/2025).

Patroli yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua (R2) ini menyasar sejumlah titik rawan dan pusat aktivitas masyarakat seperti warung kopi, kafe, hotel, sentra pertokoan, SPBU, serta tempat keramaian lainnya.

“Kami fokus pada upaya preventif. Premanisme tidak bisa dibiarkan berkembang di tengah masyarakat. Kehadiran polisi harus dirasakan, terutama di malam hari saat potensi gangguan keamanan meningkat,” ujar Kasat Samapta AKP Sabrani, SE.

Dalam kegiatan tersebut, personel tidak hanya berpatroli, tetapi juga berdialog dengan masyarakat dan memberikan imbauan agar turut serta menjaga keamanan lingkungan. Warga juga diminta agar segera melapor jika melihat tindakan mencurigakan atau aktivitas yang menjurus pada premanisme.

Langkah ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Banyak warga yang menyambut baik kehadiran polisi yang rutin berkeliling di malam hari karena membuat mereka merasa lebih aman.

Polres Sabang menegaskan bahwa patroli akan terus digelar secara berkala dan intensif sebagai bentuk nyata dari Polri dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Kota Sabang.(Man)

“Penerapan Teknologi VAR di Liga2 2025/26 sudah Wajib”, Manajemen Persiraja 100 Persen Setuju

0

Ilustrasi foto penerapan VAR di Liga-Liga sepakbola, Manajemen Persiraja Banda Aceh juga mengharapkan pada kompetisi Liga2 2025/26 Teknologi sepakbola tersebut diterapkan

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH: Manajemen Tim Liga 2 asal Aceh, Persiraja Banda Aceh, menyatakan dukungannya terhadap rencana penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada kompetisi Liga 2 Indonesia 2025/ 2026.

Bahkan Sekretaris Umum (Sekum) tim yang berjulukan Laskar Rencong Rahmat Djailani menilai, “Teknologi VAR sudah wajib diterapkan di Liga2 yang diwacanakan bergulir bulan Agustus nanti”, mengingat pemberlakuan VAR seperti di Liga1 akan sangat membantu kinerja wasit dalam mengambil keputusan yang lebih akurat di lapangan.

Namun, ia juga menekankan pentingnya pelatihan yang memadai bagi para wasit agar dapat mengoperasikan teknologi tersebut dengan benar.

“Kami mendukung penuh penggunaan VAR di Liga 2 untuk
membantu wasit dalam mengambil keputusan yang lebih tepat.

Namun, wasit juga harus dilatih dengan benar tentang penggunaan VAR,” ujar Sekum Rahmat Djailani, lewat siaran pers MO tim, yang diterima awak media liputan Persiraja, Rabu (14/05) malam di Banda Aceh.

Sembari menjelaskan, penerapan VAR di Liga 2 merupakan langkah maju dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme kompetisi sepak bola di Indonesia. Dengan dukungan dari klub-klub seperti Persiraja, diharapkan implementasi teknologi ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola nasional serta roda kompetisi berjalan sebagaimana regulasi.

HOMEBASE Mengenai kesiapan kandang (homebase) Persiraja jika diterapkan teknologi VAR Liga2 2025/26, Rahmat Djailani mengatakan, baik Stadion Harapan Bangsa maupun Stadion H. Dimurthala, kedua stadion ini tidak ada kendala.

“Stadion kita di Aceh, Alhamdulillah untuk penggunaan VAR sudah lebih dari siap. Jadi tidak ada masalah, kalau pun main di Stadion H. Dimurthala, atau kita pakai Stadion Harapan Bangsa, kedua stadion ini sudah sesuai standar. Termasuk ada ruangan khusus untuk VAR,” jelas Rahmat Djailani.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) memastikan bakal menggunakan teknologi video assistant referee (VAR) untuk kompetisi Lliga 2 musim 2025/2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan pertandingan yang semakin fair dan transparan.

