Berita Utama

Beranda Berita Utama Halaman 66
Berita Utama

Bentrok Minggu Petang di Banten, Persiraja akan Manfaatkan Kelemahan Lini Belakang Adhyaksa FC

0

MEDIANAD,COM: Persiraja Banda Aceh yang sedang bersiap menghadapi ‘runnerup grup barat’ Adhiyaksa FC Banten pada pekan ke-24 Pegadaian Championship 2025/26 di Banten International Stadium, Minggu (12/4/2026) pukul 15.30 WIB.

Optimis meraih hasil maksimal, tak pelak angka maksimal yang wajib diamankan pasukan “head coach” Jaya Hartono agar terus menempel dua timyaksa di papan atas klasmen Grup Barat.

Pelatih Jaya Hartono kemarin sore dari Banten mengatakan. “Meskipun telah berhasil menciptakan 54 gol hingga pekan ke-23, namun Miftahul Hamdi, M Fairusyi dkk memiliki catatan negatif disektor pertahanan, dimana telah kebobolan 27 gol” kelemahan tersebut akan kami manfaatkan dalam laga Minggu petang, ujar pelatih Persiraja Jaya Hartono bersama kapten tim Fitra Ridwan dalam Konferensi Pers kemarin.

Mengingat laga tersebut dan wajib dimenangkan oleh skuad tim yang berjulukan Laskar Rencong Persiraja, sehingga tetap menjaga asa bersaing di papan atas. (zm/**)

Polres Sabang Berikan Pengamanan Maksimal bagi Wisatawan Kapal Pesiar MS. Azamara Onward

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Polres Sabang menurunkan sejumlah personel untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Sabang menggunakan kapal pesiar MS. Azamara Onward, yang bersandar di Dermaga CT-3 BPKS, Jl.Perkapalan Gp. Kuta Barat, Kec.Sukakarya Kota Sabang, Sabtu (11/04/2026).

Pengamanan dilakukan di berbagai titik, khususnya di kawasan objek wisata yang menjadi tujuan para wisatawan asing. Kegiatan ini dipimpin oleh Ipda Adolf, didampingi Ipda Rahman Hakim dan Ipda Muhibuddin, serta melibatkan personel jajaran Polres Sabang.

Kehadiran kapal pesiar MS. Azamara Onward yang membawa ratusan wisatawan mancanegara menjadi perhatian serius aparat kepolisian guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif selama para wisatawan berada di Kota Sabang.

Kapolres Sabang AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan wisatawan.

“Polres Sabang berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Sabang. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu menciptakan situasi yang kondusif, sehingga para wisatawan dapat menikmati destinasi wisata dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolres Sabang.

Ia juga menambahkan bahwa pengamanan ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pariwisata daerah.

“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta citra positif pariwisata Kota Sabang agar tetap menjadi tujuan favorit wisatawan mancanegara,” tambahnya.

Dengan adanya pengamanan yang optimal dari Polres Sabang, diharapkan kunjungan wisatawan melalui kapal pesiar ke Kota Sabang dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.(*)

Parah, Keuchik dan Aparat Gampong di Aceh Besar Sudah 4 Bulan tak Bergaji, Sekdakab Bahrul Jamil: Sudah Bisa Dibayar

0

Bahrul Jamil, Sekdakab Aceh Besar dan Usman Lamreung

MEDIANAD.COM,ACEH BESAR: Jika kondisi seperti ini terus terjadi dipastikan pelayanan publik pada tingkat Gampong secara keseluruhan menjadi masalah, setelah para Keuchik, Tuhapeut dan aparat gampong lainnya selama 2026 (empat bulan) belum menerima jerih payah (gaji atau honorarium).

“Kondisi miris tersebut juga saat ini menjadi sorotan publik terhadab kinerja Bupati Aceh Besar serta Dinas terkait”.

Salah satu sorotan dilontarkan oleh Akademisi dari Aceh Besar itu sendiri, Yakni Dr Usman Lamreung saat diminta keterangan media online ini, Jumat (10/04/2026) pagi dikawasan pinggiran perbatasan Aceh Besar dengan kota Banda Aceh.