Selama ini VAR baru digunakan kompetisi Liga 1. Maka mulai musim depan, Liga 2 juga akan menggunakannya. Smua pertandingan akan memakai teknologi yang sama. Keputusan ini menjadikan Liga 2 lebih setara secara standar dengan Liga 1 yang sudah lebih dulu mengadopsi VAR sejak awal musim 2024/25.

Ferry Paulus, Direktur Utama PT LIB menyebutkan semua proses teknis tengah dipersiapkan secara matang. Mulai dari pendidikan wasit, pelatihan penggunaan VAR, hingga pengadaan alat simulator tengah berlangsung. (**)

Wakil gubernur Fadhlullah Buka Musrenbang RKPA Tahun 2026 dan Forum Konsultasi Publik RPJMA 2025-2029

0

MEDIANAD.COM, BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, membuka musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2026 dan Forum Konsultasi Publik RPJMA 2025- 2029, di Anjong Mon Mata Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis, (15/5/2025).

Acara tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri dari unsur kementerian/lembaga pusat, Anggota DPR/DPD RI, Anggota Forkopimda Aceh, Ketua Komisi DPRA, Kepala SKPA, Bupati/Wali Kota se-Aceh, Kepala Bappeda se-Aceh, akademisi, perbankan, dunia usaha, LSM, dan tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wagub memaparkan rencananya membentuk 6 gugus tugas atau task force berdaya gerak tinggi agar eksekusi program kerja tidak terjebak pada pola “business as usual” atau biasa biasa saja.

Keenam gugus tugas itu meliputi Task Force Pengetasan Kemiskinan dan Stunting yang mengintegrasikan program sosial, voucher pangan bergizi di ribuan gampong, dan pemanfaatan BLU rumah sakit daerah.

Kedua, Task Force Penguatan Birokrasi dan Good Governance yang menerapkan Aceh Digital Single Window sehingga perizinan usaha dan investasi selesai dalam waktu yang singkat.

“Selanjutnya yang ketiga adalah Task Force Percepatan Investasi dan Industri yang memprioritaskan realisasi FTZ Sabang, KEK Arun, dan layanan after-care bagi investor,” kata Fadhlullah.

Keempat adalah Task Force kemandirian pangan dan pengurangan defisit antar daerah yang menyiapkan sentra beras premium, bawang, dan hasil bumi lainnya yang bisa menjadikan Aceh sebagai Brebes-nya Sumatra, serta cold-chain hasil laut.

Kemudian, Task Force Pengembangan Pariwisata Halal untuk mensertifikasi seluruh destinasi, membuka charter flight, dan menggelar Aceh International Halal Festival. Dan terakhir Task Force Kemandirian Fiskal Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi yang mengoptimalkan PAD digital, dan skema asset recycling.

“Keberhasilan keenam desk ini mensyaratkan kolaborasi menyeluruh, oleh sebab itu kami memohon dukungan regulasi serta asistensi Kementerian Dalam Negeri guna mempermudah KPBU lintas kabupaten, memperkuat BUMD, dan mengharmonisasi perda investasi,” kata Fadhlullah.

Dalam kesempatan yang sama, Wagub juga menyampaikan harapannya agar pada momentum RKP Nasional nanti Pemerintah Pusat dapat menambah sejumlah Proyek Strategis Nasional atau PSN di Aceh.

“Kami berharap anggota DPR dan DPD RI yang mewakili Aceh agar ikut memperjuangkan hak Aceh di tingkat nasional,” kata Fadhlullah.

Wagub mengaku jika anggaran fisikal di Aceh masih didominasi dari dana yang ditransfer pusat. Sehingga pertumbuhan ekonomi Aceh pun sangat tergantung pada anggaran pemerintah daerah.

Oleh sebab itu, Wagub Aceh kembali mengharapkan dukungan semua pihak agar draft revisi UUPA tentang perpanjangan dana Otsus Aceh dapat disetujui dan disahkan oleh DPR RI dan Pemerintah Pusat.

Sementara itu, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, yang hadir secara virtual menyampaikan bahwa perencanaan kerja pemerintah daerah harus sesuai dengan rencana kerja pemerintah pusat. Hal tersebut penting agar pemerintah pusat dan daerah bisa saling mendukung dalam melaksanakan program kerja.

“Sinkronisasi perencanaan ini penting untuk mengefektifkan program kerja, keberhasilan bukan di satu, tapi menyeluruh,” kata Safrizal. (*)

Babinsa Koramil 02/Sukakarya Dampingi Petani Sayur Bersihkan Lahan Demi Cegah Hama dan Maksimalkan Hasil Panen

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah binaan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Gampong Aneuk Laot, Koramil 02/Sukakarya, Kodim 0112/Sabang, Serka Insarlin, melaksanakan kegiatan pendampingan kepada petani sayuran di Jurong Putro Bungsu, Gampong Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, pada Kamis (15/5).

Pendampingan dilakukan dengan membantu proses pembersihan rumput liar di sekitar tanaman kangkung dan bayam milik sdr. Jalaluddin. Pembersihan ini dilakukan secara manual untuk memastikan pertumbuhan tanaman tidak terganggu oleh gulma maupun potensi serangan hama.

Menurut Serka Insarlin, kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga kebersihan lahan tanam, yang merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya sayuran. “Rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman bisa menjadi tempat berkembang biaknya hama. Dengan menjaga kebersihan lahan, diharapkan tanaman kangkung dan bayam tumbuh sehat dan hasil panennya bisa maksimal,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin pendampingan Babinsa kepada masyarakat dalam sektor pertanian. Dengan hasil panen yang lebih baik, petani diharapkan dapat menjual hasil pertaniannya ke pasar-pasar di sekitar Kota Sabang, guna memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari dan turut mendukung ketersediaan sayuran segar bagi masyarakat.

Keterlibatan Babinsa dalam sektor pertanian merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi TNI AD dalam membantu program ketahanan pangan nasional. “Kegiatan ini sejalan dengan instruksi komando atas, agar seluruh Babinsa aktif mendampingi masyarakat di wilayah binaannya, khususnya dalam sektor pertanian dan ekonomi produktif lainnya,” sebut Serka Insarlin.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat terus terjalin erat demi mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.(man)

Babinsa Gampong Batee Shoek Monitor Kegiatan Posyandu Jeumpa di Jurong Pria Laot

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan anak, Babinsa Gampong Batee Shoek, Koramil 02/Sukakarya, Kodim 0112/Sabang, Sertu Budi Syahputra, melaksanakan kegiatan monitoring pelaksanaan Posyandu Jeumpa yang berlangsung di Jurong Pria Laot, Gampong Batee Shoek, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, Kamis (15/5).

Kegiatan Posyandu ini merupakan agenda rutin bulanan yang dilaksanakan oleh petugas dari UPTD Puskesmas Pria Laot dan diselenggarakan secara bergiliran di setiap jurong yang ada di wilayah Gampong Batee Shoek. Posyandu Jeumpa sendiri menjadi sarana penting bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dasar kesehatan, terutama bagi balita dan ibu hamil.

Dalam kegiatan tersebut, para kader Posyandu Jeumpa bersama petugas kesehatan melakukan berbagai layanan seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan anak, serta pemberian makanan tambahan kepada balita. Tujuannya adalah untuk memantau tumbuh kembang anak secara berkala dan memastikan status gizi tetap terjaga.

Sertu Budi Syahputra menyampaikan bahwa kehadirannya sebagai Babinsa merupakan bentuk dukungan moril dan motivasi bagi para kader dan masyarakat agar terus aktif mengikuti kegiatan Posyandu. “Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa. Kami dari TNI, khususnya Babinsa, akan terus mendampingi dan mendukung kegiatan ini agar berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan Posyandu merupakan wujud nyata sinergi TNI dengan instansi kesehatan dan pemerintah desa dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. “Kami berharap partisipasi masyarakat terus meningkat agar semua anak dapat tumbuh sehat dan cerdas,” tambahnya.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Pria Laot mengapresiasi peran aktif Babinsa dalam kegiatan Posyandu. Kehadiran TNI menurut mereka tidak hanya meningkatkan semangat para kader, tetapi juga memberi rasa aman dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan berjalan lancar dan penuh antusiasme dari masyarakat setempat, khususnya para ibu yang membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan. Program seperti ini diharapkan terus ditingkatkan dan dijadikan contoh bagi desa-desa lain dalam membangun kesadaran pentingnya pemantauan kesehatan sejak dini.(man)