Mencermati keterangan pemerintah sebelumnya, ‘Bupati Aceh Besar pernah mengatakan (berjanji) bahwa gaji Keuchik dan aparatur Gampong di Abes akan dibayar setiap bulan’, Namun hingga hari ini, Jumat pagi (Red) janji tersebut masih jauh dari harapan.

“Namun kendala di Pemkab kabarnya belum terbayar jerih payah apara Gampong akibat terbentur dengan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum pencairan”.

Pertanyaannya, bagaimana mungkin sudah empat bulan Perbup tersebut belum juga rampung? Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait keseriusan dan kapasitas tata kelola pemerintahan.

Bahkan, beredar kabar bahwa dinamika pergantian Kepala SKPD dinas terkait turut memperlambat proses administrasi, yang pada akhirnya berdampak pada tersendatnya hak aparatur gampong.

Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan persoalan ini juga berkaitan dengan kondisi anggaran. Patut diduga adanya pergeseran atau ketidaksiapan alokasi anggaran yang menyebabkan gaji aparatur belum dapat dicairkan. Jika benar demikian, maka ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan cerminan lemahnya perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar perlu segera memberikan penjelasan terbuka dan transparan kepada publik: apakah persoalan ini murni akibat belum terbitnya Perbup, atau ada masalah lebih serius dalam struktur anggaran?

Dampaknya sudah nyata. Aparatur gampong merupakan ujung tombak pelayanan publik—mulai dari pengurusan administrasi, pelayanan sosial, hingga pelaksanaan program pembangunan.

Ketika gaji mereka tertunda, motivasi kerja menurun, dan pelayanan publik pun ikut terganggu. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah daerah justru sedang melemahkan fondasi pelayanan yang seharusnya diperkuat.

Lebih jauh, keterlambatan ini berpotensi merusak kepercayaan publik. Jika kewajiban paling mendasar seperti pembayaran gaji saja tidak mampu ditunaikan tepat waktu, bagaimana masyarakat bisa yakin bahwa pemerintah mampu mengelola program pembangunan lainnta Kepercayaan publik adalah modal utama pemerintahan, dan kasus ini secara perlahan menggerusnya.

Yang lebih memprihatinkan, DPRK Aceh Besar justru terkesan diam. Lembaga perwakilan rakyat yang seharusnya menjalankan fungsi pengawasan tampak tidak menunjukkan respons berarti, tambah Usman.

Dalam situasi di mana hak aparatur gampong tertunda berbulan-bulan, seharusnya DPRK tampil di garda terdepan untuk mempertanyakan dan mendesak pemerintah daerah, namun tak ada respon.

Mengingat, aparatur gampong tidak boleh terus menjadi korban kelambanan birokrasi. Jika pemerintah gagal menghadirkan kepastian, maka yang hilang bukan hanya hak ekonomi aparatur, tetapi juga kepercayaan rakyat secara luasm, “ketika kepercayaan itu runtuh, yang tersisa hanyalah krisis legitimasi pemerintahan, pungkas Usman Lamreung.

Sudah Dapat Dicairkan
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memastikan Peraturan Bupati (Perbub) tentang pencairan dan penggunaan Alokasi Dana Gampong (ADG) Tahun Anggaran 2026 telah rampung, sehingga pemerintah gampong kini dapat mengajukan usulan pencairan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepastian ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan kelancaran tata kelola keuangan gampong, sekaligus mendukung keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat desa.

Sekretaris Daerah Aceh Besar, Bahrul Jamil S.Sos MSi menegaskan bahwa seluruh tahapan penyusunan hingga harmonisasi regulasi tersebut telah diselesaikan secara komprehensif.

“Alhamdulillah, seluruh proses penyusunan dan harmonisasi Perbub Aceh Besar tentang pencairan dan penggunaan Alokasi Dana Gampong (ADG) sudah selesai. Saat ini pemerintah gampong sudah dapat mengajukan usulan pencairan dengan melengkapi persyaratan administrasi,” jelas Sekda, melalui siaran Pers Humas Pemkab setempat, Jumat (10/4) 2026.

Sekda yang akrab disapa BJ itu menyampaikan bahwa Pemkab Aceh Besar kini membuka ruang bagi seluruh gampong untuk segera memproses pengajuan pencairan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

Bahrul Jamil menegaskan, penyelesaian regulasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Aceh Besar untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Pada prinsipnya tidak ada niat kita untuk menyelesaikan masalah berlarut-larut, semua karena ada proses yang kita lalui, semua regulasi kita selesaikan terlebih dahulu. Sekarang polemik gaji keuchik sudah kita anggap selesai. Saya minta kepada para keuchik untuk menyiapkan berkas usulan ke kecamatan,” imbaunya.

Dengan rampungnya Perbub tersebut, pemerintah gampong kini memiliki kepastian dalam mengajukan pencairan dana, termasuk untuk mendukung operasional pemerintahan dan pemenuhan hak aparatur gampong.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh Besar, Jakfar SP MSi menyampaikan bahwa pihaknya mulai menerima usulan pencairan dari pemerintah gampong melalui camat di masing-masing kecamatan.

“Benar, per 9 April 2026, kami sudah menerima usulan pencairan ADG dari 60 gampong. Saat ini berkas tersebut sedang diproses ke BPKD untuk penyaluran ke rekening kas gampong masing-masing,” ungkapnya.

Jakfar menambahkan bahwa pemerintah gampong dapat langsung mengajukan usulan melalui kecamatan masing-masing dengan memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditentukan dalam Perbub ADG Tahun Anggaran 2026.

“Adapun syaratnya sesuai ketentuan Perbup tentang ADG 2026 berupa Qanun APBG Tahun Anggaran 2026, Qanun Realisasi APBG Tahun Anggaran 2025, ADG Bulan Desember Tahun Anggaran 2025, Bukti lunas pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan Tahun Anggaran 2025, Bukti lunas pembayaran pajak atas belanja Tahun Anggaran 2025; dan Laporan Hasil Inventarisasi (LHI) Aset Gampong Tahun 2025,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari DPMG Aceh Besar, 60 gampong dari tujuh kecamatan telah mengajukan proses pencairan yaitu: Kecamatan Lhoong sebanyak 6 gampong, Sukamakmur 2 gampong, Mesjid Raya 13 gampong, Lembah Seulawah 1 gampong, Krueng Barona Jaya 6 gampong, Leupung 6 gampong, serta Blang Bintang sebanyak 26 gampong.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap proses pencairan ADG ini dapat berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga mampu memperkuat kinerja pemerintahan gampong dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, percepatan pencairan dana juga diharapkan dapat mendorong pembangunan di tingkat gampong, serta memperkuat tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat di wilayah Aceh Besar. (lem/**)

Final Liga4, PSAP versus ALFARLAKY FC, Laga Tim Legendaris dan Debutan, PSGL Segel Peringkat Tiga

0

MEDIANAD.COM, SIGLI:Tim “Legendaris” PSAP Sigli, Pidie dipastikan bersua bonden ‘debutan’ Liga4 zona Aceh tahun 2025/26 ALFARLAKY FootBall Club ( FC) Aceh Timur, pada partai puncak (final) Kompetisi/Liga4 PSSI Aceh, Sabtu (11/04) malam di Stadion Ex PON Aceh-Sumut 2024 Blang Paseh, Kota Sigli.

Sedangkan pertandingan perebutan juara tiga yang berlangsung, Jumat tadi malam (11/04) malam antara PSGL Gayo Lues dengan Kuala Nanggroe FC Banda Aceh, jadi milik PSGL setellah unggul telak 3-0.

Sementara laga puncak antara PSAP versus Alfarlaky FC dipastikan berlangsung menarik, setelah kedua tim memperlihatkan peforma terbaik sepanjang kompetisi.
Meskipun PSAP bertindak sebagai tuan rumah dan dukungan penuh dari publik Blang Paseh, namun kolektifitas permainan PSGL yang terus meningkat, dipastikan menyulitkan kubu tuan rumah. (non)

Babinsa Krueng Raya Sigap Bantu Nelayan, Wujud Nyata Kedekatan TNI dengan Rakyat

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kepedulian terhadap masyarakat pesisir kembali ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang. Kali ini, Babinsa 04 Gampong Krueng Raya, Sertu Hendra, turun langsung membantu para nelayan menarik tali kapal yang sedang bersandar di Pantai Jurong Ilham Syukuran, Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Sabtu (11/04/2026).