Babinsa Koramil 01/Sukajaya Tinjau Lokasi Pembuatan Kandang Ayam Petelur di Gampong Paya

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional di sektor peternakan, Babinsa Gampong Paya, Koramil 01/Sukajaya, Kodim 0112/Sabang, Sertu Junaidi, melaksanakan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan kandang ayam petelur di Jurong Pantai Jaya, Gampong Paya, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, Kamis (15/5).

Pembangunan kandang ayam petelur ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan Dana Desa (DD), yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Pasir Putih.

Sertu Junaidi menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi pembangunan kandang bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai rencana serta memberikan dukungan moril kepada pengelola BUMG. “Kami dari TNI, khususnya Babinsa, siap mendampingi dan mengawal setiap kegiatan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan mendukung ketahanan pangan. Kegiatan pembangunan kandang ayam petelur ini merupakan langkah positif yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Kegiatan beternak ayam petelur yang direncanakan ini nantinya akan menjadi sumber penghasilan bagi Gampong dan masyarakat sekitar. Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi telur di tingkat lokal, hasil usaha ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi ekonomi kepada Gampong Paya.

Bapak Muhammad Idram selaku Ketua BUMG Pasir Putih menjelaskan bahwa pembangunan kandang ini merupakan tahap awal dari rencana jangka panjang pengembangan usaha peternakan ayam petelur. “Kami ingin memanfaatkan dana desa sebaik mungkin agar bisa berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Harapan kami, dengan adanya kandang ini, masyarakat tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan telur, tetapi juga memiliki peluang usaha baru,” jelasnya.

Dirinya menambahkan bahwa seluruh kegiatan dilakukan secara transparan dan melibatkan partisipasi masyarakat. “Mulai dari perencanaan, pembelian bahan bangunan, hingga pengerjaan kandang kami libatkan masyarakat sekitar. Ini adalah bentuk gotong royong dan pemberdayaan warga,” katanya.

Dengan semangat kerjasama yang baik antara aparat TNI, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan program peternakan ayam petelur ini mampu menjadi salah satu pilar ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi di Gampong Paya.(man)

APH diminta Lidik Dana Desa Kute sange Tahun Anggaran 2023 Kecamatan Terangun

0

MEDIANAD.COM, GAYO LUES – Ketua FMPK (forum masyarakat pembela kebenaran) Kabupaten Gayo Lues, Syaparudin Telvi Memberikan keterangan kepada awak media ini bahwa demi terwujudnya Pemerintahan yang bersih dan bebas KKN dalam rangka Percepatan pembangunan dan perekonomian di tengah – tengah masyarakat , eloknya para pejabat publik selaku penguna anggaran , dapat memperhatikan peraturan pemerintah republik indonesia No 43 tahun 2018 tentang cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi .

Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik dan PP Nomor 96 tahun 2012 tentang pelaksanaan UU Nomor 25 tahun 2009 tentang layanan publik,serta undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 tahun 1999, penyelenggaraan negara bersih dan bebas dari KKN, UU RI Nomor 20 tahun 2021 tentang tindak pidana korupsi , undang-undang Nomor 30 tahun 2002 tentang komisi pemberantasan tindak pidana korupsi adalah serangkaian tindakan untuk mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi melalui upaya kordinasi, suverfesi, penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan.

Dengan peran serta masyarakat berdasarkan peraturan dan perundang – undangan yang berlaku, selanjutnya peraturan pemerintah Nomor 71 tahun 2000 tentang cara pelaksanaan dan peran serta masyarakat dan pemberian dalam pencegahan tindak pidana korupsi .

Selain itu undang – undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dan inpres Nomor 1 tahun 2010 tentang percepatan pembangunan nasional, inpres Nomor 5 tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi dan inpres Nomor 10 tahun 2016 tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Sehubungan dengan anggaran desa Kute sange begitu banyak perlu satu persatu di Lidik oleh APH, yang diduga tidak jelas peruntukannya. Tim investigasi dari LSM FMPK (Forum masyarakat pembela kebenaran) Kabupaten Gayo Lues meminta aparat penegak hukum (APH) wilayah Gayo Lues agar melidik penyerapan anggaran dana desa Kute sange tahun anggaran 2023, sebagai berikut :

Pagu anggaran tahun 2023 sebesar Rp 773.455.000,- dan tahapan penyaluran desa tertinggal , 1.Rp: 326.236.500.427,3. 2. Rp: 229.036.500.300,0 3. Rp: 208.182.000.2.72,7, Detil dana penyaluran penyertaan Modal Rp: 35.307.250, Pembangunan / Rehabilitasi / Peningkatan sumber Air bersih milik Desa ( mata air /Tandon penampungan air hujan/sumur bor,dll) Rp : 33.892.180,-Pemeliharaan fasilitas pengelolaan sampah desa/permukiman(penampungan, bank sampah, dll) Rp 12.000.000,- pemeliharaan sanitasi permukiman (gorong-gorong,selokan, parit, dll, diluar prasarana jalan) Rp 23.000.000,- dukungan pelaksanaan program pembangunan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) Gakin (pemetaan validasi, dll) Rp 3.395.000,-pemeliharaan sarana dan prasarana dan transportasi desa Rp 2.480.000,- penyelenggaraan informasi publik desa (misal : pembuatan poster/baliho/informasi penetapan / LPJ APBDes untuk warga, dll) Rp 1.000.000,- penyelenggaraan posyandu (makanan tambahan, kelas ibu hamil, kelas lansia, insentif kader posyandu) Rp 32.067.920,- pengembangan dan pembinaan sanggar seni dan belajar Rp 85.000,000,- dukungan penyelenggaraan Paud (Ape, sarana paud,dst) Rp 9200.000,- penyelenggaraan Paud/Tk/Tpa/Tka/TPQ/madrasah non – formal milik desa, (bantuan honor pengajar, pakaian seragam ,oprasional ,dst ) Rp 62.163.000,- Keadaan mendesak Rp 24.300.000,- Keadaan mendesak Rp 24.300.000,- Keadaan mendesak 24.300.000,- Keadaan mendesak 24.300,000,- pengiriman kontingan Group kesenian dan kebudayaan sebagai wakil desa di tingkat kecamatan dan kabupaten / kota Rp 12.940.000,- Pengadaan / penyelenggaraan pos keamanan desa (pembangunan pos, pengawasan jadwal ronda/ patroli dll) Rp 18.000.000,- pembinaan PKK Rp 11.100.000,- penyelenggaraan festival/ lomba kepemudaan dan olah raga tingkat desa Rp 50.050.000,- pengiriman kontingan kepemudaan dan olah raga sebagai wakil desa di tingkat kecamatan dan kabupaten /kota Rp 6.200.000,- peningkatan kapasitas kepala desa Rp 30.000.000,- peningkatan produksi tanaman pangan (alat produksi dan pengolahan pertanian , penggilingan padi / jagung ,dll ) Rp 152.691.000,- oprasional pemerintah desa yang bersumber dari dana desa Rp 22.103.650,- penyusunan dokumen keuangan desa ( APBDes,/APBDes perubahan/LPJ APBDes,dan seluruh dokumen terkait) Rp 4.955.000,- penyediaan sarana “(aset tetap) perkantoran/pemerintahan Rp 22.800.000,- penyediaan oprasional BPD (rapat-rapat atk, makan minum), perlengkapan perkantoran, pakaian seragam, perjalanan dinas , listrik / telpon, dll) Rp 10.000.000,- penyediaan penghasilan tetap dan tunjangan prangkat desa Rp 6.000.000,- penyediaan penghasilan tetap dan tunjangan kepala desa Rp 12.000.000,- (Tim)

Tiba di Aceh, Mualem Nikmati Sop Daging Panas di Langsa

0

MEDIANAD.COM, LANGSA – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, terlihat menikmati sop daging di warung Tamora Langsa, di depan Masjid Paya Bujok, Langsa. Mualem–sapaan Muzakir Manaf–dalam perjalanan dari Medan ke Banda Aceh. Mualem hanya ditemani istri dan tiga orang dekat. Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, menemani setelah membuka acara pos pelayanan terpadu.