Dengan penuh semangat gotong royong, Sertu Hendra bersama warga bahu membahu menarik perahu nelayan ke daratan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu meringankan pekerjaan nelayan sekaligus memperkuat hubungan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

Di sela kegiatan, Sertu Hendra menyampaikan bahwa peran Babinsa tidak hanya sebatas tugas kewilayahan, tetapi juga harus hadir dan membantu setiap kesulitan warga binaan.
“Kehadiran kami di tengah masyarakat adalah bentuk nyata kepedulian TNI. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan silaturahmi dengan warga, khususnya para nelayan, semakin erat,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat terus terjalin dengan baik, serta menjadi bagian penting dalam menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong di wilayah binaan.(man)

Babinsa Paya Beri Semangat Petugas Kebersihan Desa, Wujud Kepedulian di Tengah Aktivitas Lapangan

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kepedulian terhadap para pekerja kebersihan ditunjukkan oleh Babinsa 08 Gampong Paya Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Sertu Junaidi, melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos) di wilayah binaannya, Sabtu (11/04/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Jurong Pantai Jaya, Gampong Paya, Kecamatan Sukamakmue, saat para petugas kebersihan tengah beristirahat di sela-sela aktivitas pembersihan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Sertu Junaidi memberikan motivasi dan semangat kepada para petugas kebersihan agar tetap optimal dalam bekerja meskipun di tengah kondisi lapangan yang cukup melelahkan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas.

“Kesehatan dan keselamatan kerja harus selalu menjadi prioritas. Tetap semangat dalam menjalankan tugas demi kebersihan lingkungan kita bersama,” ujarnya.

Kegiatan komsos ini merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam mempererat hubungan dengan seluruh elemen masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa peran TNI hadir untuk memberikan dukungan moril kepada warga di berbagai sektor, termasuk para petugas kebersihan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis antara Babinsa dan masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.(man)

Pererat Kemanunggalan, Babinsa Koramil 01/Sukajaya Bantu Warga Jemur Pinang

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Kepedulian terhadap warga binaan kembali ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang. Pada Sabtu (11/04/2026), Babinsa 04, Sertu Taufiq, terjun langsung membantu warga menjemur buah pinang di Jurong Blang Teunong, Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama seorang warga binaan, Ilham (17), yang tengah mengolah hasil kebun berupa buah pinang basah. Dengan penuh semangat, Sertu Taufiq ikut serta dalam proses penjemuran guna mempercepat pengeringan hasil panen.

Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya sebatas menjalankan tugas pembinaan teritorial, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian dan dukungan terhadap aktivitas ekonomi warga.

“Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membantu masyarakat, khususnya petani lokal, agar hasil perkebunan mereka bisa lebih maksimal dan memiliki nilai jual yang baik,” ujar Sertu Taufiq di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, buah pinang yang telah dikeringkan dengan baik akan memiliki kualitas lebih tinggi sehingga diminati oleh pasar. Nantinya, hasil pinang kering tersebut dijual kepada agen penampung yang datang langsung ke lokasi dengan harga sekitar Rp8.000 per kilogram.

Selain membantu meringankan pekerjaan warga, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Kehadiran Babinsa diharapkan mampu memberikan motivasi serta meningkatkan semangat warga dalam mengelola potensi lahan yang ada.

Dengan adanya pendampingan seperti ini, diharapkan perekonomian masyarakat, khususnya petani pinang di wilayah Sukajaya, dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.(man)

Babinsa Keuneukai Turun ke Kebun, Bantu Warga Bersihkan Lahan dan Dorong Produktivitas Pertanian

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Peran aktif Babinsa dalam mendukung kesejahteraan masyarakat kembali terlihat di wilayah Kecamatan Sukamakmue. Pada Sabtu (11/04/2026), Babinsa 07 Gampong Keuneukai, Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Serma Mahsun, turut membantu warga binaannya membersihkan kebun di Jurong Kulam, Gampong Keuneukai, Kota Sabang.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama warga setempat sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, Serma Mahsun ikut meringankan pekerjaan warga dalam membersihkan lahan kebun yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam aktivitas warga merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang bertujuan memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengelola lahan yang ada.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih optimal memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami komoditas produktif seperti pinang dan kelapa,” ujar Serma Mahsun.