Iskandar menyusul 30 menit setelah Mualem tiba di Langsa. Seperti dilansir AJNN, Mualem dalam keadaan sehat dan melanjutkan perjalanan ke Banda Aceh pada pukul 12.30 WIB. Dalam kesempatan itu, Bupati Iskandar melaporkan kondisi pemerintahan Kabupaten Aceh Timur yang terus merealisasi program visi dan misi di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Mualem baru saja menjalani perawatan di Singapura. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Aceh, Akkar Arafat, beberapa waktu lalu, mengatakan Mualem fokus belum kembali ke Aceh karena menjalani tahapan akhir medical check up.

Dokter yang menangani Mualem mewajibkan pasiennya untuk menjalani proses itu secara menyeluruh. “(Dokter menyatakan) Tidak boleh setengah-setengah,” kata Akkar, Jumat pekan lalu.

Akkar mengatakan Mualem segera kembali ke Aceh setelah menjalani seluruh rangkaian pemeriksaan tersebut. Dalam waktu dekat, kata Akkar, Mualem beraktivitas kembali seperti biasa untuk memimpin Pemerintah Aceh.(*)

 

Panen Raya Jagung Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.Sou, M.Han, hadir dalam kegiatan Panen Raya Jagung, dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, yang dilaksanakan oleh Polsek Sukakarya Polres Sabang, Rabu (14/05/2025).

Panen raya ini berlangsung di lahan produktif milik petani setempat, Sdr. Tgk. Meureudu, yang berlokasi di Jr. Sirui, Gp.Batee Shoek, Kec. Sukamakmue Kota Sabang, dengan komoditas yang dipanen merupakan jagung manis varietas Bonanza sebanyak ± 5000 batang yang ditanam di atas lahan seluas ± 1 hektar.

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain, Kabag Ops Polres Sabang, AKP Bukhari, SH, MH, Kabag SDM Polres Sabang, AKP Haryono, Kasat Sabhara, AKP Sabrani, SE, Kasat Binmas, AKP Dahlan, SE, Kasat Lantas, IPTU Darmi, SH, Kasi Humas, IPDA Saiful Anwar, Kapolsek Sukakarya, IPDA Hairul Saleh Ritonga, SH, Kapolsek Sukajaya, IPTU Samsuri, Bhabinkamtibmas Gp. Batee Shoek, AIPDA Zikri, Babinsa Gp. Batee Shoek, Sertu Budi Syahputra, Pj. Geuchik Gp. Batee Shoek, Mansur, S.Ag, Pemilik lahan, Tgk. Meureudu, serta Kelompok Tani Gampong Batee Shoek

Kapolres Sabang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara kepolisian, pemerintah gampong, dan masyarakat petani dalam mewujudkan ketahanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi kita dalam mendukung program nasional di bidang ketahanan pangan. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan di wilayah lain di Kota Sabang,” ujar AKBP Sukoco.

Panen raya ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan petani lokal, namun juga bentuk kontribusi langsung Polres Sabang dalam upaya menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(man)

Popular Posts

My Favorites

Dukung Kesehatan Ibu & Cegah Stunting, Babinsa Kuta Timu Dampingi Kegiatan...

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Babinsa 06 Gampong Kuta Timu, Koramil 02/Sukakarya, Kodim 0112/Sabang, Pelda Sutrisno, bersama Bhabinkamtibmas, hadir mendampingi dan memantau pelaksanaan kegiatan Kelas Ibu...