Selain membantu pekerjaan fisik, kehadiran Babinsa juga diharapkan mampu memberikan semangat dan dorongan kepada warga untuk meningkatkan hasil pertanian yang berdampak langsung pada perekonomian keluarga.

Kegiatan seperti ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana Babinsa selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai mitra dan sahabat warga dalam berbagai aktivitas sehari-hari.(man)

Sentuhan Humanis Babinsa, Hadir Bantu Warga di Tengah Aktivitas Harian

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Suasana hangat tampak di salah satu rumah warga di Gampong Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, Sabtu (11/04/2026). Bukan kegiatan resmi atau upacara, melainkan momen sederhana ketika Babinsa 10 Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Serka Muliyono, ikut membantu membersihkan ikan lele milik warga binaannya, Syafruddin Saleh.

Di sela aktivitas tersebut, Serka Muliyono tanpa ragu terlibat langsung dalam proses pembersihan ikan. Mulai dari membersihkan bagian dalam, menghilangkan kotoran, hingga mencuci ikan agar siap dimasak. Kegiatan yang terlihat sederhana ini justru menjadi gambaran nyata kedekatan TNI dengan masyarakat.

Bagi Serka Muliyono, kehadiran Babinsa bukan hanya saat kegiatan besar atau formal. Justru dari aktivitas keseharian seperti inilah hubungan emosional dengan warga dapat terbangun lebih kuat.

“Kebersamaan seperti ini yang membuat hubungan kami dengan warga semakin dekat. Tidak harus selalu kegiatan besar, hal kecil pun bisa jadi bermakna,” ungkapnya.

Momen tersebut juga dimanfaatkan untuk berbincang santai, saling bertukar cerita, sekaligus mengetahui kondisi dan kebutuhan warga secara langsung. Pendekatan humanis ini menjadi salah satu cara efektif dalam menjaga komunikasi sosial di wilayah binaan.

Warga pun menyambut baik kehadiran Babinsa yang dinilai tidak berjarak dan selalu siap membantu. Kehadiran sosok aparat di tengah aktivitas sehari-hari memberikan rasa nyaman sekaligus memperkuat kebersamaan.

Melalui cara-cara sederhana namun penuh kepedulian, Babinsa terus membuktikan perannya sebagai bagian dari masyarakat—hadir, membantu, dan menyatu dalam kehidupan warga.(man)

Panen Perdana BUMG Kuta Ateuh, Babinsa Turut Dukung Kemandirian Pangan

0

MEDIANAD.COM, SABANG – Upaya penguatan ketahanan pangan terus digalakkan di wilayah Kota Sabang. Hal ini terlihat dari kegiatan panen perdana peternakan bebek dan budidaya lele yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Makmue Beusare di Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Sabtu (11/04/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Babinsa 08 Gampong Kuta Ateuh Koramil 02/Sukakarya Kodim 0112/Sabang, Pelda Syafrial, bersama aparatur gampong setempat. Panen berlangsung di lokasi peternakan yang berada di Jalan Suprapto, Jurong M. Thaib.

Pelda Syafrial menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan TNI, khususnya Babinsa, dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan dan perikanan. Ia juga mengapresiasi langkah BUMG Makmue Beusare yang telah berhasil mengembangkan usaha produktif tersebut hingga tahap panen perdana.

“Ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harapannya, program seperti ini terus berkembang dan menjadi contoh bagi gampong lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, aparatur gampong menyampaikan bahwa usaha peternakan bebek dan budidaya lele ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.

Dengan adanya panen perdana ini, diharapkan sinergi antara Babinsa, aparatur gampong, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.(man)

Popular Posts

My Favorites

Perkuat Ketahanan Pangan, Babinsa Cot Abeuk Bantu Petani Rawat Kebun Sayuran

0
MEDIANAD.COM, SABANG – Komitmen TNI-Polri dalam mendukung ketahanan pannasional terus diwujudkan melalui pendampingan kepada para petani di wilayah binaan. Seperti yang dilakukan Babinsa 10...